NovelToon NovelToon
Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Misteri
Popularitas:16.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asabernisletih

Perhatian–perhatian cerita ini beralur lambat. Harap bersabar menanti ceritanya ya .... 😁

Gea Agatha adalah seorang wanita berusia 21 tahun yang hidup mandiri. Gea berusaha hidup menjauh dari keluarganya yang membencinya. Wanita mandiri itu memiliki seorang kekasih bernama Davin Angkara.

Suatu hari, mereka mengikrarkan janji sehidup semati. Namun naas, Gea malah dikhianati oleh kekasihnya di hari pernikahannya yang membuatnya harus berada pada keadaan yang lebih mengecewakan. Hari itu juga, ia bertemu dengan Briel, seorang laki-laki yang juga harus menikah di hari itu juga yang sama sekali tidak Gea kenal, memaksa Gea untuk menikah dengannya karena suatu kesalahpahaman.

Mereka berdua mengarungi bahtera rumah tangga yang diterpa berbagai macam musim.

Akankah Gea dan Briel bisa melewati semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asabernisletih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Kacamata Berlensa Merah

"Engghh"

Gea merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Ia memijat pelan lehernya yang terasa pegal. Mungkin karena posisi tidurnya salah. Matanya masih terpejam. Rasanya berat hanya untuk membuka matanya dengan sempurna

Ia menyambar handuk yang ia sampirkan di gantungan. Dengan langkah gontai, ia berjalan menuju ke kamar mandi. Matanya sayu, masih setengah terpejam. Dia melepas semua kain yang melekat di tubuhnya. Ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Air dingin di pagi itu cukup ampuh untuk menyegarkan kembali tubuhnya yang layu 'tak bertenaga karena kelelahan menangis di tengah malam.

Gea melilitkan handuk di tubuh polosnya. Cukup segar ia rasakan. Ia berjalan ke depan cermin. Gea membuka matanya sempurna. Ia membulatkan mata saat melihat bayangannya sendiri di cermin itu.

"Astaga, mataku" ucapnya kaget.

Gea menyentuh matanya. Benar-benar bengkak dan warna hitam mengelilinginya.

"Gawat nih. Mana sebentar lagi kerja. Masak iya aku pergi kerja dengan keadaan seperti ini. Bisa-bisa dikepoin sama Runi."

Rasa cemas menelusup ke dalam hatinya. Pastinya ia akan malu kalau sampai teman kerja Gea meledeknya.

"Aku harus mengompresnya."

Gea memakai seragam kerjanya lalu bergegas mengambil 2 kantong teh. Gea memasukkan 2 kantong teh itu ke dalam kulkas. Setelah cukup dingin Gea mengompres matanya kurang lebih 5 menit.

Gea kembali ke kamarnya. Ia melihat matanya yang terpantul pada cermin di depannya.

"Waahhhh masih nggak ngaruh." Muka Gea cemberut. Matanya masih terlihat bengkak.

"Astaga!" Gea terkejut saat melihat jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 07:20. Ia harus segera berangkat karena sisa waktunya tinggal 40 menit lagi. Dengan terpaksa, Gea harus berangkat meski hatinya berat.

Di sisi lain, dua insan 'tak berbusana masih terlelap dalam tidurnya. Hanya selimut tebal yang menutupi tubuh mereka. Mereka saling memeluk satu sama lain, memberikan kehangatan di tengah hawa sejuk di pagi itu.

Sang hawa mengintip pemandangan nan indah di depan mata. Sang adam yang memesona masih terlelap dalam mimpinya. Dengkuran halus terdengar di telinganya, senyum puas terukir di wajahnya. Ia kembali membenamkan wajahnya ke dada bidang sosok di sampingnya itu, ikut menenggelamkan diri ke alam mimpi.

🍂

Gea berlari dari halte bus. Napasnya tersengal-sengal. Ia berhenti di depan gedung, membungkukkan badannya. Gea mencoba menstabilkan kembali napasnya.

"Haahh hahhh hahhh…"

Waktunya semakin mepet. Gea menegakkan badannya kembali. Ia berlari ke dalam. Ia harus segera menaruh tasnya di loker untuk segera bekerja.

"Hei Gey, tumben kamu baru datang?" tanya Runi.

"Iya Run, kesiangan," alasan Gea.

"Wihh kacamatamu keren. Tapi, kenapa kamu pakai kacamata saat kerja?" Runi menatap Gea, curiga. Gea menggunakan kacamata berlensa merah miliknya.

Gea menelan lidahnya. "Haduh malah ditanyain lagi." batinnya.

Karena 'tak kunjung menjawab, Runi gemas. Ingin sekali ia melepas paksa kacamata milik Gea. Gea segera menepis tangan Runi.

"Jangan!" Gea panik.

"Kenapa?"

Runi menatap Gea penuh selidik.

"Anu.... " Gea mencari jawaban yang tepat.

"Anu kenapa Gey? Jangan bikin aku penasaran dong," ucap Runi gemas.

Gea masih belum bisa menjawab.

"Ehemm"

Deheman itu mengalihkan perhatian mereka. Di belakang mereka telah berdiri seorang laki-laki umur 40 an. Gea dan Runi memberikan salam hormat kepada laki-laki itu.

"Pagi,Pak," ucap mereka bersamaan.

"Ya. Kenapa kalian masih disini? Bukannya kerja malah ngobrol," tegur Heri, manager operasional di perusahaan itu.

"Maaf Pak. Kami akan segera berkerja. Kami pamit undur diri," ucap Runi mewakili mereka berdua.

"Sebentar!" Heri menoleh ke arah Gea.

"Aduh gawat nih"

Gea menggigit bibirnya cemas.

Runi dan Gea berbalik lagi.

"Kenapa kamu memakai kacamata seperti itu?" Heri menunjuk kacamata yang Gea pakai.

"Maaf, Pak, mata saya sakit. Jadi saya harus memakai kacamata ini agar tidak menular." Gea berusaha berbicara setenang mungkin untuk meyakinkan atasannya itu.

Heri memicingkan matanya.

"Please, percayalah."

Berkali-kali Gea merapalkan kata itu dalam hati.

"Iya kah?"

"Iya, Pak." jawab Gea sambil menunduk.

"Oke saya percaya! Cepat segera bekerja!" ucap Heri 'tak terbantahkan.

Runi dan Gea bergegas mengambil alat bersih-bersih yang akan mereka pakai.

"Hufft hampir saja," gumam Gea lirih.

"Hah? Kenapa Gey?" tanya Runi, yang ternyata masih mendengar samar gumaman Gea.

"Hah? Bukan apa-apa Run."

Gea menampilan deretan gigi dengan cengiran khasnya.

"Sejak kapan kamu belekan, Gey?" tanya Runi yang penasaran.

"Kemarin sepulang kerja Run. Tadi malam memerah terus yaudah deh jadi begini."

"Tuhan, jangan catat ucapanku hari ini. Aku tidak mau sakit mata beneran. Aku ingin sehat selalu Tuhan," doanya dalam hati.

Ucapan Gea tidak sepenuhnya jujur dan tidak sepenuhnya bohong. Matanya benar-benar memerah, tapi bukan karena belekan melainkan karena menangis.

"Bolehku lihat?" Runi bersiap mengambil kacamata Gea. Dengan cepat Gea memalingkan mukanya.

"Jangaann!"

"Kenapa kamu panik? Jangan-jangan kamu menyembunyikan sesuatu dariku ya?" selidik Runi.

"Bu…..bukan seperti itu. Aku takutnya kamu nanti ketularan."

Runi masih menatapnya curiga yang membuat Gea sedikit salah tingkah.

"Udah-udah ayok kita kerja. Keburu ditegur sama Bapak Manajer Operasional kita."

Gea merangkul pundak Runi, mengalihkan topik agar Runi tidak terus mengejarnya dengan berbagai pertanyaan. Gea tidak mau alasan yang sebenarnya terbongkar, kenapa Gea memakai kacamata berlensa merah.

1
Rumini Parto Sentono
Luar biasa
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
Biasa
Herlianti Amrah
mengandung bawang Thor
Herlianti Amrah
bagus
feliciya ayu
,👍👍👍👍
Dewi R Tumu
kenapa d pnggil bang hrsnya mas aja biar enak gitu bacanya
Enung Samsiah
dasar bril kamu baru nyadar dri tadi bodoh +maksa lgi,,,, kasian ayu gara" kakanya sidavin , udah pke bju pngntin nggk kebagian mmpelai😂😂,, jodoh memng ada d tngn autor,,, ada ada aja 😂😂😂
Enung Samsiah
ayu lngsung nikah aja sm adam
Enung Samsiah
untung gereja sm hotel deket jdi gea bisa jdi nikah meski salah orang sih,,, mungkin fasturnya yg tdi ya,, 😂😂
Enung Samsiah
davin sm dela pasangn yg sngt cocok
Enung Samsiah
buknnya gea+hendri+Bima pd pintar tp knpa tdk bisa melihat susi devin anehhhhh,,,,
Enung Samsiah
potonya kurang satu ya???
Isabell Serinah
seasson2 lagi plseeee
Dia Jeng
akhirnya happy ending....ditunggu ektra part nya thor🙏🙏🙏
Riska Ridwan Siska
ternyata Gea gak jadi meninggal dan menikah dengan Gaza yg jadi bucin akut, bahagia selalu Briel dan Gea

Makasi thor ceritanya bagus, meski up nya lama tapi gpp
ditunggu karya selanjutnya
Dia Jeng
thor benarkah ini😭😭😭
🕯️: penginnya benar apa tidak ini kak 😭😭
total 1 replies
Dia Jeng
akhirnya bisa up lg thor
Isabell Serinah
lanjut lagi plseeee 👍😭😭😭
Elsa Rahma
harian aja Thor
tetap semangat berkarya
Riska Ridwan Siska
setelah sekian lama akhirnya up juga....thor gak ada cita2 mau up dobel malam ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!