NovelToon NovelToon
ISTRIKU TERNYATA SULTAN

ISTRIKU TERNYATA SULTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Kata orang, cinta itu buta. Buat Kara Anindita, cinta itu bukan cuma buta, tapi juga bikin miskin mendadak.
​Demi menikah dengan Rio Pratama—cowok biasa yang dia pikir tulus mencintainya apa adanya—Kara rela melakukan "prank" terbesar dalam hidupnya. Dia menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal Anindita Group, raksasa properti nomor satu di negeri ini. Kara menukar kartu kredit unlimited-nya dengan uang belanja recehan, menukar penthouse mewahnya dengan kontrakan petak yang atapnya bocor, dan menukar gaun desainernya dengan daster diskonan di pasar kaget.
​Kara pikir, hidup sederhana asal penuh cinta itu indah.
​Tapi ternyata, "tulus" itu ada masa kedaluwarsanya.
​Tiga tahun menikah, setelah karier Rio menanjak (yang Rio nggak tahu, itu berkat koneksi "orang dalam" Kara), sikap suaminya berubah 180 derajat. Rio mulai sombong, gila hormat, dan menganggap pengorbanan Kara sebagai kewajiban istri yang tidak berpenghasilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Episode 25: Aliansi Dua Iblis: Nona London dan Pemulung Jakarta

​Penthouse Suite Hotel Mulia, Jakarta.

​Clarissa melempar iPad-nya ke sofa beludru dengan kesal. Layar gadget itu masih menampilkan foto Kara dan Damian yang sedang viral.

​"Sialan! Janda kampung itu beneran mau ngambil Damian dari aku?!" teriak Clarissa. Dia menyalakan rokok slim-nya dengan tangan gemetar karena emosi.

​Bagi Clarissa, Damian bukan sekadar cinta. Damian adalah trofi. Satu-satunya pria yang setara dengannya. Kalau sampai Damian jatuh ke tangan wanita lain—apalagi janda cerai seperti Kara—harga diri Clarissa sebagai sosialita lulusan London akan hancur.

​"Aku harus bikin Damian ilfeel sama perempuan itu," gumam Clarissa. Dia memutar otak.

​Damian itu sangat menjaga citra perusahaan. Kalau reputasi Kara hancur... kalau Kara terbukti sebagai wanita tidak bermoral... Damian pasti akan mundur.

​Clarissa mengambil kembali iPad-nya. Dia menelusuri artikel lama tentang perceraian Kara. Matanya terpaku pada satu nama: Rio Pratama.

​"Mantan suami yang dicampakkan saat sakit..."

"Diusir dari kantor..."

"Kini hidup luntang-lantung..."

​Senyum licik perlahan mengembang di bibir merah Clarissa.

​"Ah... Perfect," desisnya. "Orang miskin yang sakit hati adalah senjata paling berbahaya. Dan yang paling murah."

​Clarissa menekan tombol telepon di meja. "Siapkan mobil. Dan cari alamat gembel bernama Rio Pratama ini sekarang juga."

​Pinggiran Kali Ciliwung, Jakarta. Pukul dua siang.

​Panas terik bercampur bau amis sungai yang hitam membuat perut Clarissa mual.

​Mobil Alphard putih miliknya berhenti di jalan tanah yang becek. Di sekelilingnya, rumah-rumah semi permanen dari triplek dan seng berjejer kumuh. Anak-anak kecil tanpa baju berlarian mengejar layangan.

​"Nona, yakin mau berhenti di sini? Bahaya, Nona," kata supir Clarissa khawatir.

​"Diem kamu. Panggil orang itu ke sini," perintah Clarissa sambil menunjuk dua orang yang sedang duduk di depan gubuk kardus di bawah jembatan layang.

​Supir itu turun, memanggil Rio dan Bu Ratna yang sedang memilah botol plastik bekas.

​Rio mendongak. Wajahnya kucel, jenggotnya tumbuh berantakan, dan badannya bau matahari. Bu Ratna di sebelahnya terlihat lebih kacau dengan rambut acak-acakan.

​"Siapa, Pak?" tanya Rio waspada. "Kalau mau nagih utang, kami nggak punya duit! Sumpah!"

​"Bukan. Bos saya mau bicara. Di mobil," jawab supir itu singkat.

​Rio dan Bu Ratna saling pandang bingung. Dengan ragu, mereka mendekati mobil mewah itu.

​Kaca jendela bagian tengah turun perlahan, hanya separuh. Clarissa duduk di dalam, memakai kacamata hitam besar dan masker medis rangkap dua (takut tertular "kemiskinan").

​Mata Clarissa memindai penampilan Rio dengan tatapan jijik yang tak ditutup-tutupi. Ya ampun, Kara selera lo rendah banget dulu, batinnya.

​"Kamu Rio Pratama? Mantan suami Kara Anindita?" tanya Clarissa, suaranya teredam masker tapi nadanya angkuh.

​Mendengar nama Kara, rahang Rio mengeras. "Iya. Kenapa? Mbak temennya si pengkhianat itu?"

​"Koreksi. Saya musuhnya," jawab Clarissa cepat. "Dan saya calon istri Damian Cakra, laki-laki yang sekarang lagi deket sama mantan istri kamu."

​Rio terdiam. "Oh... jadi Mbak ini saingannya Kara?"

​"Pinter juga kamu," Clarissa membuka tas Hermes-nya. Dia mengeluarkan sebuah amplop tebal berwarna cokelat.

​"Saya nggak suka basa-basi. Saya tau kamu benci Kara. Saya juga. Jadi kita punya tujuan yang sama."

​Clarissa melempar amplop itu keluar jendela. Amplop itu jatuh di tanah becek, tepat di depan kaki Rio yang telanjang alias nyeker.

​"Itu sepuluh juta. Uang muka," kata Clarissa santai.

​Mata Bu Ratna langsung hijau. Dengan kecepatan kilat, dia menyambar amplop itu, membukanya, dan melihat tumpukan uang merah. "Ya Allah! Duit beneran, Yo! Duit!"

​Rio menatap Clarissa bingung. "Maksudnya apa ini, Mbak?"

​"Saya mau sewa kamu," ujar Clarissa dingin. "Saya mau kamu muncul di media. Di podcast, di TV, di mana aja. Ceritakan ke semua orang kalau Kara itu istri durhaka."

​"Bilang kalau Kara sebenernya selingkuh sama Damian sejak lama. Bilang kalau Kara sering siksa kamu secara mental. Bilang kalau Kara manipulatif dan kamu adalah korban yang dibuang setelah dia sukses."

​Clarissa menatap Rio tajam di balik kacamata hitamnya.

​"Bikin skenario sedih. Nangis yang kejer. Bikin netizen benci sama Kara. Bikin Damian malu jalan sama dia."

​"Kalau kamu berhasil bikin nama Kara hancur..." Clarissa mengangkat satu jari telunjuknya. "Saya kasih kamu sembilan puluh juta lagi. Total seratus juta."

​Rio menelan ludah. Seratus juta.

Itu cukup untuk sewa rumah bagus, beli motor baru, dan modal usaha kecil. Cukup untuk keluar dari neraka pinggir kali ini.

​"Tapi Mbak... Kara punya pengacara hebat. Saya takut dituntut balik," Rio ragu. Trauma disemprot air masih ada.

​"Halah! Penakut!" potong Bu Ratna sambil memeluk amplop itu. "Ambil aja, Yo! Kita udah nggak punya apa-apa! Mau dituntut juga kita nggak bisa diperes lagi! Mending kita lawan!"

​Bu Ratna menatap Clarissa dengan wajah memelas yang dibuat-buat. "Nona Cantik, tenang aja. Anak saya ini jago akting. Dulu aja dia bisa nipu tetangga kalau dia manajer sukses."

​Clarissa tersenyum miring di balik maskernya. "Bagus. Saya suka semangat Ibu."

​Clarissa melemparkan satu kartu nama. "Besok jam 10 pagi, datang ke alamat ini. Mandi dulu yang bersih. Saya siapkan baju yang 'layak'—maksud saya, baju yang kelihatan cukup menyedihkan tapi rapi. Saya juga sudah hubungi teman saya yang punya Podcast Curhat. Kamu bakal jadi bintang tamu besok."

​"Ingat," ancam Clarissa sebelum menutup kaca. "Kalau kamu gagal, atau kalau kamu berani nyebut nama saya... saya pastikan kamu bukan cuma miskin, tapi hilang dari muka bumi."

​Kaca mobil tertutup rapat. Mobil Alphard itu melaju pergi, meninggalkan Rio dan Bu Ratna yang berdiri di pinggir kali dengan amplop tebal di tangan.

​Rio menatap uang di tangan ibunya. Ada rasa takut, tapi rasa dendamnya lebih besar.

Kara sudah menghancurkan hidupnya. Sekarang giliran dia membalas.

​"Seratus juta, Bu..." gumam Rio, senyum licik mulai terukir di wajah kucelnya.

​"Ayo kita bikin drama, Yo," kata Bu Ratna semangat. "Kita bikin si Putri Raja itu nangis darah."

​Mereka tidak sadar, mereka hanyalah pion catur yang sedang dimainkan oleh Clarissa. Dan mereka tidak tahu, bahwa melawan Kara dan Damian sekaligus... sama saja dengan menggali kuburan sendiri.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share ❣️...

...****************...

1
Night Watcher
terasa loncat ya thor.. tau2 mamanya kabur krn malu (kenapa?), tau2 nikah gak rencana & berunding..🤭🤭💪👌
kanjooot..
Night Watcher
loo clarisa blm ketangkep polisi too?
Arieee
mantap🤣
stela aza
lanjut thor
Night Watcher
😆😆😆🤭
Night Watcher
lah.. selama ini, ibunya rio gak punya rumah thor?
terus kemaren2 sblm kara pergi, ibunya tinggal dimana?
nanya lho thor, bkn menghujad.. 🤭🙏
Night Watcher
asyik keknya.. satset gak byk meleber.. 👌
Night Watcher
ngintip dulu...
Ma Em
Makanya Rio jadi orang jgn banyak tingkah , baru merasa senang sedikit sdh belagu selingkuh sekarang menyesal saja kamu sampai mati tapi Kara tdk akan pernah kembali lagi pada lelaki mokondo .
Ma Em
Kara kalau Rio datang langsung usir saja jgn dikasih kesempatan untuk bilang apapun .
Ma Em
Rio baru jadi menejer saja sdh sombong ga ingat waktu hdp susah bersama Kara setelah hdp nya baru senang sedikit sdh lupa sama istri yg nemenin dari nol dan malah selingkuh , Rio kamu pasti akan menyesal setelah tau siapa Kara Anindita yg selalu kamu hina itu .
tanty rahayu: emang gak tau diri tuh cowok 😔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!