NovelToon NovelToon
Mencintai Kakak Ipar

Mencintai Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Momoxi

Noval seorang putra pertama dari keluarga Mahesa yang kaya dan ternama di kota Y, Tapi Noval memiliki kebiasaan buruk berjudi, mabuk, bermain wanita, bahkan mengedarkan obat-obatan terlarang.

Demi menutupi keburukan putra pertama keluarga Mahesa, mereka terpaksa menikahkan putra pertamanya dengan gadis yang tidak memiliki latar belakang keluarga kaya. Sampai akhirnya datang adiknya dari luar negeri yang bernama Sam, dan mereka tinggal bersama dalam satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoxi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugatan Cerai

  Seperti biasa Riyu berjalan berdampingan dengan Darma menuju loby, tak lama kemudian Bayu datang dengan mobil sedan hitam milik Darma.

 

Di dalam mobil Riyu terdiam penuh tanya, sedangkan Darma mampu menangkap kecemasan Riyu, tapi ia tidak memberitahunya dulu, Darma ingin menunjukkan langsung kepada Riyu.

"Riyu. Kau menghilang selama berminggu-minggu tanpa memberi kabar padaku! Sebenarnya apa yang terjadi?" Darma melarutkan kecemasan.

"Apa yang harus aku jelaskan pada kakek. Apa aku harus menceritakan semuanya pada kakek?" gumam Riyu dalam hati.

"Kenapa malah melamun?"

"Kakek. Sebenarnya aku... " Riyu ragu menceritakan semua pada Darma.

"Sudahlah, jika kau siap ceritakan semuanya padaku" ucap Darma, merekapun kembali hening di dalam mobil.

Tidak terasa 45 menit sudah mereka menempuh perjalanan. Riyu memandangi ke sisi jendelanya "Bukankah ini pusat kota?" gumam Riyu.

Darma tersenyum melihat Cucunya yang heran, sampai disebuah gedung tinggi Bayu membelokkan mobilnya menuju loby gedung itu. Riyu hanya bisa mengamati dan mengikuti Darma dengan hati yang penuh tanda tanya.

"Tuan Darma..." ucap seseorang dari kantor besar itu. Baru pertama kali Riyu memasuki kantor yang begitu besar dengan desain mewah di dalamnya, terlihat sangat nyaman untuk para karyawan yang bekerja di sana.

Melihat Darma mengunjungi kantor, seluruh karyawan menyambut kedatangannya. mereka berbaris pada setiap sela ruangan, tatapan dan rasa hormat mereka membuat Riyu canggung dan gugup.

"Aku akan mengumumkan hal penting, kalian semua berkumpul lah di aula kantor lantai 26 setelah ini" ucap Darma pada karyawan yang ada di sana.

"Baik tuan" ucap mereka serentak.

"Riyu, sebelum kita ke aula, Ayo aku akan memberi taumu"

Darma membimbing Riyu ke sebuah ruangan yang terletak di lantai 17, meskipun Riyu belum tau arah dan tujuannya tapi kali ini ia merasa sangat gugup.

Setelah keluar dari lift, Riyu melewati jalan yang terpasang karpet merah di sana. "Apa kita akan menuju ruang party?" tanya Riyu, matanya melihat ke seluruh arah melihat seluruh desain yang ada. Akhirnya mereka Sampai disebuah pintu baja yang kokoh dan tertutup rapat tanpa celah sedikitpun.

"Sudah 7 tahun pintu ini terkunci begitu rapat, tapi sekarang, Pintu ini menyambut kedatangan pemilik yang sah" ucap Darma.

Riyu tersentak mendengar ucapan Darma, "Maksudmu... Jadi ini ruangan ayah?" tanya Riyu dengan jantung yang berdetak kencang.

Darma hanya tersenyum, ia memajukan wajahnya ke sebuah kunci pendeteksi wajah untuk membuka pintunya. Tak lama kemudian pintu itu bergetar lalu perlahan bergerak bergeser pelan.

Riyu merasa takjub, setelah pintu baja terbuka ia melihat satu pintu indah yang berukir masih tertutup rapat. Namun jika di amati, pintu itu mirip sekali dengan liontin yang ia kenakan.

"Kakek...." Riyu beralih menatap Darma yang tersenyum sambil mengulurkan tangannya.

Riyu paham, ia langsung melepas liontinnya lalu menyerahkan pada Darma. "Tanpa Liontin ini pusat dari perusahaan Galuh tidak akan bisa terbuka Riyu." Ucap Darma menempelkan liontin pada lubang dengan ukuran yang sama.

Riyu masih mengamati Darma seksama, "Klek" Suara terdengar dari pintu berukir. Setelah itu Darma mendorong pintunya, perlahan pintu itupun terbuka.

Riyu terpaku melihat keistimewaan yang terjadi di depan matanya. "Ini adalah ruangan ayahmu" ucap Darma dengan tatapan yang menerawang jauh ke masa lalu.

Riyu memandangi ruangan itu, dari lantai, atap, meja, benar-benar jauh berbeda dari ruangan yang ada di perusahaan kakek Darma.

Mata Riyu terhenti pada sebuah pigura besar yang terletak di belakang kursi Presdir perusahaan, seorang pria gagah memakai kemeja putih dibalut dengan jas abu-abu, tersenyum gagah.

Riyu mendekat perlahan menyentuh foto itu, "Ayah..." Ucap Riyu lirih, airmatanya seketika meluncur melewati pipinya.

"Riyu. Ini milikmu sekarang, Kau akan menggantikan posisi Galuh di perusahaan ini"

Tapi Kek. Apa aku bisa? Apa aku mampu menggantikan ayahku"

"Tentu, kau memiliki potensi itu Riyu. Jangan khawatir aku akan terus membimbing mu hingga kau bisa berdiri tegak di sini. Namun sebelum aku mengadakan pengangkatan resmi, kau harus bercerai dengan Noval!" Ucap Darma menatap Riyu tajam.

"Aku..." Riyu terdiam. "Baiklah Kek. Akan aku pikirkan, nanti jika aku sudah siap, aku akan memberitahumu"

"Baiklah, ayo sekarang kita ke aula. Aku ingin seluruh karyawan di sini mengenalmu" Darma dan Riyu langsung menuju ke lantai 26.

*****

Hari sudah menjelang sore, Riyu mendapatkan moment terindah hari ini. Setelah sampai di villa nanti ia akan menceritakan semua pengalamannya saat di purusahaan Galuh pada Sam, namun sebelum itu Riyu memutuskan untuk pergi ke kediaman Mahesa.

Kakek Darma sangat menginginkan Riyu untuk bercerai dengan Noval, sampai-sampai telah menyiapkan surat gugatan cerai untuk Riyu yang harus diberikan kepada Noval. mungkin dia sudah tau kelakuan Noval yang sebenarnya.

"Riyu..." Sapa Mahesa saat Riyu berdiri di hadapannya.

"Riyu bagaimana kabarmu? Sudah lama kau tidak datang ke rumah ini" ucap Mahesa menatap Riyu dalam.

"Kabarku baik pa, bagaimana dengan kabarmu?" tanya Riyu tersenyum ramah.

"Aku tidak baik setelah kau memutuskan pergi dari rumah ini, Ayo silahkan duduk" sambut Mahesa.

Tak lama kemudian Mirah datang menyuguhkan segelas jus alpukat kesukaan Riyu, Mirah tersenyum padanya.

"Papa minta maaf padamu, kau telah tersakiti begitu dalam tapi aku tidak bisa melakukan apapun" ucap Mahesa tertunduk.

"Tidak apa-apa pa, Riyu juga minta maaf karena belum bisa menjadi menantu yang baik"

"Apa kamu tinggal bersama Sam sekarang?" Tanya Mahesa, Riyu yang hendak meminum jusnya terhenti saat itu juga. "Tidak apa-apa, mungkin ini jalan yang terbaik." ucap Mahesa lalu menghela nafas panjang.

Sontak Riyu langsung menatap Mahesa dalam, berharap telinganya tidak salah dengar.

"Jika kalian saling mencintai... Aku akan merestui kalian" Ucap Mahesa. "Aku mencoba memaksakan kehendakku padamu, tapi malah membuatmu menderita. Begitu juga dengan Sam, Sedangkan anak yang aku bela selama ini Malah menanam duri di hati setiap orang"

"Papa..." Riyu beranjak dari tempat duduknya lalu memeluk Mahesa erat. "Terimakasih" ucap Riyu bergetar.

"Kau juga anakku sekarang" Mahesa mengelus punggung Riyu lembut.

Riyu melepaskan pelukannya dan menatap Mahesa sambil tersenyum.

"Masih berani kau datang kerumah ini!" hardik Nita.

Sontak Riyu langsung berbalik menatap Nita dengan tajam. "Kenapa? Bukankah ini adalah rumah papa Mahesa! Lagian, Aku datang kemari bukan untuk mengunjungimu" ucap Riyu lugas.

"Kau..."

"Tenang saja nyonya Nita, aku tidak akan berlama-lama di sini. Bertemu dengan papa sudah sangat cukup buatku" Riyu membuka tasnya lalu mengeluarkan sebuah map. Ia beranjak melangkah ke arah Nita.

"Sekalian. Aku mau memberikan ini pada Noval" Riyu menyodorkan map kepada Nita.

"Apa ini!" Nita mengerutkan alisnya.

"Surat gugatan cerai. Apalagi? Berikan itu pada putramu!" ucap Riyu lalu berbalik mengambil tasnya yang ada di sofa.

Nita hanya terdiam tak bisa berkata apapun lagi, "Papa Riyu pamit, lain waktu aku akan mengunjungimu di kantor saja" Ucap Riyu memeluk Mahesa sesaat.

"Baiklah hati-hati di jalan, sampaikan salamku untuk Sam"

Riyu mengangguk sambil tersenyum, sebelum keluar dari rumah itu Riyu menatap tajam Nita sejenak, tanpa berpamitan padanya Riyu langsung pergi.

"Apa kamu tidak mau melakukan apa-apa?!" Ucap Nita pada Mahesa.

Mahesa menghela nafas panjang lalu beranjak dari sofa. "Aku sudah melakukannya" Mahesa berdiri di depan Nita.

"Hemh... Apa yang kau lakukan? Kau harus mencegah perceraian ini!"

"Mencegah? Justru aku akan mendukungnya!" Ucap Mahesa lalu meninggalkan Nita yang membeku di ruang tamu.

Hatinya kali ini benar-benar kesal, bahkan sekarang Mahesa malah semakin ikut mempersulit dirinya. Nita terduduk di sofa sambil menggenggam erat map gugatan cerai itu.

1
Cahyaniya
pemeran wanita nya goblog
Cahyaniya
orng pinter tapi bego harsia sllu kethuan musu lebih dulu apa Lg Sam oon
ibeth wati
maaf Thor saya berhenti ceritanya sprt sinetron ikan terbang konfliknya berputar dan berulang
ibeth wati
kok macam orang bodoh ini orang" jadi citra buruk untuk para pebisnis aja
Neus Assalma
katanya orang kaya tapi gk ada yg peka ada org jahat dlm klurga.
Neus Assalma
18 tahun kala itu eh di bawah malah balik lg 17 tahun, lebih teliti lg Thor.
wina
bagus ada kelanjutannya lgi gk
Enung Samsiah
knpa nggk pki CCTV d ruangan nya,,, bikin drting aja sm noval
Enung Samsiah
ko datang lngsung keok gimn sih tor,, bikin drh tinggi bacanya,,
Enung Samsiah
adeeh tor nggk kepergok aja terus d vidio buat laporan
Enung Samsiah
😭😭😭😭
R_3DHE 💪('ω'💪)
korban kupu" malam...
R_3DHE 💪('ω'💪)
pengen punya ayah kayak si sam....
R_3DHE 💪('ω'💪)
😭😭😭😭😭
R_3DHE 💪('ω'💪)
berarti lila sama Noval sedarah???
pernah berhubungan juga???
wah wah... ini kisah menarik....
R_3DHE 💪('ω'💪)
😂😂😂😂
R_3DHE 💪('ω'💪)
jadi bu siti gak tau kalau riyu itu anak Sultan?
Yulianto
Lumayan
Yulianto
Biasa
Yulianto
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!