Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Gue Punya Pacar
Bab 19
Arya menghela nafas melihat foto-foto Gita bersama seorang pria di mall. Pria yang sama dengan foto sebelumnya. Hanya saja kali ini lebih in-tim. Bukan hanya pegangan tangan, Gita kadang berada dalam rangkulan pria itu.
Tidak berbohong, karena izinnya ke mall hanya saja bukan bertemu dengan teman-teman yang biasa. Arya sampai mengusap dagu sambil mengernyitkan dahi, putrinya terlihat bahagia dan tersenyum lepas.
“Dia mahasiswa juga, tapi tampak dewasa.”
“Bukan pak.” Iwan menjelaskan laporan dari anak buahnya yang mengawasi Gita lebih dekat, termasuk mencari tahu siapa Rama.
“Perawat Sentral Medika? Yakin kamu?”
“Yakin, pak.”
“Gimana bisa dia kenal Gita,” gumam Arya.
Kerja orang kepercayaan Arya bukan kaleng-kaleng. Informasi lengkap mengenai Rama sudah berada di tangan pria itu. Nyatanya Rama lumayan viral di rumah sakit, apalagi setelah bertugas di pelosok dan sepupunya menantu dari pemilik rumah sakit.
“Jadi, gimana pak?”
“Awasi saja dulu, pastikan Gita aman.”
Terdengar ketukan pintu dan Sarah muncul di sana. “Sayang, belum selesai? Kita mau makan loh.”
“Sudah, ini sudah selesai.” Arya mengembalikan berkas berisi informasi mengenai Rama ke dalam map dan disimpan ke dalam laci meja kerjanya.
“KAmu boleh pulang,” titah Arya pada Iwan lalu menghampiri istrinya.
“Masalah apa sih dengan Pak Iwan, Gita?”
“Bukan. Ada bisnis lain. Nggak usah dipikirin, bukan masalah besar. Gita mana?”
Putrinya itu baru saja turun dan bergabung di meja makan. Sarah sibuk mengisi piring Arya juga minumnya.
“Gimana tadi di mall, seru?” tanya Arya.
“Serulah. Tempat hangout anak muda paling seru ya di mall. Papa mana paham, waktu muda nggak pernah main ya? Diajarin bisnis mulu kali sama opa,”
Sarah terkekeh. Mana ada Arya belajar bisnis, yang ada kabur-kaburan terus.
“Terima kasih, sayang. Kamu juga makan, ayo!” titah Arya saat Sarah meletakan piring sudah lengkap isinya.
“Kapan mulai magang?” tanya Arya lagi.
“Lusa pah. Mah, besok aku belanja ya. Kayaknya koleksi baju aku untuk kerja, nggak banyak deh. Masa magang pake jeans atau kaos.”
“Iya, sayang.”
“Asyik,” cetus Gita. Punya alasan lagi untuk pergi dengan Rama.
“Nanti papa hubungi Moza biar dia temani kamu belanja. Mama kamu belum boleh capek.”
“Hah, kak Moza? Aku bisa sendiri kok. Kasihan anak-anaknya Kak Moza, ditinggal untuk nganterin aku shopping.”
“Nope. Pilihannya Moza atau Mada.”
Gita langsung cemberut, selera makannya sudah menguap makanan yang ada di piring hanya diacak-acak dengan sendok dan garpu.
“Sayang, dihabiskan makannya.”
“Udah kenyang, mah,” sahut Gita dengan wajah murung.
Mulai nakal ya. Buaya dikadali, batin Arya.
Kadang setelah makan malam, Gita akan bermanja pada Sarah atau berbincang dengan kedua orangtuanya. Kali ini tidak, ia langsung pamit ke kamar. Menghempaskan tubuhnya ke ranjang, memandang foto nya bersama Rama.
Mendapati sikap Arya yang keras dan agak mengekang membuatnya semakin ragu untuk mengenalkan Rama sebagai kekasihnya.
“Papa nyebelin.”
...Pretty Angel...
Sesil : Girl, fix acara gue di crown ya. Penghuni grup ini mesti hadir, nggak boleh nggak
Bela : kuy lah. Dress code?
Rani : Bi-kini 🤭
Leni : gil4 aja pake bi-kini
Sesil : Bebas yang penting hitam ya. Secantik dan se-sexy mungkin. Jangan sampai kita kalah pamor sama para undangan gue
Bela : btw, Arlan lo undang?
Sesil : Jelaslah. Biar dia gigit jari kalau perempuan-perempuan di kelompok ini kelazz semua
Rani : Gita ikut ‘kan?
Leni : Ikutlah. Nanti bilangnya mau nginep di tempat Rani aja, piyama party. Malamnya kita cabut. Git, supir lo nggak mungkin ikut masuk ke apartemen Rani ‘kan?
Gita : Nanti ya, aku izin dulu
Leni : izin ortu apa izin bebeb. Sumpah, cowoknya Gita keren ih. Bawa-bawa helm mau hajar si Arlan 😁
Bela : Kenapa nggak dihajar sekalian sih. Siapa dia, mahasiswa juga?
Sesil : Lo ajak aja ke acara gue
Leni : Kayaknya bukan mahasiswa deh, udah agak dewasa gitu. Tapi baby face. Punya adik cowok nggak cowok lo, siapa tahu bisa gue gebet
Gita : nggak ada, abang anak satu-satunya
Bela : Abang 🥰
Rani : Bukan abang cilok ‘kan?
Bela : Kangen Abang Rama deh
“Emang abang Rama,” keluh Gita lalu meletakan ponselnya di atas nakas menatap langit-langit kamar. Entah orangtuanya akan mengizinkan atau tidak dengan usul Leni. Apa pula jadinya kalau Bela cs tahu kekasihnya adalah Rama yang sering dipuji ganteng oleh Bela.
Menatap foto hasil tadi siang dan mengusap area wajah Rama. “Kangen abang.”
***
“Habiskan serapannya.” Sarah meletakan gelas berisi susu hangat di samping piring Gita dan secangkir kopi untuk suaminya.
“Pak Iwan tetap antar jemput, sampai kantor langsung temui Om Edric,” titah Arya dijawab Gita dengan anggukan karena mulutnya sibuk mengunyah.
Drama shopping kemarin akhirnya berakhir dengan Sarah menemani Gita ke butik langganannya. Tidak perlu lama dan tidak lelah ke sana kemari macam di toko.
“Inhaler jangan lupa dibawa.”
“Aman mah,” seru Gita lalu menyeka bibirnya dengan tisu. “Aku jalan ya,” ujarnya lalu beranjak menghampiri Sarah mencium pipi wanita itu.
“Hati-hati.”
“Hm.” Kemudian menghampiri Arya melakukan hal yang sama.
“Kalau lelah jangan memaksa. Perusahaan itu milik opa dan mama kamu, lagi pula papa tidak butuh kamu sibuk kerja. Temani saja mama kamu di rumah, jadi istri yang baik.”
“Iya, papa, iya. Aku jalan, bye.”
Bergegas meninggalkan rumah, tapi sampai di beranda rumah, menyempatkan untuk ber selfie lalu dikirim ke Rama.
Di tempat berbeda, Rama berada di samping rumah dekat kolam menikmati rokok dan kopi sambil fokus dengan ponsel. Tersenyum mendapati pesan dari kekasihnya
...Cintaku❤️...
Foto
Foto
Abang, aku kerja dulu ya
^^^Cantik banget sih, kesayangan abang^^^
Gita memakai rok cream selutut serta blouse ivory lengkap dengan wedges dan tas kerja. Rambut dikuncir ekor kuda, make up tipis membuat penampilannya terlihat elegan. Semakin menggemaskan dimata Rama.
“Hadeuh, nggak sabar pengen gue kok0p.”
Terdengar deru kendaraan, sepertinya ada tamu. Tidak lama suara salam dan suara ibu berbincang.
“Mpok, ada siapa?” tanyanya pada asisten rumah tangga yang lewat sambil membawa sapu.
“Saya nggak kenal, tapi ibu manggilnya cing Ihsan.”
Rama menghela nafas, kembali menghis4p rokok dan menghembuskan asapnya.
“Rama.”
Ia menoleh, seorang wanita berdiri di tengah pintu sambil tersenyum lalu menghampiri dan ikut duduk melantai di sampingnya.
“Akhirnya ketemu juga, udah dua kali kemari kamu nggak ada terus.”
“Siapa?” tanyanya sambil mengernyitkan dahi mirip pasien amnesia yang baru tersadar dari koma.
“Ih, kamu masa lupa. Aku Ida, anaknya Cing Ihsan. Ada di depan lagi ngobrol sama ibu kamu."
“Oh.”
“Udah inget ‘kan?” tanya Ida.
“Belum sih.”
Ida berdecak, lalu kembali tersenyum. sungguh aneh mood perempuan ini pikir Rama.
“Eh iya, babeh lagi obrolin masalah kita. Kebetulan kita belum menikah, beliau usul kalau ta'aruf aja.”
Rama menggeleng lalu menggerus rokoknya.
“Gue udah punya pacar.” Dengan sombongnya menunjukan layar ponsel dengan foto Gita yang baru saja diterima. “Pacar gue, cantik banget dan gue cinta sama dia. Lo ta’aruf aja sama yang lain.”
Malas menanggapi drama keluarga Cing Ihsan berkedok ta'aruf, ia pun beranjak dari sana.
“Rama, kok pergi sih!"
\=\=\=\=\=\=\=
Bab2 berikutnya semakin seru, masuk ke konflik utama. Tungguin yesss 🥰🤭😊
Gimana Arya dan Rama akhirnya bertemu
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....