Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16
"Besar sekali nyalimu, bocah kecil!" Yun Xi berbicara dengan nada yang dingin.
Sosoknya yang terkenal sangat lembut dan anggun, kini berubah menjadi wanita dingin. Bahkan, tatapannya terhadap Yan Jian, seolah-olah tak pernah berkedip sedikitpun.
Raut wajah Yan Jian menyeringai, ia pun berkata; "Apakah ada yang salah, Dewi Yun?"
"Kau ...!?" Yun Xi benar-benar marah, tetapi ia berpikir bahwa tidak mungkin jika dirinya melampiaskan rasa kesalnya kepada seorang bocah kecil.
Terlebih lagi, Yun Xi juga menyadari bahwa perkataan Yan Jian tidaklah salah, namun sedikit arogan dan kurangnya sopan santun karena menginginkan dirinya, yang di mana usia Yan Jian bahkan terpaut dua belas tahun lebih muda darinya.
Yun Xi mengibaskan jubah putih di tangannya, tetapi ia berjalan menuju pintu kamar. Namun, ketika ia membuka pintu kamar dan hendak berjalan keluar, ia kembali mengurungkan niatnya, kembali menutup pintu itu dan membalikkan badannya.
"Kau ... kau serius dengan ucapanmu itu?" Yun Xi bertanya dengan nada yang dingin, alisnya melengkung di saat dia menatap Yan Jian.
Yan Jian tersipu malu, menundukkan kepalanya, tangannya memegangi tengkuknya. Dia tahu bahwa dia terlalu berlebihan, walaupun awalnya dia hanya ingin bercanda, menggoda wanita dewasa itu.
Namun, situasi sudah sampai di tahap seperti itu, Yan Jian pun berpikir bahwa ia tidak lagi dapat melangkah mundur.
"Ya, tentu saja aku serius." kata Yan Jian dengan nada yang tegas. Tetapi tetaplah dia seorang anak laki-laki kecil berusia tiga belas tahun.
Yun Xi menatap Yan Jian dari ujung kepala hingga ujung kakinya yang kini tergantung duduk di ranjang tempat tidur, telapak kakinya menyentuh permukaan lantai tembok.
"Setiap tahun! Kompetisi generasi muda Provinsi Chang Yuan selalu di adakan, tetapi itu hanya berlaku bagi mereka yang berusia tujuh belas hingga maksimal dua puluh tahunan. Aku ingin melihat! Ketika kamu berusia tujuh belas tahun, jika kamu berhasil masuk peringkat sepuluh besar terbaik, maka nyawaku, hidupku, hatiku, dan segalanya yang aku miliki, akan menjadi milikmu!" ujar Yun Xi dengan nada yang meremehkan. Dia tahu bahwa memasuki peringkat sepuluh besar kompetisi generasi muda bukanlah hal yang mudah.
Perkataan Yun Xi itu membuat Yan Jian terkejut, tetapi juga menyalakan api semangat yang membara. Yan Jian pun berdiri dengan cepat, seolah-olah dia telah benar-benar pulih dari kondisi sebelumnya.
Yan Jian melipat sebelah tangannya di depan dada, kepalan tinjunya menempel di dada, posturnya berdiri tegak, wajahnya memandang Yun Xi dan berkata, "Baik, aku setuju! Aku pasti akan membuktikannya bahwa aku layak menjadi lelakimu!" kata Yan Jian dengan nada yang tegas.
Mendengarnya, membuat raut wajah Yun Xi seolah-olah terbangun, kedua sudut matanya melebar. Yun Xi pun mendecih pelan, "Cih! Aku tidak yakin kamu mampu melakukannya." ucapnya, sembari berbalik badan menghadap pintu. Hingga Yun Xi pun berlalu pergi meninggalkan Yan Jian.
Sejak saat itulah, Yan Jian dengan tegas dan penuh keberanian, akan memastikan bahwa dirinya akan menjadi lebih kuat dan lebih baik lagi.
Tidak lama dari itu, pintu kamar kembali terbuka tanpa ketikan pintu terlebih dahulu. Yan Jian yang tengah berada di depan jendela kamar, mengira bahwa Dewi Yun Xi itu kembali ke kamarnya.
"Kenapa anda kem ... bali...!?" kata Yan Jian, sembari menoleh ke arah pintu kamar. Tetapi yang datang ternyata Xiao Yu.
"Ah, Jian! Syukurlah kamu sudah bangun!" kata Xiao Yu, ia pun berjalan mendekati meja kayu, menaruh keranjang berisikan buah-buahan yang segar.
"He hee! Ternyata kak Yu!" Yan Jian tertawa kecil, merasa malu.
Xiao Yu memiringkan kepalanya di saat ia melihat Yan Jian yang bertingkah aneh. Kemudian, Xiao Yu berjalan, tangan kirinya terlipat di bawah puncak kembarnya, sebelah tangannya memegangi dagunya sendiri, alisnya mengkerut, dan matanya sedikit menyipit.
"Hm! Kamu ... baik-baik saja, kan?" Xiao Yu tak ragu memegang kepala Yan Jian menggunakan kedua tangannya, bahkan memutar tubuh Yan Jian, memastikan bahwa ia baik-baik saja.
"Kak Yu, apa yang kamu lakukan?" ucap Yan Jian dengan nada yang kesal.
Plak!
Xiao Yu mendorong dahi Yan Jian dengan sebelah tangannya, sehingga Yan Jian terdorong mundur ke tembok dinding.
Xiao Yu selalu bersikap riang, ia membalikkan badannya dan berjalan dengan riang melompat-lompat, lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidur.
"Katakan! Apa yang kalian bicarakan dengan Dewi Yun? Sepertinya, dia pergi dengan sangat kesal, tadi!" kata Xiao Yu, sembari tertidur terlentang di atas kasur.
Yan Jian kembali membalikkan tubuhnya, mengarah jendela, menatap langit. Kemudian berbicara, "Ah, dia hanya ingin menjadikan aku sebagai muridnya." kata Yan Jian, tenang.
Mendengarnya, membuat Xiao Yu pun bangkit dari tempat tidur dengan penuh semangat, kedua matanya melebar dan bersinar, "Baguslah, itu sangat bagus! Tapi ... setahuku, Sekte Gadis Suci tidak pernah menerima murid laki-laki!" kata Xiao Yu, berpikir keras, "Lalu, kamu menerimanya, kan?" sambungnya, bertanya dengan antusias.
"Tidak, aku menolaknya ...."
"Hahh... kamu serius, Jian?" raut wajah Xiao Yu tercengang sangat tidak percaya.
"Ya, aku tidak berbohong." sahut Yan Jian.
"Bodoh! Kau benar-benar bodoh!" maki Xiao Yu.
Buk!
Xiao Yu melemparkan buah jeruk yang menghantam kepala Yan Jian.
"Apa kau tidak tahu? Berapa banyak orang di luar sana yang ingin memasuki Sekte Super seperti itu! Terlebih lagi, itu adalah Sekte Gadis Suci. Sekte yang kedudukannya di akui di Kekaisaran Bintang Biru. Kau ... kau benar-benar bodoh!" kata Xiao Yu, terus berbicara dengan nada yang meninggi.
Yan Jian menghela nafas panjangnya, dia tidak mungkin tidak tahu tentang hal itu, walaupun ia masih seorang anak kecil. Namun, dengan keberadaan sosok Permaisuri sebagai roh bela dirinya, ia tidak mungkin membalas air susu dengan air tuba. Biar bagaimanapun, Permaisuri Es dan Salju itulah yang telah memberikan harapan dan semangat hidup yang baru bagi Yan Jian.
"Tidak masalah, aku pasti akan melampaui orang-orang dari Sekte Super itu." ujar Yan Jian, mengepalkan tinjunya dengan kuat dan penuh dengan tekad.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor