NovelToon NovelToon
Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .

bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5

Rain melepaskan pelukan dari ibunya lalu menoleh ke arah Nisa dengan senyum hangat, "Terima kasih sudah mau menjemput, Nis. Padahal kamu pasti punya jadwal padat juga kan?"

Nisa menggeleng perlahan, tangannya secara tidak sengaja menyentuh lengan Rain, "Tidak apa-apa, Rain. Lagipula sudah lama kita tidak bertemu langsung. Selain itu, tante Delia juga sudah meminta ku jauh-jauh hari."

Mama Delia mengeluarkan tangan untuk meraih tangan Nisa, "Betul sekali sayang. Kalian berdua memang seperti saudara, tapi sekarang sudah dewasa ya... mungkin ada yang lebih dari itu kan?" Ucapan nya diiringi senyum penuh maksud.

" Mama ini, ngomong apaan sih," kata Rain sambil mengusap lehernya, matanya melirik sekeliling rumah yang memang sudah dihias dengan sangat meriah. Balon warna emas dan putih menggantung di setiap sudut, bahkan ada banner bertuliskan "Selamat datang Kembali Rain!" yang terpasang di dinding ruang tamu. senyum kecil membuat Rain sedikit geli.

" Mama ini,emangnya Rain anak kecil , pake balon segala." Protes Rain setelah puas menatap setiap sudut ruangan yang di hiasi balon oleh wanita yang melahirkannya itu.

" Bagi mama,kamu masih kecil."

Mama Delia lalu berjalan menuju meja makan dimana semua menu makanan favorit putranya itu terhidang di atas meja makan.

" Mama hanya ingin merayakan kepulangan anak mama yang berhasil menyelesaikan studi dan bisnisnya di luar negeri dengan baik," ujar Mama Delia dengan bangga. "Kita akan makan malam bersama keluarga besar nanti malam. Semua orang sudah menunggu kamu, termasuk kakek dan nenekmu."

Rain mengangguk, namun di dalam hatinya ada sesuatu yang membuatnya merasa sesak. Kata "mencintai mu" yang keluar dari mulut Nisa tadi masih bergema di benaknya. Saat mereka berjalan ke kamar untuk beristirahat sebentar sebelum acara makan malam, Rain melihat sebuah foto lama di atas meja hias ,foto dirinya bersama Nisa saat masih kecil, bermain di taman yang memiliki taman bunga yang sama seperti di taman kota Dubai.

Bukan Rain tak menyadari perasaan Nisa pada nya,hanya saja ia tak pernah menganggap Nisa lebih dari seorang sahabat.

Tanpa sadar, tangannya meraih foto itu, jari-jari nya membelai permukaan foto dengan lembut. Suara tawa Nisa yang ceria terdengar di telinganya, tapi tiba-tiba berubah menjadi tawa seorang gadis remaja yang dulu sering membuat hatinya merasa hangat. Dan alasan itu pulalah dirinya memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

"Rain, kamu baik-baik saja kan?" tanya Nisa yang melihat wajah Rain yang tiba-tiba menjadi serius.

Rain cepat-cepat menaruh kembali foto itu dan mengangguk, "Tentu saja, cuma sedikit capek dari perjalanan."

Di kamar sendiri, Rain langsung berjalan ke jendela dan menatap langit malam yang sudah mulai berbintang. Pikirannya terbang jauh ke masalalu, ke sosok gadis cantik yang mungkin saja masih duduk di sudut kamar nya menatap arah taman kota. Ia meraih dompet yang ada di dalam kantong hoodie nya, mengeluarkan foto kecil yang menampakkan seorang gadis remaja SMA sedang tertawa di sebuah taman ,foto itu diambilnya diam - diam saat ia melihat gadis itu sedang membuat lukisan di taman kota saat ia berlibur ke Indonesia waktu itu, dan sejak saat ini itu Rain menaruh hati pada gadis asing itu.

" Aku harap kamu baik-baik saja," ujar Rain dengan suara pelan sembari menatap foto kecil itu, matanya mulai sedikit kemerahan. "Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu kembali..."

...****************...

Sementara itu di sisi lain, Aisyah sudah disiapkan oleh mama Retno untuk makan malam bersama keluarga. Pakaian putih polos yang dikenakannya terlihat begitu indah di tubuh mungilnya. Dan makeup yang natural membuat penampilan nya terlihat lebih anggun dari biasanya.

Mereka sampai di restoran jepang mewah yang biasanya menjadi favorit nya sebelum David pergi. Saat memasuki restoran, mata Aisyah secara tidak sengaja tertuju pada sebuah lukisan besar yang terpajang di dinding, lukisan sebuah taman dengan bunga-bunga warna merah muda yang sama persis dengan bunga favoritnya dan David.

Tubuh Aisyah tiba-tiba menggigil. Tangannya secara refleks meraih bagian dada nya yang terasa sakit sekali. Firdaus yang berada di sebelahnya segera menopangnya, "Kamu baik-baik saja kan?"

Aisyah tak bisa menjawab, matanya hanya terpaku pada lukisan itu. Di balik lukisan itu, ia melihat bayangan David yang sedang tersenyum dan mengajaknya untuk melukis bersama. Rasa sakit yang sudah mulai terlupakan kembali muncul dengan sangat kuat, membuat matanya mulai mengeluarkan air mata yang perlahan-lahan menetes ke pipinya.

Mama Retno menyentuh bahu putrinya dengan hati yang hancur, "Kita bisa pindah tempat lain jika kamu tidak nyaman, Sayang."

Tiba-tiba, suara musik yang dimainkan oleh musisi jalanan di luar restoran terdengar jelas. Musiknya adalah lagu yang dulu sering ia nyanyikan bersama David di taman kota. Aisyah tiba-tiba berdiri dengan tergesa-gesa, membuat kursinya bersuara keras. Tanpa memperhatikan tatapan orang-orang di sekitarnya, ia berlari keluar dari restoran dengan langkah yang goyah.

"Syah!" teriak mama Retno dan Firdaus bersama-sama, dan segera mengejarnya.

Di luar restoran, Aisyah berdiri diam di tengah trotoar, menatap arah taman kota yang terletak tidak jauh dari situ. Mata nya penuh dengan harapan yang sudah lama hilang, namun juga penuh dengan rasa sakit yang mendalam. Ia meraih kantong roknya, mengeluarkan foto kecil mereka berdua dan membelainya dengan sangat lembut, sambil menangis menyebut nama David yang teramat akrab di hatinya.

...----------------...

Di rumah, Rain yang tengah sedang makan malam bersama keluarga tiba-tiba merasa sesak napas. Ia berdiri dengan tiba-tiba, membuat semua orang terkejut. "Maaf, saya perlu keluar sebentar," katanya dengan suara yang sedikit bergetar sebelum berlari keluar dari ruang makan.

Orang tuanya dan Nisa saling berpandangan melihat tingkah aneh Rain yang tiba-tiba.Di taman belakang rumahnya, Rain melihat sebuah bunga merah muda yang sedang mekar di dalam pot. Aroma nya begitu khas dan membuatnya langsung mengenang gadis itu entah mengapa sejak beberapa bulan terakhir ini gadis itu selalu muncul dan menghantuinya. Tanpa sadar, ia mulai tersenyum membayangkan wajah cantik gadis asing itu. Ia pun tak menyangka akan selalu terbayang-bayang pada gadis itu padahal namanya saja ia tak tahu. Ia hanya melihat sebentar waktu di taman itu tapi hatinya seolah sudah menjatuhkan pilihan pada gadis itu.

Nisa yang mengikutinya keluar menyaksikan semua itu dengan hati yang berat. Ia tahu bahwa ada cerita di masa lalu Rain yang tidak pernah diungkapkan, dan sekarang ia mulai menyadari bahwa sosok wanita yang selalu ada di pikiran Rain adalah alasan mengapa Rain tak pernah bisa melihat dirinya sebagai lebih dari teman.

"Rain..." ujar Nisa dengan suara lembut, "Apa yang sedang kamu pikirkan?"

Rain menoleh ke arah Nisa dengan wajah yang serius,senyum yang menghiasi wajahnya tiba-tiba menghilang " Tidak ada...hanya sedang memikirkan pekerjaan yang sudah menumpuk."

1
maya
makasih sudah mampir kk😍
Isabela Devi
waduh ada mata mata yg melapor tiap gerak gerik mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!