NovelToon NovelToon
Dibalik Lampu Sorot

Dibalik Lampu Sorot

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Andreas St. Clair adalah definisi dari kesempurnaan yang arogan. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris dinasti elit New York, ia tidak memiliki toleransi untuk kegagalan atau amatirisme. Baginya, film terbarunya hanyalah bisnis biasa, hingga ia dipasangkan dengan Seraphina Vanderbilt, Terkenal Gadis Manis Manhattan yang reputasinya sebersih salju.
Ketegangan memuncak di lokasi syuting saat adegan ciuman mereka gagal hingga enam kali.
Andreas, yang muak dengan kekakuan Seraphina, menghina bakat dan profesionalitasnya di depan semua orang. Namun, Andreas tidak tahu bahwa di balik sikap dingin Seraphina, tersimpan sebuah rahasia, itu adalah ciuman pertamanya, baik di depan kamera maupun dalam hidupnya.
Terluka dan dipicu amarah, Seraphina melepaskan topeng "gadis baik-baik" miliknya. Dia menantang ego Andreas dengan keberanian yang belum pernah dilihat dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Malam itu di Tribeca, sisa-sisa kemarahan dan kecemburuan Sera meleleh di bawah intensitas tatapan Andreas yang seolah ingin menelan seluruh keraguan di hati gadis itu. Andreas tidak membiarkan ada jarak sedikit pun. Ia mengangkat tubuh Sera, membawanya kembali ke atas ranjang yang menjadi saksi bisu luka semalam, namun kali ini dengan misi yang berbeda: Penyembuhan.

Jika semalam adalah tentang keputusasaan, malam ini adalah tentang deklarasi.

Andreas mencium Sera dengan cara yang belum pernah ia lakukan sebelumnya, begitu memuja, begitu dalam, dan penuh dengan rasa haus yang tak terpuaskan.

Setiap sentuhan Andreas di kulit Sera terasa seperti janji yang tertulis tanpa tinta. Ia ingin menghapus setiap memori pahit tentang nama Veris yang pernah terucap.

"Sera..." desis Andreas, suaranya parau dan bergetar tepat di telinga Sera. "Hanya kau. Selalu kau."

Di bawah temaram lampu kota New York yang menyusup dari balik jendela, ruangan itu dipenuhi dengan ritme napas yang memburu. Andreas tidak lagi terlihat seperti aktor papan atas yang dingin; ia hanya seorang pria yang sedang berlutut di hadapan wanitanya. Setiap kali gairah itu memuncak, Andreas tidak lagi membiarkan pikirannya melayang ke masa lalu.

"Sera... Oh, God, Sera..."

Nama itu menggema di setiap sudut kamar. Andreas membisikkannya berkali-kali seolah itu adalah mantra yang memberinya kekuatan. Ia memuja setiap lekuk tubuh Sera, setiap inci kulitnya, memberikan sentuhan yang membuat Sera kehilangan napas.

Desahan Andreas kini hanya milik satu orang. Tidak ada lagi bayang-bayang Veris, tidak ada lagi aroma vanila masa lalu, hanya ada aroma Sera yang kini memenuhi seluruh indra penciumannya.

Sera mencengkeram bahu Andreas, kuku-kukunya menekan kulit pria itu saat ia merasakan kejujuran dalam setiap gerakan Andreas. Ia bisa merasakan perbedaan itu; malam ini, Andreas benar-benar ada di sana, bersamanya, jiwanya menyatu sempurna dengan raga yang ia serahkan.

"Aku mencintaimu, Seraphina," bisik Andreas di tengah puncak kenikmatan yang luar biasa. Kalimat itu keluar begitu saja, tanpa naskah, tanpa latihan. "Aku benar-benar mencintaimu... jangan pernah pergi."

Kata Cinta yang keluar dari bibir Andreas terasa begitu berat dan bermakna. Bagi pria yang dibesarkan dalam keluarga St. Clair yang kaku, kata itu sangat mahal harganya. Dan bagi Sera, kata itu adalah obat dari segala luka yang ia rasakan sejak pagi tadi.

Penyatuan mereka malam itu berakhir dengan keheningan yang indah. Mereka berdua terbaring dengan napas yang masih tersengal, tubuh mereka masih saling mengunci dalam pelukan erat di bawah selimut yang berantakan. Andreas tidak melepaskan Sera, ia memeluk gadis itu dari belakang, menciumi pundaknya yang polos berkali-kali.

"Katakan lagi," bisik Sera pelan, suaranya serak namun penuh kebahagiaan.

"Aku mencintaimu, Sera. Hanya kau. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, termasuk Veris, merusak apa yang kita miliki," janji Andreas dengan nada yang mutlak.

Malam itu, di apartemen Tribeca, keretakan itu benar-benar telah berakhir. Tidak ada lagi kepahitan. Yang tersisa hanyalah dua jiwa yang akhirnya menemukan rumah yang sesungguhnya di dalam diri satu sama lain, siap menghadapi badai New York yang mungkin akan datang esok hari.

Pagi itu, New York seolah terbakar oleh diskusi publik yang memanas.

Di dunia maya, perang saudara antar penggemar pecah dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tagar Team Sera dan Team Veris merajai trending topic dunia.

Kelompok pertama, para penggemar setia film The Bitter Script, berkoar-alih tentang betapa murninya chemistry Andreas dan Sera. Bagi mereka, Sera adalah udara segar Untuk Andreas.

Namun, kelompok kedua, para pendukung hubungan legendaris Andreas-Veris, menggunakan foto panas dari L’Aurore sebagai senjata. Mereka menganggap Veris adalah satu-satunya wanita yang sepadan secara kelas dan sejarah untuk bersanding dengan sang St. Clair.

Suara notifikasi yang tak berhenti dari ponsel yang tergeletak di meja kayu nakas akhirnya membangunkan pasangan yang masih terhanyut dalam kelelahan pasca pertempuran hebat semalam.

Andreas adalah yang pertama membuka mata. Ia meraba ponselnya, melihat ribuan pesan masuk dan artikel yang menghakimi hidupnya. Ia melihat foto panasnya bersama Veris disandingkan dengan foto-foto manisnya bersama Sera saat tertangkap kamera paparazzi.

Sera menggeliat di pelukannya, matanya yang indah perlahan terbuka dan langsung bertemu dengan tatapan Andreas yang dalam. Ia melihat ponsel di tangan Andreas dan bisa menebak apa yang sedang terjadi di luar sana.

"Dunia sedang hancur karena kita?" bisik Sera dengan suara serak khas bangun tidur.

Andreas tidak segera menjawab. Ia meletakkan ponselnya dengan posisi layar menghadap ke bawah, sebuah simbol bahwa dunia luar tidak memiliki ruang di tempat tidur ini. Ia menarik Sera semakin mendekat, melingkarkan tangannya di pinggang ramping gadis itu, dan mendaratkan sebuah ciuman yang panjang dan lembut di dahi, lalu turun ke bibir Sera.

Ciuman itu tidak lagi terasa seperti nafsu semata, melainkan sebuah segel. Sebuah pengakuan.

"Biarkan mereka berkoar, Sera," gumam Andreas di depan bibir Sera. "Mereka bisa memperebutkan foto masa laluku atau teori tentang masa depanku. Tapi mereka tidak tahu kenyataan pagi ini."

"Kenyataan apa?" tanya Sera, mencoba menahan senyumnya.

"Kenyataan bahwa Seraphina Vanderbilt adalah satu-satunya wanita yang punya hak atas hatiku sekarang. Kau adalah kekasihku, Sera. Resmi. Bukan karena kontrak, bukan karena film."

Sera merasakan dadanya berdenyut penuh kebahagiaan. Status kekasih yang keluar dari mulut Andreas terasa jauh lebih berharga daripada piala penghargaan mana pun yang pernah ia impikan. Ia tahu tantangan di depan akan besar, ada manajer yang akan pusing, ada Veris yang mungkin tidak akan diam, dan ada fans yang akan terus memantau.

Namun, saat Andreas kembali menciumnya dengan penuh rasa memiliki, Sera sadar ia tidak takut lagi.

"Jadi, Mr. St. Clair... apa rencana kita menghadapi perang ini?" goda Sera sambil memainkan kancing piyama Andreas yang sudah terbuka.

Andreas menyeringai, sebuah binar jahil yang kini hanya diperlihatkan pada Sera muncul kembali. "Rencananya? Kita akan tetap di sini selama satu jam lagi, mengabaikan dunia, dan mungkin... membuat mereka semakin penasaran saat kita muncul bersama di Gala Premiere nanti."

Pagi itu, di tengah badai media yang meledak, di dalam apartemen Tribeca yang tenang, Andreas dan Sera resmi memulai babak baru sebagai sepasang kekasih yang siap melawan seluruh New York jika perlu.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰

1
Triana Oktafiani
Terloveh semua ceritamu ❤️❤️
ros 🍂: ma'aciww kak 😍
total 1 replies
isnaini_jk 28
Luar biasa
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Siti Maryati
bagus .... bagus ..... ceritanya
ros 🍂: Ma'aciww kak 😍
total 1 replies
Siti Maryati
enak bacanya...bahasa tertata, alur cerita nya bagus
ros 🍂: Ma'aciww 😍
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ini tuch bgus banget asli cuma baru nemu aja.... karna gak kepikiran judulnya Inggris gak nyambung di pencarian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!