" Sah..."
Kanaya tertegun mendengar kata sakral yang keluar dari mulut seseorang pria yang dia rindu kan selama ini.
matanya menatap nanar sepasang pengantin yang tersenyum bahagia.
Apa ini???....bukankah dia yang seharusnya duduk di sana,bukankah seharusnya namanya yang di sebut dalam janji suci itu,bukankah gaun pengantin itu seharusnya dirinya yang memakainya, itu adalah gaun pilihannya.
Apa ini?... Sandiwara apa ini?....lelucon apa ini?...
Di tempat lain seorang pria duduk di sebuah restoran yang berkelas, ia tersenyum bahagia menatap kotak kecil yang ada ditangannya.
" Aisar...naura sudah berangkat ke luar negeri pagi tadi " mendengar itu pria yang dipanggil Aisar itu sontak melempar kotak kecil yang di pegangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA KAMILA
Kamila membaca profil Aisar di ponselnya, ia terkejut matanya terbuka lebar mulutnya terbuka Lebar, dan jemari tangannya terus menggulir ponselnya.
" kenapa kanaya seberuntung ini, dia tidak cantik, pendidikan nya juga tidak tinggi, naya hanya lulusan SMA, dia juga bekerja sebagai tukang masak di restoran, kenapa ia bisa mendapat calon suami yang kaya raya, seorang pengusaha dan dia sangat tampan, farrel kalah jauh, pantesan bawaanya mewah mewah, aku harus menemui keluarga Aisar, kanaya tidak pantas untuk Aisar, kanaya hanya wanita rendahan dan tak berpendidikan " kata kamila
dan ia beranjak dari tidurannya dan kemudian mencari ibunya di dapur.
" Bu ...ibu, lihatlah.." teriak kamila mencari ibunya yang ada di dapur.
kamila tersentak melihat keadaan dapur yang berantakan dan ibunya sedang jongkok untuk mengambil ayam goreng yang terjatuh di lantai.
" Ibu ngapain? kenapa dapurnya berantakan seperti ini " tanya kamila.
" kamu ini dari tadi di panggil untuk bantuin buat sarapan, kenapa baru keluar kamar, cepetan bantuin ibu goreng ayam dan beresin dapur ini," kata hera.
" gak mau, ibu kan tahu aku nggak bisa masak, apalagi cuci piring, kotor bu aku jijik " kata kamila dan beringsut mundur dan duduk di meja makan yang juga masih kotor.
" ini itu sarapan buat suamimu, kamu harus bisa melayani suami mu ,agar ia semakin sayang padamu dan tidak melirik wanita lain, kamu harus bisa buat farrel jatuh cinta padamu dan tak memikirkan kanaya terus," kata bu hera.
" Ibu saja nggak pernah melayani ayah, tapi ayah tetap sayang dan setia sama ibu, selama ini kanaya yang selalu melayani ayah, ibu hanya duduk manis di rumah, dan aku pastikan farrel akan selalu menjadi milikku bu, Aku berharap kanaya tak akan menjadi istri ke dua farrel bu," kata kamila
" Jangan seperti itu mil, kanaya sudah beberapa hari tidak pulang dan bulan ini juga belum kasih uang bulanan, kita harus bertemu kanaya dan membujuknya agar dia mau pulang dan menikah dengan farrel, dengan begitu kita tidak akan mengerjakan ini semua dan uang bulanan dan uang jajanmu bisa lancar, biar kanaya juga yang mengerjakannya pekerjaan rumah " kata bu hera sambil meletakkan ayam goreng yang sudah hampir berwarna hitam.
" Tapi bu...lihatlah " kamila menunjukkan ponselnya pada ibunya.
" lihatlah calon suami kanaya, dia seorang pengusaha bu, dia itu sangat kaya raya, kanaya sangat beruntung sekali, " kata kamila.
Ibunya meliha gambar Aisar sekilas.
" Terus kalau dia kaya apa urusannya, yang kita butuhkan saat ini kanaya, siapa yang akan mengurus rumah ini dan masak jika kanaya tidak tinggal di sini" kata bu hera.
" kalau begitu kita ke rumah calon mertuanya kanaya, kita bilang kalau dia itu bodoh tidak berpendidikan, agar keluarga calon kanaya di sana malu, masak calon istri pengusaha terkaya kok nggak berpendidikan, biasanya orang orang kaya itu cari menantunya yang cantik dan berpendidikan seperti aku bu " kata kamila.
Bu hera terdiam dan manggut- manggut membenarkan kata kamila.
" Terus kalau mereka bersikukuh dengan pernikahan itu gimana?" tanya bu hera.
Kamila terdiam dan tersenyum licik.
" Kita harus minta mahar yang besar dan uang bulanan yang banyak, untuk membayar pembantu dan kebutuhan kita sehari hari, " kata kamila.
Bu hera tersenyum lebar " Baiklah nanti siang kita akan kesana, sekarang panggil suamimu untuk sarapan " kata bu hera.
kamila bergegas memanggil farrel yang tadi saat ia keluar kamar farrel sedang mandi.
Farrel yang melihat dapur berantakan dan melihat meja makan yang juga masih kotor, ia melihat ada ayam goreng dan tempe yang terlihat sedikit menghitam karena gosong dan juga sayur sop yang entah apa saja yang di masukkan ke dalam panci itu, farrel bergidik.
seandainya kanaya yang masak pasti akan terlihat menarik dan menggugah selera batin farrel, kemudian ia menarik nafas panjang dan berdiri dari duduknya.
" Sayang, mau kemana? ayo makan dulu" kata kamila saat melihat farrel bangkit dari duduknya.
" Aku sarapan di luar saja " kata farrel.
" Kenapa nak, apa kamu nggak suka masakan ibu, itu ayam goreng dan sayur sop kesukaan mu rel" kata bu hera.
" maaf bu ,hari ini farrel lagi nggak ingin sarapan, perut farrel masih kenyang " ucap farrel bohong.
Farrel merasa risih dengan banyaknya kotoran yang masih ada di meja makan, piring semalem belum di cuci dan masih di biarkan di atas meja makan.
" Ayah tolong bawa kanaya pulang, lihatlah rumah tanpa dirinya sudah seperti rumah kumuh, kotoran di mana mana" kata farrel.
" oh iya ayah, aku masih berharap hari minggu adalah hari pernikahan ku dengan kanaya, jadi tolong ayah bujuk kanaya kembali" kata farrel sebelum bergegas pergi.
Pak irawan menarik nafas panjang, ia bingung apa yang harus ia lakukan, ia sudah berusaha menghubungi kanaya tapi ponsel kanaya tak aktif .
" Ayah tenang saja, aku sama ibu punya rencana, nanti siang aku sama ibu akan pergi ke rumah calon mertuanya kanaya ".kata kamila dengan senyum liciknya.
" Kalian mau apa ke sana?" Tanya pak irawan.
" Aku akan membuat mereka membatalkan pernikahan kanaya dan kanaya di usir dari sana " ucap kamila.
" Terserah kalian...." sahut irawan dan kemudian mengambil makanan yang ada di meja.
tak lama setelah ia memasukkan makanan nya ke dalam mulutnya, irawan memutahkan kembali makanan itu.
" Ibu sayurmu asin sekali ...!!" seru pak irawan, bu hera tak menyahut tapi langsung mencicipi sayurnya dan kemudian ia berdecak karena lidahnya ke asinan.
" Sudah kalian pergi sana temui calon mertua kanaya, buat kanaya kembali pada kita, jika tidak farrel akan meminta uangnya di kembalikan " ucap pak irawan.
" memang ayah punya hutang berapa sama farrel dan buat apa ayah pinjam sama farrel, bukannya setiap bulan kanaya selalu mengirimkan uang pada kita ?" tanya bu hera.
" sudah nggak usah banyak tanya, saat ini yang penting kanaya kembali dan menikah dengan farrel " kata pak irawan dan langsung pergi ke keluar rumah.
Kamila melihat punggung ayah nya yang meninggalkan ruangan itu.
kamila merasa ada yang tidak beres dengan ayah nya, ayah nya meminjam uang pada farrel dan farrel pun tak pernah bercerita dengan nya tentang hutang ayahnya, dan ayah nya terlihat selalu menurut dengan perkataan farrel
" Kalian pasti menyembunyikan sesuatu dari kami " kata hati kamila.
###$
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
jangan lupa jejak cintanya 🥰😍😘🤩