Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Kebun pisang
"Tadi seperti nya ada kok rumah di sini, tapi kenapa sekarang malah berubah jadi kebun pisang seperti ini?" Vera menatap sekeliling dengan bingung.
"Jelas sekali tadi aku melihat ada rumah pada bagian sini, mendadak saja sekarang sudah tidak ada dan aku justru tersesat di dalam kebun pisang yang begitu lebat." bingung Vera.
"Ya Allah walau aku seorang pendosa tapi tolong bantu aku kali ini karena ada Arum yang harus segera diselamatkan." Vera berdoa di dalam hati dengan perasaan galau.
"Tolong lah kami kali ini karena dia harus segera selamat dan bertemu dengan Kiara." pinta Vera di dalam hati karena dia memang sangat cemas memikirkan Arum.
Akibat tidak pernah berdoa dan tidak pernah salat selama ini karena Vera memang begitu terjerumus di dalam pergaulan yang sangat rusak, jadi ketika berdoa seperti ini rasa malu di dalam diri Vera sangat terasa karena disaat susah baru dia membutuhkan bantuan dari sang maha pencipta.
Namun kali ini dia memang sangat butuh bantuan agar bisa bertemu dengan rumah warga atau bahkan warga itu sendiri sehingga nanti mereka akan membantu Vera dan yang lain untuk keluar dari dalam lorong itu, kasihan Arum yang terus saja menderita dengan rasa sakit luar biasa akibat di gigit oleh sesuatu yang tidak mereka ketahui juga.
Tapi ini Vera malah tersesat semakin dalam di kebun pisang sehingga dia sangat bingung dan tidak tahu jalan keluar di arah mana, rasa tadi dia menuju jalan keluar seperti biasa ketika baru masuk lorong ini dan sekarang justru malah tersesat di dalam hutan kebun pisang yang terasa begitu seram.
Masih terbayang dalam pikiran Vera ketika dulu dia sempat mendengar bahwa para makhluk halus sangat menyukai kebun pisang seperti ini dan terutama pocong serta kuntilanak, jadi sudah pasti rasa merinding langsung timbul di dalam tubuh Vera karena biar bagaimana dia juga menyimpan rasa takut di dalam hati.
Sekarang bila mendadak saja bertemu dengan dua makhluk itu maka dapat di pastikan Vera akan lari tunggang langgang akibat rasa takut yang sangat besar, sebisa mungkin dia terus saja membaca doa karena Vera juga masih ingat beberapa ayat pendek agar dia bisa sedikit mendapat ketenangan ketika berjalan menyusuri kebun pisang ini.
Wuussssh.
Wuuussssh.
Ketika menoleh ke belakang maka dia merasakan ada sambaran angin yang begitu kencang sehingga Vera tersentak seketika, namun ketika dia menoleh sama sekali tidak ada orang atau bahkan makhluk halus yang sedang mengawasi dirinya namun Vera sangat yakin bahwa saat ini ada orang lain di dalam kebun pisang ini.
"Tidak ada apa apa, pasti tadi hanya halusinasi aku saja karena merasa sendirian di dalam gelap seperti ini." Vera berusaha untuk menghibur diri.
Tes.
Tes.
"Air apa ini?!" Vera tertegun dan dia meraba kepala yang terkena air menetes dari atas.
"Ih jorok sekali bau nya!" gadis ini mengibaskan tangan karena bau dari air itu terasa begitu mencolok di hidung dia.
Reflek Vera menoleh ke atas untuk memastikan siapa yang sudah mendekati dia dengan cara seperti itu, seketika tubuh Vera tegang dan dia tidak mampu lagi untuk berkata-kata karena di atas dengan pohon pisang itu ada seorang gadis yang sama ketika di dalam kamar mandi kalah itu.
Gadis wajah penuh sayatan ini seolah memang sedang mengincar Vera dan yang lain sehingga dia terus saja ikut dan membuat mereka semua merasa ngeri, yang menetes membasahi kepala Vera tadi adalah darah dari wajah dia yang terkena sayatan sehingga sudah pasti bau itu terasa begitu mencolok.
"Dia lagi, tadi di dalam mobil juga ada dia dan kenapa dia terus saja menakuti aku seperti ini?" batin Vera di dalam hati.
Wuussssh.
"Hah!" Vera tersentak ketakutan karena gadis berwajah hancur itu justru terbang ke sana kemari.
"Hihihiiiiiii....
"Masa dia kuntilanak, tapi katanya kuntilanak memakai baju putih." Vera bingung sendiri dengan jenis setan yang ada di hadapan dia itu.
Sebab kalau selama ini tinggal di kota tapi tetap saja Vera mengerti bahwa kuntilanak sering memakai baju putih dan beberapa muncul di film dengan gaya yang begitu nyentrik dengan rambut panjang gimbal seolah tidak pernah kena sisir, dia tidak tahu saja bahwa kuntilanak yang ada di desa ini sudah berbagai macam versi.
Nanti bila ada kesempatan maka dia pasti bisa bertemu dengan Nilam atau Maharani yang menjadi pentolan dari segala kuntilanak itu, bila Vera sampai bertemu dengan dua kuntilanak edan itu maka dapat dipastikan dia akan semakin terkejut saja dan tidak menyangka bahwa ada kuntilanak yang berwujud demikian.
Selamat sore besti, lanjut nanti malam lagi ya karena ini lemes mau mikir lagi guys.
keangkuhan mu ga seberapa ver di banding rombongan ratu ular👻🥰👍
mngkn Nana kucing yg nyamar jadi Siti palsu