NovelToon NovelToon
Mentari Untuk Langit

Mentari Untuk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Menikah dengan Musuhku / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam pengganti / Romansa / Balas Dendam
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Niat awal Langit ingin membalas dendam pada Mentari karena telah membuat kekasihnya meninggal.Namun siapa sangka ia malah terjebak perasannya sendiri.

Seperti apa perjalanan kisah cinta Mentari dan Langit? Baca sampai tuntas ya.Jangan lupa follow akun IG @author_receh serta akun tiktok @shadirazahran23 untuk update info novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Sepulang dari makam, Langit menatap iba pada gadis mungil yang kini duduk di atas kursi roda. Senyum tetap mengembang di wajah cantiknya, namun ia tak bisa membohongi siapa pun kelemahan tubuhnya terlihat begitu jelas.

Dengan membawa balon dan boneka beruang, Langit berjongkok tepat di hadapannya.

“Putri cantik Papa, kenapa nggak di dalam rumah?” tanyanya lembut.

“Mina nungguin Papa pulang,” jawab si kecil polos, matanya berbinar meski tubuhnya lemah.

Tak mampu menahan haru, Langit segera memeluk putri kecilnya itu, mengecupi puncak kepala mungilnya.

“Papa sudah pulang, Nak. Sekarang Mina masuk rumah dulu, ya,” bisiknya.

Minara mengangguk pelan.

“Oh iya, Papa bawa hadiah untuk Mina.”

Langit menyodorkan balon dan boneka beruang. Senyum Minara langsung merekah cerah. Dengan riang, ia memeluk boneka itu erat-erat.

“Terima kasih, Papa,” ucapnya lirih namun penuh kebahagiaan.

“Sama-sama, sayang.”

Langit lalu membalik kursi roda putrinya dan mendorongnya masuk ke dalam rumah, berusaha menyembunyikan kesedihan yang diam-diam menyayat dadanya.

*

Sementara itu, Mentari kembali bekerja meski tubuhnya masih sedikit lemah. Berbeda dari kemarin, hari ini wajahnya tampak lesu dan gelisah. Bukan tanpa alasan kejadian di rumah sakit terus menghantui pikirannya. Setiap kali mengingat tatapan pria itu, tubuhnya bergidik ngeri.

Dalam hati, Mentari berdoa sungguh-sungguh semoga hari ini ia tidak bertemu lagi dengan pria tersebut.

Tiba-tiba sebuah mobil BMW keluaran terbaru berhenti tepat di depan Mentari. Jantungnya sontak berdegup kencang antara was-was dan takut. Namun begitu kaca jendela perlahan turun, ia mengusap dada, lega. Bukan pria itu. Syukurlah…

“Tari, jadi ini pekerjaan yang kamu lakukan?” suara itu terdengar dingin, menusuk.

Abi menatapnya tanpa senyum.

Mentari hanya diam. Tidak mengangguk, tidak juga menggeleng. Diamnya sudah cukup menjelaskan segalanya.

“Naiklah. Aku ingin bicara,” ucap Abi tegas.

“Tidak sekarang, Bi. Aku masih harus kerja.” Mentari menunduk, merasa tak nyaman dengan tatapannya.

Abi menghela napas panjang. “Kamu selesai jam berapa? Biar aku jemput.”

Mentari langsung menggeleng. “Tidak usah. Kita ketemu saja di rumah. Aku tidak mau banyak pasang mata melihat kamu di sini. Sekarang… pergilah.”

Abi terdiam sejenak. Tatapannya meredup, seperti menahan sesuatu yang ingin ia bicarakan.

“Baiklah. Sore ini aku sudah di rumah. Tunggu aku di sana. Aku pergi dulu.”

Mentari mengangguk pelan.

Mobil itu melaju pergi, meninggalkan Mentari yang kembali menatap kosong ke depan. Ada sendu di matanya,bahkan kehadiran kekasihnya pun kini terasa seperti beban di tengah rasa takut yang masih membekas.

Sore harinya, Mentari berjalan kaki pulang. Di tangannya, ia menjinjing dua bungkus nasi yang baru ia beli dari kedai kecil di ujung jalan. Langkahnya pelan, lelah, dan pikirannya masih kusut.

Begitu sampai di depan rumah, ia melihat Abimanyu berdiri di teras, seolah sudah menunggunya sejak lama. Mentari menghela napas sejenak sebelum melanjutkan langkahnya.

“Kenapa lama sekali?” tanya Abi dengan nada khawatir yang berusaha disembunyikan.

“Aku lembur sebentar,” jawab Mentari datar. Ia memutar gagang pintu dan masuk pelan ke dalam. Abi mengikutinya tanpa suara.

Tanpa mereka sadari, sebuah kamera kecil yang dipasang entah oleh siapa, sejak tadi merekam seluruh pemandangan itu setiap gerak, setiap ekspresi, tanpa mereka ketahui.

“Tari,” ucap Abi tiba-tiba, nadanya to the point, “aku minta kamu berhenti dari pekerjaan itu. Aku nggak setuju kamu jadi tukang bersih-bersih.”

Mentari meletakkan nasi bungkus di atas meja perlahan. Ia menatap Abi dalam-dalam, mencoba membaca ketulusan di balik ucapannya.

“Hanya itu pekerjaan yang bisa kulakukan, Bi. Aku nggak punya kemampuan buat melamar kerja lain.”

“Tapi… bagaimana kalau orang lain tahu? Kalau ibuku tahu, Tari? Hubungan kita akan makin sulit. Tolong mengertilah…”

Mendengar itu, Mentari terdiam. Ada luka kecil yang mengoyak di dadanya. Ia lalu mengangkat wajah, menatap Abi dengan mata yang mulai berkaca.

“Bi…” suaranya pelan tapi tegas, “bukankah dari dulu hubungan kita memang sudah sangat sulit?”

Ucapan itu menggantung di udara, berat, dan menyakitkan lebih jujur daripada apa pun yang pernah mereka katakan sebelumnya.

Apa kamu nggak bisa menghargai perjuanganku sedikit saja, Tari?” tanya Abi dengan suara yang mulai terdengar putus asa.

“Aku sedang berjuang buat dapat restu dari Ibu supaya kita bisa menikah secepatnya. Aku harus balas budi atas pengorbanan kamu dulu… kan?”

Mentari terdiam. Matanya berkaca-kaca bukan karena terharu, tapi karena hatinya terasa diremas dari dalam. Kata-kata Abi menamparnya lebih keras daripada teriakan mana pun.

Ia mengepalkan jemarinya.

Dalam hatinya, bergema satu kalimat yang selama ini selalu ia coba abaikan:

Jadi ini? Hubungan mereka… hanya balas budi?

Ia menatap Abi, pelan tapi penuh luka.

Pria itu mungkin menganggap ia sedang berjuang, tapi perjuangan macam apa itu, kalau alasannya bukan cinta?

Mentari menarik napas gemetar, mencoba menahan air mata yang hampir tumpah.

"Aku akan coba cari pekerjaan lain." ucap Mentari akhirnya.

Abi tersenyum, memang inilah yang ia mau dari wanita itu.Kemudian ia memeluk wanita itu erat.

Beberapa hari kemudian,

Sesuai janjinya pada Abi, hari ini Mentari benar-benar berusaha mencari pekerjaan lain. Sejak pagi ia berjalan dari satu perusahaan ke perusahaan lain, membawa map berisi surat lamaran yang sudah ia persiapkan dengan penuh harap.

Namun dari semua tempat yang ia datangi, tak satu pun yang menerimanya.

Alasannya selalu sama latar belakangnya dianggap terlalu “bermasalah”, terlalu “gelap”, terlalu “berisiko”.

Setiap penolakan seperti pisau yang menusuk harga dirinya.

Dengan langkah gontai dan keringat menetes di pelipis, Mentari keluar dari gedung terakhir yang ia coba. Ia merasa lelah, bukan hanya secara fisik, tetapi juga batin. Dunia seolah menutup semua pintunya.

Saat hendak berjalan pergi, selembar kertas warna putih yang menempel di papan pengumuman tiba-tiba menarik perhatiannya. Ia berhenti, menatapnya, lalu perlahan mendekat.

“Dicari pendonor sumsum tulang untuk seorang anak perempuan berusia 6 tahun. Kondisi gawat…”

Mentari membaca ulang baris itu berulang-ulang.

“Menjadi pendonor sumsum… untuk seorang gadis kecil?” bisiknya, lirih. Ada sesuatu di dalam dirinya yang tiba-tiba tergerak—sebuah empati halus yang menusuk hatinya.

Membayangkan seorang anak kecil yang sedang berjuang hidup-hidup saja sudah membuat dadanya sesak.

“Apa… aku bisa coba tes?” ucapnya lagi, ragu namun penuh tekad.

Tanpa pikir panjang, Mentari meraih selebaran itu dan memasukkannya ke dalam totebag lusuhnya. Ia menarik napas panjang, mengumpulkan keberanian baru—yang berbeda dari keberanian mencari pekerjaan.

Lalu dengan langkah mantap, ia berbelok menuju rumah sakit.

Takdir baru sedang menunggunya di sana.

Bersambung...

1
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
oalah.... riko kamu kalo gak sungkem sama brian tak kutuk kamu jadi suami bucin....🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
ahirnya setelah beberapa purnama terungkap jati diri Rini dan alasannya tidak mau meneruskan pernikahan nya dengan
Riko. kasian ya di culik hingga sepuluh tahun baru di ketemukan oleh kakanya
Riko ga boleh cemburu ya Ok
Kar Genjreng
aduhhh miris sekali itu orang tua kandung atau angkat ngko bisa jual anak gadisnya
sendiri. orang tua luknat 🤮 muntah Rini nasib nya menyedihkan sekali pantas ga mau menikah karena sudah ga perawan
Kar Genjreng
Ohh gituu bian benar kakanya Rini kah dan itu ayah kandung atau ayah' tiri... mengapa
biadap sekali menghancurkan seorang gadis yang akan menjalin sebagai pasangan jahat,, apabila masih hidup, kelak renta Jangan di tolong terkecuali
Kar Genjreng
rin kenapa kamu punya pikiran yang sangkal jangan bilang ada seseorang yang tidak di ketahui Riko
sri angga
knp ga ditelusuri dulu sih.riko oh riko.
Kar Genjreng
kenapa tidak cerita donge kalau tau Rinie adeknya istri nya meninggal kali ya ya Pak bian🥺 Riko langsung kabur ga dengar dulu alasan nya
Tina Nurdiansyah
Kasihan amat Riko,diliputi salah paham
Kar Genjreng
berarti Rini pergi dari pernikahan karena ada hal lain selain ketemu Kakak nya atau mungkin ada yang berminat ga baik terhadap Rini entahlah ya terpenting update lagi
Kar Genjreng: idihhh tega sekali dirimu Kak Author di
gantung mirip jemuran tanpa tiang 😁
total 2 replies
Yeni Wahyu Widiasih
bagus
Kar Genjreng
biarlah waktu yang menjawab nya dan
tunggu sampai muncul atau update lgi 👍😁
Kar Genjreng
kayanya yang di.lihatbsama Riko setan' laki laki dan Anak Anak 🥺
Kar Genjreng
😁👍 penasaran banget apa sebenarnya yang terjadi pada Rini dan Riko,,,ehhh Doble R R,,,chucho. Ko Gresek diki ha biarlah bastt jauhhhh
shadirazahran23: coba tebak apa yang terjadi?
total 1 replies
Kar Genjreng
mungkinkah Riko sudah kenal ya sama Bu Riri ya kebetulan ga ngenalin tapi sudah kenal,,d
semoga belum janda wekkk
Kar Genjreng
kenapa ga bisa di buka ya
Kar Genjreng
dapat vote 👍👍 biar semangat
Kar Genjreng
Ok kalau Riri bukan pELaKoR bagus seorang guru harus bisa jadi contoh di
gugu di tiru,,,,dan dokter Siska nanti apa akan membalas ke langit dan mentari seandainya tau awal mulanya,,,jangan ya saling mengasihi dan berbalik hati karena kalau selalu bermusuhan hidup seperti di neraka' ga nyata ga fiksi, Ok lanjutkan,,,lope lope sekebon jengkol buat Author bunga ya jengkol mahal 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂
Yeni Wahyu Widiasih
apa abi yg nabrak kekasihx langit
Kar Genjreng
roll coaster. lagi siapa lagi ini Rini penting bukan pELaKoR kenapa oh langit suami mentari ko mencurigakan jangan jangan nanti ak suka sama langit wedang andai nya gitu,,,teman ketika di penjara kah ,,mumet ahh mikiri. hua hua 😁
sri hastuti
siapa lg ini rini thor ??
jangan ada pelakor atau apapun lho thor,baru aja bahagia ,sdh bikin deg2an ini 🙏🙏, jangn digoncang lg lah thor kasihan 🙏🙏
shadirazahran23: 🤣🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!