NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 — Bahaya yang Mendekat

Enzo tidak bertindak gegabah. Tujuh belas tahun mengabdi pada dua keluarga mafia mengajarkannya bahwa kesabaran adalah senjata paling mematikan yang bisa dimiliki seseorang. Ia menghabiskan beberapa hari berikutnya mengumpulkan bukti, menghubungi kontak-kontak lama di jaringan intelijen bawah tanah Eropa untuk memverifikasi kecurigaannya.

Konfirmasi datang lebih cepat dari yang ia duga: seorang informan di Jenewa mengenali foto Yao yang diam-diam diambil Enzo, mengonfirmasi bahwa gadis itu telah hidup di sana selama bertahun-tahun bersama seorang wanita tua bernama Sofia — mantan pengasuh keluarga Conti yang menghilang tepat setelah malam pembantaian.

"Terkonfirmasi," bisik Enzo pada dirinya sendiri, duduk sendirian di ruang kerjanya larut malam, menatap foto Yao yang tersebar di mejanya. "Yao Conti. Kembali dari kematian."

Ia tahu ia harus bertindak cepat, tapi juga tahu bahwa menyingkirkan Yao secara langsung akan menimbulkan pertanyaan berbahaya dari Gerald — terutama sekarang, ketika Don muda itu jelas-jelas mulai jatuh cinta pada gadis itu.

Enzo membutuhkan rencana yang lebih halus. Sesuatu yang akan menyingkirkan Yao tanpa mengarah kembali padanya.

Ia mengangkat teleponnya, menghubungi nomor yang sudah lama tidak ia gunakan. "Ini aku," katanya pelan saat sambungan terhubung. "Aku butuh bantuanmu untuk sebuah... masalah kecil di Milan."

Di ujung telepon, suara seorang wanita menjawab dengan aksen Rusia yang kental, datar, tidak menunjukkan kejutan sedikit pun mendengar suara yang sudah lama tidak ia dengar. "Bastiani. Nomor ini seharusnya sudah mati bertahun-tahun lalu."

"Beberapa nomor lebih baik tidak pernah benar-benar mati," jawab Enzo, memilih setiap kata dengan hati-hati, seperti seorang pemain catur yang membuka permainan tanpa menunjukkan strategi penuhnya. "Aku dengar kalian masih tertarik dengan pelabuhan yang sedang kami kelola."

Hening sejenak di ujung telepon — jeda yang cukup panjang untuk menjadi jawaban tersendiri. "Tertarik adalah kata yang lembut," jawab Katarina Volkov akhirnya. "Kenapa tiba-tiba penasihat setia keluarga Moretti menghubungiku tentang hal ini?"

"Karena kata 'setia' punya banyak definisi," jawab Enzo, "tergantung pada siapa yang paling menguntungkan untuk didefinisikan seperti itu." Ia tidak menjelaskan lebih jauh, membiarkan Katarina sendiri menyimpulkan apa yang tersirat di balik kalimat itu.

Katarina tertawa pelan, suara yang lebih menyerupai desisan daripada tawa sungguhan. "Kau ingin sesuatu dariku, Bastiani. Orang sepertimu tidak menelepon musuh lama hanya untuk berbasa-basi."

"Anggap saja aku sedang mempertimbangkan ulang di mana kesetiaanku seharusnya berada," jawab Enzo. "Dan anggap saja aku tahu persis kapan pertahanan Moretti akan paling lemah dalam waktu dekat."

"Bicara lebih spesifik, atau tutup telepon ini sekarang," jawab Katarina, kesabarannya mulai menipis.

Mereka melanjutkan percakapan itu selama hampir satu jam, suara Enzo turun semakin pelan setiap kali ia menyebutkan detail yang lebih dalam, seolah dinding ruang kerjanya sendiri punya telinga. Ia tidak pernah sekali pun menyebut nama Yao secara langsung di telepon — hanya "masalah lama yang kembali", "sesuatu yang perlu dibereskan dengan caraku sendiri" — cukup jelas bagi Katarina untuk mengerti bahwa ada agenda pribadi Enzo yang tidak sepenuhnya ia bagikan, dan cukup samar untuk tidak meninggalkan jejak yang bisa digunakan melawannya di kemudian hari.

"Baiklah," kata Katarina akhirnya, nada suaranya berubah lebih tertarik. "Kita bicara lagi minggu depan. Dengan detail yang lebih... konkret."

"Tentu," jawab Enzo, mengakhiri panggilan tanpa basa-basi lebih jauh — kebiasaan lama seorang pria yang telah belajar bahwa percakapan yang terlalu panjang meninggalkan terlalu banyak yang bisa diingat orang lain.

Sementara itu, Yao mendapati dirinya semakin sulit memisahkan antara peran yang ia mainkan dan perasaan yang mulai tumbuh nyata. Setiap malam bersama Gerald terasa semakin berbahaya bukan karena risiko tertangkap, tapi karena risiko yang jauh lebih personal: kehilangan dirinya sendiri dalam kebohongan yang ia ciptakan.

"Kau terlihat gelisah," kata Sofia suatu malam, mengamati Yao yang mondar-mandir di ruang tamu apartemen mereka.

"Aku menemukan sesuatu di arsip Moretti," kata Yao akhirnya, duduk di sofa dengan wajah lelah. "Sebuah catatan yang menunjukkan Ayah mungkin sudah tahu tentang pengkhianatan Enzo sebelum kematiannya. Dan mencoba mencari aliansi dengan Salvatore Moretti untuk melawannya."

Sofia terdiam lama, wajahnya pucat. "Jika itu benar," katanya pelan, "berarti selama ini kita salah sasaran. Keluarga Moretti bukan musuh kita."

"Tapi Enzo adalah," jawab Yao tegas. "Dan dia sekarang bagian dari keluarga itu, dilindungi oleh kekuasaan mereka."

"Dan Gerald?" tanya Sofia, matanya menatap tajam ke arah Yao. "Apa yang akan kau lakukan dengannya, Yao? Kau tidak bisa terus bermain dua peran selamanya — pembalas dendam dan kekasih."

Yao tidak punya jawaban untuk itu. Karena jauh di dalam hatinya, ia mulai takut bahwa jawaban yang jujur akan menghancurkan segala sesuatu yang telah ia rencanakan selama tujuh belas tahun terakhir.

"Aku hanya butuh sedikit waktu lagi," katanya akhirnya, lebih pada dirinya sendiri daripada pada Sofia. "Waktu untuk mencari tahu kebenaran penuh tentang Enzo, tentang malam itu. Setelah itu, aku janji akan memutuskan — sepenuhnya, tanpa keraguan."

Sofia menatapnya lama, kekhawatiran yang mendalam tidak sepenuhnya tersembunyi di balik matanya yang lelah. "Waktu adalah satu hal yang mungkin tidak lagi kita miliki banyak, Yao. Berhati-hatilah."

Malam itu, setelah Sofia pergi tidur, Yao duduk sendirian di balkon kecil apartemen mereka, menatap kanal Navigli yang tenang di bawah cahaya bulan. Ia mengeluarkan foto lama ayahnya dari dompetnya — satu-satunya foto yang berhasil ia selamatkan dari masa kecilnya — dan menatapnya lama, mencoba mencari jawaban dari mata yang sudah lama tidak bisa menjawab apa pun.

"Aku tidak tahu harus melakukan apa, Ayah," bisiknya pelan pada foto itu. "Aku berharap kau bisa memberitahuku apakah aku sedang melakukan hal yang benar, atau apakah aku baru saja menghancurkan diriku sendiri demi cinta yang seharusnya tidak pernah kubiarkan tumbuh."

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!