NovelToon NovelToon
Jebakan Sang CEO Wanita

Jebakan Sang CEO Wanita

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Cinta Terlarang / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Hidup Arga yang sempurna bersama istrinya, Nabila, hancur seketika saat mantan kekasihnya, Siska, kembali sebagai istri pemilik perusahaannya.

Siska yang ambisius menawarkan satu syarat gila. "Jadilah pemuas nafsuku, atau kariermu tamat!"

​Arga menolak mentah-mentah demi kesetiaannya. Namun, murka sang Nyonya Besar tak terbendung. Dalam semalam, Siska memutarbalikkan fakta dan memfitnah Arga atas tuduhan pelecehan seksual.

​Di bawah bayang-bayang penjara dan cemoohan publik, mampukah Arga bertahan? Ataukah Nabila, sang istri sah, sanggup membongkar kelicikan Siska dan menyelamatkan suaminya dari kehancuran?

Kita simak kisah kelanjutannya di Novel => Jebakan Sang CEO Wanita.
By: Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2

Pak Roy mengulurkan tangan ke arah pintu yang terbuka. "Sambutlah, istri tercinta saya, sekaligus pimpinan baru kalian... Siska Roy."

Seorang wanita muncul dengan gaun merah darah yang memikat mata, memancarkan aura dominasi yang tak tertahankan.

Arga merasa seluruh pasokan oksigen di sekitarnya lenyap. Dunianya berhenti berputar. Wanita yang berdiri di sana, wanita yang baru saja diperkenalkan sebagai istri dari pemilik perusahaan paling kuat di negeri ini, adalah Siska.

Siska. Wanita yang pernah menjadi pusat semesta Arga tujuh tahun lalu. Wanita yang pernah menjanjikan masa depan, namun berakhir dengan pengkhianatan paling menyakitkan yang pernah Arga rasakan. Siska, yang kini menatap langsung ke arah Arga dengan senyum misterius yang penuh kemenangan.

Janji Arga kepada Nabila pagi tadi untuk tetap jujur dan tanpa rahasia, tiba-tiba terasa begitu berat untuk dilaksanakan. Masa lalu yang ia pikir sudah terkubur, kini bangkit kembali dalam wujud yang paling mengancam.

~

​Aula utama Airborne Group biasanya adalah ruang yang dingin dan penuh dengan aroma profesionalisme yang kaku. Namun pagi ini, ruangan itu telah berubah menjadi panggung sandiwara yang sangat megah.

Ratusan karyawan berdiri dengan sikap sempurna, menciptakan lorong manusia di sepanjang karpet merah yang membentang dari pintu utama hingga ke podium.

​Suara Pak Roy yang berat dan bangga bergema melalui sistem suara mutakhir di aula itu. Tepuk tangan membahana, memantul di dinding-dinding kaca yang menjulang. Namun bagi Arga, suara itu terdengar seperti suara dentuman lonceng kematian.

​Langkah kaki itu terdengar.

Klik. Klik. Klik.

Suara tumit sepatu stiletto mahal yang menghantam lantai marmer terdengar begitu ritmis dan penuh penekanan.

​Wanita itu berjalan dengan dagu terangkat, memancarkan aura dominasi yang seolah menghisap semua perhatian di ruangan itu. Saat ia melewati barisan Arga, aroma parfum musk dan jasmine yang sangat spesifik menyeruak masuk ke indra penciuman Arga.

​Dunia Arga mendadak sunyi. Sorak-sorai karyawan di sekelilingnya memudar menjadi denging yang menyakitkan. Aroma itu... aroma yang sama yang dulu sering ia hirup di sela-sela rambut wanita yang paling ia cintai tujuh tahun lalu.

~ ​Flashback - Tujuh Tahun Lalu ~

​"Arga, kau harus mengerti. Cinta tidak cukup untuk membayar tagihan rumah sakit ibuku. Cinta tidak akan membawaku keluar dari lingkungan kumuh ini!"

​Suara itu melengking di tengah rintik hujan di sebuah halte bus tua. Arga, yang saat itu masih mengenakan seragam magang yang sedikit lusuh, menggenggam tangan Siska dengan erat. Matanya merah, bukan karena marah, tapi karena kehancuran yang tak terlukiskan.

​"Aku akan bekerja lebih keras, Siska. Aku baru saja mendapat tawaran di Airborne. Beri aku waktu setahun, hanya setahun!" Arga memohon.

​Siska melepaskan tangan Arga dengan kasar. Wajahnya yang cantik tampak mengeras karena ambisi yang dingin. "Aku tidak punya waktu setahun, Arga. Di luar sana, ada dunia yang luas yang menawarkan perhiasan, perjalanan kelas satu, dan kehormatan. Aku tidak mau menghabiskan masa mudaku dengan menunggu bus bersamamu."

​Siska berbalik dan masuk ke dalam sebuah mobil mewah yang sudah menunggunya. Di dalam mobil itu, seorang pria yang jauh lebih tua darinya sudah menunggu. Arga hanya bisa berdiri mematung di bawah guyuran hujan, menyaksikan satu-satunya alasan ia berjuang pergi meninggalkannya demi kepingan emas.

​Kembali ke Masa Kini

​"Arga? Arga!"

​Sebuah tepukan di bahu membuyarkan lamunan Arga. Itu adalah rekan sejawatnya, manajer divisi keuangan. "Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali. Pak Roy baru saja memanggil kita semua untuk mendekat ke podium."

​Arga tersentak. Ia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan kepingan jiwanya yang berserakan. "Ya... ya, aku hanya sedikit pusing. Kurang tidur."

​Arga melangkah dengan kaki yang terasa berat. Di atas podium, Siska kini berdiri di samping Pak Roy. Pak Roy merangkul pinggangnya dengan posesif, senyumnya menunjukkan kebanggaan seorang kolektor yang baru saja memamerkan berlian paling langka.

​"Terima kasih atas sambutan hangatnya," suara Siska terdengar. Itu adalah suara yang sama, namun kini terdengar lebih halus, lebih terasah, dan penuh dengan racun yang manis. "Saya kembali ke Indonesia dengan satu tujuan, menjadikan Airborne Group sebagai penguasa pasar Asia. Dan saya tahu, di antara kalian, ada orang-orang yang memiliki potensi besar untuk membantu saya."

​Mata Siska menyapu kerumunan. Selama beberapa detik, tatapannya berhenti tepat di mata Arga. Siska tidak menunjukkan keterkejutan. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyum yang hanya bisa dimengerti oleh Arga.

Itu adalah senyum kemenangan. Lihat aku sekarang, Arga. Aku sudah mendapatkan duniaku, dan sekarang aku kembali untuk menguasai duniamu.

​Arga menundukkan kepala. Ia merasa seolah-olah seluruh rahasia masa lalunya telah terpampang di layar besar di aula itu. Ia teringat Nabila. Bayangan wajah Nabila yang tulus pagi tadi saat menyeduh kopi kini terasa seperti pisau yang mengiris hatinya.

Bagaimana ia bisa menjelaskan pada Nabila bahwa bos barunya adalah wanita yang pernah menghancurkan hidupnya? Bagaimana jika Siska menggunakan kekuasaannya untuk menghancurkan karier yang ia bangun dengan jujur?

​Acara berlanjut ke sesi ramah tamah. Pak Roy membawa Siska berkeliling untuk menyapa para manajer inti. Arga ingin melarikan diri, namun ia terjebak di barisan depan.

​"Dan ini adalah Arga Mandala, manajer divisi operasional terbaik kita," Pak Roy memperkenalkan Arga dengan penuh semangat. "Arga, perkenalkan, ini istriku, Siska."

​Siska mengulurkan tangannya yang halus, dihiasi cincin berlian yang berkilau di bawah lampu aula. Arga ragu sejenak, namun ia tidak punya pilihan. Ia menyentuh tangan itu. Kulitnya dingin, kontras dengan gemuruh panas di dada Arga.

​"Senang bertemu denganmu, Arga Mandala," ucap Siska, menekankan setiap suku kata nama Arga. "Nama yang sangat bagus. Sepertinya saya pernah mendengar nama itu di suatu tempat... di masa lalu yang sangat jauh."

​Arga hanya mampu bergumam, "Selamat bergabung, Bu Siska."

​"Panggil saya Siska saja jika kita sedang dalam pertemuan internal," Siska membalas, matanya berkilat penuh intimidasi. "Saya sudah membaca laporanmu, Arga. Sangat detail. Terlalu bersih, bahkan sampai terasa tidak masuk akal. Saya harap integritasmu itu asli, bukan sekadar topeng."

​Pak Roy tertawa terbahak-bahak, menganggap itu hanya candaan bos baru kepada bawahannya. "Siska memang sangat teliti, Arga. Kau harus bersiap untuk bekerja lebih keras di bawah kepemimpinannya."

​"Tentu saja, Pak," jawab Arga pendek.

​Siska kemudian beralih ke manajer berikutnya, namun aroma parfumnya tetap tinggal di sekitar Arga, mencekik indranya. Arga merasa udara di aula itu mendadak menjadi sangat tipis. Ia butuh keluar. Ia butuh udara segar. Ia butuh menelepon Nabila untuk meyakinkan dirinya bahwa dunianya yang sekarang masih nyata.

​Satu jam kemudian, Arga berada di area parkir yang sunyi. Tangannya gemetar saat memegang ponsel. Ia menekan nomor Nabila.

​"Halo, Mas? Bagaimana pengumumannya? Apa kau sudah jadi Direktur?" Suara Nabila terdengar begitu ceria dan penuh harapan.

​Arga terdiam. Tenggorokannya terasa tersumbat batu besar. "Nabila... pengumumannya... sudah selesai."

​"Lalu? Bagaimana Direktur barunya? Apa dia baik?"

​Arga menatap gedung pencakar langit yang menjulang di depannya. Di lantai teratas gedung itu, Siska kini berkuasa. "Dia... dia sangat profesional, Nabila. Tapi sepertinya aku akan lebih sibuk mulai sekarang. Banyak perubahan yang akan dilakukan."

​"Oh, tidak apa-apa, Mas. Aku mengerti. Yang penting kau tetap semangat. Jangan lupa kita punya janji makan malam malam ini, ya? Aku sudah berdandan cantik untukmu!"

​"Ya, Nabila. Aku tidak akan lupa. Aku... aku mencintaimu."

​"Aku juga mencintaimu, Mas. Sampai nanti!"

​Arga menutup teleponnya. Kata "mencintaimu" yang ia ucapkan terasa seperti permohonan perlindungan. Ia merasa seolah-olah sedang berdiri di tepi jurang, dan Siska baru saja memberikan dorongan kecil di punggungnya.

​Arga tidak tahu bahwa dari jendela kantornya di lantai teratas, Siska sedang berdiri menatap ke bawah, tepat ke arah mobil Arga. Siska memutar gelas kristal berisi cairan bening di tangannya.

​"Kau pikir kau bisa melarikan diri dariku dengan menikahi wanita biasa itu, Arga?" gumam Siska pada pantulan dirinya di kaca. "Permainan kita belum selesai. Tujuh tahun lalu aku pergi untuk mencari uang. Sekarang aku punya uang, dan aku datang untuk mengambil kembali mainanku yang tertinggal."

​Siska menyesap minumannya, lalu menempelkan jemarinya yang dingin ke kaca, tepat di atas posisi Arga berada di bawah sana. Gema langkahnya di karpet merah tadi bukanlah sekadar pengumuman jabatan, melainkan proklamasi perang terhadap kebahagiaan Arga.

...----------------...

Next Episode....

1
Eva Karmita
alur ceritanya bagus bikin nano" ...
semoga Arga bisa melawan dan menghadapi Siska si wanita gatal demi rumah tangga nya dgn Nabila 🥰
Eva Karmita: sama" semangat 🔥💪🥰
total 2 replies
Eva Karmita
Arga ingat kalau sikap mu masih lembek kayak jelly harusnya kamu pikir dia kali menghadapi Siska tidak semudah dan segampang yang kamu bayangkan satu kali saja kamu buat kesalahan maka hancurlah rumah tangga yang kamu bangun dgn susah payah.... Nabila akan benar" pergi dari hidupmu dan kamu akan hidup dlm penyesalan seumur hidup
Eva Karmita
semoga Arga bisa melawan Mak lampir
Isee
semoga arga juga bisa menjalankan misi yg direncanakan nabila & jgn sampe ada jebakan tidur bareng siska.
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
👀 calon mayit 👀
💪
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
Siska otakmu konslet ya...kamu sendiri yang sudah menciptakan luka tapi anehnya malah menyalahkan orang lain 😤
Eva Karmita
😭😭 semangat Arga ingat ada wanita kuat dan tangguh dissimu
Eva Karmita
masa lalu yang menyakitkan 🥺
Eva Karmita
,dasar wanita iblis
Eva Karmita
Arga kenapa harus berbohong dengan istri mu sendiri 🥺😤
Isee
Nabila kenapa kamu ksh tau clue clue itu ke siska 😭😭😭 semoga nabila bisa membela arga & melawan siska sampai dpt hukuman
Eva Karmita
Arga jadilah laki" yg kuat jangan lemah dong.... masalalu harus di kubur untuk apa digali lagi tetaplah masa depan jangan menoleh kebelakang lagi
Isee
bener2 SAKIT si siksa, elu yg buat ulah, nyalahin orang lain.😡😡😡
👀 calon mayit 👀
nyeesek😭
Isee
semangat nabila 💪💪💪 lanjut kak
Miss Ra: siaaaap💪
total 1 replies
Isee
SARAP si siska😡😡😡😡
Isee
jika akhirnya agra gak berterus terang ke nabila, maka lepaskan agra tapi sebelumnya dampingi agra melawan siska sampai siska jatuh karna ulahnya sendiri & diceraikan sama pak roy.
Isee
wah DAEBAK 👍 nabila,,, dampingi selalu arga buat siska KEOK😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!