NovelToon NovelToon
Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Ketika kabar bahagia berubah duka. Cinta yang dia impikan telah menjadi hal paling menyakitkan. Pertemuan manis, pada akhirnya adalah hal yang paling ia sesali dalam hidupnya.

Mereka dipertemukan ketika hujan turun. Lalu, hujan pulalah yang mengakhiri hubungan itu. Hujan mengubah segalanya. Mengubah rasa dari cinta menjadi benci. Lalu, ketika pertemuan berikutnya terjadi. Akankah perasaan itu berubah lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*5

Pria itupun langsung mengukir senyum kecil dengan manis. "Nona. Jangan takut, saya bukan orang jahat. Katakan saja jika anda sedang berada dalam kesulitan. Mungkin, saya bisa membantu. Tidak bisa banyak membantu, mungkin sedikit bisa."

Aina langsung menatap wajah pria tampan itu dengan tatapan lekat. Tak ketinggalan pula wajah serius miliknya muncul tanpa bisa dia sembunyikan. Sungguh, wajah itu sulit untuk dikondisikan. Bisa-bisanya tiba-tiba muncul tanpa bisa berpura-pura lagi.

"Nona."

"Sa-- ya." Aina menundukkan wajahnya. Kini dia terlihat pasrah. "Aku ketinggalan bus menuju kota seberang. Sekarang, aku tidak tahu harus pergi ke sana naik apa."

Pria itu langsung tersenyum lebar. "Kota seberang? Mm ... kebetulan. Paman ku tinggal di kota tersebut, hari ini, aku akan ke sana untuk berkunjung. Apa, mau ikut bersama dengan aku?"

Aina langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak."

Maklum, perasaan takut dan waspada terhadap orang asing itu masih sangat besar. Yah, walau pria tersebut tidak terlihat seperti orang jahat, tapi tetap saja, dia adalah pria. Orang asing yang sama sekali tidak dia kenali sebelumnya.

"Ah, aku mengerti. Gak papa. Tunggu sebentar! Akan aku carikan alternatif lainnya agar kamu bisa pergi ke kota seberang hari ini. Mm ... kalau aku gak salah ingat, bus barusan bukan satu-satunya bus yang akan berangkat ke kota seberang. Masih ada satu bus lagi yang akan pergi."

Ain berusaha untuk mencerna apa yang pria itukan. Dan, benar saja, ada satu bus lagi yang akan berangkat ke kota tersebut. Pria itupun dengan penuh rasa tanggung jawab membantu Ain mendapatkan tempat agar bisa berangkat ke kota seberang dengan bus terakhir ini.

Aina akhirnya berhasil meninggalkan kota tempat dia dibesarkan. Meninggalkan semua kenangan yang telah ia lewati selama belasan tahun. Semua karena Rain. Hujan indah yang sebelumnya sangat membahagiakan, kini berubah menjadi menyedihkan.

....

"Tuan muda."

"Dion. Bagaimana kabarnya sekarang? Apa dia baik-baik saja?"

"Tu-- tuan muda. Kabar buruk."

Seketika, tangan Rain yang sedang sibuk dengan keyboard laptop berhenti bergerak. Perlahan, dia mengalihkan pandangan ke arah Dion, si asisten pribadi yang sudah menjadi orang kepercayaan sejak dia remaja.

"Kabar ... buruk? Apa?"

"Tu-- tuan muda. Nona ... ee ... wanita itu, meninggalkan kota tadi pagi."

"Apa? Me-- ninggalkan kota? Pergi ke mana dia? Cepat! Cari tahu untukku ke mana Aina pergi."

Yang Rain perintahkan malah tidak beranjak sedikitpun. Sebaliknya, wajah Dion malah semakin terlihat murung dan sangat cemas. Rain menatapnya dengan tatapan tajam.

"Dion. Kenapa tidak beranjak sekarang?"

"Tu ... tuan muda. Se-- benarnya, sebenarnya saya ... sudah mencari tahu ke mana nona Aina pergi."

"Lalu kenapa tidak kamu katakan padaku sejak tadi? Katakan! Pergi ke mana Ain."

"Dia, ke kota seberang. Tapi-- "

Ucapan Dion yang berbicara sambil terpotong-potong membuat Rain merasa tidak nyaman. Tatapan tajam yang sebelumnya menghilang, kini muncul kembali. Rasa kesal terasa dengan sangat kuat di hati Rain. Tatapan tajam itu semakin dia perlihatkan.

"Dion. Ada apa? Kenapa bicara seolah kamu orang gagap? Bicara yang jelas! Jangan buat aku merasa kesal."

"Tuan muda. Maafkan saya. Saya punya kabar buruk. Jadi, saya ingin tuan muda menyiapkan mental dan hati. Saya tidak ingin tuan muda terkejut."

"Bukankah kabar buruknya sudah kamu sampaikan sebelumnya? Jadi, kenapa masih gugup? Aku baik-baik saja. Jika Ain memilih untuk pergi ke kota seberang, itu lebih baik. Kota itu lepas dari jangkauan papaku. Dengan begitu, untuk menjaga Ain agar tetap baik-baik saja, aku punya cukup banyak kekuatan, Dion."

Wajah Dion masih saja murung. Karena sesungguhnya, kabar buruk yang akan dia sampaikan bukanlah tentang kepergian Aina meninggalkan kota tersebut. Melainkan, sesuatu yang lebih buruk dari pada kabar itu.

"Dion."

"Tuan muda."

"Ada apa lagi? Kamu, sepertinya sedang memikirkan sesuatu?"

Di sisi lain, Aina yang sudah meninggalkan kota, baru menyadari akan sesuatu yang hilang dari dirinya. Kalung dengan liontin hati yang Rain berikan, yang sebelumnya masih melekat di leher Ain, kini sudah tidak ada lagi di sana.

"Di mana itu? Apakah, sudah hilang?"

Ain melihat ke sekeliling. Tidak ada. Aina langsung melepas napas berat. "Sepertinya, satu-satunya kenangan terakhir antara aku dan kamu juga hilang ya, Rain. Biarlah. Hilang juga tidak mengapa. Karena mungkin, Tuhan tidak mengizinkan aku mengingat kamu sedikitpun lagi."

Bicara memang mudah. Tapi kenyataan yang hati rasakan sangat jauh berbeda. Meskipun begitu, Aina sudah berusaha dengan sangat keras agar bisa berdamai dengan keadaan. Dia ditinggalkan, maka dia akan terima. Hubungan mereka akan benar-benar berakhir dengan kepergiannya sekarang.

Sementara itu, obrolan Dion dengan Rain masih belum berakhir. Tatapan mata tajam Rain masih saja dilontarkan pada Dion.

"Apa yang ingin kamu sampaikan padaku, Dion? Kenapa sepertinya sangat berat? Katakan saja! Aku akan menerima dengan hati yang kuat."

"Tuan muda. Kondisi anda sekarang-- "

"Katakan! Jangan buat hatiku semakin kesal."

Dion menundukkan wajahnya. "Tuan muda, kabar buruknya adalah ... bus, bus yang nona Aina tumpangi mengalami kecelakaan. Dan, se-- "

"Apa!"

Rain langsung bangkit dari duduknya. Wajahnya memerah. Jantungnya berdetak sangat kencang. "Katakan sekali lagi apa yang baru saja kamu katakan, Dion!"

"Tuan muda."

"Katakan!"

"Tuan muda. Bus yang nona tumpangi mengalami kecelakaan. Busnya bertabrakan dengan tangki yang membawakan minyak. Semua penumpang yang ada di dalamnya meninggal."

Sungguh, penjelasan itu membuat Rain seakan hilang kesadaran. Kakinya terasa lemas seketika. Pandangan matanya langsung buram. Jika saja Dion tidak gesit untuk menahan tubuh kekar itu, maka Rain sudah pasti langsung terjatuh ke lantai.

"Tuan muda."

"Aina!"

"Tuan muda."

"Aku baik-baik saja, Dion. Kabar itu bohong. Kamu bercanda. Semuanya bohong. Dusta! Itu semua dusta."

"Raina!" Rain bergerak menepis Dion dengan kasar. Dengan kaki yang terseok-seok, Rain menyeret kaki keluar dari kamar. Matanya sudah basah. Hatinya hancur.

"Tuan muda." Dion berucap sambil menyusul dari belakang.

1
Patrick Khan
detik detik ketemu kah
Patrick Khan
ayo lah Rain jgn lemah.. gitu mw nyari ain.. eh km aja lemah gitu
Cindy
lanjut kak
Patrick Khan
jgn bikin mental rain lemah dong kak.. 😖😖😖harus kuat lahhh🔥🔥🔥
Patrick Khan
ini smw gara² bapak km rain😖
Patrick Khan
bapak km gila rain
Patrick Khan
telat hadir😁😁😍
rose lilian
ayo rain bangkit kejar anak dan istri kamu
Sunarmi Narmi
Sampai sini aku masih bingung Thor..kurang paham soalnya..apa krn nama Tokoh yg rumit hmpir sama...atau aku yg oon🥴
Rani: ih, nggak kok. jalan ceritanya emang agak riwet kali yah. karena itu kamu kurang paham. harus baca pelan ... kali baru ngerti.
total 1 replies
rose lilian
lanjut dong seru banget nih
Rani: aish, sabar yah. lagi ada kerjaan aku nya.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Daulat Pasaribu
padahal rain sangkin cintanya sama kamu ain,dia takut kamu diapakan sama papahnya.makanya dibuat keputusan yg salah
Rani: terkadang kesalahpahaman bisa merusak segalanya.
total 1 replies
Daulat Pasaribu
kejam x org tuanya
Rani: banget. kebangetan
total 1 replies
Daulat Pasaribu
hadir thor
Rani: yuhu ... moga betah
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: makasih yah, udah selalu ngasi semangat buat aku🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: wokeh👍🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!