Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kinan sudah sukses
Kinan merasa memiliki keluarga karena Nara dan orang tuanya sangat baik mereka menganggap Kinan seperti anaknya sendiri. Malam Ini Kinan baru selesai membereskan bekas makan mereka dan Nara dia anteng bersama Lia anak Kinan di kamar. Saat Kinan hendak ke kamar tiba-tiba pintu ada yang mengetuk akhirnya Kinan melangkah menuju pintu dan membuka pintu. Saat pintu di buka Kinan di buat kaget karena yang datang seorang pria yang Kinan tidak kenal.
"Maaf cari siapa ya? " tanya Kinan.
"Nara, " jawab pria itu.
"Oh mbak Nara, dia di kamar abang masuk aja dulu, " ucap Kinan lalu segera memanggil Nara.
"Mbak ada yang cari, " beritahu Kinan saat menghampiri Nara di kamar.
"Siapa? " tanya Nara.
"Gak tau, aku lupa nanya, " jawab Kinan.
"Ya udah aku keluar dulu, " ucap Nara lalu menyerahkan Lia sang anak.
Kinan langsung menidurkan Lia karena dia sudah tidur. Kinan pun keluar bermaksud untuk membuatkan minum buat tamu namun saat keluar Kinan di baut kaget saat melihat Nara menangis dan pria tadi berusaha menenangkan. Kinan pun akhirnya mengurungkan niatnya dia memilih diam di kamar karena gak mau ikut campur urusan Nara.
"Kinan, " panggil Nara dan Kinan pun segera keluar.
"Iya mbak, " jawab Kinan setelah menghampiri Nara.
"Bantu bersihkan kamar yang itu, " ucap Nara menunjuk pintu yang sejak Kinan datang gak pernah di buka.
"Iya mbak, aku ambil seprainya dulu, " balas Kinan dan dia segara ambil barang dia butuhkan.
"Udah mbak, " beritahu Kinan dan Nara dia langsung mendekati pria itu lalu pria itu menyerahkan kunci kemudian Nara mengajak Kinan dan membuka kamar itu.
Kinan sebenarnya bingung kenapa kunci kamar itu ada di pria itu. Kinan pun masuk dan dia kaget saat melihat isi kamar itu karena itu kamar pria dan semakin kaget saat melihat foto Nara menempel di dinding kamar itu.
"Kamu bersihkan dulu, kalau sudah beres nanti kasih tau aja bang Ilham, " ucap Nara dan Kinan sekarang tau siapa pria itu ternyata abang Nya Nara.
Namun selama membereskan kamar Kinan masih di buat bingung dengan banyaknya Foto Nara di kamar itu. Namun Kinan dia lebih memilih segera menyelesaikannya dan setelah selesai dia langsung memberitahu Ilham kalau kamarnya sudah beres di bersihkan.
"Bang kamar nya sudah selesai, " beritahu Kinan.
"Oh makasih ya, " ucap Ilham lalu dia masuk ke kamarnya.
Kinan pun masuk ke kamarnya dan dia kaget saat melihat Nara berada di kamarnya.
"Kamu pasti bingung kenapa di kamar bang Ilham banyak foto aku, " ucap Nara saat Kinan masuk kamar.
"Dia itu awalnya cowok yang aku suka dan mungkin sampai detik ini perasan itu belum sepenuhnya hilang. Namun takdir berkata lain, ternyata dia anak Bunda yang hilang jadi dia abang ku, " beritahu Nara.
"Jadi mbak suka sama bang sendiri?, " kaget Kinan.
"Iya, tapi wajar perasan itu tumbuh karena kita gak ada ikatan darah, aku di rumah ini hanya anak angkat jadi aku bukan adik kandungnya namun cinta ku sama dia harus aku lupakan karena keluarga kami tidak merestui hubungan kami, " lanjut Nara.
"Jadi mbak mutusin buat nikah, namun harus berujung menderita, " ujar Kinan.
"Aku gak mau mengecewakan bunda jadi aku setuju untuk di jodohkan dan bang Ilham dia pergi untuk sekolah namun akhirnya tidak bahagia dan sekarang dia kembali lagi, " balas Nara.
"Sabar mbak, mungkin dia jodoh mbak, makanya dia kembali lagi, " ujar Kinan.
"Entah lah aku gak berharap lebih, " ucap Nara.
"Ayo tidur udah malam, " ajak Nara dia langsung berbaring. Nara tidur di kamar Kinan sejak Kinan melahirkan.
Kinan bangun kesiangan karena semalam sang rewel. Nara dia masih tidur dan Kinan memutuskan untuk keluar dan hendak menyiapkan sarapan namun saat keluar Kinan di buat kaget karena Ilham sudah membuat sarapan.
"Pagi, Nara belum bangun? " tanya Ilham.
"Belum bang, " jawab Kinan.
"Kamu bangunkan sana, sarapan sudah siap! " titah Ilham dan Kinan langsung pergi untuk membangunkan Nara.
Sikap Ilham pada Nara membuat Kinan iri karena Ilham sangat perhatian apa lagi setelah hubungan mereka di restui oleh kedua orang tuanya. Tapi Kinan ikut senang karena akhirnya Nara bisa bersatu dengan orang yang di cintainya.
"Kinan, " panggil Nara saat Kinan sedang sibuk membereskan toko kue milik mereka yang mereka buka.
"Ada apa mbak? " tanya Kinan mendekati Nara.
"Kamu pasti sudah dengar berita aku dan bang Ilham bentar lagi menikah, jawab Nara.
" Iya mbak aku dengar, "balas Kinan.
" Aku cuman mau bilang sama kamu, aku akan kembali lagi ke kota jadi kamu bisa tinggal disini sampai kamu sudah punya tempat tinggal sendiri dan usaha kue ini kamu lanjutkan saja, "ucap Nara.
"Tapi mbak, aku gak enak sama keluarga mbak, " balas Kinan.
"Sebenarnya ini permintaan bunda sama ayah, aku hanya menyampaikan saja, " ujar Nara.
"Makasih lo mbak, " ucap Kinan lalu memeluk Nara.
Namun Kinan hanya bertahan eman bulan karena dia sudah membeli rumah walau kecil tapi setidaknya cukup untuk dirinya dan Lia sang anak. Toko kue pun Kinan pindahkan karena Kinan memilih tinggal di kota lain.
Waktu pun tak terasa kini usia Lia sudah tujuh tahun dan dia sudah mulai sekolah. Kinan tinggal di kota kecil dan usaha kuenya lumayan rame karena sudah banyak yang mengenalnya. Hidup Kinan terasa bahagia walau kadang Kinan harus menghadapi pertanyaan dari sang anak tentang keberadaan ayahnya. sampai saat ini Kinan lebih memilih bungkam tidak memberitahu sang anak siapa ayahnya.
"Mama, " teriak saat pulang sekolah.
"Ada sih Lia? " tanya Kinan sambil menghampiri sang anak.
Lia pun menyerahkan sebuah surat dan Kinan menerimanya lalu membacanya.
"Kamu kenapa berantem lagi? " tanya Kinan setelah membaca surat panggilan dari sekolah.
"Lia kesal aja, terus di katain gak punya ayah, walau memang benar Lia gak punya ayah tapi mereka gak harus ejek Lia terus kan, " jawab Lia membuat Kinan terdiam.
"Lia dengar mama, kamu gak harus pukul mereka cukup kamu balas katain mereka, " nasehat Kinan.
"Lia udah capek ma, " balas Lia lalu beranjak dan pergi meninggalkan Kinan duduk sendiri.
Kinan hanya bisa membuang nafas kasar karena dia sadar tidak bisa menjelaskan semua nya pada Lia.
"Sudah lah mbak, Lia masih kecil belum ngerti, " ucap Susan karyawan kinan.
"Ya udah kita kembali kerja biarkan Lia sendiri dulu, " balas Kinan lalu dia kembali ke dapur untuk melanjutkan pembuatan kue.
Sedangkan Lia dia malah marah-marah di kamar karena kesal pada sang mama.