Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. bukan di curi anjing
Seketika kuburan ini menjadi emang bukan main ketika kabar tentang mayat yang hilang mendadak begitu saja sudah tersebar ke seluruh desa, mereka semua penasaran apa yang telah terjadi dan ingin melihat kebenaran tentang mayat yang menghilang begitu saja dari dalam kuburan, mungkin karena ini kabar yang sangat menggemparkan sehingga sekarang seluruh kuburan telah penuh dengan para manusia.
Para polisi juga sudah datang untuk melihat keadaan tersebut karena ingin bersangkutan dengan para keluarga yang tidak rela bila mayat salah satu keluarga mereka yang hilang begitu saja dari dalam kuburan, pelaku dari hilang nya mayat tersebut harus segera di temukan agar mereka juga bisa mengungkap apa yang telah terjadi.
Jelas anjing itu tidak mungkin bisa membawa mayat utuh keluar dari dalam kuburan itu karena kuburan tersebut bukan lagi kuburan baru, jadi sudah pasti para daging dan juga tulang telah terpisah dari sana sehingga tidak mungkin bisa untuk langsung membawa satu mayat utuh keluar dari dalam kuburan.
Kalau mereka memakan bagian daging saja maka pasti tulang itu masih tersisa di sana dan bisa di temukan oleh semua orang, namun ini sama sekali tidak ada walau mereka telah membongkar kuburan itu untuk melihat lebih jelas apakah memang tulang masih tersedia di dalam liang lahat atau memang sudah di ambil semua.
Bahkan tengkorak kepala yang bisa dikatakan cukup besar namun sudah tidak ada lagi di sana dan memang telah bersih bersama dengan kain kafan yang membungkus mayat itu, padahal bila di ingat dengan kematian dari si mayat maka tidak mungkin kain kafan itu telah rusak bersama dengan tanah yang menimbun tubuh mereka.
Dugaan langsung mengarah kepada seseorang yang sedang melakukan kejahatan besar karena pencurian mayat seperti ini sudah pernah terjadi di desa ini, walau tidak secara pasti ada di desa ini namun mereka juga mulai waspada dan menganggap kemungkinan besar ini adalah motif dan tujuan yang sama.
"Jelas ini semua adalah ulah dari seseorang yang sedang menimba ilmu hitam atau bahkan untuk pesugihan." Samsul berkata dengan sangat yakin.
"Siapa yang sedang menimba ilmu hitam seperti itu karena di desa kita sama sekali tidak ada dukun." Ardi membantah ucapan Samsul.
"Ya kan kita tidak tahu apa yang telah terjadi karena itu semua pasti masih di rahasiakan oleh pelaku." ujar Samsul kembali.
"Benar apa yang di katakan oleh Samsul karena hal seperti ini pasti bersangkutan dengan ilmu hitam." Davin juga setuju karena dia agak paham.
"Kau jangan langsung membenarkan saja seperti itu karena nanti justru akan menjadi masalah." Andi menahan Davin yang langsung berkata demikian.
"Tapi memang benar bahwa orang yang mencuri mayat pasti dia sedang melakukan praktek ilmu hitam." Davin berbisik kepada Andi.
"Namun kalau kau langsung mengatakan seperti itu maka bisa saja para warga nanti akan saling tuduh." Andi memang takut bila semua nanti akan bertengkar.
Sebab mereka juga tidak tahu isi pikiran masing-masing sehingga bisa saja saling curiga dan kemudian akan bermusuhan karena tidak terima telah dituduh dengan ucapan pedas atau bahkan langsung secara tepat di depan muka, kadang orang berbicara tanpa pikir panjang sehingga hal itu yang memicu pertengkaran di antara para warga.
Andi memang benar sehingga Davin memutuskan untuk tutup mulut terlebih dahulu agar dia tidak salah bicara lagi, bila saja terus berbicara maka nanti yang ada dia akan terkena masalah dan akan kena marah dari seseorang karena di anggap telah sok tahu tentang kejadian di desa ini, hanya karena dia dulu memiliki sesuatu yang bisa untuk melihat iblis.
"Kita semua harus pulang terlebih dahulu agar polisi yang mengurus masalah ini." Pak Lurah berkata kepada para warga.
"Tapi bagaimana dengan jasad anak saya itu?" Bu Tofa sudah menangis karena dia sangat iba dengan sang anak.
"Ibu tenang saja terlebih dahulu agar polisi juga bisa memiliki waktu untuk mengurus masalah kuburan Tofa." jelas Pak RT dengan penuh perhatian.
"Ya Allah kenapa harus kuburan Tofa yang di bongkar oleh seseorang." keluh Bu Tofa sambil mengusap air mata yang meluncur di pipi.
"Kita berdoa saja dulu biar polisi yang bekerja untuk mengurus masalah ini." Bapak Tofa juga mengeluarkan suara agar sang istri bisa sedikit tenang.
Sebagai orang tua tentu saja sudah pasti ada rasa sakit dan juga takut setelah mengetahui bahwa jasad sang anak sudah tidak ada lagi di dalam kuburan, sekarang mereka hanya perlu bekerja keras untuk menemukan mayat Tofa ada di mana dan siapa yang sudah mencuri mayat itu dan yang paling penting mereka harus mengetahui motif dari sang pelaku.
"Vin apa kita langsung berbicara kepada mbak Purnama saja tentang masalah ini." Andi meminta pendapat Davin karena dia mengenal seseorang dari desa lain.
"Ah ini juga belum tentu kalau masalah gaib, kau tentu tahu sendiri bagaimana sifat Mbak Purnama." Davin tidak berani untuk langsung mengambil keputusan.
"Jadi kita tunggu saja sampai beberapa hari dan mendengar kabar dari para polisi?" tanya Andi meminta pendapat.
"Ya lebih baik begitu saja agar nanti kita bisa memberikan kejelasan kepada mbak Purnama bahwa mayat Tofa memang di culik oleh manusia." Davin setuju dengan Andi.
"Baik lah, mungkin kita memang masih membutuhkan waktu terlebih dahulu agar nanti Mbak Purnama bisa langsung mengurus saja." gumam Andi.
"Ya, aku takut nanti akan kena marah bila langsung mengadu kepada dia tentang masalah mayat ini." ujar Davin karena dia memang mengetahui bagaimana tabiat Purnama.
Andi dan Davin setuju dengan hal itu karena mereka memang harus menunggu waktu yang tepat untuk mengabarkan kepada Purnama tentang mayat hilang yang ada di desa mereka, bahkan sebenarnya Davin lebih setuju bila mereka berbicara kepada Arya saja terlebih dahulu karena adik dari Purnama itu jauh lebih sabar ketika mendengar orang lain bercerita.
"Gimana nanti kalau kita berbicara kepada Arya saja?" usul Davin kepada Andi.
"Boleh, karena nanti pasti akan sampai juga kepada mbak Purnama." Andi setuju dengan usul Davin.
"Nah kalau Arya kan masih bisa bicara sedikit santai dan kita nanti ajak dia keluar untuk nongkrong dan membicarakan masalah ini." Davin senang bila mengajak Arya berbicara.
Arya memang jauh lebih kalem sehingga ketika diajak berbicara atau memecahkan masalah jauh lebih gampang, beda dengan sang kakak yang memiliki tabiat begitu beringas sehingga orang saat akan berbicara dengan dia pasti akan berpikir dua kali agar tidak terkena semburan maut dari dia.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu
Ayo Bara ,tunjukkan kemampuannmu
Buktikan berguna