NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara 2

Kultivator Pengembara 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan novel kultivator pengembara

Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.

Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Tangguh juga

​Meskipun tubuhnya bersimbah darah dan napasnya terasa panas, Jian Feng tidak menunjukkan raut ketakutan.

Ia justru menyeringai tipis, sebuah ekspresi yang tampak sangat kontras dengan luka parah di wajahnya.

​"Apa kau tahu kenapa aku tidak takut melawan kultivator atau makhluk yang memiliki ranah lebih tinggi ataupun lebih kuat dariku?" gumam Jian Feng dengan langkah santai yang beradu dengan suara retakan kayu di bawah kakinya.

​Ia menggerakkan tangannya ke arah cincin dimensi. Detik berikutnya, udara di sekelilingnya bergetar hebat.

Sebuah Palu Raksasa Penghancur Bintang muncul di tangan kanannya, sementara di belakang punggungnya, puluhan pedang terbang keluar, membentuk lingkaran logam yang berdengung tajam.

​"Jawabannya adalah karena aku memiliki artefak yang banyak dan kuat!"

​Jian Feng melompat, kakinya berpijak pada salah satu pedang terbang yang melesat maju sebagai tumpuan. Ia meluncur di udara seperti kilat hitam.

​Monster tangan banyak itu menggeram, mengerahkan ratusan lengannya untuk menangkap mangsa kecil yang berisik ini. Namun, Jian Feng bergerak dengan presisi yang gila.

​BUMMM! BUMMM!

​Palu raksasanya menghantam tangan-tangan yang mencoba mencengkeramnya, menghancurkan tulang dan daging monster itu hingga hancur menjadi bubur darah. Sambil tetap melayang, Jian Feng mengibaskan tangan kirinya ke depan.

​"Serang dia!"

​Puluhan pedang terbang itu melesat secepat peluru, menusuk dan menyayat tubuh gumpalan daging monster tersebut. Namun, makhluk itu memiliki ketahanan yang mengerikan.

Dengan lambaian tangan-tangan besarnya, ia berhasil menangkap beberapa pedang terbang dan meremukkannya hingga menjadi serpihan logam.

​"Kuat juga kau," desis Jian Feng. Ia memacu energinya, terbang semakin tinggi menembus kabut asap, bahkan sampai melampaui awan yang menggantung rendah.

​Di titik tertinggi, Jian Feng memutar tubuhnya. Gravitasi dan energi petir menyatu dalam satu serangan jatuh yang mematikan. Ia menggenggam palu besarnya dengan kedua tangan, seluruh otot lengannya menegang.

​"Ini untuk setiap nyawa yang kau bunuh!"

​Jian Feng jatuh seperti meteor emas. Palu itu menghantam kepala monster tersebut dengan daya ledak yang luar biasa.

​DUARRRRRR!

​Darah hitam menyembur ke segala arah, membasahi jalanan kota. Tanah di bawah monster itu retak hingga membentuk kawah besar.

Namun, pemandangan berikutnya membuat jantung Jian Feng berdegup kencang. Tangan-tangan monster itu tiba-tiba mencengkeram kepala palu raksasanya, mengeluarkan suara retakan yang memilukan.

​KRAAAKKK! BYARRR!

​Palu tingkat tinggi itu hancur berkeping-keping. "Apa?!" Jian Feng terkejut. Monster itu ternyata jauh lebih keras dari dugaannya. Belum sempat ia memulihkan posisi, salah satu tangan monster itu menghantam dada Jian Feng dengan telak.

​DUAK!

​Jian Feng terpental, tubuhnya menabrak barisan rumah penduduk hingga hancur lebur sebelum akhirnya terkubur di bawah puing-puing bangunan.

​"Ugh! Uhuk!" Jian Feng bangkit dari reruntuhan, memuntahkan segumpal darah. "Tenaganya benar-benar besar ya?" ucapnya dengan nada dingin, meskipun tubuhnya gemetar menahan sakit.

​Petir Kecil merangkak keluar dari balik puing, bulunya berdiri tegak. "Sepertinya kita tidak dapat mengalahkannya, Tuan. Apa kita kabur saja? Mencari bantuan ke sekte besar?"

​"Kabur?" Jian Feng berdiri dengan sempoyongan, menyeka darah yang menutupi matanya. "Aku terlalu sering melarikan diri dulu. Sekarang aku akan melawan apa pun tanpa kabur."

​Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar. Tuan Fang dan puluhan prajurit elitnya muncul dengan senjata lengkap.

​"Tuan, lebih baik kau istirahat. Biarkan kami yang melawan makhluk ini!" tawar Tuan Fang, meskipun wajahnya sendiri pucat pasi melihat ukuran monster tersebut.

Jian Feng tidak menjawab. Ia mengabaikan tawaran itu seolah angin lalu. Ia kembali berjalan ke depan, dan sebuah pedang baru—Pedang Pemutus Takdir—muncul di belakang bawah punggungnya. Dengan gerakan pelan, ia memakai tudung baru yang ia ambil dari penyimpanan, menutupi luka-lukanya.

​"Aku ini kuat, lho. Jadi jangan sampai menyesal karena telah berurusan denganku!"

​Jian Feng menatap monster itu dengan tatapan tajam yang mampu mengintimidasi jiwa. Monster itu pun meraung, ratusan tangannya yang tajam sudah siap untuk mencabik-cabik raga Jian Feng.

​"Entah kenapa, ini benar-benar mirip seperti kilasan yang kulihat," gumam Jian Feng pelan. "Sebenarnya kenapa aku bisa melihat ini semua? Apa aku dapat melihat masa depan? Entahlah. Intinya, hari ini kau akan mati di tanganku!"

1
MF
💪/Hunger//Hunger/💪💪💪💪💪💪
aku
sedikit
Agen One: Hehe, Nuhun pisan🤣🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aku
ber arti adeganngewetidakpernahterjadiyathor
aku
lalu emas yg banyak itu,sdh masuk cincin ya thor.
thor lu kaya Jiang Feng
Ra_Lathia
knp jadi tubuh ganda, cb tetep pke tubuh satu tp kmdian jd kultivator yg menipu "penulis takdir", tp ttp bgus laah👍
Agen One: /Rice//Rice//Rice//Rice/
total 1 replies
Ra_Lathia
pembukaan season yang bagus👍
MF
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Adibhamad Alshunaybir
mantap kak author lanjutkan up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!