NovelToon NovelToon
Ustadz, I’M In Love

Ustadz, I’M In Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

di bawah umur di larang membaca.

Rina adalah definisi dari "anak muda zaman now"—ekspresif, jahil, dan sedikit re-og. Baginya, dunia sosial adalah tempat bermain untuk menggoda siapa saja, termasuk seorang pria misterius di aplikasi HelloTalk yang ia panggil dengan sebutan "Mas Arab". Rina mengira ia sedang memegang kendali, sampai akhirnya takdir membawanya bertemu langsung dengan sosok tersebut.
​Ternyata, "Mas Arab" adalah Rohman, seorang Ustadz muda yang kaku, alim, namun memiliki tingkat kesabaran setebal kamus bahasa Arab. Pertemuan pertama mereka langsung meledak dengan kekonyolan Rina yang mencoba mengetes iman sang Ustadz.
​Namun, Rina salah besar. Di balik sikap tenangnya, Rohman adalah tipe pria "sat-set" yang tidak suka membuang waktu. Saat Rina terus-menerus menguji batasan kesabarannya, Rohman justru membalas dengan sebuah langkah skakmat: Mempercepat akad nikah sore itu juga!
​Kini, Rina terjebak dalam status sebagai istri sah. Niat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Rina baru saja hendak merebahkan tubuhnya yang lemas ke kasur, namun tiba-tiba matanya membelalak. Ia menepuk jidatnya dengan keras.

​"Lho, Rin? Mau ke mana lagi lo?" tanya Salsa yang bingung melihat Rina kembali berdiri dan memegang gagang pintu dengan sisa-sisa keberaniannya.

​"Gue lupa! Softex gue ketinggalan di luar!" bisik Rina panik. Antara butuh barang itu dan rasa malu, kebutuhan biologisnya ternyata menang. Ia tidak mungkin membiarkan barang pribadinya tergeletak di meja tamu, di depan pria yang baru saja ia katakan "bau" itu.

​Rina membuka pintu sedikit, lalu melesat keluar dengan gerakan super cepat seperti ninja. Namun, baru tiga langkah, suara cempreng Imron kembali menghentikannya.

​"Lho, mau ke mana lagi, Dek? Belum puas ngomelnya?" tanya Imron sambil menahan tawa, melihat adiknya yang berjalan mengendap-endap.

​Rina mendelik tajam, tangannya mengepal. "Apaan sih! Sok asik banget lo, Cak Imron! Detik ini juga lo udah gue pecat jadi kakak laki-laki gue! Nggak usah tanya-tanya, gue ke luar mau ambil softex yang ketinggalan!" seru Rina tanpa saringan. Masa bodoh dengan urusan malu, yang penting barang itu aman.

​Ia menyambar plastik hitam di atas meja dengan gerakan kilat. Saat tangannya meraih plastik itu, ia menyadari Ustadz Rohman masih duduk tenang di sana. Pria itu sedikit melirik, matanya mengikuti pergerakan tangan Rina yang gesit.

​"Apa lo lihat-lihat?!" semprot Rina galak, meskipun matanya tidak berani menatap langsung ke arah mata Rohman.

​Rohman tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menaikkan cangkir tehnya, memberikan gestur seolah-olah sedang bersulang, sementara sudut bibirnya tertarik membentuk senyum simpul yang sangat menjengkelkan bagi Rina. Senyum yang seolah berkata, 'Silakan diambil, calon istriku.'

​"Ih! Dasar aneh!" gumam Rina.

​BRAKKK!

​Pintu kamar ditutup keras untuk kesekian kalinya, sampai-sampai bingkai foto di ruang tamu sedikit miring akibat getarannya.

​Di dalam kamar, Rina langsung melempar plastik itu ke pojok ruangan. Ia menyembunyikan wajahnya di bawah bantal, mengerang frustrasi.

​"Rin, asli... gue baru kali ini lihat ada orang dijodohin tapi malah nge-reog kayak lo," komentar Salsa sambil asyik memakan keripik di meja belajar. "Tapi lo perhatiin nggak sih? Ustadz Rohman itu sabarnya nggak masuk akal. Lo katain bau, lo pecat kakak lo di depan dia, lo teriak-teriak soal pembalut... dia cuma senyum. Jangan-jangan dia beneran punya ilmu sabar tingkat dewa."

​"Ilmu sabar apaan! Itu mah dia lagi ngeledek gue, Sal!" Rina muncul dari balik bantal, rambutnya sudah acak-acakkan. "Dia sengaja biar gue kelihatan makin konyol di depan Ayah. Gue yakin, dia itu pasti punya agenda tersembunyi. Mana ada ustadz umur segitu, ganteng, kaya, mau-mauan sama cewek yang tingginya cuma se-ketek dia dan kelakuannya kayak singa begini?"

​Rina diam sejenak, lalu tangannya meraih ponsel. "Gue harus cari tahu siapa dia sebenarnya. Nggak mungkin cuma 'Ustadz' biasa."

Rina terhenyak di atas kasurnya. Jemarinya gemetar saat layar ponselnya menyala, menampilkan rentetan pesan dari akun pria yang dikenalnya lewat aplikasi HelloTalk setahun belakangan ini. Pria itu selalu menggunakan foto profil yang menutup wajahnya dengan sorban khas Arab, menyisakan tatapan mata yang tajam namun meneduhkan.

​Rina menelan ludah, membaca kembali riwayat pesan yang sempat membuatnya berbunga-bunga beberapa bulan lalu.

​Arab: "Hey, Sayang."

Arab: "Ternyata benar, cinta itu tak mandang umur."

Rina: "Maksud kamu apa ya??"

Arab: "Tidak, saya hanya mengungkapkan perasaan saya kepada kamu saja, apa salah?"

Rina: "Tidak apa-apa ☺"

Arab: "Kamu sudah punya kekasih??"

Rina: "Belum, tapi saya nggak ada rencana pacaran. Kalau kamu suka saya, nikahin saya."

Arab: "Katamu usiamu baru genap 20 tahun, sedangkan usiaku 31 tahun."

Rina: "Gapapa kok, aku suka yang seperti kamu, Sayang 🤭🤩"

Arab: "Seriusan? Baik, saya akan cepat menghalalkanmu."

Rina: "Oke Sayang, aku tunggu kamu."

Arab: "Ya sudah, aku mau off dulu ya."

​Rina mengusap layar ponselnya. Ingatannya melayang pada rasa kesal bulan lalu saat pria itu seolah menghilang ditelan bumi.

​Rina (Bulan lalu): "Sayang, katamu kamu mencintaiku, tapi kenapa kamu tak menikahiku? Jangan karena kita tak pacaran kamu tak serius denganku."

Arab: "Sabar Sayang, aku lagi sibuk di Mesir. Aku off dulu ya."

​"Sialan, gue beneran baper sama cowok dunia maya," gumam Rina sambil menggigit bibir bawahnya. Ia teringat betapa ia sering curhat pada pria itu tentang impian S3-nya, tentang kebenciannya pada perjodohan, dan tentang kriterianya yang ingin punya suami mapan.

​Tiba-tiba, ponselnya bergetar hebat. Sebuah notifikasi pesan masuk dari akun "Arab" tersebut. Mata Rina hampir keluar dari kelopaknya saat membaca baris kalimat yang muncul di layar.

​Arab: "Ternyata kamu aslinya lucu ya, sampai kamu lupa dengan saya. Sekarang saya sedang duduk di depan rumahmu, tapi kamu malah lupa kepada saya."

​Jantung Rina serasa berhenti berdetak. Darahnya berdesir hebat, hawa dingin menjalar dari ujung kaki hingga ke kepala. Ia menoleh ke arah jendela kamar yang tertutup gorden, lalu beralih menatap pintu kamar yang membatasinya dengan ruang tamu.

​"Rin? Lo kenapa? Kok muka lo kayak abis liat kuntilanak?" tanya Salsa yang bingung melihat perubahan ekspresi Rina yang mendadak pucat pasi.

​Rina tidak menjawab. Pikirannya melayang pada sosok pria tinggi, berwibawa, yang baru saja ia teriaki "bau" dan "aneh" di ruang tamu tadi. Ustadz Rohman. Usianya... Imron bilang 31 tahun? Tadi dia bilang parfumnya dari London? Dan dia tahu soal riset S3 Rina?

​"Nggak mungkin..." bisik Rina lirih.

​Dengan tangan gemetar, Rina kembali membuka ponselnya dan mengetik balasan.

Rina: "Si-siapa kamu sebenarnya??"

​Hanya butuh beberapa detik sampai muncul balasan yang membuat pertahanan Rina runtuh seketika.

​Arab: "Saya si 'orang aneh' yang kamu panggil budek di masjid tadi. Cepat keluar, atau saya bilang ke Ayah kalau kamu memanggil saya 'Sayang' di aplikasi ini?"

​"MAMPUUUUUSSSS GUEEE!!!" teriak Rina histeris sambil membenamkan wajahnya ke bantal, menendang-nendang udara dengan frustrasi.

​Salsa yang melihat itu makin yakin kalau sahabatnya sudah benar-benar kehilangan kewarasannya. "Rin! Istigfar, Rin! Lo kenapa sih?!"

1
Putri Lauren
lanjuttt thor KLO bisa double
Putri Lauren
lanjut thor
Moza Tri Utami: lanjut dong thorr
total 2 replies
Putri Lauren
mantap
Putri Lauren
aku suka Thor lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!