NovelToon NovelToon
CINTA MATI BERDARAH

CINTA MATI BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romantis / Mafia / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMULAI HIDUP BARU

Sesampainya dirumah Erlan dan Ayu, ternyata Hania sudah bekerjasama dengan sang suami bersama kedua mertuanya untuk menyambut Maya dengan gembira. Mereka berusaha menghibur wanita yang baru saja jadi janda itu.

Mereka mengadakan makan siang bersama.

Di tempat lain, terlihat seorang pria tua berdampingan dengan putranya di tepi sungai sambil memancing.

"Ingat gak kamu Juan? Kita selalu memancing seperti ini setiap sabtu atau minggu ketika kamu kecil. Ya mungkin waktu kamu SD" celetuk Leksono.

"Hmmm..iya ingat, Yah" sahut Juan.

"Kamu benar benar putra ayah yang bisa diandalkan waktu itu" ujar Leksono masih memandang kedepan sambil tetap berbicara pada putranya.

"Maafkan aku, Yah. Aku memang sudah gagal jadi anak, suami dan seorang pria" ujar Juan.

"Bukannya gagal tapi kamu terserat di hutan. Ayah hanya ingin menyelamatkan mu" ucap Leksono.

"Ayah tau kamu pecandu drugs" lanjutnya tiba tiba membuat Juan menoleh kearah ayahnya tak percaya.

"A..ayah..tau?" tanya Juan gugup.

"Yah..aku ayahmu,..aku tau putra ayah. Jangan anggap selama ini ayah meninggalkan mu tanpa pemantauan setelah kamu berulah sama mahasiswa ayah beberapa tahun lalu" jawab Leksono.

Juan tak menggelak. Dia diam.

Ayahnya memang selalu terdepan darinya. Meskipun dia diam, tapi ayahnya memiliki banyak cara untuk mengetahui dirinya.

"Kenapa kamu berani memakai drugs, Juan? apa yang kamu pikirkan hah?" ucap Leksono.

"Maafkan aku, Yah" ucap Juan hanya bisa minta maaf.

"Kepanikanmu, amarahmu dan sikapmu sangat tidak terkendali saat kambuh" jelas Leksono dengan tetap berbicara tanpa menatap wajah putranya.

"Selama ini ayah diam karena mencoba percaya padamu. Ternyata..." tambahnya dengan akhir kata digantung.

"Ternyata memang ayah yang salah membiarkanmu menjadi seperti ini" lanjutnya lagi.

"Maafkan aku" lagi lagi Juan hanya bisa minta maaf.

"Ayah memiliki beberapa pilihan kepadamu sekarang, Juan, sebelum semua orang tau bahwa kamu memakai barang terlarang itu" ucap Leksono baru menoleh menatap Juan dengan pandangan serius.

"Kali ini aku akan mendengarkan apa kata ayah" sahut Juan.

"Pilihan pertama, ikut ayah untuk tinggal bersama adikmu di Swiss. Kamu bisa kembali memulai kehidupanmu disana. Lalu pilihan kedua, tetap di Indonesia tapi harus keluar dari Jakarta. Kamu harus keluar dari kota ini untuk bisa memulai hidup baru, Juan" jelas Leksono.

Tanpa pikir panjang dan memerlukan waktu lama, Juan langsung menjawab "aku akan tinggal bersama ayah dan Laras di Swiss. Aku memang harus keluar dari negara ini".

Leksono tersenyum lalu menepuk pundak putranya.

"Masih ada kesempatan untuk memperbaiki hidupmu, putraku" ucapnya kemudian kembali menatap ke sungai karena tiba tiba kail pancingnya diambil ikan.

Kedua pria itu , ayah dan anak, kembali fokus memancing sebagai waktu bersama mereka setelah bertahun tahun tidak melakukan hal ini.

.

1 bulan kemudian, urusan Maya untuk berpindah negara sudah selesai. Siang ini dia akan berangkat ke London untuk memulai karir disana dan kembali mengambil S2 juga di kampus impian.

Ia diantar keluarganya ke bandara. Ada Erlan, Ayu, Lingga, Hania serta kedua bocil keponakannya.

Namun Maya berada di mobil bersama orang tuanya.

Saat diperjalanan, Ayu menghentikan drivernya.

"Pak, berhenti di 3R1L Bakery ya pak, mau beli cemilan buat Maya biar nggak kelaparan di pesawat" minta nyonya besar keluarga Yudhistira itu.

"Gak usah mom, aku udah kenyang" tolak Maya.

"Eh jangan salah, perjalananmu ke London panjang sayang. Dan mommi pingin ngasih tau kalau roti dan cake2 disini enak enak asli" ucap Ayu dan Maya akhirnya mau mau saja.

Erlan membiarkan anak dan istrinya untuk mampir di 3R1L Bakery.

Saat masuk storenya, aroma roti benar benar semerbak. Maya seketika merasa lapar yang tadinya bilang sudah kenyang.

"Mom, aromanya bener bener enak" lirih Maya.

"Apa kata mommi. Mana ada selera mommi gak enak" goda Ayu.

Keduanya pun berjalan menuju etalase kue kuean serta roti.

Tak lama kemudian, dari dalam store keluar seoranh wanita berparas cantik dan bersih.

"Loh ada Bu Ayu disini" sapanya.

"Loh ada Bu Ana disini. Ownernya langsung datang pagi pagi ya" sahut Ayu.

Maya menoleh sebentar kearah ibu2 yang saling menyapa lalu kembali memilih kue dan roti yang ia inginkan.

"Hehe iya bu, ada pesanan. Rika mau aku bantu. Kasian kalau dia harus ngurus sendiri sambil kuliah karena nanti jam 10 dia harus ke kampus" sahut ibu owner yang dipanggil Ana.

"Oh yaaa, Rika masih kuliah ya? Saya kira dia sudah lulus karena sering disini dan kue rotinya enak enak banget ya pasti meniru ibunya" puji Ayu lagi.

"Bisa aja Bu Ayu ini" sahut Ana lalu menoleh kearah wanita cantik yang sepertinya datang bersama Ayu.

Just informasi, Ayu dan Ana sudah saling kenal karena Ayu sering sekali datang ke toko bakery ini, mungkin bisa satu atau dua minggu sekali. Jadi sudah terlihat akrab.

"Oh ya siapa nih wanita cantik ini Bu Ayu?" tanya Ana sambil tersenyum.

Maya yang merasa dirinya dipanggil menoleh lalu melihat kode tangan ibunya untuk datang mendekat. Ia pun menangkap kode itu dan berdiri disamping sang ibu.

"Ini Maya, putriku. Ayo kenalan dulu" ucap Ayu sambil mengarahkan Maya untuk menyalami punggung tangan Ana.

"MasyaAllah, cantik banget ya putri Bu Ayu. Tapi ya pantas lah, ibunya aja juga secantik ini" balas Ana.

"Ah bisa ajaa, Bu Ana ini" sahut Ayu malu malu.

Maya ikut tersenyum mendengar pujian wanita yang belum ia kenal itu.

"Yasudah, mohon maaf malah ngajak ngobrol disini, silahkan dipilih roti dan kue kuenya ya Bu Ayu. Saya mau melihat mobil box untuk pengiriman pesanan" pamit Ana.

"Silahkan Silahkan. Sukses selalu ya Bu Ana dan 3R1L Bakery. Luar biasa pokoknya rasa unik dan khas" sahut Ayu.

Setelah itu Ayu kembali memilih roti dan kue yang dia inginkan sekalian membelikan untuk orang rumah.

Maya juga sudah memilih beberapa.

Belum juga Ayu mengeluarkan dompetnya, sang putri sudah menggunakan ponselnya untuk membayar alias pakai QRIS.

"Loh kok dibayar dulu sayang? Mommi aja yang bayar" protes Ayu.

"Udah giliran Maya yang bayar sesekali kan gapapa. Putri mommi ini juga punya uang kali. Doakan aja lancar terus rejekinya ya" sahut Maya.

Ayu pun tersenyum.

"Anak mommi memang luar biasa. Yaudah habis ini kamu traktir mommi terus ya hahaha" candanya.

"Bereees!! Sekarang udah waktunya mommi sama daddi duduk manis sambil menikmati apa yang kalian inginkan. Tinggal panggil aku atau Kak Lingga, aman sudah" ujar Maya.

Setelah belanja roti dan kue selesai, mereka kembali ke mobil.

"Kalian itu didalam beli roti apa nongkrong sih ya? Kok bisa hampir setengah jam?" protes Erlan saat keduanya baru masuk.

"Hihi, maaf sayang. Tadi ketemu Ana sebentar dan ngobrol. Lagipula jadwal peswat Maya masih 2 jam lebih" bela Ayu.

"Betul, daddi. Masih lama boarding passnya. Santai. Masa daddi mau aku buru buru ke London hayo?" ucap Maya mencairkan suasana.

"Hmmm..kalau bisa daddi ikut ke London sama mommi mu, tapi besok daddi mommi ada acara makan malam bareng rekan bisnis daddi" sahut Erlan.

"Tak masalah. Kapanpun kalian pingin ketemu aku, aku bisa langsung ke Indo atau kalian bisa berlibur ke London" ujar Maya.

Ayu mengeluarkan roti kesukaan suaminya biar pria itu tidak merajuk lagi.

"Ini sayang, roti kesukaanmu. Roti pisang coklat dengan lumeran keju didalamnya. Maaf ya nunggu lama" bujuk Ayu.

Memang Ayu adalah wanita yang berhasil menaklukkan seorang Erlan Yudhistira, pria yang dulunya dingin sedingin es, temboknya setinggi tembok china, akhirnya runtuh juga dihadapan sang istri.

Erlan mengambil roti itu lalu memakannya.

Ayu melirik Maya dan mereka saling berkedip lega karena Erlan sudah tidak ngambek lagi.

Driver melanjutkan perjalanan menuju bandara.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
SariRani: Diusahakaan 😁🙏🏻 2-3 episode sehari hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!