NovelToon NovelToon
DARAH ASTRA

DARAH ASTRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Epik Petualangan
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: DragonLucifer

Di kota futuristik Astra City, manusia biasa dan mereka yang memiliki kekuatan super hidup berdampingan setelah munculnya fenomena langit merah misterius. Raka Mahendra, pemuda dengan energi kosmik yang tak terkendali, harus menghadapi takdirnya, menyelamatkan kota, dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Bersama Kayla, pengendali gravitasi, dan Adrian, bayangan dari masa lalu, Raka akan menghadapi peperangan, pengkhianatan, dan takdir kosmik yang akan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DragonLucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 – Astralis Level 0

Pagi berikutnya, reruntuhan kota masih dipenuhi asap tipis dan bau logam terbakar. Raka, Kayla, Damar, dan Liora berkumpul di markas Helios cadangan, ruangan yang sebagian dibangun dari reruntuhan gedung. Cahaya biru Alpha Raka bersinar lembut di sekelilingnya, menandakan bahwa ia memusatkan energi untuk menenangkan warga dan timnya.

“Liora,” Raka memulai, menatap anak itu dengan serius, “kekuatanmu sangat besar, tapi tidak bisa digunakan sembarangan. Kita harus mengajarkanmu kontrol, strategi, dan kerja tim. Kau adalah… Astralis Level 0, langkah pertama menuju kekuatan sejati, tapi juga langkah pertama menuju tanggung jawab.”

Liora menunduk, matanya merah samar menatap lantai. “Aku mengerti, Raka. Aku ingin menggunakan kekuatanku… untuk melindungi, bukan menghancurkan.”

Kayla menambahkan, “Level 0 berarti kau baru mulai belajar. Kau harus menguasai dasar-dasar energi, bentuk medan, dan interaksi dengan Alpha. Kalau tidak… kekuatanmu bisa membahayakanmu sendiri, atau bahkan orang lain.”

Latihan Intensif

Raka membawa Liora ke ruang latihan khusus, di mana medan gravitasi buatan dapat diatur untuk meniru kondisi perang nyata. Liora berdiri di tengah, tangannya mulai bersinar merah.

“Mulai dengan membentuk gelombang energi sederhana,” Raka memberi instruksi. “Jangan fokus pada kekuatan, fokus pada kendali. Rasakan aliran energi dalam tubuhmu.”

Liora mengerutkan kening, memusatkan pikirannya. Gelombang merah kecil muncul, bergerak lambat namun stabil. Raka mengangguk. “Bagus… sekarang tingkatkan intensitas, tapi tetap kendalikan bentuknya. Jangan biarkan energi keluar dari kontrolmu.”

Beberapa kali gelombang energi meledak terlalu besar, menghancurkan beberapa bagian dinding latihan. Liora tersentak, napasnya tersengal. “Aku… aku tidak bisa mengendalikannya!”

Raka menepuk pundaknya. “Tenang… kontrol bukan tentang menahan energi, tapi membimbingnya. Rasakan, jangan paksakan. Kau bisa melakukannya.”

Setelah beberapa percobaan lagi, Liora berhasil mengendalikan gelombang energi merahnya dalam bentuk bola stabil. Cahaya itu memantul di wajahnya, menandakan ia mulai memahami potensi yang dimilikinya.

Interaksi Tim

Kayla dan Damar memperhatikan latihan itu dari samping. Kayla berkata, “Aku senang melihatnya mulai menguasai kemampuan Level 0. Tapi kita harus mengingatkan Raka… latihan ini berisiko tinggi. Jika Liora kehilangan kendali saat pertempuran… kita semua bisa terluka.”

Damar mengangguk. “Ya, tapi ini satu-satunya cara agar dia siap menghadapi Eclipse Syndicate. Musuh mereka semakin kuat, dan strategi Adrian mulai terlihat. Kita butuh Liora sebagai bagian tim.”

Raka menatap Liora yang mulai tersenyum lemah. “Bagus… kau sudah memahami inti dari Level 0. Tapi ini baru permulaan. Dalam pertempuran berikutnya, kau harus siap menggunakan energi itu untuk melindungi, menyerang, dan bekerja sama dengan tim. Kau bukan lagi eksperimen… kau adalah Astralis.”

Persiapan untuk Pertempuran

Malam itu, Liora berdiri bersama Raka, Kayla, dan Damar di atap gedung markas. Kota yang hancur terlihat dari atas, sisa-sisa reruntuhan dan puing-puing yang belum tersentuh cahaya Alpha.

“Esok… Eclipse Syndicate pasti akan menyerang lagi,” Raka berkata. “Kau harus siap, Level 0. Kekuatanmu akan menjadi senjata dan perisai bagi kita semua.”

Liora mengangguk, mata merahnya bersinar lebih terang dari sebelumnya. “Aku siap. Aku tidak akan menjadi alat mereka lagi… dan aku akan melawan demi kota ini.”

Kayla menepuk bahunya. “Kau sudah membuktikan dirimu… tapi ingat, kita bekerja sebagai tim. Tidak ada yang berjuang sendirian.”

Damar menambahkan, “Besok akan sulit. Tapi dengan kekuatanmu, Raka, dan semua yang ada di tim, kita punya peluang. Jangan anggap remeh musuh… tapi jangan takut menghadapi mereka.”

Akhir Bab

Cahaya biru Alpha Raka dan cahaya merah Liora bersinar berdampingan di langit malam kota yang rusak. Dua energi berbeda, namun tujuan sama: melindungi kota dari ancaman Eclipse Syndicate.

Di dalam bayangan, Adrian menatap dari jauh melalui jaringan pikiran, senyum dinginnya tetap tersimpan. “Level 0 mulai beraksi… tapi mereka belum tahu apa yang menanti. Helios… kalian akan melihat sejauh mana kekuatan Eclipse Syndicate sebenarnya.”

Raka menatap horizon kota, tekadnya membara. “Arc 2 baru dimulai… tapi kita tidak akan kalah. Kita akan melawan… dan kita akan menang.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!