NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Door door

Dor~dor~dor.

" Saking kerasnya detak, jantung mu! Sampai menggebu-gebu. "

       " Kamu...! "

Bruk...!

" Oh ya ampun, Astaga cepat lepaskan aku? "

Lea tersentak kaget' saat mobil mereka berguncang hebat. Membuat pasangan suami-istri itu, saling bertubrukan.

" Juan ada apa dengan mu? Apa kamu tidak panai menyetir hah! kenapa kamu bawa mobil seperti ini? " geram Axel. wajahnya memerah, karena menahan malu, ketika wajahnya tidak sengaja menyentuh dadanya Lea, sedangkan Lea menatap tajam.

      " Maaf, tuan. saya sudah menghindar semampu saya! tapi mereka terus mengincar, dan akan menembak ban mobil. " sahut Juan.

Juan hanya fokus menyetir mobilnya, karena pasukan Alexander, sudah melakukan tugasnya. dari depan, mau pun belakang. Juan hanya perlu mengaktifkan peluru, yang sudah terpasang di ban mobilnya.!

   " Axel cepat lepaskan aku! " pinta Lea karena dia benar-benar kesal sama Axel yang sudah menyentuh barang berharganya. ia juga merasa tidak enak di posisi seperti itu, apa lagi Axel malah semakin memeluknya dengan erat..

   " Bajingan apa kamu memang berniat mau membunuh ku? dengan cara seperti ini huh! "

Lea mendongak, menatap galak Axel. yang juga sedang menatapnya.

Lea mencengkram kuat kemeja atas Alex,

membuat Axel semakin menunduk, dan semakin dekat, dengan wajahnya.

    " Aku enggak takut, sekalipun mati di tangan mu! tapi...tapi ini menyedihkan sialan.

masa aku harus mati dengan cara begini, kan nggak keran.! "

Axel dan Juan merasa pusing, dengan mulut Lea yang dari tadi berbicara melulu.

  " Jadi kamu mau mati, dengan cara apa? "

tanya Alex. dia menatap intens wajah yang hanya beberapa cm darinya. Axel bisa mencium wangi parfum Lea, yang semakin di hirup semakin menenangkan.

padahal Axel paling marah' ketika ada yang berani bersikap kurang ajar, kepadanya, entah lah kenapa kalau Lea yang melakukannya dia malah tidak mampu berdaya! aneh sekali.

   Lea memasang wajah cemberutnya.

" Kamu mau aku mencium mu? "

     Lea dengan cepat melepaskan cengkeraman tangannya di baju Axel, setelah melihat posisi yang hmmmm...

" Jangan mimpi! " sahutnya galak, dan melotot.

     Dor~ dor ~ dor.

Pria yang ada di dalam mobil, membuka sedikit jendela mobilnya, mengarahkan moncong pistolnya, ke arah ban mobil Axel.

Dor dor dor

Pria itu terus berusaha semampunya, untuk menembakkan pelurunya tepat ke ban mobilnya Axel.

      " Sialan si brengsek itu? " geram nya. kemudian mengeluarkan, sebuah gas kabut.

berukuran sebesar lengan anak kecil.

 Sung.

Brush.

Lemparannya yang begitu kuat, mengakibatkan gas kabut itu terbentur ke aspal, dengan keras. gasnya langsung beraksi keluar dari sekitar mobil mereka Axel, dengan kabut yang semakin lama, semakin pekat.

" Apa yang terjadi? Kenapa ada kabut asap!

begini? " ucap lea kaget, baru kali ini dia melihat ada sengaja semacam itu.

"Juan Kamu bisa melihat dengan jelas? apa yang ada di depan? " tanya Axel panik. ternyata musuhnya itu, masih saja mengejarnya.

     " Sedikit, tuan. mereka sengaja' melempar gas asap, karena tidak bisa menyerang, dan melumpuhkan mobil ini! "

" Gas asap? " gumam Lea, matanya melebar.

" Kalau begitu hentikan bajingan itu? datangkan kematiannya! bukan hanya gertakan saja! " ujar Axel.

" Lepas! " Lea meninggikan suaranya, tubuhnya terasa sedang di hancurkan Axel. karena Axel semakin kuat mencengkram tubuhnya.

 Juan yang mendengar pekikan sang nyonya

terkejut. Juan meringis melihat sang nyonya, yang tanpa sadar di jadikan bahan pelampiasan amarah tuan-nya.

 " Tuan, anda. melukai nyonya! " ucap Juan.

" Axe- axe- axel...!" suara Lea bergetar, ia memukul-mukul dada Axel.

Axel tersadar dia kaget saat melihat Lea tahu-tahu sudah lemas, dengan wajahnya yang memerah, bertepatan dengan itu. mobil mereka langsung berhenti.

    Cyiiitttt...

Juan dengan refleks mengerem mobilnya.

saat melihat keadaan sang nyonya, yang hampir kehabisan nafasnya. karena di cekik oleh tuan-nya, tapi dia tidak sempat mau bertanya, pria tampan itu segera bergabung bersama pasukan Alexander.

Hus hus hus.

Lea ngos-ngosan, dia dengan cepat menghirup udara di sekitarnya.

    " Ma-maaf, aku tidak sengaja? kamu tidak apa-apa kan? " tanya Axel, menatap khawatir.

" Tidak apa-apa kata mu! sa-sakit sialan! "

Maki Lea yang sudah duduk menyender di samping Axel, karena pria itu tadi dengan spontan mengangkat tubuh Lea.

" Ma-maaf aku benar-benar, nggak sengaja! "

   Lea diam saja, tanpa menyahut perkataan Axel. dia langsung memalingkan wajahnya.

huh hampir saja, dia mati konyol untuk kedua kalinya, di tangan suaminya, Lea memegang lehernya, yang terasa nyeri.

    " Tunggu lah di sini, aku akan segera menyelesaikan! para bajingan itu, dengan cepat? "

Axel pamit. keluar dari mobilnya, dengan beberapa senjata di tangannya, untuk menyusul Juan dan pasukannya, yang sudah duluan bertempur di depan sana.

   " Dia tadi pamitan, dasar aneh! " Lea mengerjap beberapa kali matanya. Lea mengikuti saja perkataan Axel, karena tubuh itu masih lemas, jika dia ikut trun juga belum tentu tubuh itu, sanggup.

" Sialan ini tubuh, kapan aku kayak dulu lagi? ais kenapa segitu doang, tubuh ini sakit semua sih! " kesal Lea.

*****

" Oh sudah bosan hidup rupanya? "

Axel menatap tajam, pemimpin kelompok mafia itu. yang berpenampilan sama seperti dirinya. mengenakan jas mahal, sepatu mahal cuma pria lebih pendek darinya.

" Banyak bacot anak mami! " ucapnya, kemudian langsung menyerang Axel secepat kilat, mengunakan belati.

  Sret.

     Hampir saja perut Axel tertusuk, kalau dia tidak menghindar dengan cepat.

Bug~

Satu pukulan, sukses membuat lawannya mundur ke belakangnya, sambil mengerang.

Tak jauh dari Axel. ada Juan dan pasukannya sedang menghajar, pasukan dari musuhnya.

Kabut asap tadi, semakin memudar Lea bisa melihat dengan jelas, apa yang sedang terjadi di depannya.

    " Apa sih, kenapa mereka malah main-main dulu? " ucap lea gemas. karena menurutnya Axel dan pasukannya enggak langsung set sat set.

padahal musuhnya itu, terlihat sangat lemah.

dan pasukannya juga sedikit.

Braaakkk...

Lea tersentak kaget' dia mengintip dari jendela mobilnya, yang sengaja' dia buka sedikit saja. dia melihat ada 2 pria yang sedang mencoba menghancurkan jendela mobilnya.

    " Wah harusnya aku ikut, meladeni juga? " ucap lea dengan penuh semangat, matanya berbinar-binar. jujur dia sudah lama belum pernah membunuh orang lagi, apa lagi setelah berpindah ke tubuh lemah itu.

Memikirkan tubuh lemah itu, Lea cemberut.

jika dia ikut berperang, belum tentu tubuh itu mampu. Apa lagi tubuh itu belum pernah beradaptasi, dengan hal yang seperti itu.

" Ais. menyedihkan sekali! " kesal Lea karena isi pikirannya berisik sekali.

     Braaakkk ~

Lea menatap datar pria yang masih berusaha memecahkan jendela mobilnya.

   " Mereka tidak akan mampu, memecahkan jendela mobil ini, karena mobil itu berkualitas tinggi, dan sudah di modifikasi gila-gilaan.

juga kan? Jadi apa yang calon mayat itu, lakukan hanya lah pembodohan! " ucap lea.

*****

Braaakkk...!

Pria itu kembali menghantam kaca mobil itu. Ini sudah pukulan yang kesekian kalinya, bahkan pria itu mengunakan batu yang lebih besar lagi. tapi kaca mobil itu masih dalam keadaan utuh, hanya retak sedikit saja.

  " Sialan kaca mobil jenis apa ini? " kesalnya.

sambil menyeka keringat di keningnya. rekannya mengeluarkan pistol. lalu mengarahkan pistolnya, pada pegangan pintunya.

Dor!

    " Bajingan, apa kamu sudah gila hah? kenapa malah menambak itu? rekannya merasa konyol.

" Lakukan saja dulu, siapa tahu nanti berhasil? lagian pake batu juga nggak mau pecah! " sahutnya. akhirnya setelah belasan kali menembak pintu mobil itu. Pintu mobilnya berhasil terbuka.

      Lea yang sedang selonjoran, sambil main game. di ponselnya, jadi marah. dia menatap tajam ke arah pria itu, yang belum melihat dirinya ada di dalam mobil itu.

" Hallo calon mayat. lagi asyik-asyiknya main game, malah di dor! " teriak Lea.

Sehingga membuat pria itu kaget dan mengerjap matanya. mereka mematung dan terkagum-kagum. saat melihat seperti apa

rupanya dari pasangan yang di sembunyikan oleh Axel Alexander. Selama ini!

    " Sudah puas terpesona, dan melihat ku! calon mayat? " ucap lea yang membuyarkan lamunan pria-pria itu. akan tetapi alangkah kagetnya mereka ketika moncong pistolnya sudah mengarah ke arah mereka.

" Ayo sini kita main-main. kalau aku menang

organ tubuh kalian untuk aku ya? " Lea memasang wajah ceria. seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru.

Pria itu tersenyum meremehkan. " Nona yang cantik jelita, apa kamu sadar, apa yang sudah kamu ucap...!"

Dor dor

" Aaaaahh!!! "

    pria menjerit histeris, sambil memegangi wajahnya masing-masing, Lea mendengus dingin.

" Apa sih ribut sekali! masa gitu doang udah merengek. huh nggak asyik tau? "

" Ka-kamu... dasar jalang, sialan? " makinya.

Di saat mereka mengangkat pistolnya, hendak menambak Lea, mereka kalah cepat karena Lea sudah duluan meleset kan pelurunya.

Dor~ dor~

         " Aaaaahh bajingan! "

Lea tertawa terbahak-bahak, saat melihat pria itu berteriak kesakitan, dan berguling ke kanan, berguling ke kira.. matanya berbinar-binar, Lea bertepuk tangan dengan keras.

" Bagus aku memang sudah lama, tidak bekerja membantu malaikat pencabut nyawa!

hmm berapa lama yah 1 2 3 eh hampir 1 minggu aku libur. dam! Ini rekor terlama ku

nggak membunuh, manusia sampah! ah sekarang aku bisa lagi doang.. yeeee " Lea menyeringai. tanpa ragu dia keluar dari mobilnya. dia langsung memungut pistol, pria itu.

" Sakit yah? emang sakit sih! siapa suruh tadi sok-sokan! " ucap lea sambil menaruh tangan telunjuknya di dagunya.

pria itu menatap penuh kebencian, dan dendam. apa lagi wanita gila itu malah sengaja' menembak pelurunya ke masa depan mereka.

Lea dengan santai melewati pria itu, dia melihat Axel dan pasukannya, masih saling menyerang, tidak ada yang menyadari bahwa dirinya sudah bersandar di dinding mobil. Sambil bermain pistol, saat salah satu pria mengarahkan pistolnya, ke arah Axel. lea langsung menarik pelatuk pistolnya, lalu mengarahkan moncong pistolnya.

  " Apa ini akan berhasil? jaraknya cukup jauh! " gumamnya, dengan ragu.

" Ck, coba saja dulu! tapi kalau pelurunya kena Axel...! bearti dia yang salah. "

" Aku nggak boleh jadi janda di usia muda, sial apa yang sedang Aku pikirkan! sangat menyedihkan sekali...! " lea menyipitkan matanya, kemudian melepaskan tembakan nya.

" 1 2 3 "

Door!

" Aaaah! "

1
Reka Cantika
lanjutkan lagi Thor
Reka Cantika
lanjutkan
winda _
lanjut Thor 💪❤️❤️
KaylaKesya
terbaek thor💪🥰
Trifandi Saputro
kayak pernah baca. .alurnya sama hanya namanya aja beda. . .
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!