"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Warna yang Terbeli oleh Peluh
Pagi itu, Kyra duduk bersila di bawah pohon mangga di halaman samping rumahnya. Di pangkuannya ada sebuah buku gambar tua yang kertasnya sudah mulai menguning. Tangannya bergerak lincah, menggoreskan pensil 2B yang sudah pendek. Ia sedang menggambar siluet barisan pohon bambu yang bergoyang di pinggir sungai.
"Wuih... itu pohon bambu atau rambut raksasa, Ra? Bagus amat!"
Suara cempreng itu muncul bersamaan dengan kepala Juno yang melongok dari balik pagar. Ia langsung melompat masuk—seperti biasa—dan duduk di samping Kyra tanpa diundang.
Kyra sedikit menutup bukunya, malu. "Cuma sketsa pensil. Belum selesai."
"Bagus kok! Detailnya dapet banget. Kenapa nggak dikasih warna? Pakai cat air yang waktu itu kamu bawa dari kota," tanya Juno sambil mencoba mengintip halaman berikutnya.
Kyra menunduk, jarinya meraba kotak cat air di sampingnya yang terbuka. Semua wadahnya sudah kering, menyisakan sisa-sisa warna yang pecah. "Habis, Jun. Lagian aku nggak punya uang buat beli yang baru. Ibu... lagi nggak bisa dimintai uang."
Juno terdiam sejenak. Ia melihat gairah di mata Kyra saat memegang pensil, dan ia benci melihat binar itu meredup hanya karena masalah cat.
"Ikut aku!" Juno tiba-tiba berdiri dan menarik tangan Kyra.
"Ke mana lagi?"
"Ke toko Om-ku, Mang Ujang. Dia jualan alat tulis sama kebutuhan sekolah di pasar desa. Ayo!"
Toko Mang Ujang bau harum kertas baru dan aroma kopi hitam. Di salah satu raknya, ada beberapa kotak cat air merk standar. Mata Kyra berbinar melihatnya, namun ia segera menunduk saat melihat label harganya. Bagi Kyra yang sekarang, uang segitu pun terasa sangat jauh.
"Mang, ada cat air yang paling bagus nggak?" tanya Juno lantang.
"Ada, Jun. Tapi mahal itu. Kamu emang punya duit?" Mang Ujang curiga.
Juno nyengir, lalu membisikkan sesuatu ke telinga paman itu. Mang Ujang sempat menggeleng, tapi setelah melihat Kyra yang berdiri lesu di belakang Juno, ia akhirnya menghela napas.
"Ya sudah. Tapi kalian harus bantu bungkusin snack kiloan buat pesanan hajatan sore ini. Seribu bungkus. Sanggup?"
"Sanggup banget, Mang! Kyra ini tangannya lincah, biasa pake kuas!" seru Juno semangat.
Selama tiga jam berikutnya, Kyra dan Juno duduk di gudang belakang toko. Tugas mereka adalah memasukkan kerupuk pedas dan kacang bawang ke dalam plastik kecil, lalu membakarnya dengan lilin agar rapat.
Kyra awalnya kikuk, tangannya panas terkena uap lilin. Namun Juno selalu menghiburnya. Ia membuat boneka dari plastik snack atau pura-pura tersedak kerupuk hanya untuk membuat Kyra tersenyum. Peluh bercucuran di dahi mereka, tapi Kyra merasa lebih hidup saat bekerja demi sesuatu yang ia cintai.
"Nih, hadiah buat kerja keras hari ini!" Mang Ujang menyerahkan satu kotak cat air baru dan dua buah kuas.
Kyra menerimanya dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Mang."
Sore harinya, di bawah langit yang mulai berwarna ungu, Kyra meminta Juno duduk di atas bangku kayu tua.
"Jangan gerak ya, Jun. Aku mau coba cat air barunya," ucap Kyra serius.
Juno berusaha duduk tegak, dadanya dibusungkan, wajahnya dibuat-buat setampan mungkin. Namun baru lima menit, ia sudah pegal. "Ra, masih lama nggak? Hidungku gatal, mau bersin!"
"Tahan! Sedikit lagi," Kyra tertawa melihat ekspresi Juno yang tersiksa.
Kyra mulai menyapukan warna. Ia menggunakan warna biru untuk baju kusam Juno, cokelat keemasan untuk kulitnya yang terbakar matahari, dan sedikit warna jingga di bagian mata untuk menggambarkan keceriaan Juno.
Setelah satu jam, Kyra memutar kanvas kertasnya. "Selesai."
Juno terpana. Di kertas itu, ia tidak terlihat seperti anak desa yang berantakan. Ia terlihat... gagah, hangat, dan hidup. "Wah... ini beneran aku? Ganteng juga ya aku kalau jadi lukisan."
Juno menatap lukisan itu dengan sayang. Ia ingin memilikinya. Ia ingin menyimpan bukti bahwa Kyra melihatnya dengan cara seindah itu.
"Ra... lukisan ini buat aku ya?"
"Eh? Tapi kan..."
"Aku mau beli!" Juno merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan sebuah benda kayu yang sudah sangat halus karena sering digenggam. Ketapel kesayangannya. Ketapel yang selalu ia banggakan, yang ia gunakan untuk melindunginya dari "hantu sawah".
"Nih. Tukeran sama ketapelku. Ini harta paling berhargaku. Kalau kamu bawa ini, nggak akan ada yang berani gangguin kamu di desa ini," ucap Juno dengan wajah sangat serius.
Kyra menatap ketapel itu, lalu menatap Juno. Di dunia Juno yang sederhana, ketapel itu adalah segalanya. Dan dia memberikannya hanya untuk sebuah lukisan di atas kertas murah.
"Oke," Kyra tersenyum manis, menerima ketapel itu. "Deal."
Juno memeluk lukisan itu seolah itu adalah benda paling mahal di dunia. "Janji ya, Ra. Suatu saat nanti, lukisanmu bakal ada di gedung-gedung besar. Tapi yang ini... yang ini punya Juno selamanya."
Kyra mengangguk, tidak tahu bahwa belasan tahun kemudian, lukisan itu memang akan tersimpan di brankas baja milik seorang milyarder, sementara ia sendiri terjebak di rumah tangga yang hampa.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/