NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:269
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 Hana Dan Peter

Pria yang ingin mengambil buah anggur milik Hana itu akhirnya mengalah pada Hana. Pria itu mulai memperkenalkan dirinya kepada Hana dengan sopan.

  Pria muda: "Nama saya Peter." ucapnya sambil menyodorkan tangan kanannya di hadapan Hana. "Siapa nama kamu?" tanyanya sambil tersenyum hangat.

  Hana: "Nama saya Hana." sahutnya membalas genggaman tangan Peter.

  Peter: "Nama kamu bagus." ucapnya sambil tersenyum tipis.

  Hana: "Terima kasih. Maaf, saya harus pergi." ucapnya dengan wajah datar.

  Peter: "Iya, silahkan, Hana. Semoga kita bertemu lagi." ucapnya dengan penuh harap. Hana melangkah dengan terburu-buru menuju ke kasir, Hana membayar buah anggur itu. Setelah membayarnya, Hana kembali melangkah keluar dari toko buah itu dan masuk ke dalam mobilnya. Peter memandangi Hana dari dalam toko, ia melihat Hana masuk ke dalam mobil dan melaju dengan mobilnya.

  Peter: "Dia wanita yang sangat cantik dan elegan." gumannya. Peter kembali memilih buah-buahan segar, beberapa kali ia tampak kelihatan ragu untuk memilih buah-buahan itu.

  Peter: "Sebaiknya aku menelpon Meta dulu. Aku tidak ingin salah beli." gumannya lagi. Peter meraih ponsel dalam saku celananya, ia mulai mencari nomor yang tertera di layar ponselnya. Peter adalah seorang pengusaha kosmetik, kedua orang tuanya berada di Australia. Ayah Peter berasal dari Australia. Sedangkan ibunya berasal dari Kalimantan. Peter telah menikah dengan seorang wanita keturunan Tionghoa yang bernama Meta. Peter dan Meta telah menikah selama hampir 2 tahun, namun pernikahan mereka belum dikaruniai seorang anak. Meta juga mempunyai usaha salon sendiri di rumahnya, kesibukan mereka masing-masing membuat Meta dan Peter hanya bertemu dimalam hari saja. Setelah Peter menelpon istrinya, ia mulai mencari barang yang lain karena Meta menyukai buah anggur, namun buah anggur satu-satunya telah diambil oleh Hana. Selesai berbelanja sesuai pesanan istrinya, Peter masuk ke dalam mobilnya dan mulai melaju dengan mobilnya di jalan raya. Rumah Peter cukup jauh dari toko buah itu, butuh waktu sekitar 35 menit untuk sampai ke rumahnya. Peter terus melaju dengan mobilnya dengan kekuatan sedang, di tengah perjalanannya Peter melihat Hana sedang berada di pinggir jalan itu, wajah Hana kelihatan cemas dan gelisah. Peter memberhentikan mobilnya tepat di belakang mobil Hana, ia keluar dari dalam mobil dan berjalan pelan menghampiri Hana yang sedang kebingunan.

  Peter: "Hai, Hana." sapanya dengan ramah. "Sedang apa kamu di sini? Apa yang terjadi dengan mobilmu?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Hana: "Mobilku tiba-tiba tidak bisa berjalan. Aku tidak tahu tentang mesin." ucapnya dengan rasa putus asa.

  Peter: "Tenang, Hana. Aku mempunyai seorang teman yang bekerja di bengkel mobil." ucapnya dengan wajah tenang. Hana hanya terdiam, ia menatap wajah pria tampan itu dalam-dalam. Peter kelihatan sibuk menelpon seseorang, hingga akhirnya Peter tersenyum puas kepada Hana.

  Hana: "Ada apa? Mengapa kamu menatapku seperti itu?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Peter: "Temanku akan datang membantumu. Dia dan temannya akan menderek mobilmu." ucapnya.

  Hana: "Apakah aku harus menunggunya di sini?" tanyanya dengan bingun.

  Peter: "Yes, sure." sahutnya dengan logat bahasa inggris yang fasih.

  Hana: "Ada-ada saja." keluhnya sambil menghela nafas berat. "Maafkan aku. Aku telah merepotkanmu." ucapnya dengan rasa tidak nyaman.

  Peter: "Aku tidak merasa direpotkan, kok." sahutnya sambil tersenyum tipis. Beberapa menit kemudian, teman Peter datang bersama beberapa orang.

  Teman Peter: "Hai, Peter." sapanya sambil tersenyum lebar. "Di mana mobilnya?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Peter: "Mobilnya yang ini." ucapnya. Peter menunjuk mobil Hana, teman Peter kemudian mencoba menyalakan mesinnya dan memeriksanya dengan teliti.

  Teman Peter: "Apakah ini mobilmu yang lain, Peter?" tanyanya sambil menatap wajah Peter.

  Peter: "Bukan. Mobil ini milik Hana." ucapnya sambil melirik ke arah Hana. Teman Peter menoleh ke arah Hana, lalu kembali menatap mobil Hana.

  Teman Peter: "Aku akan membawanya ke bengkel, nyonya. Mobil ini butuh diservice." ucapnya dengan wajah serius.

  Hana: "Iya, silahkan, pak." sahutnya. "Berapa lama, pak?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Teman Peter: "Sekitar seminggu, nyonya." ucapnya.

  Hana: "Baiklah, saya setuju. Ini kartu nama saya. Hubungi saya jika sudah selesai, ya." sahutnya sambil tersenyum tipis dan memberikan selembar kartu namanya. Teman Peter mulai mendorong mobil Hana, lalu memanggil beberapa temannya untuk menderek mobil tersebut. Setelah teman Peter pergi dengan menderek mobil Hana, maka Peter segera memberikan nomor ponselnya kepada Hana dan memberitahu alamat bengkel temannya itu. Peter juga memberikan nomor telpon temannya kepada Hana agar Hana mudah untuk menghubunginya.

  Hana: "Terima kasih, Peter. Aku akan memesan taksi lewat aplikasi." ucapnya dengan penuh kepuasan.

  Peter: "Aku akan mengantarmu pulang, Hana." sahutnya dengan sukarela.

  Hana: "Tidak usah, Peter. Aku tidak ingin merepotkanmu lagi." ucapnya dengan rasa tidak nyaman.

  Peter: "Aku tidak merasa direpotkan, kok. Jangan berlebihan, dong." ucapnya sambil tertawa kecil. "Ayolah, Hana. Terima tawaranku ini." bujuknya dengan suara lembut. Hana terdiam sesaat, ia tampak memikirkan tawaran Peter untuk mengantarnya pulang.

  Hana: "Baiklah, terima kasih." sahutnya. Peter tersenyum lebar, ia segera membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Hana untuk masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil, Peter dan Hana sama-sama canggung untuk berbicara.

  Hana: "Maaf, aku telah merepotkanmu." ucapnya dengan rasa tidak nyaman.

  Peter: "Sudahlah, Hana. Jangan berbicara seperti itu lagi." ucapnya pelan. "Di mana alamat rumahmu?" tanyanya sambil melirik ke arah Hana.

  Hana: "Jalan kemuning 19." ucapnya.

Peter: "Apakah kamu sudah menikah, Hana?" tanyanya dengan pelan. Hana menoleh ke arah Peter, ia terdiam dan tidak ingin terlalu mengatakan tentang pribadinya. "Tidak ada yang salah dengan pertanyaanku. Kamu tidak perlu menjawabnya, Hana." ucapnya.

Hana: "Aku sudah menikah. Aku mempunyai seorang putra berusia 5 tahun." ucapnya dengan lancar. "Suamiku sedang berada di luar kota." ucapnya lagi. "Apakah jawabanku jelas?" tanyanya dengan wajah ketus.

Peter: "Hehe. Iya, Hana." sahutnya sambil tertawa kecil. "Sebentar lagi kita akan sampai di rumahmu." ucapnya lagi.

Hana: "Hari ini aku sangat lelah." ucapnya lirih. Walaupun suara Hana sangat pelan, namun Peter bisa mendengar dan merasakan jika Hana sedang menyimpan masalah dan beban yang cukup rumit. Peter menatap wajah Hana dalam-dalam, Peter tahu jika Hana menyimpan sebuah beban dalam hatinya yang terasa cukup berat.

Peter: "Kamu boleh percaya padaku, Hana. Kita sekarang menjadi teman." ucapnya.

Hana: "Apakah kamu mendengar suaraku?" tanyanya dengan wajah ketus.

Peter: "Jangan menyimpan bebanmu sendiri, Hana. Terkadang, kita perlu mengeluarkan semuanya." ucapnya lagi dengan bijaksana. Hana hanya terdiam, pikirannya tertuju pada Aldo.

************************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!