NovelToon NovelToon
Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: empat semanggi

Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serba Salah

Alya bangun cukup pagi hari ini. Wanita cantik itu akan berusaha untuk mengambil hati nenek Carrol.

Entah mengapa, dirinya seperti tertantang untuk menaklukkan kerasnya hati wanita paruh baya itu.

Namun, sepertinya usahanya hari ini akan gagal, karena saat ia menuju dapur, nenek Carrol sudah ada disana bersama sang pelayan untuk menyiapkan sarapan pagi.

Alya mengerutkan keningnya saat melihat jam dinding, waktu baru menunjukan pukul enam kurang namun sarapan pagi hampir selesai.

"apa kakek akan sarapan sepagi ini?" batin Alya dan mencoba untuk mendekat ke arah nenek Carrol dan bibi Naci.

"selamat pagi,," sapa Alya sedikit ragu.

"selamat pag,,,"

"selamat siang,,"

ucap bibi Naci, dan nenek Carrol hampir bersamaan.

Alya mengangkat sebelah alisnya, saat mendengar balasan nenek Carrol.

"siang,,?" gumam Alya yang ternyata masih bisa didengar oleh nenek Carrol.

"yaaa siang,,harusnya sebagai seorang wanita kau tahu waktu yang tepat untuk bangun dan membuat sarapan untuk suami mu,!"

Alya tersentak mendengar ucapan nenek Carrol, yang begitu tajam di depan bibi Naci sang pelayan rumah.

"maaf nek,," ucap Alya pada akhirnya karena malas harus menanggapi ucapan wanita paruh baya itu.

"jadi,,apa yang bisa aku lakukan?" tanya Alya.

"cuci semua piring ini, karena aku dan Naci telah selesai memasak" jawab nenek Carrol lalu pergi dari hadapan Alya.

"Naci,,ayo pergi" teriak nenek Carrol saat menyadari pelayan rumah itu tak mengikutinya.

bi Naci terlihat serba salah, namun setelah melihat anggukan Alya, ia kemudian pergi bersama nenek Carrol.

Alya menarik nafas dalam, dan menghembuskannya secara perlahan. Hal itu ia lakukan beberapa kali, untuk mengontrol dirinya.

"baiklah Aal, mari kita mulai" ucap Alya menyemangati dirinya dan mulai merapikan dapur itu.

wanita cantik itu cukup penasaran apa yang dimasak oleh kedua wanita berbeda usia itu sehingga cucian piring kotor dan mangkok besar cukup banyak.

Alya tak masalah dengan hal itu, karena ia sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga. Baginya, ini hanya pekerjaan ringan yang tak ada apa-apanya.

Alya menyelesaikan pekerjaannya cukup cepat, setelah itu, ia masuk ke kamar untuk menyiapkan kebutuhan Raka.

"kau sudah siap?" tanya Alya saat membuka pintu kamarnya.

"yaa,,hari ini aku akan memperkenalkan diriku, jadi harus sedikit lebih cepat ke perusahaan" jawab Raka.

pria itu kemudian mendekati Alya, dan mengecup kening wanita itu.

"aku udah ngomong sama kakek, nanti kamar kita dipindah ke lantai dua" ucap pria itu lagi.

Alya menganggukan kepalanya mengerti. untuk saat ini, Alya tak ikut ke perusahaan ia akan ikut setelah Raka mulai beradaptasi dengan baik di perusahan.

walaupun itu merupakan perusahaan milik keluarga Raka, namun peraturan tetaplah peraturan jadi baik Raka maupun Alya harus mentaatinya.

"tolong pasangkan dasiku, sayang" pinta Raka.

Alya tersenyum dan mendekati pria itu, dan dengan cekatan Alya memasangkan dasi suaminya.

"sudah selesai,," ucap Alya, setelah merapikan kancing baju Raka.

"makasih sayangku,," ucap Raka, dan dengan cepat mengecup bibir mungil Alya.

"kau sangat nakal" gerutu Alya.

"hanya denganmu, aku seperti ini" bela Raka.

"ayoo, kita sarapan bersama" ajak Raka.

"hm,,setelah aku mencuci wajahku" jawab Alya. saking buru-burunya tadi, Alya sampai tak mencuci wajahnya saat bangun tadi, beruntungnya karena ia sempat berkumur dan minum segelas air.

^^^

Alya dan Raka keluar untuk sarapan bersama. beruntungnya karena Raka masih menunggunya jika tidak, ia pasti sudah dimarahi oleh nenek Carrol.

Alya menatap meja makan yang ternyata sarapan pagi ini adalah pancake dengan toping buah.

wanita itu sedikit heran, jika hanya pancake yang dibuat, mengapa harus bangun sangat pagi. Bahkan, pancake ini bisa dibuat sendiri oleh bi Naci.

Rasa heran Alya semakin bertambah, saat mengingat cucian piring kotornya. Seingat Alya, semalam ia sudah mencuci semuanya setelah ia makan malam, namun entah bagaimana piring-piring kotor itu masih ada.

Alya menyimpan semuanya itu dalam hatinya. Ia tak ingin mengatakannya pada Raka sebelum mengetahui kebenaran lebih dulu.

^^^^

Alya memindahkan semua barang-barangnya dan Raka ke lantai dua rumah itu. Seharusnya ia menunggu Raka pulang lebih dulu sesuai pesan pria itu. Namun nenek Carrol memaksanya untuk menyelesaikan semua itu sendirian tanpa harus menunggu Raka.

wanita paruh baya itu beralasan Raka pasti akan pulang malam, dan pria itu juga pasti kelelahan, jadi sebagai isteri yang baik, Alya harus meringankan beban suaminya dan itu wajib Alya lakukan.

Entah dimana bibi Naci, Alya tak tahu. wanita itu seperti menghilang begitu saja dari rumah itu.

umur bibi Naci sekitaran empat puluhan, dan menurut penjelasan Raka, wanita itu sudah bekerja cukup lama dirumah itu.

"ohh yaaaa Alyaa,,jangan pernah memasuki ruangan ini, karena ruangan ini merupakan tempat privasi Raka, ada begitu banyak kenangan didalamnya" ucap nenek Carrol tiba-tiba saat Alya keluar dari kamarnya.

wanita paruh baya sepertinya telah menunggu Alya didepan pintu.

"hmm baik nenek" jawab Alya patuh.

Alya baru saja membereskan semua barang-barangnya dan Raka di lantai atas, membuat ia sedikit kelelahan, sehingga ucapan nenek Carrol hanya di anggap angin lalu.

Namun entah mengapa, Alya merasa nenek Carrol sengaja untuk membuatnya penasaran dengan isi ruangan itu. Sepertinya ada sebuah rencana yang sengaja di lakukan oleh wanita paruh baya itu untuk membuat Alya curiga pada Raka.

..

Alya turun di lantai satu karena sudah sangat lapar. Ia hanya makan satu potong pancake karena bagi Alya rasa pancake itu tak cocok dengan lidahnya.

"nyonya Alyaa,," tegur bi Naci, yang entah muncul darimana.

"yaa bibi,," balas Alya cuek.

"ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya bi Naci lagi.

Alya tampak berpikir, setelah melihat sekelilingnya dan tak ia dapati nenek Carrol, Alya kemudian mendekati bi Naci, dan membisikkan sesuatu.

"apa nyonya yakin?" tanya bi Naci dengan wajah khawatir.

"tenang aja, nggak papa kok" balas Alya.

wanita cantik itu Kemudian membuka lemari pendingin yang sangat besar itu, dan memeriksa isinya.

"wow,," ucap Alya kagum.

"ada begitu banyak bahan makanan di kulkas, namun mengapa kita hanya sarapan pancake saja tadi" gumam Alya, dan mulai mengeluarkan beberapa bahan makanan untuk ia olah.

bi Naci hanya terdiam melihat Alya yang tampak sibuk dengan kesibukannya itu.

harum masakan Alya memenuhi dapur itu, diam-diam bi Naci kagum dengan kemampuan Alya di dapur.

"selesai,, " ucap Alya senang, dan menunjukan semangkuk spageti dan saosnya yang kelihatan begitu nikmat.

Alya membawa tiga piring makan, dan kemudian ia tata spageti itu dan menambahkan saosnya.

"penampilannya sangat menggoda" puji bi Naci.

"terima kasih," jawab Alya dengan senyum manisnya.

"apa-apaan ini,,?!!" suara nenek Carrol membuat Alya dan bi Naci terkejut.

"apa yang kau lakukan di rumahku? siapa yang mengijinkan mu memasuki dan mengotori dapurku?" teriak wanita paruh baya itu.

Alya bahkan bisa melihat urat-urat leher nenek Carrol yang tampak menengang akibat teriakannya itu.

"kau,,,dasarr perempuan nggak jelas,,apa yang kau lakukan di dapurku?!!" ucap nenek Carrol dan mendekati Alya. Wanita paruh baya itu, seakan-akan ingin menelan Alya hidup-hidup.

"ma,,maaf nenek, aku hanya memasak sedikit spag,,,"

"siapa yang mengizinkan mu,,?siapa?" potong nenek Carrol yang masih dengan nada tinggi.

bi Naci tampak mundur selangkah mendengar ucapan nenek Carrol.

"nggak ada yang ngijinin nek, aku sendiri yang ingin memasak" jawab Alya cepat.

"Naci,,,sudah ku bilang padamu agar nggak membiarkan siapapun memasuki dapur ini, apa kau lupa,,??" tatapan nenek Carrol kini beralih pada bi Naci.

"maaf nyonyaa,,maafkan saya" ucap bibi Naci sedikit takut.

"atau, kau mau jika di pecat?" tanya nenek Carrol lagi.

bi Naci tampak ketakutan, sedangkan Alya. wanita cantik itu tak tahu harus mengatakan apa. ia bingung, mengapa harus meminta izin pada nenek Carrol untuk memasak didapur itu.

ia tak menyangka hanya masalah sepele ini, bi Naci harus kehilangan pekerjaannya.

"maafin aku nek,,ini salah ku, jangan pecat bi Naci" ucap Alya lagi, mencoba menenangkan nenek Carrol.

"aku janji, nggak akan ngulangin hal ini lagi" tambah Alya.

"buang semua makannnya,,!!" ucap nenek Carrol menunjuk ke arah meja makan.

"tapi nek,,"

"buang, atau kamu saya pecat??!!" teriak nenek Carrol pada bi Naci.

Alya benar-benar dibuat bingung dengan sikap wanita paruh baya itu.

"baiklah nek, aku akan membuangnya. Tenanglah," ucap Alya.

tanpa membuang waktu, Alya memasukan kembali spageti yang telah ia sendok di piring kedalam mangkok dan dengan cepat membuangnya ke tempat sampah. Tak lupa, Alya juga langsung mencuci semua piring dan mangkok bekas spageti itu.

Alya kembali ke meja makan, namun bibi Naci dan nenek Carrol sudah tak ada.

"kemana mereka?" gumam Alya dan mencoba mencari bi Naci, namun karena tak menemukan sosok yang ia cari, Alya akhirnya memutuskan untuk ke taman.

beruntungnya Alya, karena kakek Aaron mengizinkannya untuk masuk ke taman itu. ia bahkan diberikan satu kunci taman untuk berjaga-jaga jika pintu taman itu dikunci.

Alya masuk ke taman itu, dan buru-buru menguncinya dari dalam. ia takut jika nenek Carrol akan mengetahuinya dan kembali memarahinya.

Hari ini, Alya cukup syok dengan sikap nenek Carrol padanya. ia benar-benar tak menyangka akan ada sisi seperti itu dalam diri wanita paruh baya itu.

Entah mengapa Alya merasa serba salah dibuatnya. Apakah ia bisa bersabar dirumah itu, Alya tak tahu. ia hanya berharap bisa secepatnya pergi dari rumah itu.

Baru dua hari namun Alya sudah sangat tertekan di buatnya.

1
Uthie
Masih penasaran sebenarnya, Judul Pilihan Terakhir ini ujungnya akan bagaimana yaa?!? 😁
apakah Raka akan mengecewakan Alya.. or.. Alya yg akan selalu jadi pilihan terakhir Raka....?!?
Uthie
Semoga Raka bisa menghalau godaan si Rossa dan rencana licik Neneknya 👍👍
Uthie
Lagiiiiii👍👍👍👍👍
Uthie
enaknya si nenek lampir itu di apain yaaa😡😡
Indah Lestari
luar biasa...semakin penasaran..up yg byk Thor hehehe
Uthie
ternyata Bu Rany mengorbankan Alya pada nenek tukang marah itu 😡
Uthie
Semoga segera pindah dehhhh.. dan harusnya Kakek didiik tuhhh istri peyotnya tukang marah2 itu 😡
Uthie
lagiii yg banyak 🙏🙏🙏🤗
Uthie
Dasar nenek-nenek peyot tukang marah2 😡
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
Uthie
semoga langgeng terus 👍👍👍🤗
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT....
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍👍👍👍
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
Uthie
lanjutttt 💪
Uthie
Semoga dikemudian hari Cinta Raka pada Alya tetap sama yaaa🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗
Uthie
Harusnya jangan dimaafkan 😡
en green
sekretaris punya tugas untuk menangani proyek?
Uthie
Berbahagialah selalu 👍🤗🤗
Uthie
Sukkkaaaa bangett... lanjutttt terusssss😆😆😆💪
Uthie
romansa cinta yg bikin baper
Uthie
Sukkkkaaa 💞💞
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!