NovelToon NovelToon
Pernikahan Weton Sang Pewaris Tunggal

Pernikahan Weton Sang Pewaris Tunggal

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Beda Dunia / Cinta Seiring Waktu / Kutukan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

“Mereka menikah bukan karena cinta, tapi karena hitungan. Namun, siapa sangka... justru hitungan Jawa itulah yang akhirnya menulis takdir mereka.

Radya Cokrodinoto, pewaris tunggal keluarga bangsawan modern yang masih memegang teguh adat Jawa, dipaksa menikah dengan Raras Inten, seorang penjual jamu pegel keliling yang sederhana, hanya karena hitungan weton.

Eyangnya percaya, hanya perempuan dengan weton seperti Raras yang bisa menetralkan nasib sial dan “tolak bala” besar yang akan menimpa Radya.

Bagaimana nasib Raras di pernikahan paksa ini? sementara Radya sudah punya kekasih yang teramat ia cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya sebuah tumbal

Pernikahan?

Satu kata itu meluncur dari bibir Eyang Putra dan menghantam Raras seperti gelombang es. Seluruh udara di paru-parunya seolah tersedot paksa, menyisakan kekosongan yang dingin dan menyakitkan. Lima miliar. Ritual. Semuanya adalah fasad, sebuah pembungkus indah untuk sebuah kebohongan yang begitu besar.

“Menikah?” ulang Raras, suaranya bergetar, nyaris menjadi bisikan. Tawa kecil yang getir lolos dari bibirnya.

“Eyang… Eyang pasti bercanda. Tadi Eyang bilang ini hanya sebuah ritual adat. Saya hanya perlu datang dan mengikuti prosesi.”

“Pernikahan adalah ritual penyatuan takdir yang paling sakral dan paling permanen, Nduk Raras,” balas Eyang, nadanya tetap tenang, seolah sedang menjelaskan resep masakan.

“Tidak ada cara lain untuk mengikat wetonmu pada weton cucuku.”

Raras bangkit dari kursinya, tangannya terkepal di sisi tubuh. Rasa takut yang tadi mencengkeramnya kini berubah menjadi amarah yang membara. Ia merasa bodoh, naif, dan terhina.

“Anda berusaha menipu saya!” desisnya, menatap lurus ke mata pria tua itu.

“Eyang sengaja menyembunyikan ini! Eyang pikir saya perempuan macam apa? Yang bisa dibeli untuk dijadikan istri kontrak?”

“Aku tidak pernah menyebut kata kontrak,” sahut Eyang dingin.

“Aku menyebutnya takdir.”

“Saya tidak peduli Eyang menyebutnya apa! Kesepakatan kita batal!” Raras berbalik, hendak melangkah pergi dari paviliun yang terasa menyesakkan itu. Ia lebih baik kembali mendorong gerobak jamunya sampai punggungnya patah daripada menjual harga dirinya dengan cara seperti ini.

Namun, sebelum kakinya sempat melangkah, pintu paviliun terbuka.

Dua orang masuk, membawa serta aura dunia yang sama sekali berbeda. Seorang pria tinggi dengan setelan mahal yang membalut tubuh atletisnya, wajahnya tampan namun dipahat oleh arogansi dan kekesalan. Di sampingnya, seorang wanita yang tak kalah menawan, dengan gaun elegan dan tatapan tajam yang memindai Raras dari ujung rambut hingga ujung kaki seolah sedang menilai barang obralan.

“Sudah kuduga Eyang ada di sini,” kata pria itu, suaranya tajam dan penuh sarkasme. Matanya yang sekelam malam melirik Raras dengan jijik sebelum tertuju pada Eyang.

“Dan Eyang sudah membawa… spesimennya?”

Radya Maheswara. Raras langsung tahu, bahkan sebelum Eyang memperkenalkannya. Aura dingin dan merendahkan itu adalah milik seseorang yang terbiasa menginjak dunia di bawah kakinya. Wanita di sampingnya pasti Ayunda.

“Jaga cangkemmu, Dya,” geram Eyang.

Radya tertawa sinis. Ia melangkah mendekat, mengitari Raras seolah gadis itu adalah sebuah patung aneh di pameran.

“Jadi, ini dia? Sang penolak balak? Sang Weton Inten?” Matanya berhenti pada celemek lusuh yang masih dikenakan Raras, lalu pada sandal jepitnya yang sudah tipis dan berdebu.

“Eyang, aku tidak tahu kalau jimat penyelamat nyawaku ternyata seorang penjual jamu gendong. Berapa Eyang membayarnya"

Radya melirik cek yang tergeletak lalu berkata sinis, "Lima miliar? Wow. Harga yang fantastis untuk membeli seorang istri dari pinggir jalan.”

Setiap kata Radya adalah belati yang ditancapkan perlahan ke jantung Raras. Pedih, menghina, dan membekas. Ayunda di belakangnya hanya tersenyum tipis, senyum kemenangan yang membuat Raras merasa semakin kecil.

“Radya, sudahlah,” ucap Ayunda lembut, namun nadanya meremehkan.

“Tidak perlu sekasar itu. Mungkin… Mbak ini punya keahlian lain yang tidak kita ketahui.”

Raras mengepalkan tangannya lebih erat, kukunya menancap ke telapak tangan. Ia ingin berteriak, memaki, atau menangis. Namun, bayangan wajah ibunya yang sakit kembali melintas. Bayangan senyum adiknya. Ia menelan semua rasa sakit itu, mengubahnya menjadi perisai baja yang tak terlihat.

Ia mengangkat dagunya, menatap lurus ke mata Radya yang penuh cemoohan.

“Nama saya Raras Inten, bukan spesimen, bukan jimat, bukan pula istri dari pinggir jalan,” katanya, suaranya terdengar lebih mantap dari yang ia duga.

“Dan benar, Anda tidak salah. Harga saya lima miliar.”

Radya mengangkat alis, terkejut dengan keberanian gadis itu.

“Tapi uang itu,” lanjut Raras, tatapannya tak gentar, “bukan untuk membeli gaun mahal atau perhiasan. Uang itu untuk biaya operasi ibu saya. Untuk membeli rumah kecil agar kami tidak diusir dari kontrakan lagi. Dan untuk biaya sekolah adik saya sampai dia jadi sarjana.”

Keheningan menyelimuti paviliun. Radya tampak kehilangan kata-kata untuk sesaat.

“Jadi, jangan khawatir, Tuan Radya Maheswara,” sambung Raras, nadanya kini dingin menusuk.

“Saya tidak punya minat sedikit pun pada Anda atau kekayaan Anda. Saya di sini hanya untuk bekerja. Anggap saja pernikahan ini adalah pekerjaan saya. Saya akan melakukan apa yang diminta, dan setelah tugas saya selesai, saya akan pergi dari kehidupan Anda seolah saya tidak pernah ada.”

Setelah mengucapkan itu, Raras kembali menatap Eyang.

“Saya terima tawaran Eyang. Tapi dengan syarat yang sama seperti yang dikatakan cucu Anda. Ini hanya pekerjaan. Sebuah kontrak. Tidak lebih.”

Eyang Putra hanya mengangguk pelan, matanya menatap Radya dengan sorot kecewa. Radya sendiri masih mematung, ekspresinya sulit dibaca. Penghinaan yang ia lontarkan seolah mental kembali dan menampar wajahnya sendiri.

***

Dua hari berikutnya terasa seperti mimpi buruk yang berjalan lambat. Raras ditempatkan di sebuah kamar tamu mewah yang lebih besar dari seluruh rumah kontrakannya. Ia tidak diizinkan keluar, tidak boleh menghubungi siapa pun. Semua kebutuhannya dipenuhi oleh seorang pelayan bisu yang menatapnya dengan pandangan campur kasihan dan takut.

Tidak ada gaun pengantin, tidak ada persiapan meriah. Yang ada hanya keheningan yang mencekam dan perasaan terasing yang luar biasa. Pernikahan ini, yang akan dilangsungkan secara siri besok subuh di paviliun, terasa lebih seperti sebuah eksekusi.

Malam itu, Raras tidak bisa tidur. Ia hanya duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya, menatap kosong ke arah jendela yang menampakkan taman gelap di luar. Ia bertanya-tanya apakah keputusannya ini benar.

Tiba-tiba, terdengar ketukan pelan di pintu.

Raras terlonjak kaget. Pelayan biasanya tidak akan datang selarut ini. Dengan ragu, ia berjalan dan membuka pintu.

Radya berdiri di sana. Masih dengan setelan kerjanya, dasinya sedikit longgar, dan wajahnya tampak lelah sekaligus dingin. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia melangkah masuk, tatapannya menyapu seisi kamar dengan ekspresi datar.

Ia meletakkan sebuah map tebal berwarna biru di atas meja rias.

“Apa ini?” tanya Raras pelan.

“Kontrak,” jawab Radya singkat, nadanya seperti es.

“Aku tidak mau ada kesalahpahaman di antara kita. Aku mau semuanya jelas, hitam di atas putih.”

Raras menatap map itu, lalu beralih menatap Radya. Jantungnya berdebar, merasakan firasat buruk.

“Di dalamnya ada perjanjian pranikah, sekaligus surat perjanjian perceraian yang sudah ditandatangani pengacaraku,” jelas Radya, suaranya tanpa emosi.

“Pernikahan ini hanya berlangsung selama satu tahun, atau sampai Eyang menyatakan wetonku sudah aman, mana pun yang tercapai lebih dulu. Selama itu, kau akan tinggal di sini, berperan sebagai istriku di depan Eyang, dan tidak melakukan apa pun yang bisa mempermalukan nama keluarga Cokrodinoto.”

Pria itu berhenti sejenak, matanya menatap Raras dengan tajam, seolah ingin memastikan gadis itu mengerti setiap detail penghinaan yang akan ia sampaikan.

“Kau tidak akan tidur sekamar denganku. Kau tidak akan ikut campur urusan pribadiku, dan yang paling penting,” Radya mencondongkan tubuhnya sedikit, suaranya merendah menjadi bisikan yang kejam, “kau tidak boleh jatuh cinta padaku.”

Napas Raras tercekat di tenggorokan.

“Setelah kontrak selesai, kau akan menerima sisa pembayaranmu dan pergi. Kita akan bercerai secara diam-diam. Kau bebas melakukan apa pun dengan hidupmu, dengan syarat kau tidak pernah menyebut nama Cokrodinoto lagi.”

Radya menegakkan tubuhnya, mengambil sebuah pulpen dari saku jasnya, dan meletakkannya di atas map itu. Sebuah perintah tanpa suara.

“Baca dan tanda tangani sekarang.”

Raras menatap pulpen itu, lalu pada map biru yang terasa seperti vonis mati bagi harga dirinya. Tangannya gemetar.

“Kenapa… kenapa kamu melakukan ini?” bisiknya, suaranya pecah.

Radya menatapnya dingin, tanpa sebersit pun belas kasihan di matanya. Ia melangkah mendekat, hingga hanya tersisa jarak beberapa senti di antara mereka. Asap rokok yang samar tercium dari napasnya saat ia berucap, setiap katanya adalah paku terakhir yang menancap di peti mati harapan Raras.

“Karena aku perlu memastikan kau tahu posisimu, Raras,” desisnya.

“Kau bukan istriku. Kau hanyalah tumbal yang kubeli. Sebuah alat. Dan begitu aku tidak lagi membutuhkanmu, aku akan membuangmu. Jadi, jangan pernah, sekalipun, berharap aku akan menganggapmu lebih dari itu.”

1
Vay
♥️♥️♥️♥️♥️
Vay
💙💙💙💙
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
💙💙💙💙
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
💜💜💜💜
Vay
💙💙💙💙
Vay
💜💜💜💜
juwita
iih ko bayu tau sih
juwita
pdhal g ush di tolong Raras biar bangkrut sekalian perusahaan. klo udh kere ap si ayunda mau sm dia
juwita
waah ternyata bayu org jahat. radya sm. eyangnya miara ular
juwita
semoga g berhasil ada yg lindungi raras
juwita
jahat si bayu mgkn musuh dlm selimut dia
Vay
💜💜💜💜
Vay
❤️❤️❤️❤️
Vay
♥️♥️♥️♥️
Vay
💜💜💜💜
Vay
❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!