NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Abs Reveal dan Kaburnya Sang Gadun

|VIP Room - Butik Louis Vuitton\, Grand Indonesia|

"Siap, Kak! Nggak bakal!" jawab Sindy cepat, memeluk tas pink-nya posesif. Dia mengelus kulit tas itu seolah mengelus kucing persia. Lembut, wangi, mahal.

"Oke, sekarang giliran saya," kata Raka sambil berdiri. "Tolong pilihin baju buat saya dong. Style yang cocok buat... ya buat orang ganteng lah."

"Siap, Bos!" "Serahin sama kita, Kak!"

Keempat gadis itu langsung bersemangat. Naluri fashion mereka sebagai mahasiswi mode menyala. Mereka menyebar ke area Men's Ready-to-Wear, mengambil kemeja, celana, dan coat yang menurut mereka cocok untuk Raka.

Beberapa menit kemudian, Raka masuk ke kamar ganti dengan membawa selembar kemeja putih slim fit pilihan Sindy.

Saat tirai kamar ganti terbuka...

"Gimana? Pas nggak?" tanya Raka sambil keluar. Dia sedang mengancingkan kemejanya, menyisakan tiga kancing teratas terbuka.

"Wuah..."

Serentak, keempat gadis itu menahan napas. Bahkan para SPG yang berdiri di dekat sana ikut melirik curi-curi pandang.

Kemeja putih berbahan katun premium itu menempel pas di tubuh Raka. Di balik kain tipis itu, siluet otot dada yang bidang dan sixpack yang terbentuk samar-samar terlihat jelas. Lengan kemeja yang digulung sebatas siku memperlihatkan otot lengan yang berurat maskulin.

Sempurna. Definisi cowok gepeng (Ganteng, Pesona, Ngangenin).

Sindy menelan ludah. Matanya tanpa sadar turun ke arah perut Raka.

Dalam hati, Sindy menjerit ingin melihat versi topless-nya. Tapi tentu saja, dia harus menjaga image di dunia nyata. Kalau di live streaming, mungkin dia sudah teriak: "Buka! Buka! Buka!"

"Kak... itu... pas banget," komentar Hani dengan wajah memerah. "Keliatan... ehem... gagah."

"Oke, bungkus yang ini," kata Raka santai, tidak sadar kalau dia baru saja menyebarkan virus halu massal.

Sesi belanja berlanjut. Raka mencoba jas casual, trench coat panjang ala drama Korea, celana bahan, hingga ikat pinggang kulit buaya. Setiap kali dia keluar dari kamar ganti, decak kagum terdengar.

Total belanjaan Raka menumpuk di meja kasir.

"Totalnya Rp 560.000.000,- (Lima Ratus Enam Puluh Juta Rupiah), Bapak Raka," ucap Manajer Toko dengan senyum lebar yang nyaris menyentuh telinga.

Raka mengangguk. Dia mengeluarkan kartu saktinya lagi.

"Gesek."

Beep. Transaksi Berhasil.

Raka menunggu dengan antusias. Matanya menatap ruang kosong di udara, menanti notifikasi emas dari sistem. Ayo dong... 3x lipat lagi? Atau 10x lipat? 560 juta kali 3 udah 1,6 Miliar nih.

Satu detik... Dua detik... Lima detik...

Hening. Tidak ada panel sistem yang muncul. Tidak ada bunyi DING! Tidak ada notifikasi transfer masuk.

Raka: "..."

Lah? Kok sepi? Sistem? Woy? Ngelag lo?

Raka mengecek ulang panel statusnya. Tidak ada perubahan saldo.

"Bangsat..." batin Raka, alisnya berkedut kesal. "Giliran gue beliin tas buat cewek, cashback-nya lancar jaya. Giliran gue beli baju buat diri sendiri, zonk? Sistem macam apa ini? Sistem Simp?"

Raka menghela napas panjang. Ternyata skill [Cashback Sultan] itu random atau mungkin hanya terpicu kalau dia memanjakan orang lain.

Ya sudahlah. Toh 560 juta juga duit 'gratisan' dari kartu gift, hibur Raka pada dirinya sendiri.

Sementara Raka sedang bad mood, para staf toko dan gadis-gadis di sekelilingnya justru sedang shock berat.

Mereka baru saja menyaksikan seseorang menghabiskan Satu Miliar Rupiah dalam waktu kurang dari satu jam. Dan ekspresi orang itu? Datar. Seperti orang habis beli kerupuk di warung.

"Udah semua kan?" tanya Raka, kembali memasang wajah cool.

"Udah, Kak," jawab Sindy pelan.

"Masih ada yang mau dibeli lagi? Parfum? Syal?" tawar Raka.

"Nggak usah Kak! Cukup! Kita udah kenyang... eh, udah puas banget," tolak Yola cepat. Jantungnya nggak kuat kalau disuruh belanja lagi.

"Oke, kalau gitu kita cabut."

Raka berjalan keluar butik. Sindy, Hani, Jihan, dan Yola dengan sigap mengambilkan paper bag belanjaan Raka.

"Sini Kak, biar kita yang bawa!" "Iya Kak, masa Sultan bawa belanjaan sendiri." "Kita jadi asisten Kakak hari ini!"

Mereka berebut membawa belasan kantong oranye itu, membiarkan Raka berjalan lenggang kangkung dengan kedua tangan di saku.

Pemandangan itu menarik perhatian seluruh pengunjung West Mall Grand Indonesia. Seorang cowok ganteng berjalan di depan, diikuti empat cewek cantik spek model yang membawa belanjaan LV seharga satu rumah.

Para cowok yang melihatnya menatap dengan pandangan iri dengki yang membara.

"Anjir... itu cowok siapa woy?" "Menang banyak Bangsat!" "Empat cewek?! Maruk amat!" "Pasti buzzer nih, atau anaknya pemilik mall."

Raka mendengar bisik-bisik itu dan hanya menyeringai. "Maaf ya, Mblo. Hoki gue emang nggak ngotak."

|Lobi Utama (Drop-off Area) - Grand Indonesia|

Mereka sampai di lobi.

"Kak Raka pulang naik apa?" tanya Jihan modus, berharap diajak bareng.

"Bawa mobil," jawab Raka singkat. "Tuh, di depan."

Raka menunjuk ke area VVIP Parking di depan lobi.

Di sana, di bawah sorot lampu lobi yang terang, terparkir sebuah monster.

Para gadis mengikuti arah telunjuk Raka. Dan saat itu juga, rahang mereka jatuh.

Sementara itu, di sudut lain lobi...

Om Rudi dan Felis baru saja keluar dari mall dengan tangan hampa. Mereka berjalan menuju parkiran valet, menunggu mobil Mercedes-Benz E-Class tua milik Om Rudi diambilkan.

Mata Felis menangkap rombongan Raka yang baru keluar. Dia melihat belasan paper bag oranye LV yang dibawa oleh teman-teman Sindy.

"Gila..." desis Felis iri. "Mereka beneran borong satu toko, Beb. Liat tuh belanjaannya."

Om Rudi mendengus. "Paling isinya kotak kosong doang buat gaya-gayaan. Mana mungkin bocah ingusan punya duit segitu."

Namun, argumen Om Rudi patah seketika saat dia melihat Raka mengeluarkan sebuah kunci karbon dari sakunya.

Raka menekan tombol di kunci itu.

Chirp-Chirp.

Suara alarm mobil terdengar khas. Lampu LED tajam dari sebuah mobil supercar yang terparkir paling depan menyala, mengedip seolah menyapa tuannya.

Itu adalah McLaren 720S Memphis Red.

"Itu..." Om Rudi membelalak. Matanya hampir melompat keluar.

"Mobil dia... McLaren?" Felis menutup mulutnya shock. "Beb... itu mobil yang harganya belasan miliar kan?"

Tapi kejutan belum selesai. Saat Raka berjalan mendekat, Om Rudi melihat pelat nomor mobil itu.

Pelat nomor yang bersih, pendek, dan memancarkan aura kekuasaan mutlak.

B 777 RKA

Kaki Om Rudi langsung lemas seperti jeli. Wajahnya pucat pasi seputih kertas. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras di dahinya yang botak.

"B... B 777...?" cicit Om Rudi dengan suara gemetar.

Dia tahu arti pelat itu. Di Jakarta, pelat 3 angka dengan seri khusus apalagi RKA - inisial nama adalah simbol "Orang Kuat". Simbol koneksi tingkat dewa ke kepolisian atau pejabat tinggi. Dan mobilnya... McLaren.

Kombinasi McLaren + Pelat B 777 RKA = UNTOUCHABLE.

"Mampus gue..." bisik Om Rudi horor. "Gue tadi ngatain dia kere? Gue tadi nyelipin kartu nama di baju dia? Gue cari mati..."

Rasa takut yang amat sangat menjalar di tulang punggungnya. Dia membayangkan Raka tinggal menjentikkan jari, dan karir serta bisnis sampingannya yang "abu-abu" itu bisa lenyap besok pagi.

"Beb, kenapa gemeteran?" tanya Felis bingung.

"Diem lo!" bentak Om Rudi panik, tidak peduli lagi sama image. Dia menarik tangan Felis kasar. "Ayo cabut! Buruan! Jangan sampe dia liat kita!"

"Ih sakit, Beb! Mobil kita belum dateng!"

"Bodo amat! Kita naik taksi! Lari!"

Om Rudi menyeret Felis menjauh dari lobi, bersembunyi di balik pilar, ketakutan setengah mati seperti tikus yang melihat singa. Mereka kabur lewat pintu samping, meninggalkan rasa malu dan penyesalan yang akan menghantui tidur mereka malam ini.

Sementara itu, di depan McLaren...

Sindy, Hani, Jihan, dan Yola berdiri mematung. Tangan mereka masih memegang paper bag, tapi mata mereka terpaku pada pintu mobil yang terbuka ke atas.

"Kak..." suara Sindy bergetar. "Ini... mobil Kakak?"

"Iya. Kenapa? Jelek ya warnanya?" tanya Raka sambil memasukkan belanjaan ke bagasi depan yang sempit. "Muat nggak ya ini semua? Yah, kepenuhan."

Raka menoleh ke Sindy.

"Sin, sori nih. Mobilnya cuma muat dua orang. Dan bagasinya penuh sama baju gue," kata Raka. "Kalian pulang naik Grab nggak apa-apa ya? Atau mau gue pesenin Silver Bird?"

"Nggak apa-apa Kak! Grab aja!" seru Jihan cepat. "Gila, liat mobilnya aja aku udah kenyang Kak."

"Yaudah. Hati-hati ya," Raka masuk ke kursi pengemudi.

Mesin V8 menyala. VROOOOM!!!

Suara itu menggetarkan dada Sindy. Dia menatap Raka yang duduk di balik kemudi dengan kacamata hitamnya.

"Bye, Girls," Raka melambaikan tangan, lalu menginjak gas.

Mobil merah itu melesat keluar lobi, meninggalkan empat gadis cantik yang masih bengong, satu antagonis yang kabur ketakutan, dan legenda baru di Grand Indonesia.

"Fix," gumam Sindy sambil memeluk tas 125 jutanya. "Gue harus dapetin dia."

Padahal dia tidak sadar, dia sudah "didapatkan" di dunia maya.

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!