NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Insinyur Di Era Tanam Paksa

Reinkarnasi Insinyur Di Era Tanam Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Jatmika adalah seorang genius di bidang mekanika dan kimia yang tewas dalam kecelakaan pesawat. Namun, maut bukan akhir baginya. Ia terbangun di tahun 1853, masa di mana Nusantara sedang dicekik oleh sistem Cultuurstelsel (Tanam Paksa) yang kejam. Hidup sebagai anak nelayan miskin di pesisir Kendal, Jatmika menyaksikan sendiri bagaimana rakyat mati kelaparan sementara gudang-gudang Belanda penuh dengan rempah dan emas. Berbekal ingatan masa depan, Jatmika memulai "perang" yang berbeda. Bukan dengan bambu runcing, melainkan dengan logistik dan ilmu pengetahuan.
Dapatkah Jatmika membawa Nusantara melompati satu abad perkembangan teknologi untuk merdeka lebih awal? Ataukah ilmu pengetahuan yang ia bawa justru menjadi kutukan yang memicu kehancuran lebih besar bagi rakyat yang ingin ia selamatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Garis Pertahanan Resonansi

Udara di Kendal terasa statis, seolah-olah atmosfer sendiri tahu bahwa badai baja akan segera datang. Di ufuk barat, debu membubung tinggi. Kolonel Thorne tidak lagi mengirimkan surat tuntutan. Kali ini, ia mengirimkan Divisi Infanteri ke-15 yang didukung oleh baterai artileri berat kaliber 100 pon. Mereka bergerak dalam formasi kotak yang rapat, namun ada yang berbeda: di antara barisan tentara, terdapat gerobak-gerobak besar yang membawa perangkat berbentuk corong raksasa dari tembaga.

"Mereka membawa Peredam Akustik, Raden!" teriak Suro dari atas menara pengawas, matanya terpaku pada teropong binokular buatannya. "Mereka tahu kita menggunakan gelombang suara untuk melumpuhkan saraf."

Jatmika berdiri di ruang pusat kendali yang berada lima meter di bawah permukaan tanah. Di depannya, deretan tabung hampa udara (vacuum tubes) menyala dengan pendar biru pucat. "Thorne telah belajar dari kegagalan tank uapnya. Dia membawa ilmuwan dari London untuk menetralisir senjata kita. Tapi dia lupa satu hal: setiap benda memiliki Frekuensi Resonansi Alami."

Jatmika tidak menggunakan gelombang suara udara kali ini. Ia beralih ke Seismik Terfokus. Ia telah menanam rangkaian batang baja raksasa di bawah jalur utama menuju kota. Batang-batang ini dihubungkan dengan motor listrik bertenaga tinggi yang mampu menciptakan getaran tanah pada frekuensi tertentu yang sangat presisi.

"Suro, biarkan mereka mendekat hingga jarak lima ratus meter. Tunggu sampai artileri berat mereka masuk ke zona tanah lunak," perintah Jatmika. Suaranya tenang, namun jemarinya menggenggam tuas sakelar dengan kuat.

Di garis depan, Kolonel Thorne tersenyum puas. Ia melihat menara-menara suara Jatmika tetap diam. Ia mengira alat peredam tembaganya telah mengintimidasi sang teknokrat. "Maju! Siapkan meriam! Ratakan tembok itu sebelum matahari mencapai puncaknya!"

Namun, saat roda-roda meriam berat Inggris menyentuh area yang disebut Jatmika sebagai "Zona Getar", Jatmika menarik tuasnya.

HUMMMMMMMMM...

Suara itu tidak terdengar oleh telinga, tapi dirasakan oleh tulang. Tanah di bawah kaki tentara Inggris mulai bergetar dengan pola yang aneh. Bukan gempa bumi biasa, melainkan getaran yang sangat cepat dan terfokus. Dalam hitungan detik, fenomena Likuifaksi Buatan terjadi. Tanah yang tadinya padat berubah menjadi seperti air karena getaran resonansi Jatmika memisahkan butiran pasir dari air tanah di bawahnya.

"Lumpur! Tanah ini menelan kita!" teriak para prajurit Inggris.

Meriam-meriam raksasa seberat beberapa ton itu tenggelam seketika hingga setengah badannya. Kuda-kuda kavaleri meringkik panik saat kaki mereka terjebak di dalam tanah yang mendadak cair. Formasi kotak yang rapi itu hancur berantakan.

"Tembak! Sekarang!" teriak Jatmika melalui pipa suara.

Dari balik parit-parit yang tersembunyi, pasukan Serikat Bayangan melepaskan tembakan Senapan Laras Alur mereka. Tanpa dukungan artileri yang kini terjebak di lumpur, tentara Inggris menjadi sasaran empuk. Namun, Thorne bukan pemimpin amatir. Ia memberikan perintah yang mengejutkan.

"Bakar semuanya! Lepaskan Roket Congreve!"

Ratusan roket berbahan bakar mesiu pekat meluncur dari garis belakang Inggris. Roket-roket ini tidak diarahkan ke tentara Jatmika, melainkan ke arah lumbung-lumbung pangan dan pembangkit listrik di tepi sungai. Thorne ingin menghancurkan logistik Jatmika agar kota itu mati dari dalam.

Jatmika melihat kilatan api roket di langit. "Dia mengincar infrastruktur kita... Yusuf! Aktifkan Meriam Tekanan Udara! Kita harus menjatuhkan roket-roket itu sebelum menyentuh bendungan!"

Pertempuran ini bukan lagi sekadar perang infanteri. Ini adalah perang Balistik dan Mekanika Tanah. Jatmika harus membagi fokusnya antara menenggelamkan pasukan darat musuh dan melindungi jantung energinya dari hujan api.

1
Nemi yaa
kereen😍
Sastra Gulo: Terimakasih ka :)
total 1 replies
anggita
terus berkarya tulis👌. moga novelnya lancar.
Sastra Gulo: Amin kak. support selalu ya🙏😍
total 1 replies
anggita
Jatmika.. 👍💣💥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!