seorang gadis cantik pekerja keras,dia rela membanting tulang tanpa kenal lelah. Sampai merelakan diri untuk tidak melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah hanya untuk membantu orang tuanya,serta demi membiayai pendidikan kakak dan adiknya. kekasihnya seorang PNS muda disebuah kantor kecamatan di kota itu. mereka berdua menjalin hubungan sudah menginjak usia 8 tahun lamanya dan berencana untuk melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang yang lebih serius,yaitu sebuah pernikahan. Tetapi apa yang ia dapati justru sebuah penghianatan dari sang kekasih dan kakak kandungnya sendiri,serta kedua orang tuanya pun turut campur dalam perselingkuhan tersebut.Di hari bahagianya malah menyaksikan kakaknya bersanding dengan lelaki yang sangat ia cintai. Mampukah ia menerima sebuah penghianatan ini??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon janda#hot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Pagi hari Lily tetap merasakan suasana seperti semalam,apalagi hari ini Eca mendapat jatah libur dan suaminya belum bangun.
"Pak,aku berangkat dulu yah. Oh iya pak nanti sore aku ijin pulangnya agak telat,soalnya mau pergi sama Sinta," ucap Lily setelah menyelesaikan sarapannya.
"Emangnya kamu mau kemana li?" Tanya pak Erwin.
"Gini pak,kemarin kita dapat undangan acara kumpul keluarga," jawab Lily.
"Undangan kemana li? Acara keluarga siapa yang mau kalian hadiri?" Tanya pak Erwin lagi.
"ini pak,kemarin ibunya mas Dirga yang mengundang pak ada acara di rumahnya," jawab Lily.
"Lah kamu kenal sama ibunya nak Dirga?" Tanya pak Erwin.
"Iya pak Lily kenal kok, ibunya mas Dirga itu langganan tetap di toko aku,nanti aku sama Sinta ko pak," jawab Lily.
"Ya udah kalau gitu, kalau acaranya udah selesai langsung pulang yah," ucap pak Erwin.
"Aku berangkat dulu Pak,Bu," ucap Lily berpamitan.
"Assalamualaikum," ucap Lily.
"Walaikumsalam," jawab ibu dan bapaknya serentak.
Di toko Lily dan sinta sedang bersiap-siap untuk menuju ke rumah Bu Sri.
"Li,kita bawa paa ya kesana?" Tanya Sinta.
"Bagaimana kalau bawa buah aja sin,kalau nggak kue basah kalau kue keringkan nggak enaklah sama Bu Sri itu kan jualan kita," ucap Lily.
"Kalau gitu yuk kita berangkat keburu telat,nanti kita mampir ke kost gue dulu buat ganti pakaian," ajak Sinta.
Mereka membawa motor masing-masing,memang berniat membersihkan diri dulu di kost Sinta yang memang searah dengan rumah Bu Sri.
Setelah selesai membersihkan diri dan bersiap-siap mereka pun berangkat dengan menggunakan satu motor agar tidak repot nantinya.
Saat sampai di depan rumah Bu Sri mereka di perbolehkan masuk oleh satpam yang sebelumnya sudah di beritahu tentang kedatangan mereka oleh Bu Sri.
Saat memasuki halaman rumah mereka melihat jejeran mobil mewah yang harganya mahal,hal itu membuat nyali mereka berdua sedikit menciut.
"Sin, gimana ini kok gue ngerasa nggak nyaman yah, belum juga masuk rumah Bu Sri apa lagi nanti kita udah di dalam yah," ucap Lily merasa gugup.
"Iya li gue juga gitu, tau kaya gini kemarin gue tolak aja yah,kita nggak perlu minder kaya gini," ucap Sinta yang merasakan hal yang sama.
"Lily," sapa seseorang yang menghentikan pembicaraan antara Lily dan Sinta.
"Mas Edo," ucap Lily.
"Li kamu disini juga, ada keperluan apa disini?" Tanya Edo yang bingung kenapa Lily bisa ada di rumah Dirga.
Lily baru ingat kalau mas Edo masih memiliki hubungan keluarga dengan Dirga jadi dia pun pasti hadir dalam acara kumpul keluarga ini.
"Emmm Mas Edo,kamu berdua di undang sama Bu Sri," jawab Lily pelan.
"Beneran Tante Sri yang ngundang?" Tanya Edo memastikan,dia juga merasa heran kenapa Lily di perlakukan baik oleh tantenya yang terkenal judes oleh sebagian saudara nya, tapi bagaimana bisa akrab dengan dua wanita di hadapannya ini.
"Iya mas, Bu Sri langganan di toko kami," Jawab Lily.
Edo pun tampak berpikir keras,dia rasa tidak sesederhana itu tidak mungkin tantenya menganggap hubungannya dengan Lily hanya sebatas penjual dan pembeli tetapi yang sebenarnya terjadi Tantenya menyukai Lily,ah jalan Dirga untuk bersama wanita ini sepertinya akan mudah.
"Kalau gitu ayo masuk ngapain kalian di luar," ujar Edo.
"Kami malu mas, gimana kalau mas Edo sampaikan permintaan maaf kami berdua dan tolong kasihkan ini ke pada Bu Sri, kami berdua nggak bisa Dateng karena ada urusan lain," ucap Lily. Ya sepertinya ini lebih baik dari pada dia malu di dalam sana.
"Sorry li, gue nggak bisa soalnya kalian berdua itu tamu nya Tante Sri, apa lagi lu berdua udah disini pasti satpam di depan sudah mengkonfirmasi dulu sama Tante Sri," ucap Edo sedikit berbohong dia hanya ingin melihat apa yang akan terjadi di dalam nanti.
"Masuk bareng gue aja li, tenang aja selama ada Tante Sri lu berdua bakal aman di dalem percaya deh sama gue," ucap Edo meyakinkan Lily dan Sinta.
"Iya mas," ucap Lily pasrah.
Mereka berdua pun masuk bersama dengan Edo,tapi ada untungnya juga mereka bertemu dengan Edo hal itu membuat mereka tidak terlalu canggung.
Saat masuk ke dalam ruang keluarga yang sangat besar itu sudah ramai dengan orang yang berkumpul dan dari penampilan mereka membuat Lily dan Sinta semakin merasa rendah diri.
"Siapa itu yang datang sama kamu di?" Tanya salah satu wanita seusia Bu Sri.
"Oh ini tan, mereka tamunya Tante Sri," ucap Edo yang membuat mereka semua saling berpandangan heran.
"Lily, Sinta kalian udah Dateng yah," ucap Bu Sri dari arah belakang.
"Iya Bu," ucap Lily dan Sinta lalu menyalami Bu Sri dengan sopan.
"Memangnya siapa mereka mba Sri?" tanya wanita itu yang mendang Lily dan Sinta remeh.
"Oh ini kenalanku Lin, sengaja aku ajak ikut kumpul sama kita," ucap Bu Sri yang tidak suka dengan ipar suaminya ini karena mulutnya suka merendahkan orang lain.
"Kok mba Sri, mengajak orang lain ke acara kumpul keluarga kita sih," ucap wanita itu yang bernama Lina.
"Lah kenapa emangnya, kamu aja selalu bawa pacar anakmu itu kemanapun kalau kita lagi kumpul keluarga dia juga kan bukan bagian dari keluarga kita, aku yang tuan rumah ngerasa repot kok," ucap Bu Sri sewot.
"Nita ini kan pacarnya Dirly mba dan Meraka akan segera menikah jadi bedalah sama mereka berdua," ucap Lina tidak mau kalah.
"Baru juga akan menikah belum tentu jadi juga, dan mereka berdua ini sudah saya anggep seperti anak sendiri, jadi mana yang lebih pantas pacar atau dianggap anak," ucap Bu Sri yang mulai tersulut emosi.
"Bu, maaf kalau kedatangan kami berdua mengganggu atau membuat keluarga ibu tidak nyaman, sebaiknya kami berdua pamit pulang saja Bu. Terima kasih sudah mengundang kami," ucap Lily pelan,dia tidak mau kehadiran mereka berdua membuat orang lain tidak nyaman.
"udah-udah kalian ini,kamu juga Lin suka-suka Sri lah mau ngundang siapa,bukannya kita juga gitu yah kalau jadi tuan rumah pasti ngundang teman atau saudara lainnya," Ucap seseorang wanita yang usianya lebih tua dari Bu Sri namun memiliki wajah yang terlihat lembut.
"Nah dengar tuh kata mba Ratna," ucap Bu Sri yang memang menyukai ipar nya yang satu ini. "Sudah li, kamu sama Sinta duduk aja disitu anggep rumah sendiri,kalau ada yang julid jangan di dengerin anggap aja setan yang lewat," ucap Bu Sri menyindir Bu Lina.
Lily semakin merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah keluarga ini.
Pak Pratama yang duduk bersama para lelaki bersama adik-adiknya termaksud suami dari Bu Lina. Mereka hanya bisa melihat kejadian itu dengan diam dan pandangan pak Pratama hanya tertuju kepada Lily,gadis yang di sukai oleh putranya itu mampu bersikap tenang dan tetap sopan walau sudah di sindir oleh iparnya.
"Istrimu semakin hari semakin kurang ajar Hen," ucap pak Pratama tenang.
"Maaf mas," ucap Hendra menahan malu. Abangnya ini tidak pernah banyak bicara tetapi sekalinya ia bicara mereka akan diam dan hanya mendengarkan, ia mengakui memang istrinya susah untuk di bilangin agar bisa menjaga mulutnya.
"Hai kalian udah kumpul semua yah!" Teriak seorang wanita dan saat mereka melihatnya yang datang adalah Nindi adik bungsu dari pak Pratama.
"Kamu baru datang nin?" Tanya mba Ratna.
"Iya mba, aku dari rumah sakit. Papa sama mama belum dateng nih?" tanya Nindi mengedarkan pandangan.
"Belum, lagi di jalan," jawab Ratna.
Nindi pun berhenti pada satu titik dan dia mengenali wajah tersebut yang bukan bagian dari keluarganya.
"Lily, Sinta kalian juga disini!" ucap Nindi heboh berjalan mendekati Lily dan Sinta.
"Eh mba Nindi juga disini?" Tanya Lily, dia kaget melihat Nindi di rumah Bu Sri.
"Kan ini rumah Abang aku, kalian berdua ngapain di sini?" tanya Nindi.
Orang-orang yang melihat Nindi akrab dengan Lily merasa aneh karena Nindi walaupun ceria tapi dia susah untuk di dekati, apa lagi keponakan mereka yang usianya diatas nindi dan sepantaran dengannya sangat susah untuk mengakrabkan diri dengan Nindi.
klu hatiu da busik susah lihat lily bahagia..semangaat lily smg kamu bahagia..
aku menunggu up nya mu ...
ceritanya bagus kok sepi ya yg baca
tenang nanti lily akan lb bahagia
..
aura lily aura baik ya otomatis aura keberuntungan lily juga baik..
makin seru...
lanjut kak
ngakak berjamaah nggak sih ....😂😂