NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: tamat
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:606.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa, dan keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 16.

Angkasa masih berdiri di tempatnya, pandangannya terpaku pada sosok Arunika yang baru saja melangkah masuk ke aula pesta.

Gaun hitam panjang yang ia kenakan sederhana namun elegan. Rambutnya disanggul rapi, memperlihatkan garis lehernya yang anggun. Riasannya tipis, tetapi cukup membuat wajahnya terlihat semakin tegas dan menawan.

Beberapa tamu pria langsung berbisik satu sama lain.

“Siapa dia?“

“Cantik sekali.”

Namun Arunika seolah tidak peduli dengan semua perhatian itu. Langkahnya tenang, ekspresinya datar seperti biasanya.

Di sisi lain ruangan, Veronica memandangi Arunika dengan senyum yang terlihat ramah, tetapi matanya menyimpan sesuatu yang lain. Rencana yang sudah ia siapkan selama berhari-hari akhirnya akan dimulai malam ini.

Namun Veronica tidak tahu.

Sejak beberapa menit lalu, seseorang berdiri di balkon lantai dua aula pesta. Seorang pria berbadan tinggi mengenakan setelan hitam, dengan earphone kecil di telinganya. Matanya tidak pernah lepas dari Arunika, dan di tangan pria itu, sebuah ponsel menyala. Layar ponsel menampilkan beberapa titik kamera pengawas di sekitar aula pesta.

Pria itu berbicara pelan. “Situasi aman.”

Di sisi lain sambungan telepon, suara wanita yang tenang terdengar—itu Arunika.

“Terus awasi, aku ingin tahu langkah apa yang akan mereka ambil malam ini.”

Pria itu langsung mengangguk. “Baik, Nona.”

Di aula pesta, Veronica berjalan menghampiri Arunika dengan senyum yang tampak begitu tulus.

“Nona Arunika!” Nada suaranya penuh kegembiraan.

Arunika menoleh sedikit, Veronica langsung meraih tangan wanita itu dengan akrab. “Aku benar-benar senang kamu datang! Aku khawatir kamu terlalu sibuk dan tidak bisa hadir.”

Arunika tersenyum tipis. “Ini undangan Anda, Nona Veronica. Akan tidak sopan jika saya tidak datang.”

Veronica tertawa kecil, seolah merasa tersanjung. Namun dalam hatinya, ia mencibir.

Veronica lalu menggandeng lengan Arunika dengan akrab. “Biar aku perkenalkan kamu pada beberapa tamu penting malam ini, banyak investor besar yang mendukung proyek rumah sakit kita.”

Arunika tidak menolak, ia mengikuti Veronica berjalan melewati para tamu. Namun tatapan Arunika sekilas menyapu ruangan, ia melihat beberapa hal. Seorang pelayan yang terlalu sering melihat ke arah meja minuman, seorang pria yang berdiri di dekat panggung sambil memegang ponsel, seperti menunggu sesuatu. Dan seorang wanita yang pura-pura berbicara dengan tamu lain… tetapi terus memperhatikan Arunika dari jauh.

Arunika menghela nafas pelan, sepertinya mereka sudah mulai bergerak.

Tepat saat itu, Veronica mengambil dua gelas wine dari meja pelayan.

“Nona Arunika, kamu harus mencoba wine ini,” katanya manja. “Ini khusus aku pesan dari luar negeri.”

Veronica menyodorkan satu gelas, Arunika menatap gelas itu beberapa detik. Lalu ia menerimanya. “Terima kasih.”

Veronica tersenyum semakin lebar. Namun sebelum Arunika sempat meminum wine itu, suara pria tiba-tiba terdengar dari belakang mereka.

“Arunika.” Angkasa berjalan mendekat. Matanya langsung tertuju pada gelas di tangan Arunika. Entah kenapa, hatinya tiba-tiba merasa tidak nyaman.

Sementara di balkon lantai dua, pria berbaju hitam itu berbisik cepat ke earphone-nya. “Nona… minuman itu sudah diganti.”

Arunika tetap berdiri tenang, tangannya masih memegang gelas wine itu. Senyumnya perlahan muncul.

Jadi ini rencanamu, Veronica.

Namun Veronica sama sekali tidak tahu, bahwa sebelum pesta ini dimulai—orang-orang Arunika sudah menukar botol minuman yang mereka siapkan.

Bahkan kamera kecil sudah dipasang di beberapa sudut aula. Dan orang yang sebenarnya sedang dijebak malam ini bukanlah Arunika. Melainkan... Veronica sendiri.

Arunika mengangkat gelas wine itu perlahan, matanya menatap Veronica dengan tenang. “Untuk pesta yang indah malam ini.”

Veronica ikut mengangkat gelasnya. “Untuk kerja sama kita ke depan.”

Keduanya hampir bersulang, ketika tiba-tiba dari arah panggung terdengar teriakan panik.

“Tolong! Ada yang pingsan!”

Seorang wanita paruh baya jatuh di lantai. Tubuhnya kejang, napasnya tersengal, dan wajahnya pucat dalam hitungan detik.

Angkasa langsung berlari. “Mama!”

Veronica juga bergegas mendekat. Para tamu mulai panik, sebagian mundur memberi ruang. Veronica langsung berlutut di samping ibu angkatnya dan memeriksa nadinya.

Nadinya kacau, dan tidak teratur.

Veronica mengerutkan kening.

“Panggil ambulans!” serunya.

Namun detik berikutnya ia mulai menyadari sesuatu yang tidak biasa. Pupil mata ibu angkatnya itu mengecil, otot rahangnya menegang, dan napasnya semakin pendek.

Veronica mencoba menenangkan diri. “Semua mundur, berikan aku ruang!”

Ia memeriksa lagi pergelangan tangan Mama Angkasa, lalu mencoba menstabilkan nafasnya. Namun semakin ia memeriksa, semakin wajah Ibu angkatnya berubah. Ini bukan serangan jantung, bukan juga gejala stroke.

Gejalanya terlalu kompleks.

Angkasa menatapnya dengan cemas. “Veronica?”

Veronica mencoba tetap tenang, tetapi keringat mulai muncul di pelipisnya. Ia mengeluarkan alat medis kecil dari tasnya dan mencoba memberikan obat darurat.

Beberapa detik berlalu, tidak ada perubahan. Justru tubuh Mama Angkasa mulai bergetar lebih keras.

Seorang dokter tamu yang berdiri di dekat mereka mulai terlihat khawatir. “Ini bukan kondisi biasa…”

Veronica mengepalkan tangannya, ia mencoba sekali lagi memeriksa saraf leher dan denyut nadi. Namun semakin ia mencoba mendiagnosis, semakin ia merasa buntu.

Angkasa memandangnya tajam. “Apa yang terjadi?! Selamatkan Ibuku!”

Veronica menelan ludah. “Aku… belum yakin.”

Kalimat itu membuat beberapa tamu saling berpandangan. Veronica adalah dokter dengan pendidikan tertinggi, bahkan Doktor spesialis. Namun saat ini, bahkan wanita itu malah terlihat ragu.

1
Martini Ajs
seruuu
Martini Ajs
semakin menarik
Martini Ajs
ceritanya menarik ....
Zatalini Molisa
sangat menarik, bagus banget cerita
Marina Tarigan
kasihan sekali arunika kardna kecemnuruan Belinda sp meninggal ibu dan ayajnya
Marina Tarigan
karena cemburu menghalalkan segala cara ya hingga banyak yg terlibay akibat ulah ibu dan mau melenyapkan Anurika juga wah lawan ibu akhirnya. anak sendiri Angkasa karena dia sdh berjanji akan melawan walaupun pihak keluarganya jika terlibat
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
masa langsung, menikah dulu dong ah😎
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
untuk karya nya udah aku kasih 10 ☕kak, semangat❣️
Dini
aku suka cerita prempuan badas'tdk menye"🤭
Marina Tarigan
semoga Kenzo pzikppat nisa dihanvurkan sapai tuntas
Marina Tarigan
angkasa sdh jatuh vinta pd Arunika dan dia tahu bahaya selalu mengintai Arunika dan selalu akan melindungi dari orang2 yg jahat
Marina Tarigan
semoga Kenzo menimba bahaya sbgai pembunuh dan perencanaan pembunuh pd Arunika
Marina Tarigan
sadis kali kamu Simon
Carlina Carlina
trima kasih juga KK arya mu luaarr biasa bagus sekali aku sukaaa thor🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘
Carlina Carlina
yeyyy,👏👏👏👏👏🤗🤗🤗🤗😂😂😂😂
Carlina Carlina
ha haaaa😂😂😂😂bilang aja angkasa g usah gengsi,tar nyesel lho arun d ambil orang🤭🤭😂😂😂
Carlina Carlina
angkasa bner" putus asa karna klakuan emaak nya🤔🤔😌😌😌
Carlina Carlina
kok aku sedih yaa angkasa ninggalin arunika😭😭😭😭🤔🤔
Carlina Carlina
bagus brian tegaasss👍👍👍👍😌
Carlina Carlina
yaa gimana ding oervintaan angkasa dan arunika😌😌😌🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!