Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

ke-satu

Assalamualaikum... bertemu lagi dengan author amatir...hehehe

Sebelum baca cerita ini alangkah baiknya baca cerita sebelumnya agar tidak gagal faham ya.

1. Ustaz Yusuf I Love you

2. Rukayyah sang singa betina.

Klik profil author....

Terimakasih....

Selamat membaca....

Kalau suka bisa di lanjut,kalau tidak suka tinggal skip, ...

Sehat selalu para pembaca.....

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Plakkkk!

Bunyi tamparan itu begitu keras, memutus kesunyian di ruang kerja yang beraroma kayu jati dan cerutu tersebut. Napas Kakek Suhadi memburu, tangannya yang sudah mulai keriput gemetar hebat, bukan karena usia, tapi karena amarah yang meluap hingga ke ubun-ubun.

Afkar tersungkur sedikit ke samping, sudut bibirnya pecah dan mulai mengeluarkan darah. Ia hanya tertunduk, tak berani menatap mata elang ayahnya yang biasanya penuh wibawa, namun kini berkilat penuh kekecewaan.

"Sembilan belas tahun, Afkar..." suara Kakek Suhadi parau, bergetar menahan tangis. "Sembilan belas tahun kamu menyimpan bangkai ini di bawah hidungku!" ucap kakek Suhadi dengan nafas memburu...ia tidak menyangka akan di bohongi putranya selama bertahun-tahun.

Sudah beberapa hari, kakek Suhadi bermimpi bertemu dengan gadis cantik yang masih belia, tersenyum memanggilnya kakek, bukan hanya sekali dua kali, melainkan sangat sering, sehingga kakek Suhadi menyuruh detektif yang sangat berkompeten untuk menyelidiki, setelah beberapa hari, sebuah fakta terungkap, saat putranya afkar dan Monica bertengkar hebat, sebuah kebenaran yang tertutup rapat selama sembilan belas tahun akhirnya terungkap.

"Ayah, maafkan aku... aku hanya tidak ingin mengacaukan semuanya saat itu," rintih Afkar pelan, masih tanpa keberanian untuk mendongak.

"Mengacaukan apa? Reputasimu? Atau kenyamananmu sebagai suami Monica?!"

Brakkkkk .....

Kakek Suhadi menggebrak meja kerja, membuat vas bunga di sudutnya bergetar. "Kamu menikahi gadis desa, seorang guru, dengan identitas palsu. Kamu mengaku karyawan biasa demi mendapatkan cintanya, lalu kamu buang dia seperti sampah saat istrimu mengancammu?" kakek Suhadi tidak menyangka dengan pemikiran putranya....putra satu-satunya yang ia banggakan ternyata seorang pengecut.hanya demi reputasi rela membuat seorang gadis menderita.

Afkar memberanikan diri menatap ayahnya. "Aku mencintai Maryam, Yah! Tapi Monica... dia mengancam akan menghancurkan Maryam jika aku tidak meninggalkannya...bahkan Monica mengancam akan membeberkan pada dunia tentang prilaku aku itu. Walaupun poligami tetap diperbolehkan,tapi keluarga kita menjujung tinggi tentang kesetiaan, satu pria satu wanita....Aku hanya ingin melindunginya." jawab Afkar dengan tubuh bergetar.

"Melindunginya?" Kakek Suhadi tertawa getir, tawa yang terdengar menyakitkan. "Kamu membiarkan dia pulang ke desa dalam keadaan hamil, menanggung malu sendirian, hingga dia meregang nyawa saat melahirkan putri kalian! ITU YANG KAMU SEBUT MELINDUNGI?" teriak kakek Suhadi menggema.

Ruangan itu mendadak hening. Afkar tersedak oleh kata-katanya sendiri.

"Anak itu..." lanjut Kakek Suhadi dengan suara yang tiba-tiba merendah namun tajam. "Namanya Najwa. Dia tumbuh besar di pesantren tanpa pernah tahu siapa ayahnya. Dia dibesarkan oleh Kyai Rahman, sementara ayahnya yang asli hidup mewah di kota ini, berpura-pura menjadi suami teladan bagi Monica dan anak-anaknya." ucap kakek Suhadi tertawa sinis.

"Aku tidak tahu kalau Maryam hamil, Yah... Aku benar-benar tidak tahu," tangis Afkar pecah, bahunya berguncang. Ia menutupi wajahnya sendiri dengan kedua tangannya,ia tidak menyangka kalau Maryam sudah meninggal dan memiliki seorang putri, betapa jahatnya ia... karena rasa takut nya sehingga ia tidak pernah mencari tahu tentang istri keduanya itu yang ia kita , hidup dalam keadaan baik-baik saja, apalagi saat itu ia memberikan cek sebanyak lima milyar yang tanpa Afkar ketahui, cek itu di ambil paksa oleh Monica, sehingga Maryam kembali ke desanya tidak membawa apa-apa. Selain benih yang Afkar tinggalkan.

"Tentu saja kamu tidak tahu, karena kamu terlalu sibuk menjadi 'laki-laki normal' untuk Monica!" sindir Kakek Suhadi telak. "Kamu pengecut, Afkar. Kamu punya dua putra dari Monica yang kamu manjakan setiap hari, bahkan kau mengangkat seorang putri yang kau temukan di depan pintu rumah yang sifatnya benar-benar semena-mena.

sementara ada seorang anak perempuan di sebuah pesantren yang bahkan tidak tahu dia punya hak atas nama besar keluarga ini."

Kakek Suhadi berjalan menuju jendela besar, membelakangi putranya.

"Dengarkan aku baik-baik," ucap Kakek Suhadi dingin. "Darah Maryam dan penderitaan Najwa adalah hutang nyawamu. Jika dalam waktu satu minggu kamu tidak membawa cucuku ke hadapanku, jangan pernah menganggap diri sebagai putraku lagi. Dan jangan harap satu sen pun dari harta Suhadi akan jatuh ke tangan laki-laki yang meninggalkan darah dagingnya sendiri demi rasa takut pada istri."

Afkar tertegun, wajahnya pucat pasi. "Tapi Monica... dia tidak akan membiarkan ini, Yah."

Kakek Suhadi berbalik, menatap Afkar dengan sorot mata penuh hinaan. "Lalu pilihlah. Tetap menjadi budak ketakutanmu pada Monica, atau menjadi seorang ayah yang punya harga diri. KELUAR!" teriak kakek Suhadi yang sudah muak melihat wajah pengecut putranya.

***

Sedangkan di pesantren , Najwa gadis cantik yang baru lulus sekolah menengah atas kini sedang bermain dengan baby Fatih, anak pertama Zora dan Yusuf....

" Najwa... Kita jalan-jalan sore yuk" ajak Zora lembut.

" iya kak" sahut Najwa ,Najwa mengambil kunci mobil milik Zora yang berada di atas meja dekat lemari TV, sudah setiap hari setelah Najwa baru lulus,ia tinggal di rumah kyai Rahman yang berada di dekat rumah Zora, alhasil, setiap hari aktifitas Najwa membantu Zora merawat Fatih... sampai peresmian universitas milik Zora di buka dan rencananya... Najwa merupakan angkatan pertama yang akan kuliah di sana.

Zora menggendong Fatih sedangkan Najwa yang mengemudikan mobilnya.

Zora lah yang mengajari Najwa mengendarai mobil sport miliknya, sampai Najwa benar-benar mahir dan memiliki SIM sendiri.

Hampir setiap hari mereka bertiga berkeliling desa untuk mencari jajanan sore.

Najwa merupakan sosok yang ceria, santun , serta ramah pada semua orang. Otaknya yang jenius serta dari keluarga pemilik pondok pesantren tidak membuatnya besar kepala, Najwa tetap rendah hati dan berbaur dengan santriwati lainnya....semua orang menyukainya karena sifatnya yang baik dan ramah.

***

Langkah kaki Afkar terasa berat saat meninggalkan ruang kerja ayahnya. Tamparan Kakek Suhadi bukan hanya memecahkan bibirnya, tapi juga meruntuhkan topeng yang telah ia bangun selama hampir dua dekade. Di koridor rumah mewah yang dingin itu, bayangan Maryam, wanita lembut yang ia khianati, muncul kembali, menghantui setiap jengkal ingatannya. Dan yang membuat dirinya merasa sangat bersalah, ternyata Maryam sudah tidak ada di dunia ini setelah melahirkan buah hatinya.

Sesampainya di rumah pribadinya, Afkar disambut oleh Monica, wanita yang selama ini ia takuti. Monica berdiri di puncak tangga dengan balutan gaun sutra, matanya tajam menyelidik luka di bibir Afkar.

Monica tersenyum sinis sambil menuruni tangga "Luka yang menarik, Sayang. Apa Kakek tua itu akhirnya tahu kalau kau punya 'cacat' di masa lalu yang selama ini aku tutup-tutupi?" tanya Monica tersenyum remeh...

" Maryam sudah meninggal" balas Afkar dengan sendu....

Monica tersenyum puas" bagus kalau begitu....tanpa berbuat apa-apa, dia sudah tidak ada" .

Afkar menatap Monica dengan tatapan yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. " Namun ternyata Aku memiliki seorang putri dari Maryam..., Ayah memintaku membawanya ke sini dalam satu minggu."

Langkah Monica terhenti, wajahnya yang tadi tersenyum kini langsung mengeras seketika "Jangan harap! Kau gila? Jika anak haram itu datang ke sini, bagaimana dengan posisi putra-putraku?, bagaimana dengan putri angkat kita...? Bagaimana dengan reputasiku di kalangan sosialita? Aku sudah membayarmu dengan kesetiaanku setelah aku tahu kau bermain gila dengan guru desa itu!" balas Monica berapi-api, rasa sakit yang sudah ia kubur oleh pengkhianatan suaminya kini terbuka kembali, bahkan ternyata pernikahan kedua Suaminya menghasilkan seorang anak...dan itu membuat luka lamanya semakin menganga lebar.

"Dia bukan anak haram! Kami menikah secara siri yang sah di mata Tuhan! Dan kau... kau yang mengancam akan membunuhnya jika aku tidak pergi. Karena ketakutanku padamu, aku kehilangan Maryam selamanya. Dan Aku tidak akan kehilangan Najwa untuk kedua kalinya." sahut Afkar langsung memasuki kamarnya...

Brakkkkk...

Afkar membanting pintu nya dengan keras membuat Monica terperanjat,ia tidak menyangka, suami pionnya kini bisa berubah menjadi tegas seperti itu.

Terpopuler

Comments

Ima Ima wulandari

Ima Ima wulandari

Aku suka karyamu thor👍

2026-06-17

0

Lisa sari katriani

Lisa sari katriani

Karya yang bagus thor , semangat 💪

Halo kakak2 , mampir jg ya di karya pertama ku 😊
Judul : jodoh si gadis miskin

Terimakasih 🙏

2026-07-20

0

suti markonah

suti markonah

langsung vote thorr..berharap najwa wanita tangguh tidak mudah terprovokasi..

2025-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 ke-satu
2 ke-dua
3 ke-tiga
4 ke-empat.
5 ke-lima
6 ke-enam
7 ke-tujuh
8 ke-delapan
9 ke-sembilan
10 ke-sepuluh
11 ke-sebelas
12 ke-duabelas.
13 ke-tigabelas
14 ke-empat belas
15 ke-lima belas
16 ke-enam belas
17 ke-tujuh belas.
18 ke-delapan belas.
19 ke-sembilan belas.
20 ke-dua puluh
21 ke-dua puluh satu
22 ke-dua puluh dua
23 ke-dua puluh tiga
24 ke-dua puluh empat
25 ke-dua puluh lima.
26 ke-dua puluh enam
27 ke-dua puluh tujuh
28 ke-dua puluh delapan.
29 ke- dua puluh sembilan
30 ke-tiga puluh
31 ke-tiga puluh satu
32 ke-tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 Tiga puluh empat.
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh.
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh Enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 Lima puluh enam
54 lima puluh empat
55 lima puluh Lima.
56 lima puluh enam
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan.
60 Enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat.
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 Tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 tujuh puluh tujuh
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 Delapan puluh Enam
87 delapan puluh tujuh
88 delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan puluh tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan
100 seratus
101 101
102 seratus dua
103 seratus tiga
104 seratus empat
105 seratus lima
106 seratus enam
107 seratus tujuh
108 seratus delapan
109 seratus sembilan
110 seratus sepuluh
111 seratus sebelas
112 seratus dua belas
113 seratus tiga belas
114 seratus empat belas
115 seratus lima belas
116 seratus enam belas
117 seratus tujuh belas
118 seratus delapan belas
119 seratus sembilan belas
120 seratus dua puluh
121 seratus dua puluh satu
122 seratus dua puluh dua
123 seratus dua puluh tiga
124 seratus dua puluh empat
125 seratus dua puluh lima
126 seratus dua puluh enam
127 seratus dua puluh tujuh
128 seratus dua puluh delapan
129 seratus dua puluh sembilan
130 seratus tiga puluh.
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 TAMAT
Episodes

Updated 147 Episodes

1
ke-satu
2
ke-dua
3
ke-tiga
4
ke-empat.
5
ke-lima
6
ke-enam
7
ke-tujuh
8
ke-delapan
9
ke-sembilan
10
ke-sepuluh
11
ke-sebelas
12
ke-duabelas.
13
ke-tigabelas
14
ke-empat belas
15
ke-lima belas
16
ke-enam belas
17
ke-tujuh belas.
18
ke-delapan belas.
19
ke-sembilan belas.
20
ke-dua puluh
21
ke-dua puluh satu
22
ke-dua puluh dua
23
ke-dua puluh tiga
24
ke-dua puluh empat
25
ke-dua puluh lima.
26
ke-dua puluh enam
27
ke-dua puluh tujuh
28
ke-dua puluh delapan.
29
ke- dua puluh sembilan
30
ke-tiga puluh
31
ke-tiga puluh satu
32
ke-tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
Tiga puluh empat.
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh.
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh Enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
Lima puluh enam
54
lima puluh empat
55
lima puluh Lima.
56
lima puluh enam
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan.
60
Enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat.
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
Tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
tujuh puluh tujuh
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
Delapan puluh Enam
87
delapan puluh tujuh
88
delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan puluh tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan
100
seratus
101
101
102
seratus dua
103
seratus tiga
104
seratus empat
105
seratus lima
106
seratus enam
107
seratus tujuh
108
seratus delapan
109
seratus sembilan
110
seratus sepuluh
111
seratus sebelas
112
seratus dua belas
113
seratus tiga belas
114
seratus empat belas
115
seratus lima belas
116
seratus enam belas
117
seratus tujuh belas
118
seratus delapan belas
119
seratus sembilan belas
120
seratus dua puluh
121
seratus dua puluh satu
122
seratus dua puluh dua
123
seratus dua puluh tiga
124
seratus dua puluh empat
125
seratus dua puluh lima
126
seratus dua puluh enam
127
seratus dua puluh tujuh
128
seratus dua puluh delapan
129
seratus dua puluh sembilan
130
seratus tiga puluh.
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!