NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Ruang interogasi bawah tanah itu kini terasa seperti kandang yang terlalu sempit untuk seekor naga. Arga, yang tadinya merasa sebagai penguasa, kini merasa seperti tikus yang terpojok. Ia meraba pinggangnya, mencoba menarik pistol Glock miliknya dengan tangan yang gemetar hebat.

"Jangan bergerak! Aku akan menembak!" teriak Arga histeris.

Dua polisi lainnya, yang melihat rekan mereka baru saja menyaksikan borgol hancur, mencoba menerjang Xue Xiao dengan tangan kosong. Sebagai petugas elit, mereka memiliki pelatihan bela diri yang mumpuni, namun di depan Xue Xiao, gerakan mereka tampak seperti film yang diputar dalam gerakan sangat lambat.

Xue Xiao hanya melangkah satu kali. Dengan gerakan yang terlihat santai, ia menangkap kepalan tangan polisi pertama. Tanpa mengeluarkan tenaga yang berarti, ia hanya memutar sedikit pergelangan tangan itu dan...

KREK!

"AAARRGH!" Polisi itu terjatuh ke lantai, memegangi tangannya yang sudah berada dalam bentuk aneh.

Polisi kedua mencoba menendang rusuk Xue Xiao, namun Xue Xiao tidak menghindar. Tendangan itu menghantam pinggang Xue Xiao dengan keras, namun polisi itu justru berteriak kesakitan karena merasa kakinya baru saja menghantam pilar beton yang kokoh. Tulang keringnya retak seketika.

Xue Xiao menyapu kakinya dengan lembut ke arah meja besi di tengah ruangan. Meja seberat dua ratus kilogram itu meluncur seperti peluru, menghantam dua polisi tersebut hingga mereka pingsan seketika di sudut ruangan.

Kini hanya tersisa Arga. Pria itu akhirnya berhasil mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke wajah Xue Xiao. Jarak mereka hanya dua meter.

"Mati kau, monster!" Arga menarik pelatuknya.

BANG! BANG! BANG!

Tiga peluru kaliber 9mm meluncur di udara. Namun, apa yang dilihat Arga selanjutnya akan menghantuinya seumur hidup. Xue Xiao tidak menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kanannya secara vertikal di depan wajahnya. Suara dentingan logam terdengar tiga kali. Tiga butir peluru itu jatuh ke lantai marmer, semuanya sudah penyok dan hancur, sementara telapak tangan Xue Xiao tidak menunjukkan luka goresan sedikit pun.

Xue Xiao melangkah maju, lalu mencengkeram leher Arga, dan mengangkatnya ke udara hingga kaki pria itu menendang-nendang udara hampa.

"Kau pikir, dengan mainan logam dan ruang gelap ini kau bisa mengurungku?" suara Xue Xiao terdengar sangat dingin, seolah datang dari kedalaman es abadi. "Kau telah menyia-nyiakan kesabaran yang kuberikan."

Arga megap-megap, wajahnya membiru. Ia mencoba memukul tangan Xue Xiao, namun tangannya terasa seperti memukul baja panas. "Tolong... maafkan..."

Tepat saat Xue Xiao hendak memberikan tekanan terakhir yang akan meremukkan tenggorokan Arga, pintu besi ruang interogasi itu diledakkan dari luar. Bukan oleh bom, melainkan ditendang dengan kekuatan luar biasa hingga engselnya terlepas.

"HENTIKAN!"

Lin Qingyan masuk ke dalam ruangan dengan napas terengah-engah, wajahnya merah padam karena amarah. Di belakangnya, Lin Jianhua berjalan dengan tongkat penyangga, didampingi oleh seorang pria paruh baya berseragam jenderal polisi yang tampak sangat ketakutan.

Xue Xiao menoleh pelan, namun ia tidak melepaskan cengkeramannya pada Arga.

"Master Xue! Mohon lepaskan dia!" teriak Qingyan. Ia berlari mendekat, matanya berkaca-kaca melihat kondisi ruangan yang hancur dan Xue Xiao yang tampak seperti malaikat maut. "Jangan kotori tangan Anda karena sampah seperti dia. Kami sudah tahu semuanya! Dan pasti akan memberikan anda penjelasan yang memuaskan,"

Lin Jianhua melangkah maju, menatap Arga dengan pandangan yang bisa membunuh. "Arga... kau yang sudah aku angkat dari jalanan, kau yang aku percayakan untuk menjaga cucuku, ternyata kau menggunakan otoritas keluarga Lin untuk melakukan perbuatan sekeji ini di belakang kami?"

Sang Jenderal Polisi di belakang kakek Lin segera berteriak pada anak buahnya yang baru datang. "Borgol semua orang di sini! Periksa CCTV! Siapa pun yang terlibat dalam penangkapan ilegal ini akan dipecat dan dipenjarakan!"

Xue Xiao akhirnya melepaskan cengkeramannya. Arga jatuh terduduk ke lantai, terbatuk-batuk mencari oksigen. Ia mencoba merangkak ke arah kaki Lin Jianhua. "Tuan... saya... saya melakukan ini demi keamanan Nona... pria ini berbahaya..."

PLAK!

Lin Qingyan menampar wajah Arga dengan sangat keras hingga bibir pria itu pecah. "Keamanan? Kau berpikir aku bodoh? Arga! Kau memanggil polisi ke rumahku tanpa izin, kau menculik tamu kakekku, dan kau berniat membunuhnya di sini! Kau bukan pengawal, kau adalah kriminal!"

Lin Jianhua memejamkan mata sejenak, menahan kekecewaan yang mendalam. "Mulai detik ini, kau dipecat dari keluarga Lin. Seluruh aset yang pernah kuberikan padamu akan disita. Dan kau akan menghadapi tuntutan hukum atas penganiayaan, penyalahgunaan wewenang, dan percobaan pembunuhan. Bawa dia pergi!"

Petugas polisi yang sebenarnya segera menyeret Arga keluar. Arga yang diseret pun berteriak-teriak minta ampun sambil melambaikan kedua tangannya, namun tidak ada yang peduli.

Suasana ruangan menjadi hening. Lin Qingyan mendekati Xue Xiao, tubuhnya sedikit gemetar dan wajahnya tertunduk karena rasa bersalah. "Master... Anda tidak apa-apa? Saya benar-benar minta maaf... ini semua salah saya karena terlalu percaya pada Arga."

Xue Xiao menatap tangan Lin Qingyan yang gemetar, lalu beralih ke matanya. Ia melihat penyesalan dan ketakutan yang tulus di sana. Alih-alih melepaskan aura dinginnya, Xue Xiao perlahan-lahan meredam energinya.

"Aku tidak apa-apa," ucap Xue Xiao datar. Ia memungut salah satu peluru yang penyok di lantai dan menyerahkannya ke tangan Qingyan. "Tapi di kota ini... jauh lebih rumit daripada hutan yang aku tinggalkan. Hukum kalian ternyata hanya selubung untuk mereka yang lemah."

Lin Jianhua mendekat, membungkuk dalam-dalam kepada Xue Xiao. "Tuan Xue, saya secara pribadi memohon maaf atas penghinaan ini. Saya akan memastikan tidak akan ada lagi gangguan seperti ini. Sebagai kompensasi, saya telah menyiapkan identitas resmi untuk Anda sebagai kerabat jauh keluarga Lin dari luar negeri. Di masa depan, tidak akan ada lagi polisi yang berani menyentuh Anda tanpa alasan yang jelas."

Xue Xiao mengangguk pelan. Ia menatap ke arah pintu keluar. "Ayo pergi. tempat ini membuatku mual."

Saat mereka berjalan keluar dari kantor polisi, Xue Xiao melihat ratusan petugas polisi berdiri berbaris memberikan hormat kepada Lin Jianhua dan dirinya. Namun, di tengah kerumunan itu, ia merasakan satu tatapan yang berbeda. Seorang pria tua berpakaian kain goni duduk di sudut lobi, memegang tasbih kayu.

Mata pria tua itu bertemu dengan mata Xue Xiao. Ada pengenalan di sana. Sebuah pengakuan terhadap kekuatan yang tidak seharusnya ada di dunia modern.

"Lelaki tua ini bukan orang biasa," batin Xue Xiao.

Inilah awal yang sebenarnya dari perjalanannya di Shanghai. Bukan sebagai buronan, tapi sebagai penguasa yang mulai mempelajari aturan main di Dunia yang tampak adil dan makmur ini.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!