NovelToon NovelToon
Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.8M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Cerita ini adalah cerita kelanjutan dari Novel Love, Revenge, And The Sea, tapi Anda bisa menikmati cerita ini tersendiri, namun sangat disaran membacanya dahulu untuk tahu tokoh-tokoh di dalamnya.



Cinta itu sebuah misteri, seberapa banyak pun orang yang mencoba memahaminya, namun tak ada yang pernah bisa benar-benar mengetahui apa itu cinta sebenarnya.


Dimana kah awalnya? bagaimana cara dia bekerja? pada siapa dia akan berlabuh? bagaimana dia berjalan? membawa suka kah? atau malah menambah derita.

Akan kah cinta berakhir bahagia atau malah menabur air mata, hanya yang mengalamai cinta yang tahu rasanya.

Beribu bahkan berjuta cerita cinta telah tertuliskan di dunia, namun tetap saja tak ada yang sama.

Ini sebuah cerita tentang penantian, ketulusan, dan pengorbanan, sedikit arti cinta yang indah dengan segala lika-likunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5 - Perjodohan.

Malam segera menyingsing, seberapa meriahnya pun sebuah pesta tetap harus berakhir jua, Jofan sekeluarga diundang untuk menginap di istana utama, sedangkan Daihan dan keluarga memang tinggal di istana pangeran bersama dengan Archie.

Setelah makan malam yang hening, mereka semua memutuskan untuk mengobrol dulu di ruang keluarga istana utama, semuanya berkumpul di sana, kecuali anak-anak mereka yang masing-masing meminta izin untuk beristirahat karena lelah, bahkan Suri tidak ikut makan di ruang makan, dia hanya minta makanannya untuk dibawakan ke kamar, memikirkan mungkin benar Suri lelah karena banyak bertemu dengan teman-temannya tadi di pesta, Angga mengizinkannya.

Angga, Daihan, dan Jofan berkumpul di dekat perapian, sedangkan para istri mengobrol di sofa yang lain, menceritakan semua hal tentang kehidupan mereka.

"Ah, sudah lama sekali tidak berkumpul seperti ini," kata Jofan membuka suara, Angga dan Daihan yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.

"Ya, seharusnya kau pulang lebih sering seperti ini," kata Daihan pada Jofan.

Angga yang seperti biasa pelit untuk berbicara hanya mengamati dan mendengarkan pembicaraan kedua sahabatnya, bahkan dia tidak perlu berbicara, pertanyaan yang ada di kepalanya sudah terwakili oleh Daihan.

"Ya, aku mempertimbangkan untuk tidak kembali ke sana dan menetap di sini," kata Jofan menggoyang-goyangkan minuman yang digenggamnya.

"Benarkah?" kata Daihan tidak percaya, bukan hanya Daihan, Angga pun juga tidak percaya, tapi dia hanya menunjukkan ekspresinya.

"Ya, perusahanku di sana sudah stabil, hidup di negeri orang juga tidak terlalu menyenangkan, aku sudah ingin kembali kemari, anak-anakku juga telah menyelesaikan semua pendidikannya, apa lagi yang membuat aku bertahan di sana?" jelas Jofan dengan santainya, dia melirik Angga dan Daihan yang ada di sana. Angga dan Daihan yang mendengarkan alasan Jofan itu hanya mengangguk-angguk kecil.

"Ya, baguslah kalau begitu," kata Angga seadanya saja yang membuat Jofan sedikit tertawa kecil, ternyata dia sangat merindukan sifat temannya ini.

"Lagi pula ada yang ingin aku katakan padamu Angga," kata Jofan tiba-tiba serius, meletakkan gelasnya di meja kecil di sampingnya, duduknya pun ditegapkannya.

"Ada apa?" tanya Angga menatap Jofan dengan wajah seriusnya.

Suasana yang tadinya santai sedikit menegang, para istri yang ada di sana awalnya mengobrol sendiri di tempat tersendiri pun langsung hening karena mendengar perkataan Jofan tadi. Bella mengerutkan dahinya, Aurora yang melihat itu terlihat sedikit gelisah.

"Aku berencana untuk menjodohkan Jared dengan Suri, bagaimana pendapatmu, Angga?" tanya Jofan melirik Angga yang langsung terdiam mendengarkan penawaran Jofan.

Bella yang mendengar tentang itu langsung mengerutkan dahi dan berdiri, meninggalkan Aurora dan Nakesha yang hanya menatap kepergiannya, Bella berjalan ke arah suaminya lalu Bella meletakkan tangannya pada pundak suaminya, sekedar ingin mengingatkan suaminya agar tidak gegabah mengambil keputusan. Jofan dan Daihan yang melihat ke datangan Bella langsung melihat ke arah Bella. Angga pun menatap istrinya.

Aurora dan Nakesha pun bergabung ke arah suami-suami mereka.

"Saat Suri lahir, kami sudah berjanji tidak akan memaksakan dia menikah dengan pria yang dia tidak inginkan, kami akan membebaskannya untuk memilih siapa pun pendampingnya nanti, asal dia menyukainya, kami akan menyetujuinya, jika Jared bisa membuat hati Suri luluh, kami akan dengan senang hati menerimannya," kata Angga, dia tahu Bella datang padanya agar dia mengingat apa yang pernah mereka diskusikan sebelumnya. Bella mendengar itu tersenyum tipis, suaminya masih ingat soal itu.

"Baiklah, berarti ini semua tergantung pada Suri dan Jared," kata Jofan sambil mengangguk-anggguk kecil, seolah berpikir bagaimana caranya agar Suri bisa bersama Jared.

"Ya, sekarang bukan zamannya lagi pemaksaan bukan?" kata Bella lembut mengambil alih.

"Tapi aku merasa Suri begitu dekat dengan Archie, aku melihat mereka selalu bersama di pesta itu," kata Jofan melemparkan pertanyaan yang sedikit mengganjal di kepalanya, dia diam-diam memperhatikan semua gerak gerik Suri juga Archie.

"Mereka besar bersama di sini, sejak kecil selalu bersama, jadi pastinya hubungan mereka sangat dekat," kata Daihan membela anak angkatnya, bagaimana pun dia tahu Jofan memiliki keraguan pada Archie bahkan dari Archie kecil.

"Masuk akal," kata Jofan serius sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Lagi pula mereka sepupu, hubungan sepupu tidak mungkin bisa berlanjut, sudah ada peraturannya bukan?" tanya Daihan pada Angga.

Angga mengangguk pelan, wajahnya bagaimana pun tetap saja dingin dan serius bahkan di dalam obrolan yang santai ini.

"Ya, mereka tidak mungkin bersama," jawab Angga melirik Jofan dan Daihan.

"Baiklah, kalau begitu bagus, aku tidak perlu khawatir soal itu," kata Jofan kembali sedikit santai, dia sudah bisa tersenyum. Angga hanya mengangguk dan sedikit membalas senyuman Jofan.

"Aku ingin melihat keadaan Suri dulu, aku sedikit khawatir dengannya, dia sangat kelelahan hingga tidak bisa makan bersama tadi, sebentar ya," kata Bella yang merasa cukup senang dengan hasil pembicaraan yang dia dengarkan dari tadi. Dia tersenyum pada semua orang di sana, seolah meminta izin.

"Baiklah, hati-hati," kata Angga memberikan senyum manis pada istrinya, dia hanya bisa tersenyum untuk Bella.

1
elsaanisya
sebelum ini udh ada novel ceritanya ya ? belum ngeh hubungan Archie sama suri
annisya yulianti
Huxley klo bucin serem ya, Angga vs Aksa dulu aja sampe ribet culik2an, tunggu ada yg mati dulu baru adem 😅
annisya yulianti
suri bego!
Tya Afat
Johan betul2 ksatria
Tya Afat
aku udah baca yg ke 4 kalinya. tetap suka
Tya Afat
aku mampir lagi. heheheh....ini sdh ke sekian kalinya membaca ulang. belum move on
Ayu Annisa
Jared Suri🫶🏻
Jin Noona
baca novel Quin dari tahun 2019, seingatku . sebelum adanya grup chat , dan mt nt hits d awal 2020 pas Corona sampe sepi seperti skrg . tapi aku ga pernah hapus mt , karena sering bolak-balik baca lagi karya ka Quin . entah sudah berapa kali. dan novel ini yang paling aku suka .
Tya Afat: samaaa....aku jg sukaaaaaaaa
total 2 replies
palupi
terimakasih 💐💕
palupi
Luar biasa
Wangintowe Tundugi
acting
Wangintowe Tundugi
tanya author pasti tau bang archi 😆
Wangintowe Tundugi
keren kamu ceyasa
Wangintowe Tundugi
hujan hehe
Wangintowe Tundugi
hanya author yg tau
Wangintowe Tundugi
siena entah utusan siapa
Wangintowe Tundugi
di part ini suri egois
Wangintowe Tundugi
kok sy merasa bukan ya
kafa ainshod
Sania di sandera Bapak e Jofan
kafa ainshod
strong Aurora
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!