NovelToon NovelToon
Marni, LC Sholehah

Marni, LC Sholehah

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat / Tamat
Popularitas:68.9k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Marni gadis desa yang mencoba peruntungannya di kota namun karena ditipu oleh temannya sendiri membuatnya terpaksa menjadi seorang LC disebuah karaoke, saat bulan ramadhan tiba karaoke tempatnya bekerja harus ditutup dan terpaksa membuatnya pulang kampung untuk sementara waktu.

Namun siapa sangka pekerjaannya yang sudah ia tutup rapat-rapat itu tak sengaja terbongkar oleh warga desa hingga membuatnya hampir diusir dari kampungnya jika saja Firman anak pak lurah seorang pemuda sholeh menolongnya, saat pria itu berkeinginan melamarnya tiba-tiba ditolak mentah-mentah oleh keluarganya sendiri karena pekerjaan gadis itu yang tidak pantas dan juga mereka telah menyiapkan seorang calon istri yang jauh lebih sholeha.

Lalu bagaimana nasib hubungan Marni dan Firman selanjutnya, akankah mereka akan direstui saat di hari kemenangan tiba atau justru kandas begitu saja sebelum hari raya? yuk kepoin di cerita Marni, LC sholeha (cerita edisi ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~30

Marni meninggalkan mushola dengan pikiran tenang setelah berbicara dari hati ke hati dengan pas ustadz, orang yang ia anggap paling bijak di kampung ini karena lebih banyak mendengarkan dan memberikan nasihat tanpa sedikit pun penghakiman yang keluar dari bibirnya.

Subuh ini ia tak bertemu dengan Firman karena pria itu sebelumnya pamit untuk mengunjungi neneknya dan berziarah di kota bersama keluarga besarnya selama beberapa hari meskipun hari raya masih lama tapi mereka ingin bersilahturahmi dahulu karena sebagai Lurah saat hari raya mereka harus tetap tinggal di kampungnya mengingat para warga pasti akan mengunjunginya jadi ia memutuskan takkan mengganggunya tentang pengakuannya perihal pekerjaannya yang rencananya akan ia bicarakan melalui pesan singkat.

Sesampainya di rumahnya ia melihat Joko sedang duduk di teras rumahnya sedangkan Astuti dengan rambut basahnya nampak menjemur pakaian di halaman rumahnya, padahal semalam mereka berantem tapi pagi-pagi wanita itu sudah basah-basah saja.

Apa seperti itu dunia pernikahan?

Saat melihatnya datang Joko langsung tersenyum sinis namun pandangannya sedikit pun tak berpaling darinya, sementara Astuti langsung menyapanya.

"Baru pulang Mar?" ucap wanita itu ketika Marni memasuki pekarangan rumahnya.

"Iya mbak tadi tadarus sebentar." sahut Marni, sudah menjadi tekadnya sejak awal selama ramadhan ia berusaha untuk ikut sholat jamaah yang pahalanya pasti lebih banyak dari sholat sendiri mengingat dosa-dosanya yang terlalu banyak selama ini.

Ia juga ingin katam alquran jadi selalu tadarus saat ada waktu luang, ia benar-benar ingin memanfaatkan bulan penuh berkah ini untuk kebaikan meskipun ia merasa semakin taat semakin banyak ujian yang ia hadapi tapi ia tahu itu bentuk cara Allah untuk menjadikannya manusia kuat.

Keinginannya untuk kembali bekerja di tempat karaoke pun kini perlahan surut karena hatinya terus menolak meskipun dorongan untuk itu selalu ada mengingat cita-citanya ingin memperbaiki rumah orang tuanya, karena hanya pekerjaan itu satu-satunya yang bisa menghasilkan banyak uang tapi ia yakin Allah maha kaya dan pasti akan membantunya dengan cara yang tak pernah ia duga asalkan apa yang ia dapatkan halal.

"Tadarus terus kayak bisa bikin kamu kaya saja Mar," ujar Astuti seraya mengibas-ibaskan rambutnya seakan ingin pamer kepada wanita itu jika sebelumnya ia dan suaminya telah melaksanakan ibadah suami istri.

"Memang tidak bikin kaya sih mbak paling tidak bikin hidup menjadi tenang dan bonusnya dapat pahala." sahut Marni seraya melirik ke arah Joko sekilas yang rupanya masih menatapnya, saat ini pria itu terlihat menakutkan bagi Marni karena mulai berani untuk menyentuhnya dan ia khawatir saat ada kesempatan pria tersebut akan melakukannya lagi.

"Halah Mar-Mar banyak pahala tidak bikin kaya juga, kayak aku dong ibadah tidak perlu getol tapi ada saja rezekinya, ngomong-ngomong nanti aku mau pergi ke mall sama suamiku dan juga keluarga mbak Lastri naik mobil memang kamu saja bisa naik mobil itu pun harus menggoda calon suami orang dahulu." ujar Astuti lagi penuh sindiran.

Entah ada masalah hidup apa tetangganya itu karena selalu saja setiap saat menyinggung perasaan orang lain gumam Marni dalam hati, tak bisakah hidup normal seperti yang lain?

"Aku tidak pernah menggoda calon suami orang mbak agar bisa naik mobil tapi mas Firman sendiri yang mengajakku untuk menemaninya membeli pakaian untuk anak-anak remaja masjid jadi sekalian saja aku juga berbelanja bajuku sendiri," Marni langsung menyanggah perkataan wanita itu agar tidak menjadi gosip berlebihan.

"Sudah tahu calon suami orang harusnya kamu tolak dong Mar, dasarnya kamu saja yang gatal kebelet ingin kaya makanya cari jalan pintas." Astuti pun semakin menyudutkannya dengan wajah seperti biasa menyebalkan.

"Mbak!" Marni pun langsung menaikkan oktaf suaranya karena perkataan wanita itu yang sudah keterlaluan namun Joko sontak beranjak dari duduknya.

"Jangan tinggikan suaramu di depan istriku Marni, karena apa yang dikatakan olehnya memang benar!" tegas pria itu membela istrinya.

Tentu saja itu membuat Astuti merasa sangat senang mengingat selama ini pria itu tak suka jika ia mengomentari tetangganya, ini semua pasti karena servisnya tadi subuh meskipun badannya terasa remuk harus mengikuti kemauan pria itu tapi paling tidak ada hasilnya. Tadi subuh suaminya yang entah darimana langsung menariknya ke kamar padahal ia sudah niat untuk berpuasa dan mereka pun melakukan ibadah suami istri sampai pagi dan alhasil ia tidak puasa hari ini.

Suaminya benar-benar perkasa pasti karena mereka sudah lama berpisah belum lagi semalam sempat cekcok karena sertifikat rumahnya yang di pinjam oleh Paijo suami saudara sepupunya tersebut jadi subuh tadi mereka baru sempat melakukannya.

Marni pun langsung menatap Joko, apa pria itu akan mengatakan siapa dirinya kepada istrinya itu? kalau begitu ia pun juga akan mengatakan perbuatan pria itu juga karena semalam ia telah meminta beberapa bukti kepada teman-temannya tidak hanya tentang pria itu namun juga tentang Paijo maupun Rio.

Paling tidak ia memiliki kartu AS mereka agar posisinya aman sampai lebaran tiba nanti dan ia melakukan ini semua semata-mata demi ayahnya karena sang ayah ingin sekali semua anak-anaknya berkumpul bersama saat hari besar itu tiba dan untuk itu meskipun sedang puasa pria itu rela bekerja keras menggarap sawah orang lain agar mendapatkan uang lebih dan istrinya bisa masak enak dan sedikit lebih banyak dari biasanya.

"Tidak semua orang yang terlihat kurang ajar itu benar-benar kurang ajar dan justru orang yang terlihat alim dan agamis bisa saja itu semua untuk menutupi perbuatannya yang penuh dosa," ujar Joko dengan penuh sindiran yang dibungkus sebuah nasihat sok bijak.

"Benar itu mas aku setuju, suamiku memang benar-benar berbakat jadi ustadz." timpal Astuti memuji suaminya karena sepertinya baru kali ini pria itu membelanya di hadapan orang lain apalagi tetangganya itu.

Marni tak ingin lagi berdebat karena pasti akan di dengar oleh tetangganya yang lain belum lagi puasanya juga akan percuma, lalu ia pun memilih untuk menyudahinya dan segera masuk ke dalam rumahnya tak perduli mereka semakin memperoloknya karena dikira ia takut.

"Dia benar-benar lucu ya mas, sudah tahu salah ga mau ngaku." ujar Astuti terkikik sembari menatap suaminya tersebut.

"Benar dek, lain kali tidak usah dekat-dekat dengannya ya biar kamu tidak ketularan bohongnya." nasihat sang suami mengingatkan padahal itu bentuk ketakutan pria itu jika Marni akan membongkar kelakuannya saat di kota dan bisa-bisa istrinya murka lalu tidak hanya mengusirnya tapi juga melaporkannya ke kantornya hingga ia akan dipecat tanpa pesangon.

"Dih ngapain dekat-dekat dengan orang miskin sepertinya mas yang ada kita akan ketularan miskin juga, ya sudah ayo masuk ku buatkan sarapan." ajak wanita itu kemudian sembari menggandeng lengan pria itu meninggalkan halaman rumahnya.

1
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
akhirnya yg indah🥰🥰🥰🥰🥰🥰 ditunggu novel baru nya bg qinan suksees selalu yaaa
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
aduhhhh untung juga ada nek fatimah🥰🥰🥰🥰
⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
akhirnya pda dapat hidayah semuanya🥰🥰🥰🥰
jumirah slavina
terimakasih banyakkkkkkkkk....
karya'mu selalu luar biasa 🥰😘
Sumawita
cerita nya bagus buat inspirasi
jumirah slavina
terimakasih banyak Thorrrrr...
lope kamu banyak-banyak 🥰😘
d'tunggu karya selanjut'y🤗
semangat berkarya My Otorrrrrr ❤❤❤❤
Sumawita
😍😍😍😍😍😍😍
Amel_
makasih kak qinan, walaupun ceritanya wes bubar tapi aku suka cerita yg gak bertele tele , vote Minggu ini buat kado pernikahan marni dan firman 😍
jumirah slavina
hilihhh., ketagihan s' suFirman🤣
jumirah slavina
bener., gimana sih s' suFirman ini

🤣
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
ceritanya di paksa ending keknya, , ,

blm tau nasib nya si joko,,, antusiasme, apakah dia struk, cerai apa gimana 😒😒😒
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜: astuti kenapa jadi antusiasme🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
total 1 replies
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
bisa tobat ternyta Marwan 😂😂😂
cepet skli dapat hidayah kwkwk
momynya Ken
habis mbak marni apa lagi bang qin judulnya.. aku belum dapat notif karya baru nya bang 🙏
Arsyad Algifari.
bang firman yang alim berubah jadi ganas tapi adek suka ... terimakasih juga bang udah menerima adek apa adanya .sampai jumpa di cerita selanjutnya bang qinan . jangan lama" ya nanti adek rindu 🤣🤣🤣
Aprisya
wahhh selamat ya Marni akhirnya kamu hidup bahagia bersama orang dimasa kecil kamu ,,
makasih kak Qinan sukses selalu dan ditunggu karya barunya🥰🥰🥰🥰
Arsyad Algifari.
apa memang karena edisi Ramadhan bang makanya ceritanya sedikit 🙏😁
Arsyad Algifari.
minal aidzin walfaidzin bang .maaf ya atas semua kekhilafan 🙏🙏
ngomong " jangan lama" rehatnya bang ...berasa sepi tau ga baca novel mu😁😁
Arsyad Algifari.
emang sifat para suami begitu kalau di pinta hadiah .tuk pencapaian istri ya pasti jawabannya itu nanti di dalam kamar🤣🤣🤣🤣
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Akhirnya happy ending Marni & Firman
Mohon Maaf Lahir & Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Terima kasih author 🙏🌹
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰zc❖
trimakasih onel dari kisah Marni kita bisa mengambil hikmah, bahwa sebagai manusia biasa , tak patut menghakimi, dan merendahkan orang lain karena karma TK semanis kurma🤭.
di tunggu novel selanjutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!