NovelToon NovelToon
Sang Pendiri Kekaisaran

Sang Pendiri Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.


"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mewariskan Jurus Pedang

Permukaan air sungai Yinluo tak lagi tenang ketika hembusan angin menerpannya menggoyangkan dedaunan hingga menerbangkannya kemudian jatuh ke tanah.

"Fondasi dari jurus ini adalah hati tidak ada lainnya. Aku Huang Xuan menciptakan jurus ini ketika aku melihat bulan dan air yang tenang ditengah malam. Ketika rasa sepi menyeruak menggoyahkan hati yang tenang bagaikan air membuatnya bergejolak seakan-akan badai tengah mengguncangnya. Malam tenang aku duduk di pinggir sungai kuning memandang bulan bersinar terang menerangi gelapnya malam. Mengambil pedang mengayunkan pelan mengikuti  hembusan angin lembut yang menerpa. Sungai kuning memantulkan bulan menemaniku menarikan tarian pedang. Gerakanku indah dan tegas disetiap gerakannya menenangkan badai dihati seketika aku menyadari, bahwa jurus pedang ini berdasarkan ketenagan hati maka ketika aku mengayunkan pedangku dalam ketentraman hati maka langit terbelah menebas awan gelap yang menutupi sinar rembulan," ucapnya mengayunkan pedangnya menebas sungai Yinluo membelahnya menjadi dua yang menyebakan gejolak ombak tinggi disertai suara gemuruh.

Luo Qingyin terdiam melihatnya. Huang Xuan terbang ke langit dengan bulan purnama bersinar terang di belakangnya.

"Apakah kau melihatnya dengan jelas?" ucap Huang Xuan.

"Junior melihat dan mengingat dengan jelas setiap gerakan senior," balas Luo Qingyin.

"Bagus. Kau sangat cocok dengan jurus ini maka aku akan memperlihatkan bagimana jurus 'Pedang Hati Memutus Kehendak Langit' dikatakan sebagai tarian indah di bawah sinar rembulan," ucap Huang Xuan memulai gerakan sempurna dari jurus pedang yang sedang dipraktekkannya.

Gerakannya lembut namun tegas ketika ayunan pedangnya terayun cepat begitu elegan terlihat seperti seseorang yang tengah menari. Jarinya mengusap lembut pedang kayu miliknya yang seketika berubah menjadi pedang nyata yang begitu indah tatkala pantulan sinar rembulan mengenai bilahnya. Beberapa bayangan muncul disekitarnya menarikan berbagai gerakan yang berbeda mengiringi sang tubuh utama dalam mengayunkan pedangnya. Ketika energi qi miliknya bercampur dengan energi bulan membuat pedangnya bergetar dipenuhi energi  besar. Tangannya menggenggam ganggang pedang erat mengayunkan pedangnya sekuat tenaga seketika angin berhembus kencang disertai bilah pedang melesat ke langit membelahnya menjadi dua. Luo Qingyin terpukau dibuatnya hingga membuatnya terdiam. Huang Xuan kembali mendarat dipermukaan tanah menyerahkan pedangnya kepada Luo Qingyin.

"Pedang ini hadiah untukmu"

Luo Qingyin menerima pedang indah dengan begitu senang hati dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Huang Xuan bersikap santai seakan apa yang dilakukannya merupakan hal biasa.

"Tidur lah, aku akan menjagamu," ucapnya yang membuat Luo Qingyin terkejut.

Huang Xuan menggerakkan jarinya mengumpulkan ranting kecil kemudian menyalakan api dengan mudahnya. Luo Qingyin mendekat bersandar pada batu menghangatkan badannya dan mulai memejamkan matanya mempercayakan segalanya kepada Huang Xuan.

"Dasar anak muda. Begitu percaya kepada orang yang baru saja dikenalnya," ucap Huang Xuan geleng-geleng kepala.

Ia memandang ke arah hutan menyipitkan matanya seakan melihat sesuatu dan benar saja dari balik kegelapan disalah satu dahan pohon sepasang mata merah menyala menatap ke arahnya. Huang Xuan melemparkan ranting menembak jatuh sosok tersebut yang tak lain adalah burung gagak.

"Aura iblis?"batinnya bingung bertanya-tanya bagaimana mungkin aura iblis ada di alam manusia.

Pagi telah tiba, Luo Qingyin berdiri di pinggiran sungai menunggu kedatangan kapal yang akan membawanya kembali ke kerajaan.

"Duduklah, mereka akan datang tak lama lagi,"ucap Huang Xuan.

Luo Qingyin menoleh melihat Huang Xuan menyodorkan ikan segera membuatnya mendekat tanpa ragu mengambilnya.

"Senior seyakin itu?"

Huang Xuan menganggukkan kepalanya.

"Tidak ada pengkhianat  yang aku rasakan. Akan tetapi aura kuat ada di dalam kapal dan mungkin kau mengenalnya begitu melihatnya"

Luo Qingyin hanya menganggukkan kepalanya patuh. Tak lama kemudian terdengar suara alunan musik indah yang membawa angin lembut membuat siapapun terpukau begitu mendengarnya.

"Meraka telah datang," ucap Huang Xuan membuka matanya.

Dari kejauhan sebuah kapal datang dengan seorang pria muda meniup seruling yang begitu menenangkan hingga membuat burung berterbangan disekitarnya. Alam pun ikut terpesona akan keindahan suaranya. Luo Qingyin seketika bahagia tatkala mendengar suara yang begitu khas.

"Aku mengenal suara ini. Dia sepupuku, Luo Qingyao," ucap Luo Qingyin dengan wajah bahagia berlari menunggu dipinggiran sungai menoleh melihat kapal besar tengah menuju ke arahnya. Ia melambai-lambaikan tangan memberikan kode yang dibalas oleh Luo Qingyao dengan senyuman kecil. Kapal tepat berhenti di depan mereka kemudian Luo Qingyao mendarat turun dari kapal.

"Bagaimana kabarmu?"

"Baik!"  jawab Luo Qingyin dengan bersemangat.

Huang Xuan tiba-tiba datang melemparkan Tang Shuyun dihadapan mereka membuat keduanya terkejut.

"Aku baru saja teringat tentangnya!" pekik Luo Qingyin melihat Tang Shuyun dalam keadaan terikat dan mulut tersumpal kain berada didepannya ketika dirinya melupakan hal penting begitu saja.

"Beruntung aku baik hati membantumu," ucap Huang Xuan dengan nada penuh kebanggaan memuji dirinya sendiri.

"Senior memang baik hati," balas Luo Qingyin dengan nada bersemangat.

Luo Qingyao mengerutkan keningnya bingung melihat interaksi Luo Qingyin dan Huang Xuan yang tampak akrab.

"Siapa dia dan dimana prajurit terisa yang kau tuliskan di dalam surat?"

"Sebelumnya perkenalkan dia senior Huang Xuan yang telah mengalahkan pemimpin pasukan kalvaleri langit Xia dan membongkarr para pengkhianat. Seluruh pasukan yang aku bawa adalah pengkhianat yang berpihak kepada Xia. Jika bukan tanpa bantuan senior Huang Xuan maka aku tak akan menyadarinya,"jawab Luo Qingyin menjelaskan dengan detail.

Luo Qingyao menatap tajam Huang Xuan mengeluarkan tekanan eneri qi seakan bersikap waspada begitu mendengarkan sepupunya menjelaskan tentang pengkhiainat.

"Tak perlu khawatir karena senior Huang Xuan merupakan orang baik. Terbukti dari dia membawa Tang Shuyun kemari," balas Luo Qingyin mencoba meredam ketegangan yang terjadi.

Luo Qingyao mengepalkan tangannya erat menarik tali yang mengikat leher Tang Shuyun tanpa belas kasih.

"Jika dia mati semua akan menjadi sia-sia,"ucap Huang Xuan dengan nada mengejek.

Ia telah berada dikapal tanpa disadari keduanya. Luo Qingyin segera menyusul begitupun Luo Qingyao membawa Tang Shuyun untuk naik ke kapal. Mereka kembali melanjutkan perjalanan melalui jalur air sungai Yinshe.

"Lepaskan!"ucap Tang Shuyun begitu tersadar meronta-ronta menatap semua orang dengan tajam dengan suara yang tak begitu jelas.

Begitu melihat Luo Qingyao, pandangannya berubah menjadi tatapan nyalang seakan-akan musuh bebuyutan.

"Kau tak akan pernah bisa kembali ke tanah Xia begitu berada di tangaku," ucap Luo Qingyao tersenyum sinis.

Tang Shuyun meludahkan kain yang menyumpal mulutnya menatap Luo Qingyao dengan tajam.

"Kalian semua akan mati dan Yinluo akan hancur menjadi bagian dari Xia," ucapnya dengan nada penuh bangga.

"Hmph! Xia tak lebih dari budak para dewa,"ucap Huang Xuan menimpali yang seketika membuat Tang Shuyun murka.

"Lancang! Kau berani menghina Xia maka kau pantas mati!"

Huang Xuan seketika menoleh melemparkan tatapan tajam yang seketika membuat Tang Shuyun ketakutan seakan-akan tatapannya mampu membunuhnya saat itu juga

1
Nanik S
Huang Xuan lupa ingatan
Nanik S
Perang lagi
Nanik S
Ternyata Menyelamatkan Qingyun agar terhindar dr peoerangan
Nanik S
Kaisar ternyata licik juga
Nanik S
Naga perak pasti lenyap
Nanik S
Petikan senar hanya menghancurkan tombak 👍👍
Nanik S
Budak para dewa
Nanik S
Apakah Huang Xuan akan meninggalkan dunia Fana
Nanik S
Lanjuutkan
Nanik S
Huang Xuan .. menyesuaikan kondisi tubuhnya di alam yang baru
Nanik S
Hadir 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!