NovelToon NovelToon
Queen VS King

Queen VS King

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: lee_jmjnfxjk

Di sekolah Imperion Academy, dua fraksi berdiri saling berhadapan. Fraksi wanita yang dipimpin oleh Selvina Kirana , dan fraksi pria dipimpin oleh Varrendra Alvaro Dirgantara. selvina percaya bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama, sedangkan Varrendra berpendapat bahwa perempuan seharusnya menunduk di bawah kaki laki-laki.

Pertarungan kata dan logika pun dimulai, panas dan penuh gengsi. Namun, di balik adu argumen yang tajam terselip sesuatu yang tak bisa mereka bantah - rasa yang perlahan tumbuh di antara dia pemimpin yang saling menentang.

Ketika cinta mulai menyelinap di antara ambisi dan prinsip, siapakah yang akan menang?
apakah cinta bisa menyatukan dua pemimpin yang terlahir untuk saling melawan atau justru menghancurkan keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_jmjnfxjk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.Jarak yang Terlalu Dekat

Asrama Imperion selalu terasa aman bagi Selvina.

Dulu.

Malam itu, dinding kamar terasa menyempit. Lampu meja menyala redup, memantulkan bayangan dua ranjang yang hanya dipisahkan satu langkah. Di ranjang seberang, Raisa—teman sekamarnya—duduk bersedekap, tatapannya tidak lagi ramah.

“Jadi benar,” kata Raisa akhirnya. “Kau ketemu Varrendra malam itu.”

Selvina tidak langsung menjawab. Ia melipat seragamnya dengan rapi, seolah percakapan itu bukan ancaman.

“Siapa yang bilang?” tanyanya tenang.

Raisa tertawa kecil. “Kau kira orang nggak lihat? Sayap barat. Jam malam. Sendirian.”

Selvina berhenti bergerak. “Dan?”

“Dan besoknya,” lanjut Raisa, suaranya meninggi, “fraksi pria tiba-tiba diam. Tidak ada sabotase. Tidak ada ancaman. Apa lagi yang harus kupikirkan?”

Selvina menoleh perlahan. “Jaga mulutmu.”

“Jadi itu benar?” Raisa berdiri. “Kau main di belakang kami?”

Kalimat itu menghantam lebih keras dari ancaman Varrendra mana pun.

“Aku melindungi fraksi ini,” kata Selvina datar.

“Dengan cara apa?” Raisa mendekat. “Negosiasi? Atau kau… menyerahkan diri?”

Udara membeku.

Selvina melangkah cepat, berdiri tepat di depan Raisa. “Jangan ulangi kalimat itu.”

“Kalau kau tidak bersalah,” tantang Raisa, “kenapa kau tidak jelaskan?”

Karena kebenaran akan menghancurkan lebih dari satu orang, pikir Selvina.

“Aku tidak berutang penjelasan,” katanya pelan.

Raisa menatapnya lama, lalu mundur satu langkah. “Aku harap kau benar-benar tahu apa yang kau lakukan. Karena kalau tidak—kau bukan cuma akan menjatuhkan Varrendra. Kau akan menjatuhkan kami.”

Pintu kamar tertutup keras saat Raisa keluar.

Selvina berdiri sendiri, tangannya gemetar. Bukan karena takut kehilangan kepercayaan—melainkan karena ia sadar: permainan ini mulai memakan korban.

 

Pesan masuk ke ponselnya satu jam kemudian.

> Kau sendirian sekarang. Datang ke ruang musik lama.

Selvina menatap layar lama sebelum menjawab.

> Ini bukan perintah.

Balasan datang cepat.

> Tidak. Ini undangan.

Ruang musik lama berada di ujung asrama pria—wilayah abu-abu yang jarang disentuh. Lampu mati. Hanya cahaya bulan yang masuk melalui jendela tinggi, memantulkan debu yang menari di udara.

Varrendra berdiri di dekat piano tua, jas almamaternya dilepas, kemeja putihnya terbuka satu kancing.

“Kau datang,” katanya.

“Apa yang kau mau?” Selvina tidak bertele-tele.

Varrendra mendekat. Perlahan. Seolah setiap langkahnya dihitung untuk mengganggu jarak aman.

“Teman sekamarmu,” katanya ringan. “Dia mulai bertanya.”

Selvina menegang. “Kau mengamatiku?”

“Aku selalu mengamatimu.”

Ia berhenti tepat di depan Selvina. Jarak mereka nyaris tidak ada. Aroma kayu dan sesuatu yang pahit—kopi atau kelelahan—mengisi napasnya.

“Kau mulai kehilangan kendali,” lanjut Varrendra. “Itu berbahaya.”

“Kau yang memaksaku,” balas Selvina.

Varrendra mengangkat tangan—tidak menyentuh, hanya berhenti beberapa senti dari wajahnya. “Aku memberimu pilihan.”

“Pilihan yang memerangkap.”

Senyum Varrendra tipis. “Selamat datang di dunia nyata.”

Selvina menepis tangannya. “Jangan sentuh aku.”

“Kenapa?” suaranya turun. “Karena kau takut?”

“Karena aku tidak ingin menjadi seperti kau.” jawab Selvina

Varrendra tertawa pendek. “Terlambat.”

Ia mendekat lagi, kali ini benar-benar menyentuh—bukan kasar, tapi menekan. Jemarinya mencengkeram sisi piano di samping Selvina, menjebaknya di antara kayu tua dan tubuhnya sendiri.

Ini bukan pelukan.

Ini kurungan.

“Kau menyimpan rahasiaku,” bisiknya. “Dan sekarang aku menyimpan rahasiamu.”

Selvina menelan ludah. “Aku tidak punya rahasia.”

“Kau punya,” katanya. “Kau mulai menikmati ini.”

Selvina mendorong dadanya. Tidak keras. Tapi cukup untuk menciptakan jarak.

“Jangan pernah berpikir kau mengenalku,” katanya tajam. “Aku bertahan. Itu saja.”

Varrendra menatapnya lama. Lalu, pelan-pelan, ia mundur satu langkah.

“Kita saling menghancurkan,” katanya. “Dan anehnya… kau masih di sini.”

Selvina merapikan seragamnya. “Ini terakhir kalinya.”

Varrendra tersenyum—bukan menang, bukan kalah. “Kau sendiri yang tidak percaya itu.”

Saat Selvina keluar dari ruangan itu, langkahnya berat. Tuduhan Raisa masih terngiang. Tatapan Varrendra masih terasa di kulitnya.

Ia terjepit di antara dua jurang: kepercayaan yang runtuh

dan ketertarikan yang mematikan.

Dan Imperion Academy, seperti biasa, menunggu siapa yang akan jatuh lebih dulu.

-bersambung-

1
Mercy ley
makasih raisa
Mercy ley
kapal ku karam kah..
Mercy ley
fakta yg menyakitkan yahh ikut tersindir
Mercy ley
aaa sedihh
Mercy ley
agak nyess baca nya.. apalagi tiap ngeliat si king ini bareng nadira
Mercy ley
akan badai yg baru permulaan ini
Mercy ley
aku pun siap
Mercy ley
semangat Selvina..
Mercy ley
welcome to the world babyy..
Mercy ley
aku akan tunggu apapun yg akan terjadi..
Mercy ley
cerita nya fresh bgtt.. chemistry character nya berasa terhubung semua guys..asikk dan menyenangkan banget di jamin kalian suka..nyess nya dapet jg, pokoknya harus di baca.. soalnya aku udh kecintaan sama novel novel karyanya si authorr A inii..jgn lupa baca karya karya dia yg lainn karena gacorr semua lohh..
penasaran??baca ajaa seru..
bukan yapping yapping ini gess/Hey/
semangattt My authorr 🫶🏻🤍
Mercy ley
huftt betull..
Mercy ley
rasanya aku kayak lagi chatan sama seseorang..
Mercy ley
aww..setujuu bgtt si authorr 🤗
aku kagett ternyata di sebutt..aku si dukung klo buat one shoot 🤍🤍
Mercy ley
kata kata mereka bikin nyess
Mercy ley
jujur kita sama..kita udh tau kemungkinannya akan terjadi tapi masih ngerasa kayak denial🥲
Mercy ley
namanya jg ibu hamil, udh turutin aja sebelum terjadi perang dunia kedua..
Mercy ley
siapakah kira kira entitas ini?
Mercy ley
Selvina di sayang bgt nih sama Bu rivenna
Mercy ley
aku ga suka kakak ini🥲
Mercy ley: itu cuma jokes kok my author 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!