NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa getir

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Yura mengikat plastik sampah, lalu mengangkatnya dengan satu tangan.

"Aku buang sampah dulu," katanya sambil melirik Rose.

Rose mengangguk, senyum nakalnya belum hilang.

Pintu menutup pelan.

Tangga kosan diterangi lampu kuning redup. Yura menuruni anak tangga satu persatu, plastik sampah bergoyang pelan di tangannya. Suara langkahnya menggema ringan.

Ia baru sampai di lantai bawah ketika suara pintu terbuka.

"Oh—"

Yura refleks berhenti.

Rendra berdiri di ambang pintu, mengenakan kaus rumah dan celana santai. Di tangannya ada lap dapur. Wajahnya tampak kaget, lalu langsung berubah santai.

"Kirain kalian sudah tidur," katanya. "Aku tadi mau manggil, tapi takut ganggu."

Yura mengangkat plastik sampah sedikit.

"Belum. Ini… lagi bersih-bersih sedikit, Kak."

Rendra tersenyum. Senyum yang sama, yang selalu membuat Yura lupa alasan logis untuk tidak jatuh cinta. "Jam segini masih beres-beres?"

"Mejanya sudah protes, Kak," jawab Yura. "Katanya mau pensiun dini."

Rendra terkekeh. "Rose?"

"Ada di atas."

Rendra melirik jam dinding. "Aku baru masak spageti. Kebanyakan. Kalian mau?"

Yura menelan ludah. "Spageti?'

"Iya. Aku kira kalian sudah tidur, jadi hampir aku simpan semua."

Yura tersenyum tanpa sadar. "Oh."

Rendra memiringkan kepala. "Kenapa oh nya panjang?"

"Tidak apa-apa," jawab Yura cepat. "Cuma… kagum saja, Kakak bisa masak apa saja."

Rendra tertawa kecil. "Kalau mau, aku ambilkan piring."

Yura ragu satu detik. "Rose—"

"Panggil saja. Biar makan bareng."

Yura menggeleng ringan. "Tidak usah."

Rendra mengangkat alis. "Kenapa?"

"Dia sudah makan mi. Banyak," jawab Yura cepat. "Dan kelihatannya mau tidur."

"Yakin?"

"Yakin," kata Yura terlalu cepat. Lalu menambahkan, "Kalau dipanggil, nanti malah bangun lagi."

Rendra tersenyum. "Baiklah. Kalau begitu… kau saja?"

Yura mengangguk. "Kalau tidak merepotkan."

"Tidak sama sekali."

Rendra berbalik ke dalam rumah. "Buang sampahnya dulu. Nanti spagetinya keburu dingin."

Yura mengangguk, lalu melangkah ke tempat sampah luar. Tangannya sedikit gemetar saat menjatuhkan plastik itu. Ia menarik napas panjang.

"Tenang," gumamnya pada diri sendiri. "Ini cuma makan spageti."

Yura melangkah masuk ke rumah Rendra, cucu pemilik kosa-kosan itu. Rumah minimalis yang selalu terasa hangat, tapi malam ini justru terasa terlalu lengang. Lampu dapur menyala terang, aroma saus tomat dan bawang putih masih menggantung di udara.

Yura menoleh ke sekeliling, lalu bertanya pelan, seolah takut salah dengar oleh rumah itu sendiri.

"Kak… nenek ke mana?"

Rendra yang sedang membuka lemari mengambil piring, berhenti sejenak. Ia menoleh, lalu menjawab dengan nada ringan yang berusaha terdengar biasa.

"Tadi sore dia pulang kampung."

"Oh," ucap Yura. "Sendirian?"

"Iya."

"Kenapa Kakak tidak mengantarnya?"

"Ada keluarga yang jemput kesini," jawab Rendra singkat. Ia lalu menaruh dua piring di meja. "Duduklah dulu."

Yura duduk, tapi matanya masih mengamati ruang tamu kecil yang biasanya selalu ada suara televisi tua atau batuk kecil sang nenek. "Rumahnya jadi sepi," katanya jujur.

Rendra tersenyum tipis. "Biasanya juga begitu kalau nenek pulang kampung."

"Kalau kali ini, berapa lama nenek akan pergi?"

"Belum tahu. Bisa dua hari, bisa seminggu."

Yura mengangguk pelan. "Kakak tidak takut sendirian? Aku bisa temani Kakak kalau mau?"

Rendra berhenti bergerak.

Tangannya yang sedang meraih sendok menggantung di udara satu detik lebih lama dari seharusnya. Ia menoleh pelan ke arah Yura, seolah memastikan barusan tidak salah dengar.

“Kau… temani?” ulangnya.

Yura tersadar ucapannya barusan terdengar terlalu spontan. Ia buru-buru melambaikan tangan. "Maksudku bukan sekarang. Maksudku kalau… kalau Kakak butuh teman ngobrol. Atau kalau rumah terlalu sepi."

Rendra tersenyum kecil. "Tenang. Aku tidak salah paham."

"Oh," Yura mengangguk. "Bagus."

Rendra menarik kursi, duduk berhadapan dengannya. "Takut sih," katanya jujur. "Tapi bukan karena sendirian. Lebih ke… takut nenek capek."

Yura mencondongkan tubuh sedikit. "Nenek kenapa?"

Rendra belum sempat menjawab.

Dentingan pelan terdengar dari ponsel di samping piringnya. Getarnya singkat, tapi cukup memotong suasana.

Rendra refleks menoleh, lalu meraih ponsel itu. Layarnya menyala, memantulkan cahaya tipis ke wajahnya. Ia hanya membaca sekilas, alisnya sedikit berkerut, lalu menghela napas pendek.

Yura terdiam.

Matanya sempat melirik tanpa sengaja, lalu buru-buru dialihkan ke piringnya sendiri. Ada rasa penasaran yang mengganjal, tapi ia menahannya rapat-rapat.

Rendra menaruh kembali ponsel itu dengan posisi layar menghadap ke bawah.

Seolah pesan itu tidak pernah ada.

Namun hening yang tersisa terasa berbeda.

......................

Rose menunggu dengan waktu terasa lambat. Yura lama sekali keluar, dan rasa penasaran mulai merayap. Ia membuka pintu dan keluar, di sana tidak ada tanda Yura di luar.

Dengan langkah pelan, hampir tanpa suara, Rose menuruni tangga, setiap gerakan dibuat hati-hati agar tidak terdengar.

Saat ia hampir sampai lantai bawah, suara dari luar terdengar samar. Tanpa sengaja, ia menoleh ke arah jendela rumah pemilik kos-kosan itu.

Dari sana, ia bisa melihat Yura dan Rendra sedang berbicara. Akrab. Santai. Senyum Rendra yang selalu membuat Rose merasa… getir sekaligus hangat, membuatnya menahan napas.

Ia berdiri di balik jendela, menatap mereka beberapa saat. Ada senyum tipis yang muncul di bibirnya, tapi juga rasa getir yang sulit dijelaskan.

Perasaan itu mencampur aduk bangga melihat Yura nyaman, tapi juga sedikit cemburu dan tidak nyaman.

Rose memutuskan untuk kembali. Langkahnya tetap pelan, hati terasa aneh. Setibanya di kamar, ia menutup pintu dengan lembut, membiarkan suara langkahnya hilang di lantai atas.

Rose langsung masuk, berbaring di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Nama My Love terpampang di layar. Dengan jari-jari yang lincah, ia menulis,

"Jangan pikirkan aku, aku baik-baik saja. Tolong hibur dia, dia lagi-lagi bertengkar dengan atasan kalian."

Rose tersenyum, meletakkan ponsel di samping bantal, menaruh kepalanya, dan memejamkan mata.

......................

Yura menatap Rendra hati-hati. "Kakak… ada kerjaan?"

Rendra menoleh, tersenyum biasa-biasa saja. "Tidak. Santai saja."

Yura menunduk sebentar, ragu. "Benar-benar… tidak ada?"

"Benar," jawab Rendra ringan. "Tidak ada yang mendesak."

Yura menarik napas. "Kalau begitu… aku tidak mengganggu, kan?"

Rendra mengangkat alis, sedikit terkekeh. "Tidak sama sekali. Kau tenang saja."

Yura tersenyum tipis, menatap piringnya. "Ah… aku cuma takut… Kakak sibuk, jadi aku malah mengganggu."

Rendra menatapnya sejenak. "Kalau aku sibuk, aku pasti bilang."

Yura menelan ludah, kemudian mencoba tersenyum lagi. "Baik… kalau begitu, aku bisa makan tanpa rasa bersalah."

Rendra tersenyum ringan. "Itu baru benar."

Yura mencondongkan tubuh sedikit, suara pelan. "Kakak… selalu tenang ya… bahkan kalau sendirian."

Rendra menatapnya, senyumnya mengembang tipis. "Ketenangan itu bisa menular."

Yura menghela napas panjang. "Kalau begitu… aku ingin menular sedikit ketenangan Kakak."

Rendra tertawa pelan. "Kalau begitu, mulai dari sekarang, tahan emosi, dan bersikaplah sesantai mungkin."

Yura menunduk lagi, tersenyum tipis, dan akhirnya mulai mengambil sendok.

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: terimakasih kak atas semangatnya.
total 1 replies
ari sachio
memang rendra dah stres mar...stres krn disguhi wc umum jd otaky g berfungsi dg bk lg.g bs bedain yg kotor d yg bersih.

ku harap rose kena karma dr perbutany sdri.trus rendra jg bs kebka mata hatiy d sukur2 sadar d bs ninggalin rose.
Eva Karmita
aku kira Alexa mencari pacar atau tunangan nya di masa lalu ternyata sodara perempuan nya tooooo....
ari sachio
syukurlah klo rani adik alexa...kirain...rani sosok orng yg pernah alexa cintai...ak hmpir aj melancarkan serangan11 jari di pagi hari😁😁😁😁
ari sachio
astogehhhh🤣🤣🤣🤣 tak kira dipikiran dia yura hbs dilecehin...gatauny.....🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ kek bayi baru lahir😅😅😅😅😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Diusahakan mak...
total 1 replies
ari sachio
ren jgn sampai y...seblm km sadar
km dilepeh ros km menyesal tlh bersikap kejam ma yura stlh tau kebenarany ...trus km mlh pindah haluan ke yura....siap2 aj km dislepet ma alexa🤭
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
ari sachio
mulut bilang tidak tp sama2 ganas ternyatahhh y....wlpn berkah bantuan obat sih...tp mg aj hamil y...krn g ad y g mungkin klo it buatan manusia...yg steril aj bs hamil loh...segala bentuk kb tak ad yg tdk mgkn terjd krn sdh byk buktiy...🤭
Eva Karmita
Alexa kenapa kamu ngomong seperti itu ke Yuka.... harusnya kamu jgn bersikap seperti itu kasihan Yuka pasti tersinggung dgn omongan mu yg tidak mau punya keturunan dgn Yuka 🥺💔
Eva Karmita
ni pasti dikasih yg ehemmm...ehemmmm sama bapaknya Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97
Manteman, aku mendadak tak semangat untuk menulis.
IG : Gledekzz97: Terimakasih, aku usahakan pokoknya🥰
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semngat💪💪💪
total 1 replies
Eva Karmita
baru tahu ada adat seperti itu tidur beralaskan jerami untuk pengantin baru 😁
ari sachio
berada di negri tirai bambu tp yg ada di pelosok yg masih kental dg tradisiny....


jadi kangen si cipit😁😁😁😁
ari sachio: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
IG : Gledekzz97
Bantu like-like ya manteman.. biar aku semangat update... 🥰, jangan lupa setangkai bunga untukku☺
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Semangat tttt💪
total 3 replies
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🥰

Semangat ya otor update nya 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Terima kasih kak. 🥰
total 1 replies
ari sachio
wuaduhh....ternyata rose pya kelainan....mgkn bkn krn ingn hdp sbg pasangan. cm mgkn si rose ini hya ingin yura hanya baik pdnya. slalu bersamanya. semacam seorang yg terlalu terobsesi pd sdra sdiri.mgkn krn dulu hdp rose tk ad yg mo bk pdy trmsk ibuny sdri.jd pas yura dtg dgk kebaikan untkny rose tdk mau melepaskany.tkt yura tdk baik lg sama dia
Eva Karmita
maksud Rose apa....??
Apa Rose punya kelainan yg menyimpang ... seperti menyukai sesama jenis 🤔🤔 kalau itu benar sungguh menjijikan dan Rendra akan benar-benar dapat kejutan yang besar dan akan menyesal sudah menolak Yura 😩 demi seorang Rose wanita jadi"an 😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!