Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?
Sweet after divorce...manis setelah berpisah.
"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."
"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."
"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva
Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 Kebingungan Ganesha
Anye, ia berusaha meredam sebisanya suara---huwekk yang keluar dari mulutnya, sesulit ini menyembunyikan sesuatu terlebih dari ibu.
Pagi ini, dan pagi-pagi sebelumnya...atau mungkin pagi hingga ia melewati trimester pertamanya ia akan terus begini.
Anyelir
Des, hari ini saya libur ngantor.
Desti
Ibu sakit?
Anyelir
Iya.
Begitu lebih baik. Ia akan menutup akses untuk dunia luar. Bahkan rencana ke depannya sudah ia putuskan...
Ia akan menepi sejenak setelah dirasa tak bisa lagi menutup postur tubuhnya kelak. Ia akan menjadi seorang atasan yang tak terlibat dan terjun langsung di pekerjaannya.
Entahlah, ada beberapa option yang ia pilih, Bandung, Bogor, Tangerang, Serang, Bekasi, daerah yang tak terlalu jauh untuk Desti bolak balik. Ia hanya akan mengandalkan Desti, mungkin Angel dan Lana, bisa ia pikirkan nanti untuk itu.
Perlahan, Anye hanya akan menghilang dari permukaan. Seolah Imaginary hanya akan ia pegang dan kendalikan dari bawah tanah tanpa harus ikut muncul lagi.
Hari ini ia begitu menikmati waktu rehatnya.
Hal sederhana yang membuatnya kenyang pagi ini, pisang goreng buatan ibu dan teh manis, dengan ia yang duduk melihat ibu di meja makan.
Tak ada baju formal yang menuntut ia untuk menjadi seseorang dengan sifat independent tak terbantahkan. Hari ini, ia hanya akan menjadi seorang anak ibu...
"Ngga mau pake ini?" tanya ibu baru saja menyodorkan kental manis dan coklat compound, "padahal dulu kamu tuh paling suka sama pisang yang dipakein ini..."
Anye tersenyum dan mengangguk, "iya ya Bu, sejak kapan sih aku suka manis yang mahteh?"
"Sekarang aja kamu so soan diet. Sakit kan akhirnya...." cibir ibu, kini sudah beralih pada bahan masakan, dan Anye cukup dibuat gelagapan ketika ibu sudah mengeluarkan bawang. Ia beranjak dari meja makan tanpa meninggalkan bekas kecurigaan.
Ganesha benar-benar dibuat seperti kepiting rebus, "ck...hubungi Desti! Ini kurang kompeten modelnya, gue ngga suka..." pintanya pada Yahya.
Anye menatap layar ponselnya. Maaf untuk itu, ia lagi-lagi meminta maaf pada Desti yang harus direpoti dengan tantrumnya seorang Ganesha.
Sakit....alasan yang ia dapatkan dari Desti setelah membuat Yahya repot mengurusi kecerewetannya.
"Anye sakit?" gumamnya. Ia mengusap wajahnya kasar, menaruh punggung di kursi.
Lalu....Yahya kembali masuk, "apa yang mau Lo pesen, pak?"
"Vitamin merk yang paling bagus yang biasa gue pake." Ganesha menunjukan layar pipihnya pada Yahya.
"Anye suka cream brulee, pesen. Di toko kue madam Chi. Beli juga bubur ayam, parsel buah."
Yahya mendelik tajam, "satu-satu bentaran. Ini jari gue buat ngetik cuma dua...lagian perlu proses buat pesen." Sahut Yahya.
Ganesha diam, menurut untuk sejenak. Namun kemudian ia kembali bersuara, "oh, pesan juga layanan pijit spa rumahan. Pake langganan momy...kirim ke rumah Anye."
Yahya mengangguk setelah pesanan seabrek itu selesai tepat di depan muka si tuan, "ada lagi? Biar sekalian Anye berasa jadi ratu sehari?"
Ganesha menggeleng sekali, "ntar gue panggil lagi."
Yahya angkat pan tat, kemudian mengingatkan, "jangan lupa, hari ini ketemu klien. Minggu depan, perjalanan bisnis ke Singa putih, ekspansi pasar..."
Ganesha tak mengangguk ia hanya memejamkan matanya di sandaran dan bergumam. Otaknya itu berputar pada percakapan tadi, bersama Lendra dan Dewa...mengingat kembali awal pernikahannya dan Anyelir....
"Sorry, kamu pasti kaget tiba-tiba jadi gini..." ia masih dengan pakaian jas dan kemejanya sementara Anye, masih dengan kebaya bersama rasa lelahnya seharian.
Anyelir menggeleng, "ngga apa-apa."
Ganesha menarik kursi rias, dan duduk berhadapan dengan Anyelir, "aku tau antara aku dan kamu---" Ganesha menggeleng, ia bingung harus menyebut apa hubungannya dan Anye yang tiba-tiba mengadakan lamaran, tiba-tiba menikah sebab momy Ica sangat ingin membuatnya move on dari Ciara, padahal mereka hanya teman, hanya terlibat beberapa project kampus bersama, dan tak lebih dari sekedar senior dan junior di kampus.
Ganesha, ia tak memberikan perhatian lebih, atau lebih tepatnya memang seperti itu pada semuanya. Namun momy Ica, entahlah apa yang ia lihat dari Anyelir....hingga mendadak di suatu malam, setelah bertahun-tahun lamanya....ia meminta Ganesha melamar Anyelir, gadis yang sering datang ke rumahnya sewaktu kuliah.
"Begini, aku ngga mau mengekang kamu....ngga mau membatasi dan memaksa kamu. Pernikahan ini, terjadi atas mau orangtuaku....dan aku sangat menghargai itu, kita coba satu tahun, jika antara kamu dan aku tidak merasa cocok, kamu boleh memilih untuk pergi..."
Anye sempat mendadak blank dengan ucapan Ganesha, tak menyangka jika sosok sebijak Ganesha yang dikenalnya, mampu bicara seperti itu.
Bahkan, Ganesha sudah mengulurkan selembar kertas dan melakukan perjanjian. Anye bahkan tak sempat bertanya, kenapa momy Ica sangat menginginkan Ganesha menikahinya. Hingga akhirnya ia dapati alasannya, nama seorang wanita, Ciara yang selalu Ganesha tutup rapat dari Anye.
Anye dan Ganesha telah mencoba segalanya, termasuk malam syahdu yang justru membuat Ganesha lagi-lagi menyerahkan sebuah pilihan dan dengan bodohnya disetujui Anye.
Ganesha sangat tau, jika Anyelir....wanita itu tengah getol-getolnya mengejar karir, membangun Imaginary, ia tak mau mematikan langkah wanita yang sudah terlalu banyak direpotkan oleh momy itu dengan memiliki anak.
Aku tau kamu sedang berusaha meraih mimpi, Anye. Imaginary adalah mimpimu.....
Satu persatu masalah mulai datang setelah itu, terlebih buruknya komunikasi, sering berprasangka dan menduga-duga baik Anye maupun Ganesha semakin memperburuk hubungan pernikahan mereka.
.
.
Ganesha segera menyadarkan dirinya kembali dari bayangan masa lalu. Melirik jam dimana waktu terasa memburunya, pekerjaan yang tak pernah memberinya waktu senggang akhir-akhir ini.
Lihatlah pencapaiannya sekarang, wajah Ganesha ada di deretan 10 pebisnis muda tersukses di Indonesia versi majalah luar.
Namun, kesuksesan di bidang bisnisnya tak membuat perjalanan cintanya ikut mulus. Berbagai kejadian di masa lalu, termasuk lingkungan kerja yang dimana ia begitu menggilai pekerjaan demi nama baik yang pernah hancur akibat tindakan kriminalnya, juga mengenyahkan bayangan Ciara justru membentuk pribadinya yang baru, Ganesha yang ramah dan begitu hangat kini berubah. Sikap Ganesha yang begitu pintar men-treatment orang lain dengan baik, mulai hilang.
Ia ingin mengembalikan kepercayaan daddy nya, om Milo dan keluarganya atas tindakan bodohnya dulu, hingga lupa caranya menyayangi orang lain.....
Lagi-lagi, ia memeriksa ponselnya dimana tak ada pesan yang Anye kirimkan.
"Anye sengaja, matiin hape apa gimana? Atau nomor gue di blokir?" tanya nya pada diri sendiri.
/
Bel rumah berbunyi ketika Anye masih mengotak-atik laptop.
"Food! atas nama Anyelir..."
Anye mengangkat kedua alisnya, "siapa pak?"
"Atas nama Bu Anyelir?" Anye mengangguk, "tapi saya ngga pesen apa-apa, pak? Salah alamat ngga dilihat dulu, takutnya nama Anyelir pasaran..." ringis Anye masih dengan pakaian casual rumahannya, bahkan tak berniat mandi terlebih dahulu, wanita ini mencepol rambutnya saja asal-asalan sungguh berbanding terbalik dengan Anyelir pemilik Imaginary agency.
"Tapi disininya benar Bu, alamat ini atas nama Anyelir..."
Tak habis sampai disitu saja, bahkan Anye masih berdebat dengan kurir food online pertama, kini datang kurir kedua dan ketiga.
"Pesanan....atas nama Anyelir?"
Anye semakin dibuat melongo.
.
.
.
dahlah mw nyemangatin bang Ganesh buat berjuang ngeyakinin Anye bahwa dia tuh pantas dan mw merubah sifat jeleknya buat Anye... moga Anye nerima
cinta di tolak fitnah bertindak