NovelToon NovelToon
Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Dikira Musibah, Nyatanya Berkah.

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta setelah menikah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

Mutiara mengira kalau dikhianati oleh kekasihnya adalah hal yang terburuk di dalam hidupnya, musibah yang akan membuat di hidupnya terpuruk. Namun, ternyata hal itu merupakan berkah di dalam hidupnya.

"Kenapa kamu tega, Fajar? Kenapa aku hanya dijadikan lelucon saja di dalam hubungan kita ini?"

Bagaimana kehidupan Mutiara selanjutnya?

Kuy baca, jangan lupa kasih komen yang baik jika suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMNB 27

Pintu kaca terbuka dengan suara dentum halus yang berwibawa. Sam masuk dan berdiri di balik meja kerja Arkan, wajahnya tegang, jemarinya mengetuk-ngetuk map kulit di hadapannya.

​"Maaf mengganggu, Tuan. Pihak Pramudya Grup meminta pertemuan tatap muka. Selama anda di luar negeri, aku yang menangani mereka. Tapi sekarang anda sudah datang, urusan ini saya serahkan kepada anda."

​Arkan membenarkan letak kancing jasnya, sorot matanya dingin. "Kenapa harus aku? Bukannya selama ini kontraknya sudah berjalan lancar?"

"Itu karena singa tua mereka sudah turun takhta," Sam menyimpan sebuah profil singkat ke atas meja. "Abidzar Pramudya. Putra mahkota mereka resmi memegang kendali. Dia ingin melihat dengan siapa dia bekerja sama. Aku sudah menyiapkan berkasnya, anda bisa langsung berangkat."

"Baiklah, kami akan pergi. Kamu urus dulu pekerjaan di perusahaan selama aku pergi," ujar Arkan.

Arkan langsung mengambil berkas yang diberikan oleh Sam, setelah itu dia mengajak istrinya untuk pergi ke perusahaan Pramudya.

Saat tiba di sana, mereka langsung disambut hangat oleh asisten pribadi dari Abidzar Pramudya. Lalu, mereka dituntun untuk masuk ke dalam ruang meeting.

Namun, ketika hendak masuk ke dalam ruang meeting, Mutiara merasa kebelet pipis dan dia meminta izin untuk ke toilet terlebih dahulu.

Asisten dari Abidzar langsung menunjukkan di mana toilet berada, setelah itu Mutiara pergi sendiri, sedangkan Arkan dan asisten Abidzar langsung masuk ke dalam ruang meeting.

​Saat Arkan masuk ke dalam ruang meeting, dia bisa melihat kalau di sana ada seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun sedang duduk dengan santai. Bahkan terlalu santai untuk ukuran pemimpin perusahaan.

"Selamat datang, Tuan Arkan. Senang bisa bertemu langsung dengan anda," ujar Abidzar sambil mengulurkan tangannya.

"Saya juga senang bisa bertemu dengan anda," jawab Arkan sambil membalas uluran tangan Arkan.

"Maaf kalau saya mengganggu waktu anda untuk bertemu, saya hanya ingin berkenalan dengan setiap orang yang bekerja sama dengan perusahaan Pramudya."

"Tidak apa-apa, perusahaan anda sudah memberikan keuntungan begitu banyak untuk perusahaan kami. Tentu saja kami bersedia untuk datang," jawab Arkan.

"Saya sangat senang karena kerjasama selalu lancar, oiya. Bagaimana dengan project baru kita?"

Arkan menyodorkan berkas yang sudah disiapkan oleh Sam, Abidzar menerima berkas itu dari tangan Arkan, saat dia ingin melihat berkas itu, Mutiara datang dan langsung duduk di dekat Arkan.

"Ini adalah sekretaris saya, namanya Mutiara."

Karena ini adalah urusan pekerjaan, Arkan memperkenalkan Mutiara sebagai sekretarisnya. Abidzar langsung bersalaman dengan Mutiara, tatapan matanya terus saja tertuju pada wanita yang lebih tua 2 tahun dari dirinya itu.

Penampilan Mutiara terlihat sederhana, hanya memakai kemeja panjang berwarna putih dipadupadankan dengan celana bahan dengan warna yang sama.

Riasan wajahnya tidak mencolok, tetapi terlihat sangat elegan karena Abidzar tahu kalau baju yang dipakai oleh wanita itu merupakan baju bermerk.

Setelah berkenalan dengan Mutiara, mereka kembali duduk. Arkan memperingatkan pria itu untuk melihat berkas yang sudah dia berikan.

"Silakan diperiksa berkas yang sudah kami siapkan."

​Namun, alih-alih menatap berkas di tangannya, mata Abidzar malah terkunci rapat pada satu titik, yaitu Mutiara.

​Arkan berdehem keras, tetapi Abidzar bergeming. Pemuda itu menopang dagunya dengan kedua tangannya, matanya menelusuri setiap garis wajah Mutiara dengan intensitas yang tidak sopan menurut Arkan.

Arkan tentunya tidak tahan lagi karena pria itu malah terus saja menatap istrinya, bukan membahas masalah pekerjaan. Karena tujuan mereka ke sana tentunya untuk membahas tentang kerjasama.

​"Tuan Abidzar," tegur Arkan dengab suaranya yang rendah, tapi penuh ancaman yang tertahan. "Berkas yang saya berikan ada di tangan anda, bukan di wajah sekretaris saya."

​Abidzar tersentak kecil, lalu dia tersenyum tipis tanpa rasa bersalah.

"Maaf. Mari kita bahas tentang kerja sama di antara kedua perusahaan."

Akhirnya Arkan dan juga Abidzar membahas kerjasama, kedua pihak begitu serius membicarakan masalah pekerjaan tersebut. Walaupun memang sesekali Abidzar akan tetap mencuri pandang kepada Mutiara.

Kalau saja di antara mereka tidak terjalin kerjasama yang sudah lama, Arkan pasti akan membatalkan kerjasamanya dengan Abidzar. Arkan merasa tidak enak hati kalau misalkan harus memutuskan kerjasama di antara dua perusahaan tersebut.

Tidak enak hati kepada sang pemilik lama, jadi dia menahan rasa amarah dan cemburunya karena pria itu terus saja menatap istrinya.

​Begitu pena terakhir digoreskan di atas kertas kontrak, Arkan tidak langsung berdiri. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah pria muda itu, lalu dia menatap Abidzar dengan mata menyipit.

​"Ada satu hal yang belum aku kasih tahu, Tuan Abidzar," ujar Arkan tajam.

​Abidzar menaikkan satu alisnya. "Apa itu?"

​"Mutiara bukan hanya sekretaris saya. Dia istri saya. Jadi, simpan keinginan anda di dalam saku, atau kita akan punya masalah besar di luar urusan bisnis."

​Ruangan mendadak hening. Mutiara menyentuh lengan Arkan, mencoba meredam amarah suaminya. Abidzar tertegun, lalu dia tertawa kecil yang terdengar hambar.

​"Anda salah paham, Tuan Arkan," ucap Abidzar pelan, matanya kembali melirik Mutiara dengan tatapan yang sulit diartikan. Bukan napsu, melainkan kebingungan. "Saya minta maaf jika itu membuat anda tidak nyaman. Saya tidak tertarik pada istri anda, hanya saja---"

​Abidzar menggantung kalimatnya, menatap Mutiara sekali lagi. Dia memastikan wajah itu sekali lagi.

"Hanya saja apa?" tanya Arkan tak sabar.

"Wajah istri anda itu sangat familiar, saya merasa seperti sedang melihat orang itu dalam istri anda, tapi dalam versi wanita. Benar-benar sangat mirip sekali," jawab Abidzar.

"Benarkah?"

"Tentu saja benar, maaf saya ucapkan sekali lagi."

"Ya, karena urusan pekerjaan sudah selesai kami pamit undur diri."

​Arkan menarik Mutiara pergi tanpa sepatah kata pun. saat sampai di dalam mobil, keheningan terasa menyiksa. Arkan merasa ada sesuatu yang tidak beres, sementara Mutiara hanya diam menatap jalanan.

Cukup lama mereka berada di dalam suasana itu, hingga beberapa saat kemudian Arkan mulai berbicara.

"Apa kamu sebelumnya pernah bertemu dengan dia?"

1
stela aza
itu pas lagi ngmng di rekam g tue ,,, bisa jadi bukti akurat kalau di rekam
isnaini naini
nah kan ...fjr yg mnghrp kmatian arkan...
stela aza
kenapa g ngawasin si anak pungut udh tau curiga aturan harus bisa lebih hati2 lagi sama si pungut itu ,,, gemes bgt deh ,,, gunakan uangmu biar tau pelaku sebenarnya,,, kurang keren si Arkan ,,,, g kaya CEO2 lain yg tokcer ,, ceritanya trus pinter ya g ketulungan
stela aza
bodoh bgt sie Arkan masa g inget abis di kasih makan sama anak pungut langsung begitu keadaannya masa g g curiga sie ,,, bodohnya g ketulungan,,,🤦
stela aza
kayanya anak pungut yg hilang kendali
isnaini naini
siapa dlng nya thor...fajar ta...emang dsr anak pungut tk tau diri
stela aza
emang di rumah s Arkan g ada cctv lama2 s fajar nggilani ,,, aturan mutiara ngmng sama Arkan kalau dia mau di lecehin sama anak pungutnya biar fajar di kasih pelajaran syukuy2 kasih tau kalau dia cuma anak pungut biar stok terapi 🤦
Wiwi Sukaesih
tenang Arkan it bapak mertua kamu 😁
stela aza
akhirnya bentar lagi ketemu keluarganya
stela aza
dasar bodoh
isnaini naini
nah itu tau...baru nyadar pak..yg km pilih batu kali...
isnaini naini
ksihn amat alice..preman aj gak doyan ...
isnaini naini
jngn2 alice main sm porter kereta...krna gk thn...
Anita Rahayu
Buat alice di penjara da di siksa di sel yg penghuninya korban pelakor thor pasti kena mental👍👍👍👍
isnaini naini
telat pak nyeselnya....
evi solina
pernikahan kok di buat mainan dosa loh
evi solina
move on itu harus elegan bikin goyang perusahaan nya, bukan dgn cara mabok
evi solina
mundu mut harga diri injak kok mau aja, laki pengecut begitu
evi solina
laki pecundang jgn di percaya
sakura
....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!