NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5. bukan simbok

Nadira dan Elsa tengah tidur di kamar setelah menyelesaikan novel mereka tadi. Sebelum tidur, Nadira tak lupa untuk mengambil wudhu. Itu ia lakukan sejak SMP karena kata sang ayah, wudhu bisa menjaga kita saat kita sedang tidur, malaikat akan mendo'akan kita.

namun, kebiasaan Nadira itu justru melindunginya juga dari gangguan makhluk tak kasat mata. Jika ada makhluk yang usil maka tidak akan bisa mendekatinya karena air wudhu Nadira membuat mereka terbakar

"dia selalu berwudhu, bagaimana caranya aku mendekatinya" ucap sosok yang melayang di depan jendela kamar Nadira

"dia wudhu karena kebiasaannya, mungkin kita bisa mendekatinya jika sudah siang" ucap satu sosok lagi yang duduk didahan pohon

"heh setan! Tolong kau sadar diri ya. Kita ini setan bagaimana bisa keluar saat siang!" bentak sosok yang di depan jendela

"oh iya ya, kalo siang kita nggak bisa keluar. Terus gimana lah?" tanya sosok yang di dahan kayu itu

"dasar setan suka lupa diri" rutuk temannya

"heh kau pun setan ya! Ngatain aku setan. Setan kok teriak setan" balasnya

Hihihi

Elsa tersentak ketika mendengar suara seseorang tertawa nyaring. Ia menoleh ke arah Nadira yang tertidur pulas

"ih itu tadi apa ya? Masa aku salah denger sih" gumam Elsa

Ia merasa merinding dan cepat-cepat menyelimuti dirinya dari kaki hingga kepala dengan selimut yang dipakai Nadira

"emhh kenapa sih Sa?" tanya Nadira yang tidurnya terusik karena ulah Elsa

"ada suara orang ketawa Nad" ucap Elsa gemetar

"nggak ada suara apa-apa kok, kamu mimpi kali" ucap Nadira yang kembali memejamkan matanya

"kamu sih ketawa kenceng banget" ucap sosok yang bersembunyi di balik pohon

"heh namanya juga setan suka khilaf" ucap sosok yang dijendela tadi kini sembunyi di balik tembok

"setan mana ada yang khilaf, adanya sengaja!" ucap temannya yang di pohon

"ini ngapain ngumpet disini? Kan dia nggak bisa liat kita" sosok yang dibalik pohon menyadari kebodohan mereka

"ah kamu aja kok kita sih, aku cuma mau pindah aja kesini" sosok yang di balik tembok beralasan

"alasan! Lebih baik kita pergi dulu nanti ketahuan si tua" ucap sosok dipohon

mereka pun hilang dari sana karena takut dengan seseorang yang mereka panggil "si tua"

Saat subuh, Nadira terbangun dan melakukan sholat subuh. Tak lupa ia mengajak Elsa untuk beribadah

"kok perasaan udah seminggu disini nggak pernah liat simbok sholat ya Sa?" tanya Nadira

"lah iya, apa emang kita aja yang nggak ngeliat?" tanya Elsa

"mungkin sih, tapi aku kayak aneh gitu liat dia" ucap Nadira pelan

"aneh gimana Nad?" tanya Elsa

"simbok kayak bukan simbok yang dulu" kata Nadira sambil berbisik

"hah?! maksud kamu itu orang lain yang nyamar?!" Elsa terkejut

"bukan nyamar sih...lebih ke-"

Tok tok tok

Nadira dan Elsa serempak menoleh ke arah pintu kamar yang diketuk dari luar

"nduk, mbok sudah masak. Ayok sarapan" ujar simbok

"iya mbok sebentar" sahut Nadira dari dalam

"Nad, kan nggak sopan bicara sama orang tua nggak buka pintu" tegur Elsa

"Syuutttt" Nadira mengode Elsa agar diam

"kita perlu waspada Sa! ini masih subuh dan simbok nyuruh kita sarapan? Nggak biasanya" ucap Nadira

"yah, mungkin kebetulan simbok masaknya agak cepet" ujar Elsa yang masih berpikir positif

tidak dengan Nadira, gadis itu sangat peka dengan orang-orang sekelilingnya dan hal ghaib. Nadira merasa ada yang tidak beres dengan rumah. Ia juga belum sempat melihat-lihat rumah ini. Ada berapa kamar, berapa ruangan dan apa yang ada di gudang belakang rumah.

"sepertinya aku memang harus hati-hati, rumah ini sangat suram walaupun aku belum pernah bertemu dengan sosok ghaib disini"

Nadira dan Elsa keluar kamar dan langsung menuju keruang makan. disana simbok tengah menghidangkan makanan di atas meja dengan gerakan perlahan.

"waahh enak-enak ini masakan simbok. Ada ayam, udang, eh ada spageti juga? Simbok tau aja resep spageti gini" oceh Elsa sambil memperhatikan makanan yang dihidangkan

sedangkan Nadira tampak memperhatikan simbok yang hanya diam saja. Pandangannya pun kosong.

"kenapa dengan simbok?" batin Nadira

"makanlah sebelum hidangan utama untuk tuan" ucap Simbok yang Elsa pikir agak melantur

"apaan sih simbok, tuan-tuan segala kan disini cuma kami berdua"ucap Elsa terkekeh

"Elsa jangan!!!" Nadira menepis tangan Elsa yang menyendokkan makanan kemulutnya hingga sendok yang berisi spageti itu jatuh kelantai

"Nadira apaan sih kamu?" Elsa kesal karena tiba-tiba saja Nadira menepis tangannya

"lihatlah itu!" Nadira menunjuk kearah spageti dan makanan yang lain

"hah!! bagaimana bisa jadi kayak gitu?!" Elsa terkejut bukan main melihat semua makanan di meja berubah menjadi hal yang menjijikkan serta mengerikan

yang ia anggap spageti tadi ternyata cacing yang menumpuk dan masih menggeliat kesana kemari dan ayam yang merek lihat tadi adalah sebuah kepala kerbau yang masih berlumuran darah yang sangat amis

Aaaghhhhh

Hehehe hihihihi

Simbok Minah tertawa dengan kepala yang menunduk, perlahan tubuh rentanya berubah menjadi sangat kurus dan lusuh, serta rambut yang acak-acakan

"sing ditandhani wis teka lan sing dipilih akhire teka hihihi"

Nadira langsung menarik tangan Elsa yang masih terpaku menatap sosok didepan mereka.

Nadira dan Elsa berlari menuju ke pintu keluar, namun pintu itu terkunci dan tidak bisa dibuka, sedangkan sosok yang menyerupai simbok tadi masih mengejar mereka

"Nad, kok setan udah lewat subuh gini masih muncul sih apa kesiangan?" tanya Elsa

Nadira yang sedang panik pun dengan reflek menepuk punggung sahabatnya itu

"kamu ya lagi panik gini malah nanyain pertanyaan konyol gitu, ini loh bantuin buka pintunya!" Nadira mengira jika Elsa yang sedari tadi diam karena takut tapi malah kepikiran setan kesiangan

hihihi

Ndukk...kemarilaahh hihihi

Getih maniss... hihihi

Bruaakkkk!!!!!!

Nadiraa!!!

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!