NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#14

Pagi di Chicago baru saja dimulai dengan semburat ungu di cakrawala. Di dalam apartemen yang tertata rapi itu, Logan sudah terjaga. Anak berusia sembilan tahun itu tidak perlu dibangunkan dengan teriakan atau guncangan bahu. Dia memiliki kedisiplinan yang aneh untuk anak seusianya, mungkin karena dia tahu Mommy-nya sering pulang larut dan ia tidak ingin menambah beban wanita itu.

Logan menyibak selimutnya, merapikan tempat tidur dengan presisi yang akan membuat Zion bangga jika melihatnya. Ia melangkah ke kamar mandi, memastikan kucuran air tidak terlalu berisik agar tidak mengganggu tidur Cassie yang baru dimulai beberapa jam lalu.

Sambil mengeringkan rambut cokelat gelapnya yang tebal, Logan berjalan ke dapur. Ia menyiapkan sarapan sederhana: sereal dengan susu dan sepotong roti panggang. Semua ia lakukan dengan gerakan yang efisien. Taksi langganan ibunya, Pak Miller, akan sampai di lobi dalam tiga puluh menit lagi untuk mengantarnya ke sekolah internasional di pusat kota.

Tiba-tiba, keheningan pagi itu pecah oleh getaran ponsel di atas meja makan. Ponsel milik Cassie tertinggal di sana setelah percakapan emosional semalam.

Logan melirik layar yang menyala. Sebuah panggilan internasional.

Aunty Arnita - London

Mata Logan berbinar. Arnita adalah satu-satunya orang dari masa lalu ibunya yang Logan kenal dengan baik. Di ingatan Logan, Arnita adalah pemilik butik tempat ibunya bekerja paruh waktu saat masih kuliah arsitektur di London. Logan sering menghabiskan waktu di sudut butik itu, bermain dengan potongan kain sementara ibunya melayani pelanggan atau menggambar sketsa bangunan di sela waktu istirahat.

Logan menoleh ke arah kamar ibunya yang masih tertutup rapat, lalu ia memutuskan untuk mengangkatnya. Ia tahu Arnita bukan orang asing.

"Halo, Aunty Arnita?" bisik Logan sopan.

"Logan? Oh, syukurlah kau yang angkat, jagoan!" suara Arnita terdengar riuh, khas suasana London yang mungkin sedang siang hari. "Mommy-mu mana? Masih tidur ya? Pasti dia kelelahan menghadapi monster-monster di Chicago."

Logan terkekeh kecil. "Iya, Aunty. Mommy baru tidur sebentar. Ada apa? Apa ada pesanan baju baru yang harus Mommy desain?"

Arnita tertawa di seberang sana. "Bukan, Sayang. Aunty hanya rindu. Dan... Aunty baru saja melihat berita tentang Lopez Group di majalah bisnis internasional. Aunty kaget melihat proyek besar itu dipimpin oleh Cassie Vorcan. Bagaimana rasanya kembali ke sana, Logan? Apa kau sudah bertemu dengan... kau tahu, si pria balap itu?"

Logan terdiam sejenak. Ia tahu siapa yang dimaksud Arnita. "Aku belum bertemu Daddy, Aunty. Tapi Mommy bilang Daddy sedang sangat sibuk. Mommy bekerja di perusahaannya sekarang."

"Oh, Cassie... dia benar-benar wanita pemberani," gumam Arnita, suaranya melembut. "Dulu dia datang ke butik Aunty dengan perut kecil, menangis karena tidak punya uang untuk bayar sewa flat, tapi dia tetap keras kepala tidak mau meminta bantuan pada keluarga pria itu di Chicago. Dia bilang dia bisa membesarkan mu sendiri, dan lihatlah sekarang! Kau tumbuh jadi anak yang luar biasa, Logan."

Logan mendengarkan dengan saksama. Informasi tentang ibunya yang pernah menangis karena uang sewa adalah hal baru baginya. Di matanya, ibunya selalu tampak seperti pahlawan yang tak terkalahkan.

"Aunty..." Logan merendahkan suaranya. "Apa Daddy dulu benar-benar pria yang jahat? Kenapa Mommy pergi dari Chicago saat aku masih di dalam perut?"

Arnita di seberang telepon mendadak bungkam. Ia menyadari bahwa ia mungkin sudah bicara terlalu banyak pada anak kecil. "Sayang... Daddy-mu tidak jahat, dia hanya... bodoh. Dia melakukan kesalahan yang sangat besar, dan Mommy-mu adalah wanita dengan harga diri setinggi langit. Mereka hanya butuh waktu. Tapi ingat, Logan, kau adalah anugerah terbesar dari masa lalu mereka, apapun yang terjadi."

Tepat saat itu, terdengar suara pintu kamar terbuka. Cassie keluar dengan wajah bantal, namun langsung siaga saat melihat Logan memegang ponselnya.

"Logan? Siapa itu?"

Logan segera memberikan ponsel itu pada ibunya. "Aunty Arnita, Mom. Dia bilang rindu."

Cassie mengambil ponselnya, memberikan tatapan "kita bicara nanti" kepada Logan, lalu masuk kembali ke kamar untuk berbicara secara pribadi dengan Arnita.

Logan kembali ke sarapannya, namun pikirannya kini berkelana jauh melampaui sereal di depannya. Kesalahan besar? Daddy tidak jahat, tapi bodoh?

Pikiran cerdas Logan mulai merajut benang-benang informasi. Jika ibunya bekerja di perusahaan ayahnya sekarang, dan ibunya tampak sangat stres belakangan ini, itu artinya ayahnya ada di dekat sini. Ayahnya bukan sedang "mempersiapkan masa depan" di tempat jauh, ayahnya ada di Chicago.

"Kenapa Mommy menyembunyikan kalau Daddy ada di sini?" gumam Logan.

Suara klakson taksi Pak Miller terdengar dari bawah. Logan menyandang tas sekolahnya, memakai jaketnya, dan mencium pintu kamar ibunya sebagai tanda pamit.

Di dalam taksi, Logan tidak membuka buku robotikanya seperti biasa. Ia mengeluarkan ponsel pintar miliknya yang diberikan ibunya untuk keadaan darurat. Ia membuka mesin pencari dan mengetikkan satu nama yang ia hafal dari cerita ibunya dan dari majalah yang sering ia lihat secara sembunyi-sembunyi:

Zion Mateo Lopez - Chicago

Ribuan hasil pencarian muncul. Foto-foto pria yang sangat mirip dengannya terpampang di layar. Zion di sirkuit balap, Zion di acara gala, Zion yang tampak angkuh namun kesepian.

Logan menatap foto itu dengan saksama. Ia melihat mata pria itu. "Aunty Arnita benar," bisik Logan pada dirinya sendiri. "Dia memang terlihat bodoh... tapi dia terlihat seperti sedang mencari sesuatu."

Sambil menatap jalanan kota Chicago yang padat, sebuah rencana mulai terbentuk di kepala kecil Logan. Jika ibunya terlalu takut untuk mempertemukan mereka, mungkin Logan yang harus mengambil langkah pertama. Ia ingin melihat secara langsung, apakah pria bernama Zion itu layak dipanggil Daddy, atau apakah dia hanya seorang bos sombong yang pantas diretas sistem komputernya.

"Tunggu aku, Tuan Lopez," gumam Logan dengan senyum simpul yang persis milik Zion.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!