Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
SELAMAT MEMBACA !!!
Setelah selesai menitipkan semua barang barang berharganya ke Mbok Minah, Sarah mengamati seluruh kamar yang selama ini ditinggali bersama suaminya dia meneteskan air matanya apa salahnya dan apa kekurangan sehingga suami mencari kesenangan diluar dengan wanita lain .
" Mbok kalau seandainya aku pisah sama Mas Arya apa Mbok masih mau bekerja dengan aku Mbok ?" Tanya Sarah yang kelihatan sudah agak tenang dari pas masih di kamarnya .
" Ya Bu, aku akan selalu ikut kemana Ibu pergi lagian kan aku juga sudah nggak ada keluarga Bu ." Balas Mbok Marni .
" Terima kasih ya Mbok masih mau bareng sama aku , setelah aku berpikir aku nggak akan cari rumah di Jakarta lagi Mbok rencananya aku mau cari tempat ke Bandung saja bagaimana Mbok kalau masih disini aku akan selalu ingat dengan Mas Arya Mbok ."
" Terserah Ibu saja saya ikut Ibu tapi mau kapan Ibu cari rumahnya apa langsung ke rumahnya Mbok dulu Bu disana kita tinggal sementara sambil mencari rumah ."
Sarah merenung dengan ucapan Mbok Marni coba untuk akhir pekan ini suaminya alasan lembur lagi nggak kalau dia cari alasan lembur lagi dia akan mengajak Mbok Marni dengan alasan mengajak mereka jalan jalan .
Tanpa terasa kini sudah satu minggu telah berlalu Sarah belum mendapatkan bukti perselingkuhan Suaminya .
" Dik, aku ada tugas dari perusahaan untuk ke kantor cabang Surabaya selama tiga hari mungkin Minggu malam baru sampai rumah ." Ucap Arya ketika lagi sarapan bersama Sarah Istrinya .
" Kok tumben banget Mas, memangnya kamu berangkat sama siapa Mas ?" Penasaran Sarah soalnya selama ini suaminya belum pernah pergi keluar kota .
" Bersama devisi keuangan Dik, Kamu jangan khawatir nanti disana aku akan selalu kasih kabar sama Kamu , Ya sudah aku akan berangkat kerja dulu ya nanti malam aku pulang mengambil baju dan tolong siapkan baju kerja untuk dua hari Dik."
Tanpa curiga sama sekali Sarah menganggukan kepalanya Arya tersenyum.
" Ini kesempatan aku mengajak Mbok sama Vania ke Bandung untuk mencari tempat tinggal untuk mereka ." Batin Sarah langsung masuk ke dalam rumahnya .
" Mbok, besok kita ke Bandung ya cari rumah buat kita .Mas Arya katanya mau ke Surabaya untuk urusan perusahaan di perusahaan cabang Mbok dan pulangnya minggu malam , Ini kesempatan kita Mbok !" Seru Sarah memanggil Mbok yang lagi membereskan piringnya untuk sarapan tadi .
" Kok tumben Bu , Bapak ada acara perusahaan Bu selama aku kerja disini Bapak belum pernah ada acara perusahaan kecuali yang di perusahaan ini ?" Ucap Mbok Marni.
" Biarin saja Mbok, Mungkin sebelum kita ke Bandung aku akan mampir ke perusahaan mencari tau apakah benar dia pergi untuk perusahaan atau untuk yang lain ." Ucap Sarah yang sekarang sudah tegar kalau membahas suaminya .
Sore harinya Arya sudah sampai di rumah dia ingin mengambil bajunya dan akan langsung pergi karena jadwal penerbangannya jam lima enam malam .
Dia langsung ke kamar untuk mandi sedangkan Sarah berada di halaman belakang rumahnya .
" Dik, aku pergi dulu ya karena jadwal pesawatnya jam enam . Aku langsung berangkat Dik, Vania sini Nak Papa pergi kerja dulu ya Nak baik baik dirumah jangan rewel dan nurut sama Mama ."
Vania cuma menganggukan kepalanya dia seakan tau kalau Papanya sekarang sudah berubah nggak seperti dulu yang selalu meluang waktu untuknya .
Arya membawa mobilnya karena dia harus menjemput Mutia ke kontrakannya dulu sebelum ke Bandara . Arya sekarang sudah dibutakan dengan cinta melupakan wanita yang menemaninya dari nol .
Tin tin tin Arya membunyikan klakson mobilnya tidak lama muncullah Mutia dengan koper kecil ditangannya .
" Mas !" Seru Mutia langsung masuk ke mobil Arya mereka saling memeluk didalam mobil .
" Mas memang Istri kamu nggak curiga ya Mas kalau kita mau liburan bukan untuk urusan pekerjaan ?" Tanya Mutia senang dia sudah berhasil memikat sang atasannya sendiri dengan modal badan yang sexi dan montok .
" Ya nggak lah dia itu kan taunya di rumah mana tau untuk urusan begituan ." Balas Arya sambil tangan satunya mengusap pupunya Mutia .
Jangan salah kamu Arya kalau orang yang pendiam sudah beraksi kamu pasti akan berlutut di depannya hahahaha ....
Keesokan harinya Sarah, Mbok Marni sama Vania sudah bersiap untuk pergi le Bandung dan sebelum kesana dia akan mampir ke Perusahaan tempat suaminya pergi dia cuma ingin memastikannya saja .
Sampainya di depan lobby perusahaannya Sarah turun dari mobilnya dan langsung ke Resepsionis .
" Maaf Bu apa ada yang bisa saya bantu ?" Tanya seorang Resepsionis .
" Ya Mbak, apa Saya bisa ketemu sama Bu Rena dari Devisi keuangan Mbak ?" Tanya Sarah kepada Resepsionis .
" Sebentar ya Bu akan saya tanyakan dulu ke Bu Rena apakah bisa turun kesini untuk menemui Ibu siapa ya Bu ?"
" Nama saya Sarah Mbak, Bilang saja saya Istrinya Pak Arya manager keuangan ingin bertemu dengannya ." Balas Sarah sambil tersenyum .
Akhirnya Resepsionis menghubungi Rena melalui sambungan telpon diruangan Devisi keuangan .
" Siapa Ren ?" Tanya salah satu temannya di Devisi keuangan .
" Katanya sih Istrinya Pak Arya lho katanya Pak Arya kemarin bilangnya izin sama pihak Hrd kalau ada acara keluarga tapi kenapa Istrinya mencari aku ya Mel ." Jawab Rena .
" Ya sudah turun saja dulu temui Istrinya Pak Arya siapa tau memang ada yang mau dibicarain sama Kamu Ren ."
Akhirnya Rena berjalan menuju lift untuk turun ke lobby perusahaannya . Sampainya di lobby perusahan dia mencari Sarah istrinya Pak Arya .
" Maaf Bu ada apa ya mencari saya ?" Tanya Rena ketika sudah sampai di dekat Sarah .
" Mbak Rena maaf sebelumnya saya cuma mau tanya apa devisi keuangan ada kunjungan ke Perusahaan cabang Mbak ?"
" Maksudnya bagaimana ya Bu Sarah ?" Rena pura pura bertanya kalau takut salah menjawabnya karena setaunya Pak Arya izin karena ada acara keluarga tapi kok istrinya ada dihadapannya .
" Begini Mbak Rena saya cuma ingin memastikan saja kalau Pak Arya benar benar ada kunjungan ke perusahaan cabang yang di Surabaya dan katanya lagi sama dua karyawan dari devisi keuangan juga ." Balas Sarah .
" Maaf ya Bu Sarah seandainya saya salah jawab dan saya minta tolong jangan disampaikan sama Pak Arya ya Bu . Sebenarnya Pak Arya kemarin izin katanya mau ada acara keluarga gitu Bu terus dari pihak devisi nggak ada yang ke Surabaya kecuali sekertarisnya Pak Arya yang juga izin sudah dari dua hari malahan Bu kalau soal kunjungan ke Surabaya maaf nggak ada Bu Sarah ."
" Siapa yang kunjungan ke Surabaya Rena ?" Tanya seseorang yang baru datang dan mendengar cerita Sarah .