Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Banci sejati
Axel, menatap sinis sekaligus melepaskan tangan istrinya. Yang sedang mengumpat pelan membuat emosinya yang semula sudah ia redakan, kembali memuncak.
" Sialan apa sih, tangannya yang kotor dan penuh kuman itu. Berani sekali menyentuh ku! " gumam Lea.
Sebagai seorang mafia tentu saja Axel memiliki kemampuan mendengar yang cukup baik' jadi suara sekecil apapun bisa dia dengar. Axel sangat tersinggung saat mendengar perkataan dari istrinya. Padahal selama ini istrinya tidak pernah melawan. Jangankan ngelawan Bicara saja kerepotan dan gemetaran, Tapi sekarang wanita itu benar-benar sudah menguji kesabarannya.
" Bicara apa kamu tadi hah.? " tanyanya dengan nada tinggi, dan mata yang berkilat tajam.
Juan dan Kelly bersusah payah menelan ludahnya dan ngeri. Sedangkan Lea malah mengangkat sebelah alisnya, respon Lea semakin membuat Axel marah dia langsung mencengkram kuat bahu Lea. Mungkin jika itu adalah Carlin akan ketakutan dan menangis' tapi saat ini yang sudah menempati tubuh itu adalah Lea seorang pembunuh bayaran yang berdarah dingin tentu saja dia tidak pernah takut, malah sebaliknya. dia hanya menatap datar ke arah Axel.
" Katakan, apa yang tadi sudah kamu katakan.? " Axel semakin kesal karena istrinya hanya diam saja. Dan mengabaikannya.
Juan dan Kelly hanya menyaksikan dalam diam, tanpa bisa berbuat apa-apa. Tidak ada yang berani melerai. Sedangkan Lea malah semakin tersenyum miring melihat emosi Axel yang sudah meledak-ledak, Lalu ia menjawab..
" Kamu sangat kotor' dan tidak pantas menyentuh----"
Plak~
Kelly, langsung jatuh tersungkur dengan pipinya yang memerah dan terasa panas. Selain itu keluar darah segar dari sudut bibirnya. Kelly baru saja menyelamatkan Carlin dari tamparan keras Axel. Lea terkejut karena Kelly malah mendorongnya dan membiarkan Axel menampar wajahnya. Detik berikutnya wajahnya terlihat marah. Giginya bergemuruh lalu Lea mendekati ke arah Axel dan.
Plak~
Satu tamparan keras dari Lea, untuk Axel. Juna dan Kelly, membelalakkan matanya. mulutnya menganga lebar saat melihat keberanian dari sang nyonya. Yang tiba-tiba saja langsung menampar kuat pipi Axel.
" Bajingan, ini ini lah kenapa aku mengatakan bahwa kamu kotor. Karena kamu memang tidak pantas di sebut sebagai laki-laki. Kamu tidak pantas jadi laki-laki!" matanya menatap Axel, penuh benci dan juga dengan tatapan jijiknya.
" Bisa-bisanya memukul perempuan.! " Lea menghardik. Walaupun di kehidupan Lea begitu banyak pria-pria brengsek tak berhati.
tapi mereka tidak akan pernah memukul seorang wanita. Tapi Axel baru saja melayangkan tamparan keras, dan dia begitu membenci laki-laki yang suka bermain tangan.
Tatapan tajam yang Lea layangkan tadi untuk Axel, Berubah lembut saat menatap ke arah Kelly yang sedang syok. Dan meringis menahan rasa nyerinya.
" Kelly kamu di sini. saja obati pipi mu dan di kompres! kamu gunakan salep. aku bisa pergi sendiri ke rumah sakit. " ujar Lea sambil membantu Kelly, bangkit Dari lantai.
Kelly ingin bicara, tapi tidak jadi saat Lea. menatapnya dengan lekat. Kilatan yang sulit di artikan dan itu benar-benar membuat Kelly sangat tertekan. Dan tak berdaya. Setelah membantu Kelly Lea segera keluar dari kamarnya.
Klik.
Setelah pintu kamarnya tertutup Axel, baru tersadar dari lamunannya, dia langsung mengeram marah' berhubungan di kamarnya Lea. hanya ada Juan dan Kelly jadilah dia melampiaskan kemarahannya kepada Juan dan juga Kelly.
Bugh~
Juan, mundur beberapa langkah saat menerima serangan dari Axel. yang tiba-tiba itu Juan, ingin menangis saat merasakan dadanya yang terasa nyeri akibat pukulan dari tuannya. Tapi dia memilih diam saja dari pada semakin membuat tuannya itu semakin marah.
Ctaaaas~
" Berani-beraninya kamu mencoba melindungi perempuan bodoh itu. " Axel tidak mengindahkan maaf, tangisan dan jeritan. dari Kelly Dia langsung membuka ikat pinggangnya, Dan mencambuk tubuh Kelly.
Klik ~
Cttaaaas~
Pintu kamarnya kembali terbuka, menampakkan sesosok Lea. yang menatap tajam ke arah Axel. Wajahnya merah padam menahan amarahnya, rahangnya mengeras.
" Bagus pukul saja terus tunjukkan bahwa kamu memang banci, bukan laki-laki sejati.! "
ucap lea dengan tatapan bencinya.
Axel tertegun.Tangannya yang semula hendak mencambuk Kelly dengan ikat pinggangnya langsung berhenti di udara.
" Kamu rumah sakit apa, yang harus ku datangi? " Lea menatap Juan dengan datar.
" Ehem international hospital, Of talas nyonya." sahut Juan dengan hati-hati sumpah ia bisa merasakan aura sang nyonya yang lebih menyeramkan di bandingkan tuan nya.
" Oh terimakasih! " Lea, kemudian menatap ke arah Kelly. " Kelly kemari aku berubah pikiran."
meskipun dia sedang kesakitan dan ketakutan dengan Axel. Kelly dengan cepat Menuju ke arah nyonya nya.
" Ganti pakaian mu! Aku akan menunggu mu di bawah? " Lea meringis dalam hatinya, Biar bagaimanapun juga Kelly seperti itu gara-gara dirinya.
*****
Di sisi lain di sebuah ruangan, terlihat ada tiga orang. yang sedang duduk di sofa.
Salah satu dari mereka bicara. " Aku mendengar dia, sudah sadar Wanita itu bahkan memberontak, dan mengamuk.! "
Sontak kedua orang itu, langsung menatap intens ke arah orang yang Baru saja bicara.
" Benarkah begitu? Kamu tau dari mana. Sarah? " tanya seorang pria paruh baya, dengan tatapan dinginnya.
Sarah perempuan yang duduk dengan angkuh di sofa, Yang tak lain adalah istri dari Joseph. Alexander, tersebut langsung tersenyum lebar.
" Aku mengetahui itu dari seorang pelayan yang ku suruh menjadi mata-mata di mansion Axel. Dia tidak mungkin melaporkan omong kosong, karena dia tahu konsekuensinya apa yang dia dapatkan jika dia sedang berbohong kepada ku! " sahut Sarah.
" Ini berita bagus tapi juga tidak menyenangkan." sahut seorang wanita muda yang dari tadi hanya diam dan menyimak, sambil bermain kuku-kuku cantiknya.
" Apa maksud mu Julie? " Joseph menatap putrinya dengan mata yang menyipit.
Julie mengerjap beberapa kali matanya, dia mengumpat dalam hatinya karena sudah bicara keceplosan. di depan ayahnya.
" Ah itu ayah, maksud ku Aku ikut senang karena dia akhirnya sadar juga, tapi dia pasti sangat merepotkan kakak sepupu ku. Karena kan kakak Axel. baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya, dan mama mengatakan bahwa wanita itu memberontak dan mengamuk bukan? bukan kah itu sangat merepotkan kak Axel. " sahut Julie dengan senyum tipisnya.
" Merepotkan, apanya? "
Mereka bertiga langsung menoleh Ke arah seorang wanita paruh baya, yang baru saja datang bersama seorang pria. yang sudah cukup tua Sontak ketiga orang itu langsung membungkukkan hormat sesaat.
Yang barusan bicara adalah nyonya Grace ibunya Axel, menantu pertama di keluarga Alexander. Sementara di sampingnya adalah ayahnya Joseph. Johan Alexander. kakeknya Axel. Mereka semua kembali duduk di sofa setelah johan dan Grace duluan duduk.
" Jadi cucu menantu ku sudah siuman? " tanyanya menatap datar ke arah mereka bertiga, Sampai pandangan berhenti tepat di depan Julie.
" Tidak bisa kah kamu memakai pakaian yang baik, dan sopan. Julie? " ucap Johan menatap tak suka ke arah cucunya Julie. Meskipun Julie adalah cucunya juga akan tetapi johan tidak pernah suka melihatnya, karena Julie adalah anak hasil dari perselingkuhan Joseph dan juga Sarah.
" Ayah Julie sudah memakai pakaian yang baik, dan sopan. Apa salahnya? Di mana letak ketidak sopannya ayah. " Joseph membela putrinya.
Johan berdecak lalu mencibir. " Sopan apanya kamu tidak lihat, dia selalu memakai pakaian yang kurang bahan begini! Dan menampakkan lekuk tubuhnya. Sudah seperti jalang saja, atau memang sedang belajar menjadi jalang yang sesungguhnya. " ucap Johan pedas.
Dengan suara yang bergetar, Julie langsung berkata. " Ma-maafkan saya, saya janji tidak akan pernah mengulanginya lagi. "
" Memang seharusnya begitu, kecuali kamu mau menggoda orang dan menjadi seorang jalang. Seperti ibu mu! Aku sarankan jangan pernah mengikuti jejek ibu mu itu.! " kali ini bukan Johan yang bicara, melainkan Grace ibunya Axel.
Tentu saja ucapan dari Grace membuat Joseph Sarah dan Julie, sakit hati dan terkejut, tapi mereka hanya bisa terdiam.
" Kakak ipar---"
" Hentikan, apa yang sudah di katakan Grace. tidaklah salah." Johan memotong perkataan dari Joseph, Joseph langsung mengatup mulutnya rapat-rapat.
" Seharusnya kalian berdua, mendidiknya dengan benar. Jangan sampai di kemudian hari dia juga mempermalukan Alexander. " ucap Johan pria tua itu menekan sebaris kata terakhirnya, Menyinggung kejadian di masa lalu.yang di lakukan oleh Joseph dan Sarah.
Sarah mati-matian menahan amarahnya, agar tidak meledak karena sudah di rendahkan. di sini posisinya tidak lebih dari selingkuhan karna di nikahi, hanya karena dirinya sudah mengandung, Keturunan Alexander. statusnya jauh lebih rendah, dari istri sah Joseph dan kakak iparnya Grace. Yang selalu menjadi menantu kesayangan di keluarga Alexander! Sedangkan dia tidak lebih dari sampah.
Grace Adalah seorang anak dari mafia yang cukup terkenal di kota Russia. sedangkan Sarah dia berasal dari keluarga yang rendah.
di mana kedua orang tuanya, adalah pecandu judi dan narkoba. dia pun berakhir di rumah bordil, dan menjadi wanita penghibur.
Sedikit keberuntungan untuknya, waktu itu dia berhasil menjerat Joseph Alexander. Sehingga dia bisa keluar dari rumah bordil itu tapi dia salah karena dia dan Julie putrinya tidak pernah di terima oleh anggota keluarga Alexander. Sarah dan Julie selalu di bandingkan dengan cucu menantu Alexander lainnya.
Julie wanita remaja itu menahan air matanya hatinya bagaikan tertusuk duri saat mendengar perkataan yang menyakitkan dari kakek dan Tante nya.
" Jadi kamu tahu dari mana, bahwa cucu menantu ku sudah sadar? bahkan Axel dan para pelayan belum ada yang memberi tahu kami.! " Johan kembali bertanya kepada Sarah.
" Carlin sudah melewati masa koma nya semalam ayah. Aku mendapatkan kabar dari sese---!"
Brak~
Mereka terlonjak kaget, ketika Johan. memukul tongkatnya ke atas meja.terbuat dari kaca hingga retak dan barang-barang di atasnya ikut bergeser.
" Sudah ku bilang berapa kali, kamu tidak ada hak untuk memanggil nama ku ayah. Dan berbicara santai pada ku, maupun keluarga ku.! " potong johan dengan tatapan tajamnya. Membuat Sarah diam-diam mengepal kuat tangannya dan berusaha untuk meredakan emosinya.
" Tenang Sarah, Ayo kendalikan dirimu. Lagian bukan hanya sekali ini saja' kamu di perlakukan seperti ini. " batin Sarah yang berusaha semampunya untuk menahan rasa amarahnya.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA