NovelToon NovelToon
CINTA MATI BERDARAH

CINTA MATI BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romantis / Mafia / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SELINGKUH SESUNGGUHNYA

Pada akhirnya Lingga dan Hania meminta maaf kepada Ayu.

Erlan masih belum sadarkan diri hingga keesokan harinya.

Maya yang tidur dirumah sang kakak, masih belum mengetahui apa yang terjadi kepada ayahnya. Hp nya sengaja tidak ia nyalakan untuk menghindari panggilan dari siapapun terutama dari Juan ataupun Riko.

Baim dan Isabel tidur bersamanya tadi malam.

Tok.tok..tok..

Pintu kamar Maya diketuk oleh seseorang.

"May, aku Hania. Kalian udah bangun?" tanya istri Lingga itu.

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi di hari Sabtu.

"Oh iya, Kak. Kami udah bangun kok" jawab Maya lalu membuka pintu kamar.

"Selamat pagi, Kak" sapanya.

"Pagi adik iparku sayang" sahut Hania.

"GOOD MORNING MAMI!!" seru kedua bocil sambil berlari memeluk ibunya.

"Morning sayang sayang mami" ujar Hania sambil memeluk kedua anaknya.

"Kakak kemarin pulang jam berapa?" tanya Maya.

"Malam. Kalian udah tidur, aku sama Mas Lingga gak mau ganggu" jawab Hania.

Maya mengangguk mengerti.

"Anak anak mami, kalian udah ditunggu papi di taman belakang buat renang sama olahraga. Sanaa lari" ujar Hania tiba tiba.

"Oh ya, hari Sabtu ya ini? Horeee kita akan bermain sama papi" sahut Baim semangat.

"Horeee waktunyaaaaa renang sama papi" tambah Isabel.

Keduanya langsung berlari ke taman belakang. Bertepatan sekali kamar tamu yang dipakai oleh Maya ada di lantai 1.

"Hati hati sayang, jangan lari" ujar Hania mengingatkan namun namanya juga anak anak, mereka sangat cepat berlari.

Setelah berduan, Hania mengajak Maya masuk kamar untuk berbicara pada adik iparnya itu.

"May, kakak mau bicara sesuaty boleh?" tanyanya sebagai pembuka obrolan.

Keduanya sudah duduk di tepi ranjang.

"Ya boleh kak, bicara saja" jawab Maya dengan perasaan mulai merasa sesuatu aneh.

"Hmmm.. tadi malam, aku sama Mas Lingga pergi ke rumah sakit untuk melihat dan memastikan kondisi daddi baik baik saja. Daddi kena serangan jantung semalam dirumah, May" ungkap Hania.

Maya menutup mulutnya tak percaya.

"Hah? Da...daddi serangan jantung? Kenapa kak? Kenapa kakak gak bilang sama aku tadi malam?" tanyanya kemudian.

"Karena kamu masih perlu istirahat. Kamu belum pulih untuk menghadapi daddi dan mommi" jawab Hania.

"Kamu tau kenapa daddi tiba tiba kena serangan jantung?" tanya ibu dari Baim dan Isabel itu.

Maya terdiam. Dalam hatinya sudah menebak tapi mulutnya tak bisa mengungkapkan hal itu. Ia takut jika benar dugaannya terjadi, maka ia menjadi alasan ayahnya kena serangan jantung.

"Apa yang kita takutkan terjadi. Daddi tau kondisimu di Singapura beberapa hari lalu. Ada yang mengirimkan amplop misterius ke daddi dan mommi" jelas Hania.

Maya sudah meneteskan air mata karena menyesal akan sesuatu yang terjadi pada ayahnya.

"Ba..bagaimana bisa kabar itu sampai ke mereka? Si..siapa dalangnya?" tanya Maya sambil sesengukan.

Tapi beberapa detik kemudian, ia sudah mendapatkan jawaban sebelum Hania berbicara.

"Aku tau siapa dalangnya" ucap Maya dengan raut wajah marah sambil menyeka air mata lalu berdiri.

"Siapa?" tanya Hania masih bingung.

Maya menatap kakak iparnya tajam.

"Pria yang membuatku kehilangan calon anakku, pria yang menjadi alasan suamiku marah padaku" jawabnya.

"Riko? Bagaimana bisa? Dia tidak punya a.." belum juga selesai berbicara, Maya menyela.

"Dia pria gila yang punya banyak alasan untuk membuktikan obsesi cintanya padaku. Dia ingin aku bercerai dari Juan. Dasar pria brengsek" marah Maya lalu mengambil ponselnya di atas nakas dan menghidupkannya.

Saat hendak keluar kamar, Hania menahan tangan Maya.

"Jangan gegabah, May. Kondisi mu belum pulih, jangan bikin gara gara. Lebih baik nanti sore kita ke rumah sakit bersama jenguk daddi dan melihat kondisinya. Kamu pun bisa berkata jujur tentang pernikahanmu" saran Hania.

"Tolong kakak jangan bilang ke Kak Lingga, aku keluar dari kamar. Butuh 2 sampai 3 jam untukku menyelesaikan masalah ini. Aku mohon, biar Kak Lingga tidak semakin marah padaku" minta Maya.

"Dia akan makin marah kalau tau kamu keluar dari rumah ini untuk menghampiri pria itu tanpa bukti yang jelas jika dia dalang amplop misterius itu" ujar Hania.

"Aku yakin 100% jika dia dalangnya. Aku mohon kak, bilang saja aku istirahat dan menyiapkan mental untuk menghadapi daddi dan mommi" bujuk Maya.

Hania menghela nafas panjang.

"Baiklah, sekitar jam set10an kamu sudah harus kembali kerumah" ujarnya, Maya memeluk sang kakak ipar.

"Makasih, Kak" ucap Maya.

"Naiklah mobilku, sudah ada drivernya juga, Pak Hamdan. Nanti aku bilang ke Mas Lingga kalau ditanya kemana mobilku, aku bilang diservice. Tapi semoga aja dia gak tanya dan aku gak bohong demi kamu" sahut Hania.

Maya tersenyum tipis, lalu membuka pintu kamar pelan dan berjalan cepat keluar kamar.

Hania melihat punggung Maya menghilang dari pandangannya. Ia memilih ke dapur untuk memasak sarapan daripada harus menghadapi suaminya.

.

Di tempat lain, lebih tepatnya kamar hotel. Terlihat seorang pria dan wanita berpelukan dibawah selimut tanpa baju sama sekali.

Si wanita menggeliat dan membuka matanya berlahan.

"Astaga! Udah jam 7 pagi! Aku harus segera pergi sebelum Nyonya Menir mencariku!" batinnya lalu turun dari ranjang dan memunguti pakaian.

Baru saja memakai penutup aset bawahnya, suara lelaki terdengar dari atas ranjang.

"Mau kabur hah? Setelah membuatku mabuk dan meminta tubuhmu, lalu kamu kabur begitu saja dengan 100 jutaku?" ucap pria itu dan si wanita menoleh kebelakang.

"Tugas ku sudah selesai. 100 juta memang untuk pelayanan ku semalaman tanpa pengaman malah udah overtime 1 jam, seharusnya jam 6 aku sudah selesai melayanimu" sahut si wanita itu berani.

"Hahahhahaa...kamu adalah wanita kedua setelah istriku yang melayani gairahku diatas ranjang. Kamu berhasil membobol pertahanan ku" ujar si pria.

"Oh udah punya istri ya? Maya ya namanya? Kamu memanggil namanya saat menyemburkan benihmu didalamku. Ternyata dia istrimu dan kamu menganggap ku dia" ucap si wanita.

"Ya...dia istriku dan dia sudah tidak mencintaiku lagi selama 5 tahun ini gara gara pria miskin. Aku sudah lelah tapi aku masih cinta dia" curhat si pria.

Si wanita tersenyum lalu melanjutkan memakai penutup aset kedua gunung kembarnya dan melanjutkan memakai gaun sexynya.

"Saranku saja ya Bapak Juan terhormat, jika istrimu tidak mencintaimu lagi maka buat dia mencintaimu lagi. Tapi kalau kamu lelah melakukannya, lebih baik berpisah dan mencari wanita yang mencintaimu tanpa menyiksamu" petuah dari si wanita bayaran.

"Bijak juga omonganmu, wanita bayaran. Jika aku berpisah dengannya apakah kamu mau melayaniku lagi? Sepertinya canduku berpindah padamu" rayu Juan,

"Dasar pria hidung belang" batin si wanita.

"Hahahhaa,.. mohon maaf Pak Juan, saya tidak bisa dimiliki pria manapun" sahut si wanita kemudian setelah selesai memakai gaun sexynya.

"Tidak bisa ya? Baiklah, tapi jika aku ingin bersamamu lagi di kemudian hari masih bisa kan?" tanya Juan.

"Hmm ya bisa saja, tapi biaya repeat orderku juga meningkat jika kita berhubungan lagi dalam 2 minggu kedepan. Sebenarnya aku tidak suka dipakai oleh orang yang sama dalam 2 minggu berturut turut, maka dari itu aku membuat peraturan untuk diri ku sendiri agar tidak melayani orang yang salam dalam 2 minggu. Tapi di minggu ketiga, kita bisa bertemu lagi" jawab si wanita.

Juan malah tersenyum menyeringai. Jiwa dan hasrat nya seketika muncul.

"Menarik" ucapnya.

"Menarik katamu? Hahaha ya pasti aku menarik, jika tidak menarik tidak ada yang mau membayar 100 juta hanya untuk 5 jam pelayananku" sahut si wanita.

"Worth it! Aku suka" puji Juan.

"Aku harap, wajahmu tidak memar lagi saat bertemu denganku, Pak Juan" sindir si wanita itu.

"Ya, aku tidak akan membiarkan wajahku memar lagi saat bertemu denganmu untuk kedua kalinya" sahut Juan.

"Boleh aku tau namamu dan nomor teleponmu? Aku akan menghubungi mu 2 minggu lagi dari sekarang" lanjutnya.

"Sorry Pak. Aturan selanjutnya dariku adalah tidak memberikan nama dan nomor telepon ke pelanggan karena berbahaya. Jika kamu ingin menemuiku lagi, coba saja cari di club semalam tempat kamu teler dan mabuk mabukan lalu temui Nyonya Menir" jelas si wanita.

"Terus bagaimana aku bisa menemukanmu?" tanya Juan.

"Coba deskripsikan saja aku seperti apa kepada Nyonya Menir. Jika deskripsi mu tepat, dia akan memanggilku" jawab si wanita lalu melambaikan tangan kearah pelanggannya yang masih diatas ranjang.

"Bye bye, Pak Juan. Jangan suka marah marah" pamit wanita itu dengan senyuman menggoda.

Juan hanya bisa tersenyum tipis melihat wanita itu hilang dari pandangan ditambah lagi saat suara pintu terdengar menutup.

"Sialan! Dia wanita yang sangat menarik! Aku langsung tergila gila olehnya" gumam Juan.

Saat ia beranjak dari ranjang hendak berendam didalam bathup, Juan gagal fokus dengan tubuhnya yang banyak tanda merah. Dari leher, pundak, dada, perut hingga kedua pahanya.

Jejak wanita 100juta banyak tertinggal pada raganya.

Juan malah terhibur dan tersenyum menyeringai sambil mengelus lembut bagian merah itu.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
SariRani: Diusahakaan 😁🙏🏻 2-3 episode sehari hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!