NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Biasanya, Velia akan makan siang bersama Seana di kantin kantor. Namun, tak ada satu pun dari mereka yang terlihat di sana hari ini.

Karyawan dari departemen lain tidak keberatan dengan hal itu. Namun karyawan departemen resepsionis dan asisten sedikit mengkhawatirkannya, terutama karyawan bagian departemen asisten. Mereka telah bersaing untuk memperebutkan posisi asisten eksekutif. Dan sekarang, mereka semua tahu Seana menghabiskan seluruh waktu jam istrihatnya di dalam kantor Sanzio.

Apa yang s sebenarnya terjadi? Apakah Seana mencoba merayu Sanzio? Jika itu benar, maka itu berarti Seana sedang bermain api.

Semua karyawati di perusahan Kaivandra Internasional Group tahu bahwa Sanzio tidak mudah diluluhkan. Jadi saat ini, semua karyawati dari beberapa departemen sedang menunggu akhir yang tak terhindarkan bagi Seana.

.....

Sementara itu, Seana mengantuk di ruang istirahat Sanzio setelah selesai makan siang. Sanzio menatapnya., "Cuci piring!." Perintahnya.

"Oh, oke, Pak." Seana langsung beranjak dari sofa.

Rasanya adil jika dia yang mencuci piring. Ini adalah salah satu hal yang dia bisa, jadi tidak akan ada kesalahan.

Sanzio punya kebiasaan tidur siang ketika pekerjaannya tidak terlalu banyak. Saat Seana selesai membersihkan piring dan dapur, Sanzio sudah mengenakan pakaian santai dan tertidur lelap di atas tempat tidur.

Dengan mata terpejam, wajah tampannya tampak tenang dan damai. Tidak seperti yang biasanya terlihat ketika dia sedang bekerja.

Seana berjalan berjingkat, berusaha tidak menimbulkan suara sedikit pun saat menyelimuti Sanzio. Tetapi ketika dia menegakkan punggungnya, Seana berdesisi ketika rambut panjangnya tersangkut di suatu tempat. Rasanya sangat sakit sehingga Seana kehilangan keseimbangannya, dan jatuh tepat di atas Sanzio.

Seana tidak menunjukkan reaksi apa pun, tetapi pikirannya kacau balau. "Aduh, bisa gawat ini!." Gumamnya lirih.

Sementara itu, pria dibawahnya mulai bernapas berat. Menandakan bahwa dia pasti terbangun!

Seana memejamkan matanya dan berusaha melepaskan diri dari Sanzio, tetapi rambutnya masih  tersangkut tepi ranjang. Tak bisa menahan rasa sakit akibat paksaan ketika ingin beranjak membuat Seana jatuh kembali ke dada Sanzio. Segalanya tampak kacau, hingga membuat napasnya sesak.

Seana tidak berani menatap wajah Sanzio, sedikit pun. Dia juga bisa merasakan dengan jelas, sikap dingin Sanzio.

"Kamu mau bangun atau ngga?."

Seana mendengar suara dingin Sanzio, tetapi ia merasa seperti berada diambang kematian. Wanita itu sedikit tersentak. Kemudian buru-buru buka suara. "Maaf, Pak. Saya tadi cuma mau nyelimutin bapak, tapi rambut saya malah kesangkut." Katanya sembari mencoba bangun, tetapi rasa sakit yang tajam kembali menusuk kulit kepalanya. Untungnya, Seana bereaksi cepat dengan menggunakan tangannya untuk menopang dirinya. Jika tidak, dia mungkin akan jatuh lagi.

Saat tatapannya bertemu dengan baik mengancam dari Samzio, dia terkejut seolah tangannya tersengat listrik. Tapi rambutnya yang tersangkut, membuatnya terlihat kusut.

Seana menatap Sanzio dengan perasaan takut. "Rambut saya tersangkut, Pak." Katanya pelan.

Dengan itu, Seana menundukkan kepalanya dan melihat kearah rambutnya yang tersangkut. Namun, pikirannya menjadi kosong ketika dia melihat dimana tepatnya rambut itu tersangkut.

Sanzio mengikuti pandangan Seana ke bawah. Pria itu kemudian menyadari bahwa beberapa helai rambut hitam panjang Seana saat ini tersangkut di kancing bajunya.

Seana memejamkan matanya, menarik napasnya dalam-dalam.

"Tunggu sebentar." Sanzio dengan hati-hati mengulurkan tangannya dan mencoba melepaskan rambut Seana yang tersangkut.

Sementara itu, jantung Seana berdebar tak karuan, ia hampir yakin bahwa hari ini mungkin akan menjadikan hari pemecatannya.

Sayangnya, rambut Seana masih terbelit dan sulit untuk dilepaskan. Seana kemudian berencana membantu, tetapi karena posisinya begitu dekat, dia tidak bisa mengurai rambutnya dan malah membuatnya semakin terbelit. Ditambah lagi, Seana malah tanpa sengaja membuka kancing baju Sanzio.

Seana mulai cemas. Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah menatap Sanzio tanpa daya. "Pak, saya ngga ngelepasin ini. Bisa ngga bapak lepas dulu bajunya?!."

Raut wajah Sanzio sudah sangat mengintimidasi, dan pria itu sekarang sudah tampak benar-benar ingin membunuh. Jika bukan karena nada bicara Seana yang memelas dan ekspresinya yang hampir menangis. Sanzio pasti sudah mengusirnya saat itu juga!

"Bagaimana itu bisa membantu kamu? Kamu malah bisa melihat saya dengan jelas!." Kata Sanzio dengan nada dinginnya.

"Tapi saya ngga bisa liat dari sini, Pak.." Kata Seana, dia berusaha untuk tidak gemetar ketakutan.

Ketika Sanzio tidak menanggapi, Seana kehilangan keberaniannya untuk terus berbicara dan kembali merapikan rambutnya.

Sanzio bisa merasakan tangan mungil Seana yang meraba-raba dadanya. Raut wajahnya semakin tak tertahankan, saat tubuhnya mulai memanas. "Cukup."  Sanzio mencengkeram tangan Seana yang gemetar dengan kuat.

Sedangkan Seana meringis kesakitan.

Sanzio hanya menatapnya dengan dingin. Dan dia meraih rambut Seana dengan tangan yang satunya lagi. Lalu menarik rambut itu dengan keras!

1
Fanni Sundah
seruuuuuuu, lanjut thor👍👍👍👍
Fanni Sundah
lanjuttt thor, seruuuu👍👍👍👍
leahlaurance
semoga tetap diangap istrinya bila sampai rasia terbongkar.
Yuki Kim
menarij
Yuki Kim
semangat kakak...
🇮🇹
apdet banyak2 yaaaa 🌚🌚🌚
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!