Bayangin kalo kamu jadi Aku?
Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?
penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikah
Saat ini Aku di introgasi Fattah dan dia bilang Aku suka sama Hamdan? terus dia bilang kalo ketawa yang Aku lontarkan pada Nathan katanya seolah olah Aku suka sama Nathan!?
Fattah mulai ngaco si kataku!
Saat ini Fattah masih Stay di depanku entah ada apa di dalam hatinya.
karna ini bukan tempat rahasia lagi guys! ini Dapur Santriwan?
"Aku cuma mau minta maaf Ri."
"Iya Aku maafin kamu." kataku memberikan senyuman.
***
"Kenapa Put?"
Nathan mulai penasaran apa yang akan di bicarakan dia.
"Hamdan--Nathan Aku rasa ini bukan rahasia lagi!"
Kedua laki laki itu tampak tercengang.
"Rahasia apaa?" kata Nathan, tapi Hamdan lebih ingin menyimak.
"Riana dan Fattah melakukan hal yang Gila, kalian harus lakukan hal serius untuk sahabat kita. Aku ingin kalian menyelamatkan Marissa dan Riananya Aku."
"Oke. Aku selamatin Riana, kamu selamatin Marissa ya Hamdan?" kaya Nathan membuat usul ringan.
Hamdan awalnya tak terima tapi dia sadar, Move on adalah jalannya.
"Tunggu dulu Hal gila apa?" kata Nathan yang benar benar tidak mengerti.
"Nanti kamu juga paham Nat!" tukas Putri.
Nathan mengangguk.
"Sekarang mereka berdua dimana? apa mereka baik baik aja?"
"No Hamdan-- Ada marissa disana."
"MARISSA!?" jawab Nathan dan Hamdan kompak namun bingung.
****
Setelah mereka tiba di Dapur Santriwan. Namum hanya ada Aku disana, sendiri.
Aku menangis.
"Riana? kamu kok nangis lagi? kenapa Sayang!!!" Putri terlihat panik.
"Fattah narik Marissa dan mereka lagi bicara sekarang."
"Bicarain apa mereka? kata Hamdan.
"Udah lama mereka ngomongnya?" nathan terlihat tidak sabar.
Aku menggeleng tidak tahu.
Setelah selesai Fattah datang denhan bola mata Marissa merah karna menangis sebelum Putri memberitahu Nathan dan Hamdan Putri belum separah ini matanya.
"Apa yang kalian lakukan ramai ramai disini???" Fattah membidikan mata ke Putri lalu ke Nathan ter akhir ke Hamdan.
"Mau temenin Riana, salah?" kata Nathan.
"Cuma 6 menit Riana juga paham, cuma ngomong sebentar sama dia Riana juga bilang gapapa." Matanya melihat Marissa yang begitu menyedihkan.
"Riana gapapa, Tapi keliatannya dia lebih buruk dari yang kamu liat Fat." Hamdan seolah olah lebih tau Aku dari pada sepupuku.
"Ouhh? Aku tahu dia udah lama Dan. Aku tinggal bareng dia, 1 atap. makan bareng Riana, tau apa apalagi kamu dan?" Fattah terlihat seperti tidak ingin Aku di sama orang lain selain dimatanya.
Hamdan seperti salah bicara, tapi Aku keliatannya gitu dimata Hamdan. Ya, Aku cemburu Fattah bicara Sama Marissa.
Kesel asli!!
Marissa keliatannya melempar senyum tipis atau dia merasa bangga karena aku cemburu padanya. Tapi Fattah tidak melihat hal itu.
Putri berbisikku,"peluk Hamdan."
Tapi Aku terkejut.
Aku ingin memeluk Nathan, tapi Aku teringat satu kata Fattah bilang ke Nathan baru saja dia lontarkan.
Jika ada laki laki ingin mendekatiku dia harus izin dulu pada Fattah.
Nathan tau keadaanku yang begitu sedih.
Hamdan ingin memelukku tapi Egonya gede karena Aku dinodai Fattah, Karena Fattah yang mendengar kalo Fattah telah menciumku Hamdan memilih mundur.
Aku ingin memeluk Hamdan, Tapi Hamdan tidak melihat mataku.
Saat mataku melihat Nathan. Tiba tiba Nathan membuka kedua tangannnya seolah olah menyuruhku memeluknya.
Nathan mengangguk.
Tapi Hamdan?? tiba tiba Hamdan melihatku secara tiba tiba.
"MAAF!" aku berbisik ke Hamdan.
Atau Hamdan udah tau Aku di cium sama Fattah, maka dari itu Hamdan tak ingin melihatku!
***
Tiba tiba ada Abi Rehadi dari belakang sana bersama Bunda Syana.
Aku berlari memeluk Nathan lalu membuat Marissa terkejut dan Fattah ingin menarikku tapi tanggan di tangannya di tahan Putri dan Marissa.
"Pegangin Fattah..." lirih Putri ke Marissa tanpa suara.
Marissa mengangguk paham.
"Riana? maksud kamu apaa? Kenapa hati kamu berpaling dariku?"
Aku menangis di pelukan Nathan dan berbisik padanya,"makasih Nathan!" isakku menangis.
Hamdan mencari kesempatan setelah melihat Kiai Rehadi sudah dekat.
Namun Hamdan mengkode Ada Abi Rehadi tapi Nathan malah melepasnya dan mendorongku ke Hamdan.
Nathan terkejut.
Aku memeluk Hamdan reflek.
"Kenapa kamu ga peluk Aku pertama kali? kenapa Larinya ke Nathan?" kata Hamdan.
"NIKAHIN AKU HAMDAN." pintaku berbisik.
Hamdan mengencangkan pelukannya.
"AL FATTAH! RIANA!" gertak Abi rehadi.
Abi rehadi melihatku memeluk lelaki yang bukan mahromnya -- HAMDAN.
"BAGUS HAMDAN! SEJAK PERTAMA KALI KAMU MELIHAT RIANA, KAMU JATUH CINTA PADANYA? SETELAH RIANA MENYUKAI SEPUPUNYA KAMU MASIH BERTAHAN DAN INI KERJA KERASMU?"
Hamdan menganggukkan kepalanya.
"Besok. Saya Nikahkan Kamu Riana dengan Hamdan Arkatama,"
Fattah berkecamuk marah,"ga bisa Abi!"
Abi Rehadi membalas ucapan anaknya,"DIAM KAMU FATTAH!"
Aku menangis Hebat, Aku tersenyum pada Putri dan Marissa yang tiba tiba menangis.
Nathan tampak Syok.
"Maaf Nathan," bisik Hamdan.
"Gapapa Dan, lu sahabat Gua. Gua bisa Ikhlas lu jaga dia. dari pada Riana sama Fattah sepupu ada garis turunan yang aneh nantinya, Gua relain Riana buat lu,"
Hamdan lega, kirain dia --Nathan marah karenanya. tapi sudut pandang Nathan ternyata positive.
Nathan dan Hamdan memang Saingan, apalagi Di tambah Fattah.
"Riana? come on!!" Gertak Fattah.
"Fattah maafin Aku! benar kata bunda Syana kita ga bisa nikah! relain Aku sama Hamdan ya?"
Fattah membuang muka, air matanya turun di kedua pipinya.
"ABI JAHAT!" Fattah pergi setelah meluapkan amarahnya dan berlari sekuat tenaga meninggalkanku dan teman teman bersama Ayahnya.
"Udah mulai malam, kalian bersiap ibadah magrip, Hamdan jangan lupa kamu yang giliran Adzan."
Hamdan membungkuk sopan," baik Kiai," katanya.
"Aku ke kamar dulu Hamdan," kataku.
Hamdan mengangguk dan menatapku sangat dalam.
Marissa dan Putri berjalan lebih dulu, Aku dan Abi berjalan berdampingan.
"Abi?"
"Kenapa nak Ri?"
"Apa udah lama Abi merestuiku sama Hamdan?"
"Iya. tapi Fattah selalu merusak momentnya." ucap Abi.
"Fattah membenciku ya Abi?"
"Engga, dia patah hati saja. jika tidak begitu maka dia tidak akan berani melepasmu Riana."
"Maafkan Riana Abi, Apa Abi tau apa yang di lakukan Fattah ke Aku?"
"Apa itu?"
Bunda Syana menggeleng singkat ke arahku tapi Abi rehadi tepat sekali tidak melihatnya.
"Anu Aku buru buru Abi!" Kataku masuk ke rumah Abi dan bersiap ke Masjid.
***
"ALLAHHU AKBARULLAHU AKBAR!!"
suara Adzan dari Hamdan juga merdu tapi tidak semerdu Fattah.
Ya, apa karna Fattah anak Vokalis kali ya? hanya Hamdan Dan Fattah mempunyai suara yang unik kalo Nathan di suruh adzan malah Iqomah Hahaha, Nathan napasnya pendek maka dari itu Adzan di wakilkan Hamdan atau Fattah saja.
Semua Santriwan atau Santriwati memasuki Masjid pada bagian haris yang di tentukan.
Kali ini Abi Rehadi juga ikut sholat berjamaah.
***
"Fattah???"
Fattah tidak menjawab Ibunya yang memanggil.
Fattah masih tidak percaya Aku akan jadi milik orang lain, yaitu Hamdan Arkatama. Sahabat sejati Fattah.
"Bunda tau kamu sedang berat hati Nak.. Apa kurang puas menodainya sebelum menikah? sebenarnya itu dosa Fattah, kamu tau apa yang dilakukan Riana tadi hampir membuatmu celaka?"
Fattah menoleh cepat.
"Ada apa Bunda ceritakan?"
"Riana masih mencintaimu Fattah! dia tidak pernah membencimu, tapi Fattah, Abi sudah lama merestui Hubungan Riana dan Hamdan kala itu, Pemuda itu pertama kali melihat Riana langsung ingin istokhoroh!"
"Aku tau Hamdan cinta sama Riana, ga usah bahas Hamdan deh Bunda Fattah, malas."
"Fattah, berdoa sama Allah sehingga kamu bisa merelakan Riana bersama sahabatmu Hamdan ya?"
elusan tangan Bunda mengusap surai rambut Fattah di atas sajadah paska Fattah dan Bunda Syana berjamaah magrib.
Dan terlihat Fattah menjadi Imam untuk Bundanya.
"Fattah peluk Bunda ya?" Air mata
menetes, Fattah memang mencintai Riana tapi dia tidak bisa membenci Riana karena telah menjadi milik Orang lain nanti.
Bunda Syana tersenyum,"iya Nakk."
Bunda membalas dekapan yang Erat saat Fattah memeluk ibunya.
"Yaa allah... lapangkan Hati Anakku, luaskan hatinya untuk melepas wanita yang seharusnya dalam batasmu ya allah..." doa Bunda membuat Fattah memejamkan matanya.
Tangan Fattah merengkuh tubuh ibunya kuat kuat.
"Ikhlaskan Anakku menerima semuanya dan berikanlah Fattah pemahaman yang baik pada jalanmu Ya Rabb..."
Fattah semakin terisak, Aku tau Fattah terluka. Patah hati yang sangat luar biasa.
Bunda Syana ingin Fattah ikhlas melepasku, Abi Rehadi tidak merestui hubungan per sepupuan sampai di tahap menikah.
Nathan sudah ikhlas melepasku dan Move on, Hamdan yang tadi ingin Moveon melihat kata MAAF di bibirku dia Luluh.
dan saat melihatku memeluk Nathan, karna Aku butuh pelukan dekapan laki laki.
Hamdan mulai terbakar cemburu lagi, begitulah Takdir berkata lain.
Nathan terkejut melihat Abi rehadi dan mendorongku ke Hamdan, Hamdanlah bisa menerima konsekuensinya laku Akhirnya setuju menikahiku.
...
mksh dah mampir🥰
semangat tor