NovelToon NovelToon
DxD : Phenex Rebirth

DxD : Phenex Rebirth

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ksatria Hitam Vs Ksatria Suci

Halaman sekolah yang tadinya tenang kini berubah menjadi zona perang yang mencekam. Debu beterbangan, dan aroma ozon dari sirkulasi energi iblis memenuhi udara. Di sudut barat halaman, dentingan logam yang saling beradu terdengar seperti simfoni kematian yang tidak terputus.

Saeko Busujima bergerak dengan keanggunan yang mengerikan. Setiap langkahnya ringan, hampir tidak menyentuh tanah, namun setiap tebasan katananya membawa berat yang sanggup membelah baja. Di depannya, Kiba Yuuto bernapas tersengal-sengal. Pemuda pirang itu telah memanggil lebih dari sepuluh pedang berbeda melalui Sword Birth, namun semuanya berakhir sama: patah menjadi serpihan kristal saat bersentuhan dengan bilah Muramasa.

"Kenapa, Ksatria Gremory?" Saeko memiringkan kepalanya, rambut ungu panjangnya berkibar tertiup angin kencang. "Pedangmu terasa kosong. Tidak ada beban, tidak ada gairah... hanya sekumpulan besi tua yang haus akan tujuan."

Kiba menyeka keringat di dahinya. Matanya menatap tajam pada bilah katana Saeko yang kini berpendar merah darah. "Kecepatanmu... itu bukan kecepatan iblis biasa. Bagaimana mungkin manusia reinkarnasi bisa melampaui batas Knight dalam waktu sesingkat itu?"

Saeko tidak menjawab. Dia hanya menyapu ujung katananya ke tanah, menciptakan percikan api.

[ Analisis Musuh: Kiba Yuuto. ]

[ Status: Kelelahan Mental 30%. ]

[ Kelemahan: Terlalu bergantung pada variasi pedang, bukan pada esensi serangan. ]

[ Saran: Gunakan 'Bloodlust Mode' untuk mengakhiri pertukaran ini. ]

"Tuanku memberiku tujuan," bisik Saeko, suaranya terdengar sangat manis namun mematikan. "Dan tujuanku hari ini adalah mematahkan kebanggaanmu."

Wush!

Saeko melesat. Kali ini, dia tidak hanya menggunakan kecepatan fisik. Aura merah pekat mulai menyelimuti tubuhnya—manifestasi dari Bloodlust Mode yang terkendali. Kiba dengan cepat memanggil pedang kembar dengan atribut suci, mencoba memblokir serangan yang datang dari arah depan.

Clang! Clang! Clang!

Dalam satu detik, terjadi lima kali benturan. Kiba terkejut. Setiap kali pedangnya bersentuhan dengan Muramasa, dia merasa tenaganya seolah-olah dihisap habis. Ini adalah kemampuan Sacred Gear Saeko: menghisap vitalitas lawan melalui kontak senjata.

"Sial... pedang ini menguras energiku!" Kiba mencoba melompat mundur, namun Saeko sudah berada di zona butanya.

"Terlalu lambat."

Saeko memutar tubuhnya, melepaskan tebasan melingkar yang mengincar kaki Kiba. Kiba terpaksa memanggil perisai pedang untuk menahan benturan itu, namun kekuatan fisik Saeko—yang telah dilatih Riser dalam gravitasi ganda—terlalu masif. Perisai itu hancur, dan Kiba terpental menabrak dinding gedung sekolah hingga retak.

Sementara itu, di tengah halaman, Issei masih berdiri dengan napas memburu. Dia menatap Riser yang tetap diam, tidak bergerak dari posisinya semula. Di samping Riser, Shizuka Marikawa tampak sedang memeriksa kuku jarinya, seolah-olah dia sedang berada di salon, bukan di tengah Rating Game.

"Jangan abaikan aku, Riser!" Issei berteriak, suaranya serak karena emosi. "Aku sudah berlatih dengan Buchou! Aku sudah menjadi lebih kuat!"

[ Boost! Boost! Boost! ]

Lengan baju Issei hancur saat Boosted Gear miliknya bersinar semakin terang. Energi merah yang meluap-luap mulai membentuk cakar naga di tangan kirinya. Dia melesat maju, mengayunkan tinjunya yang penuh dengan energi terkonsentrasi.

"Mati kau! Solid Impact!"

Riser hanya menatap tinju itu dengan mata yang bosan. Saat tinju Issei tinggal beberapa sentimeter dari wajahnya, Riser mengangkat tangan kirinya—bukan untuk memukul, tapi hanya untuk menangkap tinju Issei dengan telapak tangan terbuka.

BUM!

Gelombang kejut dari benturan itu meledakkan tanah di sekitar kaki Riser, menciptakan kawah kecil. Debu mengepul hebat. Issei menyeringai, yakin bahwa serangannya telah mengenai sasaran. Namun, saat debu menipis, seringainya lenyap.

Riser menahan tinju Issei hanya dengan satu tangan. Kakinya tidak bergeser satu milimeter pun.

"Itu saja?" Riser bertanya, suaranya terdengar sangat manusiawi dan santai, tanpa ada nada sombong yang berlebihan—yang justru membuatnya terasa jauh lebih mengintimidasi. "Tekanan tinjumu... bahkan tidak cukup untuk memijat bahuku, Issei."

"Bagaimana mungkin... itu sudah Boost lima kali!" Issei mencoba menarik tangannya, namun genggaman Riser terasa seperti catut baja yang tak tergoyahkan.

[ Sinkronisasi Jiwa: 42%. ]

[ Kekuatan Meliodas (Pasif) Aktif: Penyerapan Dampak Fisik. ]

[ Catatan Yui: Dia benar-benar lemah. Apa kamu ingin aku menghitung berapa detik lagi dia bisa bertahan sebelum pingsan? ]

Biarkan saja dulu, Yui. Aku ingin Rias melihat betapa sia-sia usahanya melatih bidak ini, batin Riser.

Riser melepaskan cengkeramannya, lalu dengan gerakan kilat yang tidak bisa diikuti mata manusia, dia menyentuhkan ujung jarinya ke dada Issei.

"Full Counter: Physical Reflection."

Meskipun Riser tidak memukul dengan kekuatan penuh, energi dari Solid Impact Issei yang terserap tadi dipantulkan kembali dengan kekuatan ganda.

DUAK!

Issei terlempar ke udara seperti peluru, melewati atap gedung sekolah dan mendarat di area hutan dengan suara dentuman keras.

"Issei-kun!" teriak Rias dari kejauhan melalui alat komunikasi.

Riser merapikan kerah bajunya yang sedikit berantakan. Dia melirik ke arah Shizuka. "Shizuka, tetaplah waspada. Akeno akan segera menjatuhkan petirnya dari langit."

Shizuka mendongak, menatap awan gelap yang mulai berkumpul. "Ehh... petir ya? Itu bisa membuat rambutku berantakan, Tuan Tampan. Tapi tenang saja, pelindungku sudah siap!"

Riser menyeringai tipis. Dia menatap ke arah gedung utama di mana Rias Gremory kemungkinan besar sedang mengamati dengan wajah pucat.

"Pesta baru saja dimulai, Rias. Aku harap kau punya rencana cadangan, karena bidak-bidakmu... mulai rontok satu per satu."

1
SR07
plot nya kok kaya mundur ya?
SR07
bukannya udh gabung sama rias ya? atau di episode awal gue salah baca?
SR07
esdeath kemana dah?
SR07
cemburu Ama bocah🤣
SR07
intinya cemburu
SR07
awokawokawok 🤣
SR07
ada yang cemburu nih🤣
SR07
Yui cemburu 🤣
SR07
up lagi bro
mutia
sistemnya agak serem ya😂
SR07
jir galaknya 🤣
SR07
ngobrol Ama bantal guling gak tuh wkwkwk 🤣
SR07
system nya galak amat dah🤣
Muhd Zulfitri
thor buat anime cheined Soldier /Pray/
RavMoon: saya akan mempertimbangkan nya setelah proyek ini berjalan setengahnya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!