NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 Sang Nyonya Mengambil Kendali

Bau karbol yang tajam dan bunyi ritmis mesin pendeteksi jantung mengisi ruang tunggu VIP rumah sakit. Shena duduk terpaku di kursi besi, pakaian sutranya masih menyisakan noda darah kering yang mulai menghitam—darah Devan. Ibu Ratna, yang sudah berhasil diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan di pergelangan tangan, duduk di sampingnya, memeluk bahu putrinya dengan erat.

"Shena, makanlah sedikit. Devan pria yang kuat, dia pasti bertahan," bisik Ibu Ratna parau.

Shena menggeleng pelan. Matanya tidak lepas dari pintu ruang operasi yang masih menyalakan lampu merah. "Dia tertusuk karena melindungiku, Bu. Dia membuang nyawanya demi aku, setelah semua kebencian yang pernah dia terima dari tanganku."

Pintu operasi akhirnya terbuka. Dokter keluar dengan wajah lelah namun memberikan anggukan kecil yang membuat Shena mampu bernapas kembali. "Operasi berjalan lancar. Luka tusukannya cukup dalam, mengenai bagian usus, namun tidak ada organ vital yang rusak permanen. Masa kritisnya belum lewat, tapi kondisinya stabil."

Shena terduduk lemas, air mata syukurnya tumpah. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Rian datang dengan wajah pucat sambil memegang tablet.

"Nyonya... maaf mengganggu di saat seperti ini, tapi keadaan di kantor sedang kacau," ujar Rian. "Berita tertusuknya Pak Devan bocor ke media. Saham Adiguna Group merosot tajam.

Para dewan komisaris mengadakan rapat darurat pagi ini untuk melengserkan Pak Devan karena dianggap tidak mampu menjaga stabilitas akibat masalah pribadi.

Dan yang paling buruk... Sarah menggunakan sisa koneksinya untuk mengeklaim posisi pelaksana tugas CEO."

Shena menghapus air matanya dengan kasar. Ia teringat kata-kata Devan: "Aku sudah mengalihkan 30% saham pribadi atas namamu."

Shena berdiri tegak. Sesuatu di dalam dirinya—bagian yang selama ini selalu mengalah dan takut—seolah-olah meledak. Ia teringat bagaimana Devan berdiri di garis depan demi dirinya di konferensi pers. Sekarang, gilirannya.

"Rian, siapkan mobil," perintah Shena. Suaranya tidak lagi bergetar. Dingin dan tegas.

"Nyonya mau ke mana?"

"Ke kantor pusat. Siapkan pakaian pengganti untukku di mobil. Aku tidak akan membiarkan bajingan-bajingan itu menyentuh kursi suamiku saat dia sedang bertaruh nyawa."

Ruang Rapat Adiguna Group

Suasana ruang rapat sangat panas. Sepuluh pria paruh baya berpakaian jas mahal sedang berdebat sengit. Sarah duduk di ujung meja, tampak sangat percaya diri meskipun wajahnya menunjukkan sisa-sisa kelelahan dari kejadian semalam.

"Sesuai anggaran dasar perusahaan, jika CEO berhalangan tetap, maka pemegang saham terbesar dari keluarga harus mengambil alih. Dan saya, sebagai kerabat dekat yang memiliki latar belakang bisnis, adalah pilihan logis," ujar Sarah dengan nada manis yang beracun.

"Kerabat dekat yang baru saja mencoba membunuh saudarinya sendiri?"

Pintu ruang rapat terbuka lebar. Shena melangkah masuk dengan gaun formal berwarna hitam pekat, rambutnya disanggul rapi, dan matanya memancarkan otoritas yang selama ini ia sembunyikan. Di belakangnya, Rian dan tim hukum Devan mengikuti seperti bayangan.

Sarah berdiri, wajahnya memerah. "Shena?! Apa yang kau lakukan di sini? Ini urusan bisnis, bukan tempat untuk pengantin pengganti yang hanya tahu cara melukis!"

Shena tidak berhenti sampai ia berada di ujung meja, tepat di depan kursi CEO milik Devan. Ia meletakkan sebuah map hitam di atas meja dengan dentuman pelan namun tegas.

"Perkenalkan diriku sekali lagi pada kalian yang lupa," Shena menatap satu per satu anggota dewan komisaris. "Namaku Shena Adiguna. Pemilik 30% saham pribadi Devan Adiguna, ditambah hak atas tanah pabrik pusat yang kalian duduki saat ini. Secara hukum, aku adalah pemegang suara terbesar di ruangan ini."

Para komisaris terdiam, saling lirik. Mereka tahu tentang berita saham itu, tapi mereka tidak menyangka Shena memiliki keberanian untuk muncul.

"Sarah Bramantyo tidak memiliki posisi hukum di sini. Dia bahkan sedang dalam status pengawasan kepolisian atas keterlibatannya dalam aksi penculikan semalam," Shena menoleh ke arah Sarah dengan tatapan menghina. "Keamanan, tolong keluarkan wanita ini. Dia mengotori udara di ruangan ini."

"Kau tidak bisa melakukan ini!" teriak Sarah histeris saat dua orang sekuriti memegang lengannya. "Kau itu anak haram! Kau tidak layak!"

"Aku mungkin anak siri di matamu, Sarah. Tapi di mata hukum perusahaan ini, aku adalah bosmu," sahut Shena tanpa ekspresi.

Setelah Sarah diseret keluar, Shena duduk di kursi Devan. Ia merasa dinginnya kursi itu, namun ia merasa kekuatan suaminya seolah mengalir ke tubuhnya.

"Sekarang, mari kita bicara tentang bagaimana cara menaikkan kembali harga saham kita dalam dua jam ke depan," ujar Shena sambil membuka berkas di depannya.

"Rian, hubungi semua mitra utama. Katakan bahwa Nyonya Adiguna yang mengambil kendali, dan siapa pun yang mencoba menarik investasi saat suamiku sakit, akan aku pastikan tidak akan pernah berbisnis dengan keluarga Adiguna selamanya."

Para komisaris tertegun. Mereka tidak melihat lagi gadis pendiam yang malang. Di depan mereka kini ada sosok wanita yang memiliki ketegasan Devan dan kelembutan yang mematikan.

Setelah rapat yang melelahkan, Shena kembali ke rumah sakit. Ia masuk ke kamar ICU tempat Devan masih terbaring lemah dengan berbagai selang. Shena mendekat, duduk di samping tempat tidur, dan menggenggam tangan Devan yang dingin.

"Mas... aku sudah melakukan bagianku," bisik Shena sambil mencium jemari Devan. "Aku menjaga tahtamu. Jadi, kumohon, bangunlah. Aku tidak mau menjadi ratu sendirian di istana ini."

Jari Devan bergerak sedikit, sebuah respon kecil yang membuat Shena tersenyum di tengah tangisnya. Misi menjadi istri yang kuat dimulai, sementara Devan terus berjuang untuk kembali ke pelukannya.

...****************...

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!