NovelToon NovelToon
Baby Twins Milik Ceo

Baby Twins Milik Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anna Maryana

Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima

Tania melihat mobil Bella yang sudah jauh lalu masuk ke dalam kamar kosnya dan menutup pintu lalu barbalik memandang mangkok bubur yang ada di nakasnya. Tania berjalan ke atas tempat tidur dan langsung berbaring kembali tanpa menyentuh bubur ayam yang Bella beli. Tania yang masih berbaring teringat kembali kejadian semalam pun menangis hingga tertidur. Hingga siang Tania kaget bangun karena bermimpi di perkosa, Tania lalu bangun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar mandi. Tania lalu menyalakan shower membiarkan air mengalir ke tubuhnya tanpa membuka bajunya dan kembali menangis. Sudah satu jam Tania masih di bawah shower dengan tetap air mengalir ke tubuhnya tanpa mempedulikan tubuhnya yang sudah kedinginan.

 

Di kamar hotel, Bara kaget bangun ketika mendengar handponenya berbunyi lalu melihat kesekelilingnya dan kaget melihat dirinya yang sudah telanjang. Bara pun berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya hngga dia telanjang. Bara hanya mengingat dia menarik paksa seorang perempuan tapi tidak mengingat wajahnya dan apa yang di lakukannya. Bara bangun dari tempat tidur mendapati kalung di atas tempat tidur. Bara lalu mengambilnya dan menyimpannya. Dan Bara juga kaget melihat noda merah seperti darah yang sudah mengering

 

Deg

 

“Astaga apa yang kulakukan .. shittt aku harus mencarinya . . “ gumamnya

Bara lalu ke membuka seprei dengan noda yang ada dan membungkusnya karena ingin dia bawa pulang karena tidak ingin ada yang tau apalagi pamannya. Bara lalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai Bara keluar dari kamar mandi dan melihat handponenya masih berbunyi kembali lalu melihat siapa yang menelponnya dan mengangkat ketika melihat nama Reihan

“Hallo “

 

“Maaf tuan .. Sebentar lagi ada meting “ Ucap Reihan

“Baik saya akan turun sebentar lagi tunggu di lobby saja “ Ucapnya

“Baik Tuan “Balas reihan

Bara lalu memakai baju yang semalama ia pakai lalu turun ke bawah setelah mengambil apa yang di perlukan. Ketika sampai di bawa dia melihat Reihan sudah ada di lobby Hotel

“Kita berangkat sekarang .” Ucap Bara

Reihan hanya mengangguk kepala dan ingin mengambil tentengan di tangan Bara tapi Bara menepis tangan Reihan

“Tidak usah biar saya yang bawa “ Ucap Bara dingin

“Satu lagi kamu ambil rekaman CCTV saat masuk kamar saya mulai sebelum saya masuk ke kamar nginap saya” Ucap Bara

“Baik Tuan “ Ucap Reihan tanpa bertanya apa maksud semuanya

Sampai di dalam Mobil Bara lalu menanyakan siapa yang telah mencampuri minumannya

“Maaf tuan .. Orangnya sangat pandai dalam melakukan hal tersebut .. Dia memakai topeng ini ketika langsung mencampuri dan membawakan ke meja tuan” Ucap Reihan sambil memberikan Topeng yang semalam orang suruhannya dapatkan

“Nomor Plat juga nomor palsu tuan.. Tapi saya sudah meminta orang suruhan kita untuk menyelediki mobil tersebut di mana ia terakhir berhenti” Ucap Reihan lagi

“Lakukan dan cari tau sampai ketemu “ ucap Bara dingin

“Baik tuan “ Ucap Reihan

 

...***...

Di panti asuhan, Tasya yang menelpon Tania dari pagi sebelum pergi ke sekolah dan di sekolah saat jam istirahat pun hingga pulang sekolah handpone Tania tidak aktif hingga Tasya menjadi khawatir tapi tidak bisa memberitahukan pada ibu Retno  yang nanti akan menjadi pikiran bagi ibu Retno. Tasya yang masih khawatir hingga pulang sekolah dan sampai di panti menelpon kembali tapi tidak aktif membuat dia terpaksa menelpon Bella karena Dia mempunyai nomor handpone Bella. Bella yang masih di kampus dan selesai kuliah heran melihat handponenya berbunyi dengan panggilan nomor baru. Bella tetap mengangkatnya

“Hallo..” Ucap Bella

“Maaf kak Bella ini Tasya... Boleh tanya Kak Nia ada bersama dengan Kak Bella soalnya aku telpon nomornya gak Aktif. ?” Tanya Tasya  membuat Bella kaget

“Kak Tania gak bersama kak Bella nanti kak Bella mencari tau ke kos atau tempat kerjanya kak Tania “ Ucapnya

“Aku khawatir tejadi apa – apa sama kak Nia dari semalam Kak Nia tak menelpon sampai sekarang Kak, Janjinya telpon balik tapi aku tunggu sampai sekarang gak Nelpon aku coba telpon tapi tak aktif” Ucap Tasya

“Iya .. nanti saat ketemu kak Nia, Kak Bella suruh telpon balik “ Ucap Bella

“Iya Kak makasih “ Ucap Tasya lalu Bella menutup telponnya

“Gue yakin terjadi sesuatu sama Nia ... Tasya tadi katakan Nia tak menelpon sedangkan Nia Menelponnya ... Ada apa ya sama Nia” Gumam Bella dan menelpon Tania.

Benar nomor Tania tak aktif membuat membuat Bella semakin khawatir apalagi tadi dia pergi meninggalkan Tania dalam keadaan sakit dan Bella yang tak mau berkata jujur pada Tasya supaya Tasya tidak khawatir pada Tania. Bella pamit pada teman – teman kuliahnya dan langsung pergi ke kos Tania dengan mengendarai mobilnya. Sampai di kos Tania, Bella turun dengan tergesa – gesa dan sampai di depan pintu Bella mengetuk pintu dan memanggil nama Tania tapi tak ada sahutan dari dalam lalu dia mencoba membuka pintu ternyata tak di kunci membuat Bella langsung masuk dan kaget melihat Tania tak ada di tempat tidurnya. Bella kembali menutup pintu kamar kos Tania dan menguncinya, melihat mangkok bubur yang tadi dia Beli untuk dirinya dan Tania masih utuh serta obat yang di berikannya

“ini anak di suruh makan dan minum obat kenapa gak lakukkan sich .. Bikin khawatir aja” Gumam Bella kesal

Bella meletakkan tasnya di atas tempat tidur Tania lalu memanggil Tania sambil berjalan ke arah dapur tapi tak ada sahutan dan tak ada Tania di dapur. Bella mendengar air di dalam kamar mandi sepertinya ada yang mandi dan Bella yakin Tania sedang mandi. Bella lalu berjalan menuju depan kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi tapi juga tak ada sahutan.

“Nia... Nia..” Panggil Bella sambil mengetuk pintu kamar mandi

Tak ada sahutan dari dalam membuat Bella semakin khawatir lalu mencoba membuka pintu kamar mandi dan ternyata tak di kunci

“Nia gue masuk ya?” Tanya Bella tapi tak juga ada sahutan

Bella yang tak mendengar ada sahutan menjadi takut sekaligus khawatir, takutnya bukan Tania yang ada didalamnya. Dan ketika mendorong pintu untuk membuka pintu lebar – lebar Bella pun kaget melihat Tania dengan menunduk kepala dengan bersandar di kedua lututnya entah tidur atau pingsan itu yang di pikiran Bella. Bella dengan berjalan cepat lalu mematikan kran shower dan memandang Tania yang masih tetap dengan posisi semula

“Niaa.. “ Panggil Bella

Bella berjongkok di samping Tania dan Bella pun kaget dengan keadaan Tania yang sudah pingsan ketika membangunkannya dan Bella semakin kaget sekaligus Khawatir karena Tania yang hampir jatuh ke samping dan dengan cepat Bella memangku tanpa mempedulikan bajunya akan basah serta berusaha memegang kepala Tania agar tidak terbentur tembok

“Astaga Tania .. “ Ucap Bella

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!