NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:18.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Prang!

Suara pecahan kristal mahal menggema di seluruh penjuru kamar mewah itu. Catherine kembali menyambar vas bunga porselen di atas nakas dan membantingnya ke lantai dengan kekuatan penuh.

Napas wanita itu memburu, wajah cantiknya yang biasa tertata rapi kini tampak menyeramkan dengan riasan yang luntur akibat air mata kemarahan.

Kejadian di kantor Xavier tadi benar-benar menghancurkan harga dirinya. Bayangan Xavier membela gadis kampungan itu di depan matanya sendiri terus berputar seperti angin lalu, membakar kewarasannya.

“Kenapa kau selalu mengacuhkan aku, Vier! Kenapa?!” teriak Catherine histeris. Ia menjambak rambutnya sendiri, menatap pantulan dirinya di cermin besar.

“Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang seksi dan menggoda di matamu?! Lihat tubuhku! Aku memiliki segalanya, aku lebih dari gadis kampungan dekil itu!”

Ia menyapu semua botol parfum bermerek di atas meja rias hingga semuanya jatuh berkeping-keping.

Bau harum yang menyengat memenuhi ruangan, namun hatinya tetap terasa busuk oleh dendam.

“Astaga, Nona! Apa yang anda lakukan? Berhenti, anda bisa melukai diri sendiri!”

Pintu kamar terbuka. Hanzel, asisten kepercayaan ayah Catherine, berlari masuk dengan wajah pucat pasi. Ia terkejut melihat kekacauan yang menyerupai medan perang itu.

“Jangan ikut campur! Pergi kau!” bentak Catherine sembari memungut potongan kaca, hendak melemparkannya.

“Nona, tenanglah!” Hanzel tidak memedulikan ancaman itu. Ia segera menerjang maju, memeluk erat tubuh Catherine dari belakang untuk mengunci pergerakannya. “Lepaskan kacanya, Nona. Tangan anda berdarah.”

“Biarkan aku mati saja! Xavier tidak menginginkanku! Dia lebih memilih sampah itu daripada aku!” Catherine meronta.

Hanzel membalikkan tubuh Catherine, memaksanya untuk menatap matanya. “Berhentilah bersikap seperti ini. Hatiku terasa hancur setiap kali melihatmu terluka hanya karena pria yang tidak bisa menghargaimu.”

Mendengar nada suara Hanzel yang bergetar penuh perasaan, kilat licik melintas di mata Catherine sesaat. Ia tahu Hanzel mencintainya sejak lama. Ia tahu pria ini akan melakukan apa pun untuknya.

Seketika, Catherine mengubah ekspresi wajahnya. Amarahnya memudar, digantikan oleh tatapan rapuh dan isak tangis yang terdengar begitu menyayat hati.

“Hanzel...” rintihnya sembari menyandarkan kepala di dada pria itu. “Aku hanya ingin Xavier. Aku merasa tidak berguna jika tidak bisa memilikinya. Hanya dia yang bisa membuatku merasa lengkap.”

“Nona...”

Catherine mendongak, matanya yang basah menatap Hanzel dengan tatapan memohon yang sangat licik.

“Kau selalu ada untukku, bukan? Kau tidak akan membiarkan aku menderita terus seperti ini, kan?”

Hanzel menghela napas berat, tangannya mengusap lembut rambut Catherine. “Iya, saya tahu. Saya selalu ada di pihak anda.”

“Berjanjilah padaku, Hanzel. Berjanjilah kau akan melakukan apa pun untuk membawa Xavier kepadaku. Singkirkan gadis itu, atau hancurkan apa pun yang menghalangi jalanku. Aku harus mendapatkannya!” desak Catherine dengan suara serak yang dibuat seolah-olah ia sedang putus asa.

Hanzel terdiam. Logikanya tahu ini salah, namun perasaan cintanya yang buta pada sang nona membuatnya kehilangan akal sehat.

“Jawab aku, Hanzel! Katakan kau akan membantuku!”

“Saya... saya berjanji pada anda, Nona,” ucap Hanzel dengan nada terpaksa. “Saya akan melakukan apa pun agar anda bahagia.”

Mendengar janji itu, Catherine memejamkan mata, membiarkan Hanzel memeluknya lebih erat. Di balik bahu pria itu, Catherine menghapus sisa air matanya dengan kasar.

Bibirnya menyunggingkan seringai kemenangan yang sangat tipis.

Bodoh. Kau memang alat yang paling berguna, Hanzel! batin Catherine dengan dingin.

Tangisannya berhenti seketika, namun ia tetap bersandar di pelukan Hanzel, terus memainkan peran sebagai wanita yang hancur demi memastikan asisten ayahnya itu benar-benar menjadi senjata maut untuk menghancurkan Luna.

1
Tiara Bella
ganggu aja nh asisten Geri....udh tw mw bikin debay malah diganggu
Senja: hheee
total 1 replies
Keysha Aurelie
gemes banget sama Vier😂 sudah mengakui menyukai Luna lagi🤣 suka aku dengan kejujuran ini😂
Luna itu bukan cacing 😭 tenang Vier nanti bisa dilanjutkan lagi , kamu bisa kasih pemahaman ke Luna😂
Senja: Tp paham ga tuh anak wkwk
total 2 replies
partini
dasar Gery lucknat 🤭🤭
uhhh cakep banget visual nya 👍👍👍👍 thanks Thor
partini: wkwkwk sama apa lagi nemplok mode koala 🐨 biuhhhhhh kokop dah 🤣
total 2 replies
Al Fatih
waow ...,, cocok bngt Kaka...,, utk Xavier dan Luna....,, pas bngt visualnya.

Vier..... pelan2 tho yooo jangan asal nyosor,, ntar Luna trauma lagi 😂
Senja: Makssih kak🤭
total 1 replies
Opi Sofiyanti
akhirnyaaaaaa.... nymp jg bc ampe part ini.... stlh terpending sekian hr..... maaf y kak g ber mksd menimbun bab, tp emng aku g smpt bgt bc lama2....
Senja: Nah iya maknya ini, bulan ini blm buat buku baru lagi, habis lebaran saja.
total 3 replies
Eva Karmita
Sapir tahan ya jangan sampai Luna Lo amboxsing 😜🤭😄😄
Eva Karmita
ternyata Luna adalah obat mujarab untuk Sapir 🥰🥰🥰🥰
partini
kasih visual Thor dari belakang juga boleh 🤭
partini
buset dah cat menggatal sekali kau ini,kan aslinya kuncung ya menjilat dan mencakar,lost control ga ini sapir sering banget no baju baju
Keysha Aurelie
Vier ternyata Luna itu penawar terbaikmu , tanpa mendatangkan dokter , menuju Luna saja akan menjadi candu yang menenangkan 🤣 dan membuat ketagihan🤣🤣 kelihatan sayang banget Luna sama kamu Vier
Keysha Aurelie
pengganggu seperti Cat itu mending dimusnahkan atau dikasih pelajaran biar takut dan tak berani mengganggu atau mendekati lagi , kalau ada Cat muncul rasanya pengen tak dorong biar jatuh dari ketinggian 😂
partini
kaya Diego ga bisa sentuh sembarang balik gih skin to skin sama Luna biar sembuh ,,bagus juga Kya pesikopat ayo bunuh segera di cat
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Senja: Siapppp mak
total 1 replies
Natsa
when cemburu dibawa ke tempat kerja /Facepalm/
Natsa
diem salah jawab salah /Facepalm/
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
partini
segampang itu si Luna Thor , Secara gitu dari awal konek ke sapir cuma daging doang udah beda aiahhhhh kucing anehhh
tinie
kenapa Luna malah kamu tinggal vier
kan Xander jadi semakin dekat dengan Luna
Al Fatih
Bayangkan adegan sarapan paginya Xavier dan Luna 🤭😍
Senja: Iya pengen yg ono pengen yg itu yg ganteng2🤣
total 3 replies
Keysha Aurelie
ciee cemburu nya menyeramkan sekali Vier, gak mungkin kalau gak ada perasaan bukan begitu Vier😂 ingat Luna itu gadis polos jadi dimaklumi 😂
hati hati Luna sama Xander itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!