Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.
Apa yang akan terjadi pada takdir keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Manusia dari Masa yang Berbeda
Takdir memang gemar memainkan jalannya sendiri, mempertemukan hal-hal yang tampak mustahil dalam satu waktu yang sama. Di masa ini, takdir mempertemukan dua arus waktu yang saling berlawanan. Seseorang dari masa depan yang kembali ke masa lalunya, dan seseorang yang bangkit dari masa lalunya untuk menapaki kembali jalan yang pernah ia lalui.
Boqin Changing adalah seorang pendekar yang pernah berdiri di puncak dunia persilatan. Ia memilih kembali ke masa lalunya bukan karena kebosanan, melainkan karena penyesalan yang menumpuk selama puluhan tahun hidupnya. Banyak orang yang ia cintai telah gugur ketika dirinya masih lemah, jauh sebelum ia mencapai kekuatan yang mampu melindungi mereka.
Pada kehidupan pertamanya, titik balik kekuatannya datang ketika ia memperoleh sebuah pusaka legendaris bernama Bola Pemanggil, sebuah artefak yang mampu menghadirkan para pengikut setia dari alam lain. Dengan bantuan pusaka itu, kekuatannya tumbuh dengan cepat, melampaui batas-batas pendekar biasa hingga akhirnya mencapai puncak dunia. Namun semakin tinggi ia berdiri, semakin terasa kehampaan di dalam hatinya. Kemenangan tidak mampu menghapus luka masa lalu yang telah terlanjur terjadi.
Hingga pada usia seratus dua puluh tahun, ia menemukan pusaka lain yang tak kalah luar biasa, Bola Masa Lalu. Artefak yang mampu mengembalikannya ke waktu yang telah lama berlalu. Tanpa ragu, ia menggunakannya dan kembali ke masa ketika segalanya belum terjadi.
Ia kembali dalam tubuh yang lemah, dengan kekuatan yang jatuh ke titik awal kehidupannya. Namun ia tidak menyerah. Berbekal ingatan dari kehidupan pertamanya, ia mulai menapaki kembali jalur kultivasi dengan langkah yang lebih pasti. Sedikit demi sedikit, kekuatannya kembali tumbuh.
Kali ini, ia berhasil menyelamatkan orang-orang yang dahulu tak mampu ia lindungi. Ia juga berhasil menghancurkan Kelompok Tengkorak Hitam, kelompok aliran hitam yang menjadi dalang kematian banyak orang yang ia cintai di kehidupan sebelumnya.
Namun takdir kembali menunjukkan sifatnya yang tak terduga. Perubahan yang ia lakukan perlahan menggeser alur sejarah. Dunia yang ia kenal mulai bergerak ke arah yang berbeda dari ingatannya.
Selepas menyelesaikan urusan besar di tanah kelahirannya, Kekaisaran Qin, ia melanjutkan perjalanan menuju Kekaisaran Shang untuk membantu seorang kenalan lama, seorang mantan kaisar yang digulingkan secara paksa.
Dengan kekuatan dan pengalamannya, Boqin Changing berhasil membantu orang itu merebut kembali takhtanya. Setelah keseimbangan kekaisaran itu pulih, ia kembali melanjutkan pengembaraannya.
Kini, Boqin Changing yang mempunyai julukan Dewa Kematian memang belum kembali ke puncak kekuatannya. Ia berada di ranah Pendekar Bumi Puncak, sebuah tingkat kultivasi yang sudah tergolong sangat kuat di zaman ini. Meski demikian, ia belum merasa puas. Jalan kultivasi yang ia tempuh masih panjang, dan tekadnya untuk menjadi lebih kuat dari kehidupan sebelumnya terus mendorongnya melangkah maju.
Di sisi lain, pada masa yang sama, ada sesuatu yang bangkit dari bayang-bayang sejarah. Seseorang yang berasal dari masa lalu yang jauh lebih kelam daripada kisah kebangkitan Boqin Changing.
Tubuhnya pernah disegel dan dikurung di dalam sebuah peti kuno, dibiarkan tertidur oleh dunia yang berharap ia tidak akan pernah bangkit kembali. Segel itu diciptakan oleh banyak pendekar kuat di masa lampau, bukan untuk melindungi, melainkan untuk memastikan makhluk itu tidak lagi menginjakkan kaki di dunia manusia.
Namun keadaan berubah ketika para musuh Boqin Changing mulai kehabisan cara untuk menghadapinya. Kekuatan Boqin Changing yang terus meningkat membuat mereka mencari sesuatu yang bahkan mereka sendiri tak sepenuhnya pahami. Dalam keputusasaan, mereka memutuskan membuka segel kuno itu, berharap makhluk yang tertidur di dalamnya bersedia membantu mereka melawan pendekar yang sulit dikalahkan tersebut.
Segel itu pun terbuka. Makhluk yang terkurung lama itu akhirnya bangun dari tidur panjangnya. Tubuhnya tampak jauh berbeda dari manusia biasa. Tingginya hampir tiga meter, dengan tubuh besar dan kokoh seperti batu karang. Kulitnya berwarna ungu gelap, memantulkan aura liar yang menekan sekelilingnya. Wajahnya masih menyerupai manusia, namun keseluruhan penampilannya membuatnya lebih pantas disebut monster daripada manusia.
Pertemuan antara makhluk itu dan Boqin Changing tidak dapat dihindari. Pertarungan terjadi dengan cara yang jujur dan ksatria, tanpa tipu daya. Keduanya bertarung dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
Tanah retak, udara bergetar, dan luka-luka berat mulai memenuhi tubuh mereka. Pertarungan itu berlangsung sengit hingga akhirnya makhluk tersebut tumbang.
Saat ia bersiap menerima kematian, Boqin Changing justru mengetahui sebuah kebenaran yang tak pernah ia duga. Roh pedang dari pusaka milik makhluk itu memperlihatkan kisah hidup tuannya. Sebuah kehidupan yang dipenuhi penderitaan dan kesalahpahaman.
Makhluk itu bernama Sha Nuo. Ia dilahirkan oleh manusia, namun sejak bayi telah memiliki tubuh yang menyerupai monster. Dunia menolaknya bahkan sebelum ia mampu berjalan. Hanya ayahnya yang menerima dan membesarkannya dengan penuh kasih, mengajarkan ajaran Aliran Putih tentang keadilan dan perlindungan terhadap yang lemah.
Meski Kelompok Aliran Putih sendiri tidak sepenuhnya menerima keberadaannya, Sha Nuo tetap berjuang melindungi orang-orang. Ia membantu memberantas kejahatan di berbagai tempat, dan perlahan sebagian orang mulai melihatnya bukan sebagai monster, melainkan sebagai pendekar yang berhati lurus.
Namun kekuatannya yang terus berkembang justru menimbulkan ketakutan di kalangan pendekar Aliran Hitam. Mereka khawatir suatu hari Sha Nuo akan menjadi ancaman yang tak bisa mereka kendalikan. Fitnah pun disebarkan. Kebohongan dipelintir menjadi kebenaran. Dunia yang sempat menerimanya kembali berbalik membencinya.
Sekte milik ayahnya dihancurkan. Satu-satunya keluarga yang ia miliki direnggut darinya. Kemarahannya meledak.
Para pendekar Aliran Putih yang tidak mengetahui kebenaran mengira Sha Nuo telah jatuh ke jalan gelap. Padahal semua itu hanyalah jebakan Aliran Hitam. Karena tak seorang pun mampu membunuhnya, mereka akhirnya menyegel tubuhnya dengan kekuatan gabungan banyak pendekar.
Kisah pahit itu terdengar oleh Boqin Changing tepat saat ia hendak mengakhiri hidup Sha Nuo. Pedang yang semula terangkat untuk mengeksekusi akhirnya diturunkan.
Boqin Changing memilih mengampuninya. Ia bahkan memberikan obat penyembuh untuk memulihkan luka-luka Sha Nuo. Keputusan itu mengubah arah hidup makhluk raksasa tersebut.
Sha Nuo kemudian memutuskan untuk mengikuti Boqin Changing. Ia bersumpah akan setia mendampinginya, bukan sebagai alat perang, melainkan sebagai seseorang yang akhirnya menemukan orang yang melihatnya sebagai manusia.
Boqin Changing lalu memberikan sebuah teknik khusus yang mampu mengubah bentuk tubuh Sha Nuo menjadi menyerupai manusia normal tanpa mengurangi kekuatannya. Dari berbagai kemungkinan, Sha Nuo memilih wajah dan penampilan ayahnya, sosok yang paling ia hormati sepanjang hidupnya. Sejak saat itu, Sha Nuo selalu mengikuti ke mana pun Boqin Changing pergi. Di dunia persilatan, namanya kemudian dikenal dengan julukan yang membuat banyak orang merinding saat mendengarnya, Hantu Pedang Sha Nuo.
Petualangan baru pun dimulai. Setelah menyelesaikan urusan di Kekaisaran Shang dan memastikan keseimbangan kembali pulih, Boqin Changing melangkah ke jalan yang lebih sunyi, di mana hanya ia dan Sha Nuo yang tahu arah yang akan ditempuh. Rencana kali ini berbeda dari sebelumnya. Tujuannya bukan menghadapi aliran hitam atau menguji batas kekuatannya, melainkan mencari sebuah pusaka yang berada di tingkatan alam, lebih tinggi dari pusaka langit yang pernah dikenal dunia persilatan.
Informasi itu datang dari pengikut setianya di kehidupan pertama, yang dulunya berhasil menemukan pusaka langka tersebut di dataran tinggi Goutian. Namun, Boqin Changing tidak menerima informasi itu secara lengkap. Di masa lalu, saat ia tenggelam dalam kebahagiaan dan kemenangan, ia tak sempat menanyakan banyak hal. Kini, dengan sedikit petunjuk yang tersisa, ia berniat menapaki kembali jejak pusaka legendaris itu. Ia juga tetap hati-hati agar tak membocorkan rahasia terbesar yang ia simpan, bahwa dirinya telah kembali ke masa lalu.
Sha Nuo, pengikut setia yang kini menjadi sahabat dan pelindungnya, tetap berada di sisi Boqin Changing. Sosoknya yang pernah dianggap monster kini berjalan dengan tenang, kekuatan dan kesetiaannya menjadi perisai bagi sang Dewa Kematian. Mereka berdua melewati lembah dan hutan yang belum banyak dijamah manusia, menapaki jalur yang jarang dilalui, menuju dataran tinggi Goutian yang tersembunyi di batas langit selatan.
Setiap langkah di perjalanan itu dipenuhi ketelitian. Boqin Changing memeriksa keadaan sekitar, membaca arus energi yang bergelora di alam, menyesuaikan diri dengan medan yang berbeda dari waktu sebelumnya. Ia sadar, meski kekuatannya telah tumbuh pesat, pusaka tingkat alam bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh hanya dengan keberanian atau kekuatan fisik. Dibutuhkan ketajaman intuisi, kesabaran, dan pengetahuan yang mendalam akan rahasia dunia persilatan.
Sha Nuo mengikuti dengan penuh perhatian. Ia mengamati setiap gerak Boqin Changing, memahami maksud di balik setiap keputusan. Keheningan mereka dipecahkan oleh desir angin dan gemerisik daun, suara alam yang mengingatkan bahwa dunia persilatan bukan hanya arena kekuatan, tetapi juga teka-teki yang menunggu untuk dipecahkan.
Begitulah, di tengah jejak-jejak alam liar dan bayangan masa lalu yang terus menghantui, dua sosok ini menapaki babak baru dalam dunia persilatan. Tujuan mereka bukan sekadar pusaka, melainkan jawaban dari perjalanan panjang yang membentang antara takdir dan kebebasan, antara masa lalu yang pernah gagal dan masa depan yang kini dapat diubah.
udh lulus mesin scanning NT g thor ??
rate novel mu udh Top 3 besar di fiksi pria...
tpi mencapai ranah pendekar langit di usia semuda itu...!!
itu WAAAAH pakai BANGET.,...