NovelToon NovelToon
The Harmony Of Us

The Harmony Of Us

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Romansa
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: AinaAsila

---

Sinopsis Utama

Di sebuah sudut tenang kota, terdapat sebuah deretan hunian asri di mana pagar-pagar rumah tidak menjadi pembatas, melainkan jembatan bagi sebuah persahabatan yang tulus. Inilah kisah tentang lima wanita dan pasangan mereka yang membangun definisi baru tentang "keluarga pilihan."

Kehangatan mengalir di setiap rumah: Jane dan Mario yang menanti kehadiran buah hati dengan penuh sukacita; Irene dan Elgi yang belajar menjadi orang tua bagi putra kecil mereka yang aktif dan ceria; Soo Young dan Endy yang romantismenya tak pernah pudar meski usia pernikahan terus bertambah; Jisoo yang membesarkan putrinya, Amora, dengan kekuatan cinta setelah ditinggal suami; serta Chaeyoung dan Leon yang membuktikan bahwa cinta tidak mengenal jarak dan benua.

Tidak ada drama besar, tidak ada rahasia kelam. Yang ada hanyalah janji untuk selalu ada satu sama lain, merayakan setiap momen kecil, dan menjaga keharmonisan yang tumbuh subur di lingkungan mereka. Inilah kisah tentang keluarga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AinaAsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Us

Jumat malam di rumah nomor 11 selalu terasa istimewa.

Bukan karena ada pesta atau tamu spesial. Justru karena tidak ada apa-apa. Hanya Endy, Soo Young, dan tradisi kecil yang sudah mereka jalani selama 15 tahun: malam film romantis.

Tradisi ini dimulai saat mereka masih pacaran. Endy yang saat itu baru beberapa bulan mengenal Soo Young, mengajaknya nonton film di bioskop. Filmnya adalah "The Classic"—film Korea yang membuat Soo Young menangis dan Endy kebingungan harus ngapain. Setelah menonton, mereka duduk di kafe dan membahas film itu sampai larut.

Sejak saat itu, setiap Jumat malam menjadi "malam film" mereka. Awalnya di bioskop, lalu setelah menikah, pindah ke rumah. Mereka mengoleksi DVD film-film romantis kesukaan mereka, dan setiap Jumat, mereka memutar satu film secara bergiliran.

---

Jumat ini, giliran Soo Young yang memilih film.

Ia sudah menyiapkan semuanya sejak sore. Popcorn buatan sendiri—dengan sedikit mentega dan garam, persis seperti yang mereka buat 15 tahun lalu. Teh jahe hangat untuk Endy, dan teh chamomile untuk dirinya. Selimut tebal dikeluarkan dari lemari, siap untuk berpelukan di sofa.

Endy pulang kerja pukul 19.00. Ia sudah tahu tradisi ini, jadi ia memastikan tidak ada lembur atau kerjaan yang dibawa pulang.

"Sayang, aku pulang!" sapanya sambil membuka pintu.

Soo Young menyambut di ruang tamu. "Aduh, Mas, lihat!"

Endy melihat ruang tamu yang sudah berubah. Lampu utama dimatikan, diganti dengan lampu tidur kecil yang memberi cahaya hangat. Sofa sudah dipenuhi bantal dan selimut. Di meja kopi, popcorn dan teh sudah siap. Dan di televisi, menu film sudah terbuka.

"Wah, romantis banget." Endy mengecup kening Soo Young. "Film apa hari ini?"

"A Woman of Paris. Film Prancis. Belum pernah kita tonton."

Endy tersenyum. "Baru? Berarti ini penambahan koleksi."

"Iya. Aku beli DVD-nya kemarin."

Mereka duduk di sofa, berpelukan di bawah selimut. Endy meraih remote, memulai film.

---

Film dimulai dengan adegan seorang wanita muda naik kereta menuju Paris. Sinematografinya indah, musiknya lembut. Soo Young sudah terhanyut sejak menit pertama.

"Mas, lihat Paris-nya. Cantik banget."

"Iya. Suatu saat kita ke sana, ya."

"Janji?"

"Janji." Endy mengecup puncak kepala Soo Young.

Mereka menonton dalam keheningan yang nyaman. Sesekali Soo Young bertanya tentang alur film, sesekali Endy mengomentari karakter. Kadang mereka tertawa bersama di adegan lucu, kadang diam terhanyut di adegan sedih.

Di tengah film, Soo Young tiba-tiba berkata, "Mas, inget nggak film pertama yang kita tonton?"

Endy tersenyum. "The Classic. Lo nangis waktu adegan di jembatan."

"Iya, soalnya sedih banget." Soo Young memukul dada Endy pelan. "Lo malah bengong."

"Aku bingung. Baru pertama nonton film Korea. Nggak ngerti bahasanya, baca subtitle kelamaan."

"Tapi lo tahan sampe abis."

"Karena lo. Karena aku pengen deket sama lo."

Soo Young tersipu. "Dasar."

---

Film berlanjut. Adegan romantis antara tokoh utama dan kekasihnya membuat Soo Young tersenyum-senyum sendiri.

Endy melihat istrinya, lalu berkata, "Sayang, aku mau tanya."

"Apa?"

"Lo masih inget, pertama kali lo sadar kalau lo cinta sama aku?"

Soo Young berpikir sejenak. "Inget. Waktu lo anter aku pulang habis nonton film itu. Lo nggak langsung pulang. Lo berdiri di depan kosan sampai aku masuk dan lampu kamar nyala."

Endy mengernyit. "Lo tahu?"

"Iya, aku lihat dari jendela. Lo masih di sana, ngeliatin kosan."

"Ah, ketahuan."

"Kenapa lo nggak langsung pulang?"

Endy tersenyum. "Aku mau pastiin lo aman. Takut ada apa-apa."

Soo Young meraih tangan Endy. "Dari situ aku tahu, lo laki-laki baik. Laki-laki yang mau ngerawat, bukan cuma ngejar."

Endy mencium tangan Soo Young. "Dan sampai sekarang, aku masih mau ngerawat lo."

Mereka berpelukan di sofa, film terus berjalan tanpa benar-benar ditonton.

---

Film selesai pukul 21.30. Mereka bertepuk tangan—kebiasaan yang juga sudah berlangsung 15 tahun.

"Film bagus," kata Endy.

"Iya. Sedih ya akhirnya."

"Tapi realis. Nggak semua cinta berakhir bahagia."

Soo Young menatap Endy. "Untung kita berakhir bahagia."

Endy tersenyum. "Kita nggak berakhir. Kita masih berlangsung."

"Setiap hari."

Mereka berciuman—ciuman lembut, penuh rasa syukur.

Setelah membereskan popcorn dan gelas, mereka duduk lagi di sofa. Tidak langsung tidur, karena selalu ada sesi ngobrol setelah film.

"Mas, menurut lo, kenapa kita bisa langgeng sampe 15 tahun?" tanya Soo Young.

Endy berpikir sejenak. "Karena kita milih."

"Milih?"

"Iya. Setiap hari, kita milih untuk tetap bersama. Nggak cuma karena udah terlanjur nikah, tapi karena kita beneran mau."

Soo Young mengangguk. "Aku setuju. Banyak pasangan bertahan karena terpaksa. Kita bertahan karena pilihan."

"Dan karena kita saling ngerti. Lo tahu kapan aku perlu waktu sendiri, aku tahu kapan lo butuh perhatian."

"Kita saling belajar."

"Setiap hari."

---

Pukul 22.30, mereka akhirnya masuk kamar. Sebelum tidur, Soo Young menulis di jurnal kecilnya—jurnal yang ia simpan selama 15 tahun, berisi catatan tentang pernikahan mereka.

"Jumat, malam film ke-780 (kurang lebih). Nonton A Woman of Paris. Film bagus, sedih di akhir. Tapi kayak yang Mas bilang, nggak semua cinta berakhir bahagia. Untung kita berakhir—eh, masih berlangsung—bahagia.

Hari ini aku ingat lagi kenapa aku cinta sama dia. Bukan karena dia romantis atau pinter atau apa. Tapi karena dia konsisten. Setiap hari, dia milih aku. Setiap hari, dia buktiin cintanya lewat hal-hal kecil: teh hangat di pagi hari, peluk di tengah malam, sabar dengerin ceritaku yang panjang.

15 tahun. Rasanya baru kemarin. Dan aku nggak sabar buat 15 tahun ke depan.

Makasih, Mas. Makasih udah milih aku.

Selamat malam."

Soo Young menutup jurnalnya, mematikan lampu. Endy sudah setengah tidur di sampingnya. Ia meraih tangan Endy, menggenggamnya erat.

"Mimpi indah, Mas," bisiknya.

Endy bergumam, "Mimpi indah juga, Sayang."

Malam di Griya Asri tenang. Jumat malam yang sempurna.

---

Keesokan paginya, Endy bangun lebih dulu. Ia melihat Soo Young masih tidur, wajahnya damai. Di meja samping, jurnal kecil itu terbuka. Endy membacanya diam-diam, tersenyum.

Ia mengambil pulpen, menulis di halaman yang sama, di bawah tulisan Soo Young:

"Sayang,

Aku baca ini. Dan aku mau bilang: aku juga bersyukur setiap hari punya lo. 15 tahun ini adalah 15 tahun terbaik hidupku. Dan aku janji, akan terus milih lo, setiap hari, sampai tua nanti.

Makasih udah milih aku juga.

Love you always.

- Mas"

Ia meletakkan pulpen, mencium kening Soo Young, lalu turun untuk membuat sarapan.

Saat Soo Young bangun dan membaca balasan itu, ia tersenyum. Tangannya meraba tulisannya, lalu tulisannya Endy. Dua tulisan, satu jurnal, satu cinta.

Cinta yang terus dipilih. Setiap hari. Selama 15 tahun. Dan akan terus begitu.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!