NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Wush.

Angin pagi berhembus mengibarkan puluhan panji besar bergambar naga merah yang mengelilingi alun-alun utama Klan Lin.

Ribuan orang telah berkumpul memadati kursi penonton yang melingkari arena batu raksasa di tengah alun-alun tersebut.

Hari ini adalah hari terpenting bagi generasi muda klan, ajang pembuktian yang akan menentukan nasib mereka sepuluh tahun ke depan.

Suasana terasa sangat bising oleh obrolan para murid dan tamu undangan dari berbagai keluarga terpandang di Kota Jade River.

"Kudengar tahun ini Tuan Muda Lin Jian sudah mencapai tahap Pembentukan Dasar tingkat keempat." ucap seorang pemimpin keluarga kecil kepada rekannya.

"Faksi Kepala Tetua benar-benar tidak tertandingi, mereka pasti akan mendominasi seluruh posisi inti klan hari ini."

"Tapi apakah kau belum mendengar rumor terbaru dari dalam klan mereka?" sahut rekannya dengan suara berbisik.

"Kudengar Lin Tianhai telah sembuh dari penyakitnya dan kembali mengambil alih posisi pemimpin klan."

Pemimpin keluarga kecil itu langsung tertawa meremehkan rumor tersebut.

"Itu pasti hanya omong kosong, meridian yang sudah hancur tidak mungkin bisa disembuhkan oleh tabib mana pun di kota ini."

Teng. Teng.

Suara lonceng perunggu yang sangat besar dipukul dua kali, menandakan bahwa para tetua dan tamu kehormatan segera memasuki panggung utama.

Semua mata langsung tertuju pada balkon tinggi yang menghadap langsung ke arah arena batu.

Rombongan pertama yang melangkah masuk ke balkon itu adalah Kepala Tetua Lin Zhen beserta para pengikutnya.

Pria tua itu mengenakan jubah kebesaran berwarna emas, berjalan dengan kepala tegak seolah-olah dialah penguasa tunggal tempat ini.

Di belakangnya, Lin Jian berjalan dengan dada dibusungkan, meskipun tangan kanannya masih dibalut perban putih yang disembunyikan di balik lengan bajunya yang panjang.

"Lihat, itu tamu dari Keluarga Su!" seru salah satu murid klan sambil menunjuk ke arah pintu masuk VIP.

"Nona Su Yuxin juga datang, dia terlihat semakin cantik dan anggun setelah masuk ke akademi."

Su Yuxin berjalan memasuki balkon kehormatan dengan gaun sutra berwarna biru muda yang sangat mewah.

Wajah cantiknya memancarkan aura kebanggaan yang dingin, dagunya terangkat tinggi meremehkan semua orang di sekitarnya.

Di samping gadis itu, berjalan seorang pemuda tampan yang mengenakan jubah putih bersih bersulam bintang jatuh di bagian dadanya.

Pemuda itu memegang sebuah kipas lipat dan memancarkan aura kultivasi tahap Inti Emas tingkat awal yang sangat menekan.

"Itu pasti utusan dari Akademi Bintang Jatuh." bisik para penonton dengan nada penuh kekaguman dan ketakutan.

"Keluarga Su benar-benar telah menemukan pijakan yang sangat kuat."

Lin Zhen langsung menyambut kedatangan Su Yuxin dan pemuda utusan akademi itu dengan senyum yang sangat lebar dan menjilat.

"Selamat datang di Klan Lin yang sederhana ini, Utusan Chu." sapa Lin Zhen sambil membungkukkan badannya dengan hormat.

"Kepala Tetua terlalu merendah." jawab pemuda bernama Chu Yang itu dengan nada malas sambil mengibaskan kipasnya.

"Adik kelas Yuxin memintaku untuk datang dan melihat turnamen kecil di kota terpencil ini, jadi aku menyempatkan diri untuk mampir."

"Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami, Tuan Chu." sahut Lin Jian yang ikut maju untuk menjilat.

"Kehadiran Anda membuat turnamen kami menjadi seratus kali lebih berharga."

Su Yuxin melirik ke sekeliling balkon dengan tatapan bosan.

"Kepala Tetua, apakah mantan tunanganku yang tidak tahu diri itu benar-benar mendaftar di turnamen ini?" tanya Su Yuxin dengan nada mengejek.

"Tentu saja dia mendaftar, Nona Su." jawab Lin Zhen sambil tertawa pelan.

"Bocah sampah itu sepertinya sudah bosan hidup dan ingin mempermalukan dirinya sendiri di depan semua orang."

"Baguslah." ucap Su Yuxin sambil tersenyum sinis.

"Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana dia dihancurkan hingga merangkak di bawah kakiku hari ini."

Tepat saat kata-kata sombong itu keluar dari mulut Su Yuxin, suhu udara di sekitar balkon kehormatan tiba-tiba menurun drastis.

Tap. Tap.

Suara langkah kaki yang sangat teratur dan berat terdengar dari arah tangga utama menuju balkon.

Dua sosok pria berjalan berdampingan menaiki tangga tersebut, menarik perhatian semua orang di alun-alun.

Itu adalah Lin Tianhai dan Lin Xiao.

Lin Tianhai mengenakan jubah hitam kebesaran berlambang kepala klan, sementara Lin Xiao hanya mengenakan jubah abu-abu sederhana dengan pedang besi terikat di pinggangnya.

Wush.

Lin Tianhai sengaja melepaskan sedikit tekanan aura dari tahap Inti Emas miliknya saat dia melangkah ke tengah balkon.

Tekanan spiritual itu menyapu seluruh balkon, membuat napas para tetua penjilat Lin Zhen seketika menjadi sesak.

Chu Yang yang tadinya bersikap santai langsung menutup kipasnya dengan cepat.

Mata pemuda utusan akademi itu menyipit menatap Lin Tianhai dengan penuh kewaspadaan.

"Ternyata rumor itu benar, Klan Lin memiliki kultivator Inti Emas selain para tetua pengasingan." gumam Chu Yang dengan suara pelan.

"Pantas saja rubah tua Lin Zhen ini meminta dukunganku."

Su Yuxin juga terbelalak kaget melihat Lin Tianhai berjalan dengan sangat gagah tanpa tanda-tanda penyakit sama sekali.

Namun tatapan matanya kemudian beralih ke arah Lin Xiao yang berjalan dengan sangat tenang di samping ayahnya.

'Pemuda sampah itu... kenapa auranya terasa sangat tenang?' batin Su Yuxin merasa sedikit tidak nyaman.

'Tidak, dia pasti hanya berpura-pura tenang, dia tidak mungkin bisa berkultivasi.'

Lin Tianhai berjalan melewati Lin Zhen tanpa meliriknya sedikit pun dan langsung duduk di kursi paling tengah yang merupakan kursi patriark klan.

Lin Xiao berdiri di belakang kursi ayahnya dengan tangan terlipat di depan dada.

"Salam kepada Kepala Klan!" teriak Tetua Lin Mo dari bawah arena, yang langsung diikuti oleh gemuruh sorakan dari sebagian murid yang masih setia pada garis keturunan utama.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!